[Dahsyat!] 13 Kiat Mantap Cara Menang Lomba Blog, Langsung Dari Ahlinya!

[Dahsyat!] 13 Kiat Mantap Cara Menang Lomba Blog, Langsung Dari Ahlinya!

DAFTAR ISI

Share This:

Tidak gampang memang untuk mendapatkan cara menang lomba blog. Mungkin kamu bisa cari di berbagai media, namun belum tentu berhasil. Kali ini, saya akan mengupas kiat mantap cara menang lomba blog tersebut dari ahlinya langsung.

Sebelum membahas lebih jauh tentang kiat atau cara menang lomba blog, akan lebih bagus kalau saya memulai dari pengantar dulu. Masa ujug-ujug langsung bahas kiat mantap biar juara lomba blog sih? Tenang, jangan grusa-grusu ya Mas Bro dan Mbak Sist.

Makhluk Sosial

Pada dasarnya, manusia memang masih disebut sebagai makhluk sosial. Sedangkan, HP adalah benda mati tempat media sosial. Keduanya saling berkaitan erat. Orang mana di dunia ini yang tidak pegang HP? Jawabannya adalah orang-orangan sawah! Terasa lucu, tetapi kenyataannya seperti itu lho!

Baca Juga: Perlu Cara Cerdas Pakai Media Sosial, Karena Sejatinya Kita Memang Cerdas

Nah, aneka media sosial yang tersedia itu, yang mana sih paling sering kamu pakai? Rata-rata, satu orang bisa memiliki lebih dari satu media sosial. Punya akun Facebook, Instagram, Youtube, Twitter sampai dengan Tiktok. Ada pula yang lebih fokus di aplikasi chat semacam WA. Lho, dia tidak pakai Facebook? Entahlah, mungkin dia mumet terlalu banyak medsos.

Bagaimana dengan Blog?

Apakah blog juga termasuk media sosial? Ya, bisa dikatakan begitu. Lho, siapa yang mengatakannya, Mas? Jelas saya sendiri dong! Kan barusan saya yang tulis. Hehe…

Mengapa blog itu bisa dikatakan sebagai media sosial? Sederhana jawabannya, seperti cintamu yang sederhana, bahwa blog adalah sarana untuk mengungkapkan diri kita kepada orang lain, paling banyak memang lewat tulisan.

Meskipun demikian, toh tidak semua orang punya blog atau website sendiri. Kalau pun ada, masih banyak pula yang numpang di perangkat orang lain. Misalnya, bikin blog menumpang di blogger. Nanti alamat websitenya jadi anukamu.blogspot.com. Jangan berpikir aneh lho ya, sebab anu itu memang luas maknanya!

Atau yang lain pakai WordPress. Ada dua WordPress, satu dotcom, satunya dot org. Pakai yang dotcom itu gratis juga. Tapi, ingat, lagi-lagi mesti ada embel-embelnya atau pesan sponsornya di belakang. Contohnya: anunyadia.wordpress.com. Wah, pakai anu terus! Jelas dong, maknanya masih luas. Hehe…

Dari dua contoh media untuk bikin blog itu, saya menyarankan untuk menggunakan WordPress dot org seperti yang saya pakai. Kamu bisa pakai domain kamu sesuka hati, jangan contoh pakai anu lagi lho, kurang bagus. Lebih pas lagi kamu tidak hanya pakai domain, tetapi juga hosting. Serasa kamu punya media sendiri lho buat bersosialisasi. Dan, memang begitulah adanya.

Baca Juga: Sehat Q, Media Informasi Digital Lengkap Untuk Sehat A Sampai Z

Perlu diketahui juga, domain dan hosting itu mesti sewa minimal selama enam bulan, bisa juga setahun. Namun, harganya sangatlah murah. Apalagi kamu bisa dapat diskon super besar, kualitas yang oke punya dan pelayanan luar biasa ramah lewat Niagahoster.

Dari customer service Niagahoster, saya juga belajar kok tentang mengelola website. Selain bertanya langsung, banyak juga E-Book super penting tentang dunia website atau blog.

Oh, ya, biaya domain dan hosting yang saya pakai ini sekitar 600-an ribu. Murah ‘kan? Sesuai dengan isi kantong. Terserah mau kantong kemeja, T-Shirt, atau malah kantong celana. Jauh lebih murah daripada biaya nikah. Ups, kena lagi jomblo!

Ada yang belum saya sampaikan di sini. Memang sih untuk website bisa pakai WordPress. Namun, jika kamu ingin beli domain tok, tanpa hosting, kamu bisa coba lewat cara ini. Lebih murah pertahunnya, bahkan daripada punya saya di website ini, fitur-fiturnya oke punya.

Jika kamu jualan produk apapun, kamu bisa juga bisa langsung toko online macam Bukalapak, Tokopedia sampai Shopee. Yah, nggak mirip 100 % sih, tapi bisa kamu andalkan buat jadi toko online khas kamu sendiri. Cek saja langsung di sini ya!

Sudah Jadi Blog, Terus Apa Selanjutnya?

Ketika kamu sudah mulai rutin mengisi blog kamu dengan tulisan-tulisan lucu, tetapi keren, kamu mungkin berpikir, habis ini mau ke mana? Selanjutnya bagaimana? Mungkin kamu dilanda kebingungan, keresahan, kegelisahan, kegalauan, tetapi takut untuk menghadapi keramaian karena takut muncul virus Corona yang bikin kesakitan. Ke-an semua kan?

Salah satu cara untuk memaksimalkan blog kita adalah dengan mengikuti lomba. Lho, Mas, bukankah lomba itu berat? Apalagi lomba blog. Bukankah yang ikut nanti adalah master-master blog? Jangan-jangan blog kita langsung keok nih!

Hem, kalau cara pikir seperti ini, mungkin benar-benar akan kalah. Atau bahkan kalah sebelum bertanding. Cara mengatasinya adalah having fun saja. Mirip dengan lomba tujuh belasan itu lho. Kita ikut lomba sekadar memeriahkan. Kalau menang, Alhamdulillah, kalah juga Alhamdulillah. Tanpa merasa banyak beban.

Baca Juga: Artikel Blog yang Paling Banyak Dicari

Tadi dibilang menghadapi master blog atau istilahnya adalah blogger yang sudah malang-melintang di dunia lomba blog itu termasuk berat? Ada satu rahasia blogger bisa sukses. Mereka tidak hanya punya satu website, tetapi bisa dua, tiga atau sampai puluhan! Wuih, tentunya hebat dong!

Bagaimana cara memanaj itu semua? Kalau manual sih jelas gempor. Cara praktis dan mudahnya dengan cara berikut ini. Menyenangkan dan bikin asyik punya blog banyak.

Jika salah satunya membantu kita untuk urusan mengajarkan cara menang lomba blog, bagaimana menurutmu? Blogger tersebut kita ajak untuk berdiskusi dan mengungkapkan kiat-kiatnya memenangkan lomba blog. Apakah itu tidak cukup menarik? Selain menarik, tentu juga mendorong. Ya ‘kan?

Siapa Pematerinya?

Saya mendapatkan info tentang kuliah Whatsapp (Kulwapp) dengan judul “Tips Menang Lomba Blog” secara tidak sengaja di Twitter. Meskipun saya lebih banyak aktif di Facebook dan di sini, saya masih suka buka-buka Twitter.

Ketemulah info tersebut. Pemateri yang akan dihadirkan adalah Dr. Fadli Hafizulhaq, ST. Dilihat dari wajahnya, masih muda sudah jadi doktor. Wow, kesan pertama yang keren!

Dr. Fadli seorang blogger atau istilah Indonesianya adalah narablog. Sudah memenangkan 19 kali lomba blog lho! Wow, kesan yang tambah keren! Pernah juara 1 lomba blog “Literasi Zakat dan Wakaf” dari Kemenang. Selain itu, pernah jadi juara lomba “Pertamina Lubricants Digital Award”. Begitu keterangan di gambar promosinya. Pasti dia tahu cara menang lomba blog yang luar biasa!

Apakah kulwapp ini gratis? Oh, tentu saja gratis! Tidak disebutkan biaya pendaftaran, tetapi keterangan yang ada adalah infaq terbak untuk membantu korban Covid-19. Jadi, kita disuruh berdonasi dulu sebagai bentuk pendaftaran. Jelas bagus dong, karena Insya Allah kita sambil bersedekah, dapat juga pahalanya.

Tidak perlu dicantumkan di sini ya besaran donasi saya? Sebab, bisa jadi jumlah saya lebih kecil daripada sedekah yang sering kamu lakukan. Boleh juga, jumlah saya lebih besar, tetapi untuk ikhlas, bisa jadi kamu yang lebih besar meski nominal lebih kecil. Pokoknya lebih baik merendah, lah.

Acara atau belajar online tersebut akan dilaksanakan pada Sabtu, 18 April 2020. Nah, karena sudah lewat, maka tidak perlu pakai “akan” ya..! Dalam bentuk grup WA, maka saya dimasukkan setelah mencantumkan bukti sudah berdonasi. Alhamdulillah.

Metode Kulwapp

Agar kuliah tentang cara menang lomba blog tersebut lebih terbantu dan berjalan dengan lancar, maka tidak mungkin dong Mas Fadli sendiri yang turun tangan, ya, pemateri, ya, jadi admin. Ada timnya yang membantu. Seperti orang yang mau bisnis online, bisa dengan cara otomatis? Seperti apa? Boleh saja kamu cek yang satu ini. Alat yang mungkin bisa cocok buat kamu atau siapa saja yang kamu kenal sedang jualan online.

Orang yang memperkenalkan diri sebagai moderator adalah Ilham Sadli. Dia mengaku seorang blogger yang tinggal di Jember. Awalnya, grup itu terkunci. Tertulis dengan jelas di bagian bawah WA: Hanya admin yang dapat mengirim pesan. Ohh, yang bukan admin bengong saja dulu, sambil menunggu chat dari admin yang muncul.

Baca Juga: Apakah Perlu Ada Pelatihan Khusus Untuk Admin Grup Whatsapp?

Setelah grup itu terbuka kesuciannya, maksudnya anggota lain bisa menghambur masuk, maka Mas Ilham Sadli mempersilakan masing-masing anggota untuk memperkenalkan diri. Menyebutkan nama, domisili dan URL blog.

Saya berada di urutan keenam dalam perkenalan tersebut. Menyebutkan nama lengkap, domisili dan alamat blog ini. Sambil diakhiri dengan “salam kenal ya” tambah emoticon senyum manis. Memang sih emoticonnya kayak permen saja. Kepalanya gundul mulus, mirip tuyul, tapi kok senyum terus ya? Halah…

Alamat-alamat website yang ditampilkan di grup itu berbagai macam tipe. Ada yang pakai domain nama sendiri, seperti website ini. Ada yang pakai blogspot, wordpress dotcom seperti yang saya tulis di atas, ada yang pakai nama hujandijendela, peramukata94, bujangmarbot, ada juga yang diingat domainnya susah banget. Kemungkinan salah ketik dan ujungnya nyasar atau tidak bisa diakses itu besar.

Pakai Peraturan

Kalau kuliah aslinya di kampus memang selalu pakai aturan. Pakai sepatu, jangan pakai kaos, celana panjang sopan dan lain sebagainya. Bicara tentang celana mahasiswa, saya pernah diberitahu oleh suami dari saudara sepupu saya. Waktu itu, saya masih tinggal di Jogja.

Namanya Mas Seto. Ketika dia kuliah, pernah ditegur oleh salah satu pegawai kampus, kalau tidak salah. “Kalau ke kampus, celananya jangan pendek begitu! Masa celana kok selutut?”

Berarti secara tidak langsung memang teguran secara lisan. Mas Seto dengan entengnya menjawab, “Ini sudah yang paling pendek, Bu!”

Mungkin terdiam si ibu yang ingin menegakkan peraturan itu. Bingung menghadapi mahasiswa dengan jawaban menohok seperti itu. Hem, tapi okelah, itu urusan lain. Sekarang kembali lagi ke kulwapp blogger tentang cara menang lomba blog tersebut. Bagaimana peraturannya?

Ada sembilan item yang mesti dilakukan. Misalnya menjaga adab, ikuti aturan diskusi, perkenalan sesuai arahan moderator, tidak boleh menyela selama diskusi (bagaimana mau menyela, kalau grup disetting terkunci bagi peserta saat pemateri menyampaikan ilmunya?), sampai dengan aturan untuk mencantumkan sumber ketika mengambil materi atau resume kulwapp itu.

Selain yang mesti dilakukan, juga ada yang dilarang. Untuk larangan yang ini, sepertinya memang di mana-mana dicantumkan, yaitu: dilarang promosi atau jualan. Iklan di grupnya orang namanya spam. Sangat mengganggu dan pastilah tidak akan laku. Mending bikin grup sendiri, terus promosi di situ. Ya ‘kan? Nebeng di lapaknya orang kayak nggak modal banget deh!

Larangan lain adalah chat yang tidak relevan dengan tema. Misalnya bahas cara menang lomba blog, malah bahas lomba balap karung sambil menggigit sendok dengan bola di atasnya dan memasukkan benang ke dalam jarum. Kan tidak nyambung. Dan, tipsnya untuk lomba 17-an seperti itu, lebih baik langsung mundur saja. Karena pasti tidak ada yang bisa berhasil sampai ke garis finish dengan sempurna.

Lalu, apa saja tips-tips sukses atau cara menang lomba blog? Yuk, kita simak!

Tips Pertama: Baca Informasi Lomba dengan Teliti

informasi-lomba

Kita ikut lomba blog ‘kan memang harus ikuti peraturan yang dibuat oleh si pembuat lomba. Ya ‘kan? Kalau misalnya tidak sesuai dengan kemauan mereka, peluang untuk menang ada apa tidak? Oh, ternyata ada peluang untuk menang, tetapi menangis. Wakwakak…

Syarat yang ada itu biasanya domainnya, apakah pakai domain sendiri dalam arti TLD atau boleh juga gratisan macam blogger dan wordpress dotcom? Selain itu, juga usia. Tentunya, bukan usia kamu, lho! Ngapain juga saya tanya usia kamu? Yang dimaksud di sini adalah usia blog kamu. Bukan juga usia laptop kamu. Lebih tua mana sih kamu atau laptopmu?

Contohnya juga mencantumkan link ke website penyelenggara. Nah, kalau ini berarti penyelenggara cari backlink. Apa itu backlink? Kalau sama backstreet bagaimana? Halah, backstreet, masih juga bicarakan mantan. Wakwaow!

Baca Juga: Membeli Buku Bajakan, Termasuk Terbitan Mizan, Entah Apa yang Merasukimu, Kawan?

Backlink itu sama dengan mempromosikan website kita di website punya orang. Nah, ketika ada penyelenggara lomba blog, kita mau ikut dan mencantumkan link ke websitenya, maka kita sudah memberikan backlink ke mereka. Semakin banyak link mereka yang ditanam di website atau blog peserta, maka akan semakin bagus. Katanya begitu sih.

Begitu pula bila kamu mau bikin lomba blog. Apalagi misalnya kamu punya uang dan ingin bagi-bagi ke mereka yang berprestasi dan kebetulan kamu juga punya blog, maka bikin saja lomba. Misalnya, hadiahnya adalah naik haji bagi yang mampu. Haha… Ya memang begitu ‘kan?

Atau, informasi lomba lainnya, mesti share di media sosial kamu. Link artikel itu yang mendapatkan engagement tinggi, maka biasanya menjadi poin plus juga. Jadi, gali informasi dulu sebanyak-banyaknya tentang lomba blog yang mau kamu ikuti. Siapa tahu kamu jadi pemenangnya nanti. Kalau menang, boleh juga kok kalau saya ditraktir. 🙂

Tips Kedua: Siapa Penyelenggaranya?

Dalam sebuah lomba blog, pastilah yang menyelenggarakannya adalah manusia dan masih hidup. Bukan itu yang mau dibahas, tetapi penyelenggara biasanya ada dua, kalau bukan pemerintah, ya, swasta. Kalau pemerintah, itu lebih menghargai ide, inovasi, kreativitas, hal-hal baru dan semacamnya terhadap suatu permasalahan. Sedangkan swasta, intinya adalah pada promosi, branding sampai kepada backlink.

Makanya, ketika yang bikin lomba blog adalah pihak swasta, maka siap-siaplah untuk mempromosikan atau bahkan mengiklankan produk atau jasa mereka. Tentunya harus rasional ya. Jangan produknya sebenarnya jelek, tapi terus dipuja-puja setinggi langit. Tapi, biasanya yang bikin lomba blog adalah penyelenggara yang bagus. Malu dong kalau aslinya jelek. Ya ‘kan?

Tips Ketiga: Siapa Juri Lombanya?

juri-lombanya

Kadang, ada lomba blog yang mencantumkan jurinya, ada juga yang tidak. Keuntungannya bagi yang memperlihatkan juri-jurinya adalah kita bisa kepo. Bukan keponakan, lho, melainkan mengikuti gaya tulisan mereka, medsos mereka, blog mereka, karakter dan lain sebagainya.

Juri pun terbagi dua tipe atau jenis, ada yang serius, ada pula yang bercanda. Waduh, maksudnya dari pembawaan mereka, lebih cenderung ilmiah, yang satunya cenderung populer.

Baca Juga: Tantangan Menjadi Guru Profesional, Malah Dibilang “Kemaruk”

Ketika yang jadi juri adalah peneliti atau akademisi, maka perlu menekankan kepada segi keilmiahan tulisan kita. Contoh tulisan yang semi ilmiah dari Mas Fadli adalah kiat hemat energi rumah tangga. Ada juga yang gaya tidak terkesan ilmiah, menjadi juara 1 dari Literasi Zakat Wakaf Kemenag. Kamu boleh baca di sini.

Ketika ada lomba blog dan jurinya tidak jelas, jangan dipahami tidak jelasnya karena jurinya manusia apa bukan ya?! Kalau keadaan begitu, jumlahnya kita tidak tahu juga, maka fokuskan kepada penyelenggara saja. Bisa ke produknya, bisa juga ke jasa yang selama ini mereka tawarkan.

Untuk memahami juri ini, pastilah orang yang lebih berpengalaman dalam dunia tulis-menulis. Blog, mengeblog. Meskipun demikian, ada juga satu tempat belajar untuk bisnis produk digital. Wah, produk digital?

Mungkin kamu pernah dengar atau lihat, tapi di mana itu ya? Lupa! Hehe… Boleh kamu belajar langsung dari ahlinya. Siapa tahu bisa cocok buat kamu yang ke depan tidak hanya buat blog untuk menampung tulisan, tetapi juga menyediakan produk-produk digital berkualitas buat orang banyak.

Tips Keempat: Perlu Dong Adanya Riset Untuk Tulisan

riset-untuk-tulisan-cara-menang-lomba-blog

Memangnya cuma skripsi doang yang butuh riset? Bikin tulisan dengan tujuan menang lomba blog juga perlu, Bro! Jika ada hasil riset atau penelitian, baik kita yang melakukan sendiri atau dari orang lain, maka tulisan kita akan lebih bernas. Lebih berisi. Lebih terasa ruhnya. Tidak sekadar modal contong doang atau modal ketak-ketik saja.

Perlu juga dicantumkan tujuan dari tulisan kita bahwa kita ikut memberi ilmu, inspirasi, motivasi dan pengalaman baru kepada pembaca kita, terlebih yang masih awam sama sekali. Bukankah kita akan merasa senang ketika mereka ikut teredukasi dengan tulisan kita tersebut?

Jadi, perkara menang lomba blog itu nanti, yang penting dapat hadiahnya dulu! Halah. Lebih tepatnya adalah kita bisa mendapatkan kepuasan batin juga ketika tulisan kita bermanfaat buat banyak orang.

Tips Kelima: Fokuskan dan Maksimalkan Pada 100 Kata Pertama

100-kata-pertama

Mungkin kamu sering membaca ada suatu judul berita dan beberapa kata pertama yang langsung menarik perhatian ya? Bisa jadi kamu menemukannya di Google, link Whatsapp, sharing orang di Facebook, sedikit tweet di Twitter, dan lain sebagainya.

Tragisnya, ketika membuka link tersebut, lho kok ngene? Kok isinya sampah begini? Antara judulnya yang bombastis dan beberapa kata pertama di paragraf pertama dan kedua, ternyata sampai di ujung, walah, percuma baca nih! Rugi buang-buang kuota data!

Itulah tulisan yang mantap di awal, luar biasa di permulaan, tetapi endingnya mengecewakan. Sad ending. Mirip-mirip drakor?! Yang katanya memerankan pelakor itu ya! Hehe…

Baca Juga: [Coba Simak] 3 Alasan Ijab Qabul Diulangi

Namun, masih bisa kita contoh. Buatlah judul dan 100 kata pertama yang sangat menarik, mendebarkan jantung dan membuat orang tidak berpikir lagi tentang isi dompet yang kosong, terus berganti menjadi fokus kepada tulisan kamu. Itulah tulisan yang bagus.

Bukankah logikanya, dari paragraf pertama, mengalir ke paragraf kedua, ketiga dan seterusnya? Sangat perlu untuk dibuat paragraf yang memiliki keterkaitan dan kemenarikan yang terjalin mesra. Efek positifnya, pembaca akan terus terpaku kepada tulisan kamu. Itulah tulisan yang bagus.

Tapi, bagaimana cara menarik di 100 kata pertama tersebut? Kamu bisa mulai dengan menampilkan kisah inspiratif gitu, bisa dari kamu sendiri maupun orang lain. Pengalamanmu waktu ditolak calon mertua misalnya.

Misalnya dulu kamu jadi tidak terlalu down atau sedih, tetapi langsung bangkit dan bersemangat kembali. Pantang menyerah. Pantang pulang sebelum padam. Lho, kok slogan pemadam kebakaran dibawa-bawa? Eh, jangan-jangan karena terbakar emosi ya? Hehe, kasihan, kasihan.

Selain kisah inspiratif, kamu bisa juga mencomot quote atau kalimat inspiratif dari tokoh tertentu. Boleh juga dari ayat-ayat suci Al-Qur’an maupun hadits Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam. Pilih saja yang mana kamu suka, asal jangan kalimat yang menyesatkan dari Cu Pat Kay: “Begitulah cinta, deritanya tiada pernah berakhir”. Walah, mabok tuh!

Tips Keenam: Hemat Uang Boleh, Hemat Kata Jangan!

hemat-kata

Kamu mungkin sudah bisa menggebrak dengan 100 kata pertama, selanjutnya menambah sisanya. Ingat tips pertama tadi, syaratnya apa saja untuk mengikuti lomba tersebut? Adakah syarat minimal jumlah kata? Kalau ada, ya, harus dipenuhi jumlah minimalnya dong!

Katakanlah cinta, halah, katakanlah ada satu lomba blog mensyaratkan minimal 600 kata. Ketika kamu sudah selesai 100 kata, berarti tinggal tambahkan 501 kata lagi dong. Terus, saat sudah 501 atau 502 kata, berarti selesai. Dan kamu siap-siap menang. Hem, kalau kamu merasa begini, maka bangun, bangun! Sudah siang ini, woy!

Jumlah minimal itu adalah sebagai syarat saja. Kalau dalam urusan birokrasi, formalitasnya saja. Tapi, apa masa cuma segitu saja kata-katamu? Ini lomba blog, Gaes! Mesti mencantumkan tulisan yang padat berisi, ibaratnya tulisannya habis senam!

Baca Juga: 5 Ciri Penting Jika Anda Cerdas Atau Pintar

Berdasarkan seorang ahli SEO (Search Engine Optimalization), agar tulisan bisa disukai Google, artinya bisa nangkring dan nongkrong di halaman pertamanya, maka minimal 1000 sampai 1500 kata. Boleh juga sampai 2000 kata. Sebab, tulisan yang banyak itu bisa dianalogikan tulisan yang sangat lengkap.

Nah, waktu kamu ikut dan berharap bisa menang lomba blog, maka kamu perlu melengkapi dengan berbagai macam senjata, termasuk jumlah kata ini. Alhamdulillah, saya pernah menang lomba blog dengan jumlah kata lebih dari 3000. Lho, Mas, apa tidak pusing juri baca tulisan sebanyak itu? Saya cuma terkekeh saja, salah sendiri jadi juri?! Dalam pikiran yang lebih positif, mereka pastilah sudah terbiasa membaca tulisan sebanyak itu.

Tips Ketujuh: Perlu Mencantumkan Story Telling dan Soft Selling Seciamik Mungkin

story-telling-dan-soft-selling

Pernah lihat orang makjebret jualan brutal di Facebook? Saya sih sudah lumayan sering dapat yang begitu. Apakah boleh? Jawabannya bolah-boleh saja. Toh mereka juga punya akun. Dan mereka juga punya paket data. Tentu yang paling penting adalah kita tidak perlu membelikan mereka paket internet.

Jualan yang terlalu hardcore begitu akan membuat orang jadi enek. Jangankan beli, lihat saja bikin muntah! Terus, solusinya bagaimana, Mas? Maju atau cari yang lain saja? Lho, lho, ini solusi kalau lamaranmu ditolak. Kita tidak bahas ini, Bro, soalnya ini bukan rubrik konsultasi cinta.

Solusi jitunya adalah menerapkan story telling. Ini cara jualan dengan format menceritakan sesuatu. Untuk lomba blog ini, kamu ‘kan perlu mempublikasikan tentang penyelenggara seperti tadi di poin-poin awal. Nah, dengan adanya story telling, akan jadi lebih asyik dan enak dibaca. Pembaca juga tidak merasa langsung dijuali atau dipromosikan tentang penyelenggara lomba blog.

Kamu bisa menuliskan story telling itu dengan menceritakan sebuah masalah. Misalnya, susahnya cari penjual pulsa di tengah malam. Padahal, ada kebutuhan darurat saat kamu mesti dapat pulsa. Solusinya, pakai produk digital dari vendor A, misalnya. Kamu ceritakan saja susahnya kalau tidak pakai produk tersebut.

Soft selling itu untuk tahap awalnya adalah memberikan value kepada pembaca kita. Istilah lainnya adalah nilai tambah. Pelan-pelan memperkenalkan si penyelenggara lomba blog. Pada akhirnya, barulah promosi bisnis mereka. Kamu bisa belajar story telling maupun soft selling di banyak tempat kok. Banyak juga yang gratis. Tidak perlu sampai harus ikut program pemerintah yang itu lho! Pasti kamu tahu deh!

Tips Kedelapan: Mantapkan dengan Call To Action

call-to-action

Jika suatu saat kamu bergabung jadi subscriber dari seorang mastah internet marketing, maka kamu akan menemukan tanda call to action di website penawaran mereka. Penerapannya bagaimana sih untuk menulis di blog? Simpel banget sebenarnya. Ketika misalnya ada lomba blog yang isinya menampilkan profil penyelenggara atau mengulas produknya, ajak pembaca buat mencoba ya!

Terus, masih ada kaitannya dengan tips ini, maka penyelenggara akan suka lho kalau ada yang pernah pakai produk mereka. Bisa jadi kamu, atau orang lain. Kalau kamu sendiri, maka lebih enak. Pakai format story telling, maka ceritanya akan mengalir begitu saja. Sedangkan jika orang lain yang pakai, tinggal lihat testimoninya saja. Atau kalau enak orangnya, hubungi saja, wawancara.

Tips Kesembilan: Ilustrasi Visual

ilustrasi-visual

Jika yang kita kirimkan untuk mengikuti lomba blog, isinya murni tulisan tok, maka mungkin akan memicu kebosanan. Mata akan lelah membaca kata per kata. Nah, di sinilah infografis itu berperan. Itu menjadi semacam penyejuk indera penglihatan agar kembali segar. Apalagi jika desainnya menarik.

Kamu bisa pakai berbagai macam alat untuk membuat infografis semacam itu. Mulai dari CorelDraw, Photoshop, Powerpoint atau yang online macam Photopea, maupun Canva. Untuk foto yang gratis, saya sarankan pakai Pixabay. Di situ foto-fotonya ciamik banget. Masih ada pula Unsplash dan Pexels.

Ada hal yang mesti dipikirkan, bahwa yang gratis itu memang terbatas. Seperti di Pixabay, masih ada foto-foto yang lebih mangstap lagi, tetapi harus berbayar. Padahal kamu butuh desain yang mantul buat mengisi blog kamu.

Bagaimana kalau pakai Powerpoint saja? Tidak hanya untuk gambar, bahkan kamu juga bisa bikin video promosi atau apapun dengan Powerpoint saja, lho! Beneran. Yah, daripada saya dianggap mengada-ada, buktikan sendiri buat lihat dan rasakan seperti apa sih bikin video ciamik hanya dari Powerpoint?!

Oh, ya, perlu diingatkan, kita tidak boleh sembarang ambil gambar di Google. Sebab, banyak juga foto yang berlisensi. Jika kita sembarang comot sana, comot sini, macam makan kue saja, maka kita akan rawan digugat. Apalagi bila foto itu memang punya hak cipta.

Untuk mensiasatinya, pakai saja situs penyedia foto-foto yang gratis. Jutaan foto ada di sana. Tinggal kamu cari yang mana? Namun, kalau cari foto kamu sendiri di situs-situs itu, bisa juga sih, tapi kamu sendiri yang kirim ya!

Tips Kesepuluh: Yuk, Baca Lagi!

baca-lagi

Ada yang bilang, bahwa salah satu tips menulis itu adalah setelah menulis, diendapkan dulu. Sekitar dua atau tiga hari. Ini jelas yang dimaksud adalah tulisannya ya, jangan peralatannya. Nanti laptopnya juga diendapkan di lemari. Wah, segitunya!

Alasan kok mesti dilakukan cara seperti itu adalah agar ketika kita kembali untuk mengedit atau menambahkan yang masih kurang dan mengurangi yang terlalu banyak, maka kita seperti pembaca baru. Atau baru melihat naskah itu.

Baca Juga: 5 Manfaat Membuat Catatan Kecil

Bila kita setelah menulis, terus langsung mau mengedit, maka bayang-bayang tulisan yang tadi masih lekat di pikiran. Makanya, jadi terasa kurang obyektif. Ada baiknya, sambil mengendapkan itu, kamu melakukan hal-hal yang lain agar perhatianmu sedikit teralihkan.

Mas Fadli memberikan tips kalau ikut lomba blog, terus kita sudah publish di website sendiri dan takut tulisannya jadi dicuri atau dicopas orang lain, maka solusinya adalah nanti publish pada detik-detik terakhir saja. Atau minimal pada hari terakhir. Jadi, peluang orang untuk menjiplak sangatlah kecil.

Namun, ingat ya, jangan sampai karena terlalu lama diendapkan, terus jadi lupa deh. Seharusnya deadline tanggal 20 April misalnya, eh, kamu baru kirim tanggal 25 Desember. Terlalu!

Tips Kesebelas: Posting dan Promosikan Hasil Karyamu ke Media Sosial!

media-sosial

Salah satu tempat yang banyak dipakai orang untuk eksis, di mana lagi selain di medsosnya? Begitu juga dengan hasil tulisannya yang sudah kamu buat dengan sepenuh tenaga, pikiran, waktu dan perasaan. Ketika sudah jadi link website, maka posting saja di akun kamu.

Ingat pada ketentuannya, apakah penyelenggara perlu ditag atau tidak? Terus, ditagnya di mana saja? Ikuti semua ketentuan yang ada, kalau ingin menang lho ya!

Baca Juga: 5 Tips Ampuh Menghilangkan Malas

Hem, sebelum pindah ke tips selanjutnya, perlu dijaga ya, misalnya ada komentar-komentar yang bikin rusuh, apalagi menyangkut si penyelenggara lomba blog. Jangan sampai, kita ikut kena getahnya karena membiarkan adanya komentar-komentar semacam itu.

Jaga perasaan atau nama baik penyelenggara, bila memang mereka menjaga mutu selama ini. Orang tidak puas itu pastilah ada, tetapi bukan di kolom komentar kita tempatnya.

Saya mau tanya sekarang, kamu sendiri punya akun medsos berapa sih? Facebook misalnya. Apakah mesti cuma akun atau bisa banyak akun? Apa repot ya punya banyak akun? Ribet?

Hem, belum tentu, Gaes! Jaman now, semua bisa disiasati, apalagi dengan teknologi. Punya banyak akun Facebook itu hal yang lumrah, asal tahu cara mengelolanya. Lewat sebuah website saja, akun-akun Facebook kamu yang tanpa batas itu bisa jadi sangat menyenangkan. Bahkan ditinggal rebahan atau tidur saja, alat ini mampu melakukan semua pekerjaan kamu di akun Facebook. Masuk saja ke sini, Gaes, buat tahu alat apa sih yang saya bilang barusan?!

Tips Kedua Belas: Berprasangka Baik dan Berdoa Kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala

berdoa-kepada-allah-subhanahu-wa-taala

Sebetulnya dan sebenarnya, tips ini bisa berada di sini, bisa juga di bagian pertama tadi. Namun, perlu diingatkan sejak awal, kita ikut lomba blog itu buat apa? Apakah sekadar mau mendapatkan uang tunai atau paket buku misalnya? Bukankah akan lebih baik kalau niat kita juga untuk berbagi manfaat atau ilmu kepada orang lain? Jika dapat hadiah, maka itu bonus saja. Dapat mobil, Alhamdulillah, dapat motor, juga Alhamdulillah. Adakah lomba blog hadiahnya dua kendaraan itu?

Tips Ketiga Belas: Desain dan Tampilan Website

desain-dan-tampilan-website

Ini termasuk perkara teknis juga, meski tidak ada kaitannya sama sekali dengan teknis meja lho! Hal yang perlu diperhatikan di sini dengan blog kita adalah desainnya menarik atau tidak? Warna-warna yang dipilih memanjakan mata atau malah merusak mata. Hehe…

Untuk pemilihan font tulisan juga tidak kalah pentingnya. Meski tidak semua website menyediakan font khusus. Ukuran, warna dan jenis fontnya. Terus juga, kecepatan akses loading website. Jangan-jangan untuk membuka website kita butuh waktu seminggu, kan repot juga bagi juri untuk mulai menilai.

Untuk mengecek performa website kamu, bisa pakai GT Metrix. Lebih bagus bila aksesnya di bawah 6 detik. Seperti ini hasil website saya ketika dicek di perangkat tersebut:

gt-metrix

Meskipun kata Mas Fadli, kecepatan website tidak dihitung dalam poin penentuan menang lomba blog, tetapi setidaknya ketika dibuka atau dikunjungi orang, cepat terbuka full halamannya.

Mungkin ada yang bertanya, Mas Rizky ini pakai theme WordPress apa sih? Kok cepet banget dibukanya ya? Wah, sebenarnya ini rahasia, tetapi tidak apa-apa, lah, kalau saya buka. Karena toh buat membantu kamu juga dalam membuat website, blog, toko online dan semacamnya. Kunjungi saja di website yang satu ini. Kalau tertarik, mau beli, tetapi butuh diskon, masukkan saja kupon diskon: RAMADHANSAJA. Maka, harga akan otomatis terdiskon. Lumayan ‘kan???

Kesimpulan

Kuliah online untuk memberikan pemahaman cara menang lomba blog memang patut diacungi jempol yang diselenggarakan oleh FLP. Apalagi di tengah pandemik virus Corona yang entah sampai kapan ini, mendapatkan ilmu dari ahlinya langsung, Mas Dr. Fadli Hafizulhaq, ST, sangat mencerahkan dan semakin memantapkan untuk terus mendalami dunia blog.

Kiranya bisa dibuat lagi untuk kesempatan mendatang. Apalagi dari pertanyaan-pertanyaan yang ada cukuplah diartikan para peserta bersemangat untuk menuntut ilmu.

Terakhir, sambil mengakhiri tulisan ini, saya mengucapkan: Selamat menunaikan ibadah puasa Ramadhan 1441 Hijriyah. Semoga Allah Subhanahu Wa Ta’ala memberikan kita pahala yang amat besar di bulan mulia ini, mengampuni seluruh dosa dan kembali fitri seperti tujuan dari ibadah puasa itu sendiri. Aamiin.

Baca Juga: Menang Lomba Blog Mizan dengan Tema Pembajakan Buku, Alhamdulillah

Share This:
error: Content is protected !!