Film Ipar Adalah Maut, Kisah Nyata Konflik Keluarga Penuh Kemelut

Film Ipar Adalah Maut, Kisah Nyata Konflik Keluarga Penuh Kemelut

Jika Dirasa Tulisan Ini Bermanfaat, Share Ya!

Pernah dengar kalimat ipar adalah maut? Ya, itu adalah bagian dari hadits Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam. Kalimat itu yang diangkat ke dalam film layar lebar, entah lebarnya berapa, dengan judul yang sama.

Kalau bicara tentang ipar, masih banyak yang salah persepsi, sih, sebenarnya. Bagaimanapun, ipar itu memang bukan mahrom. Meskipun dia adalah saudara dari pasangan kita, suami atau istri kita, tetapi pada dasarnya tetap bukan mahrom.

Jika ada ipar yang ikut tinggal di rumah kakaknya atau adiknya yang telah menikah, para tetangga sih masih membolehkan, dengan anggapan itu adalah keluarganya sendiri. Masa dilarang untuk tinggal bersama? Padahal, yang terjadi bisa betul-betul tidak terbayangkan. Seperti dalam film Ipar Adalah Maut yang disutradarai Hanung Bramantyo dan diproduksi oleh MD Pictures ini.

Bermula dari Sang Ibu

Film Ipar Adalah Maut menyangkut tiga tokoh utama. Tokoh yang pertama adalah Nisa yang diperankan oleh Michelle Ziudith, istri dari seorang suami bernama Aris yang diperankan oleh Deva Mahenra.

Pada bagian awal film ini, Nisa dan Aris memang belum menikah. Konflik awalnya ketika rebutan tempat parkir. Nisa yang pakai mobil protes kepada seorang laki-laki bernama Aris yang ternyata dosennya sendiri. Nisa ingin parkir, tetapi kenyataannya itu adalah parkir khusus mobil dosen. Sedangkan Aris adalah dosen pengganti Pak Junaedi yang dibawakan cukup apik oleh tokoh seniman Jogja, Den Baguse Ngarso.

Ketika kuliah, Nisa merasa malu-malu saat bertemu dengan Aris. Materi kuliah saat itu adalah Sosiologi Keluarga. Aris memang dosen Sosiologi. Saat kuliah selesai, Nisa meminta maaf kepada Aris atas kejadian di parkiran tadi. Aris memaafkan.

Sejak saat itu, keduanya makin akrab. Aris juga datang ke rumah Nisa, bahkan sambil membawakan bunga, kenapa tidak sama pohon dan potnya, ya? Nisa punya bakat untuk membuat kue yang enak. Dan, kue itu dipuji oleh Aris. Bakat Nisa tersebut kelak berbuah menjadi bisnis toko roti yang laris-manis.

Seiring keakraban mereka, Aris memutuskan untuk menikahi Nisa. Potret kebahagiaan mereka tercermin sejak saat itu, Aris menjadi suami dan ayah yang baik untuk Raya, putri semata wayangnya. Entah, itu wayang orang atau malah wayang golek?

Konflik yang menjadi inti utama film Ipar Adalah Maut ini adalah kedatangan Rani (Davina Karamoy), adik kandung Nisa. Ibu Nisa (Saraswati Dewi Irawan) melihat bahwa Rani dikhawatirkan tidak terjaga, tidak terkontrol, was-was jika Rani harus tinggal sendiri di kost-kostan maupun rumah kontrakan. Makanya, sang ibu menyarankan agar Rani tinggal bersama Nisa dan Aris.

Sebelum Rani benar-benar tinggal, Nisa dan Aris berdialog, diskusi, bagaimana bagusnya? Apakah Rani mau betul-betul diterima atau tidak? Sempat terlontar kalimat dari Aris, “Ya, adikmu ‘kan adikku juga.” Kalimat itu disoraki penonton yang sebagian besar gadis remaja. Aris sudah mulai jadi tokoh antagonis, nih!

Sesuai hasil kesepakatan antara Aris dan Nisa, Rani pun dijemput dari Salatiga, diboyong menuju ke Semarang. Rani adalah mahasiswi baru dan harus mengikuti ospek di kampusnya. Rani berangkat bersama dengan Aris ke kampus, karena Aris menjadi dosen di kampus tersebut.

Rupanya, ada seorang mahasiswa yang ternyata keponakan rektor, ah, saya lupa namanya. Laki-laki itu memandang Rani dengan nafsu dan seakan-akan ingin menerkamnya. Saat di kantin, mahasiswa itu berulah dengan membawa teman-temannya. Dia merangkul teman Rani yang tentu saja membuat Rani berang. “Jangan peluk-peluk, nanti bisa pelecehan!” Kira-kira begitulah kalimat dari Rani, kalau masih salah, coba tanya Rani langsung, mana kalimat yang benar?

Dendam dan harus dibalas, Rani pun menjadi korban. Ketika di perpustakaan, lampu dimatikan, Rani “diculik” di sebuah ruangan kosong. Rani hendak dilecehkan di situ, mau dicium oleh si keponakan rektor. Aris mendengar ada yang tidak beres. Dia pun masuk, langsung menghajar si mahasiswa dan teman-temannya. Rani lari, ketakutan, di bawah guyuran hujan. Terus berlari. Aris mengejar.

Rani terjatuh, untungnya tidak sampai tertabrak mobil seperti di sinetron picisan Indonesia itu. Mau tertabrak saja, lamanya minta ampun. Masih di bawah guyuran hujan dan sepertinya memang disemprot dari atas oleh kru film, Aris menenangkan Rani. “Rani, Rani, ini Masmu!”

Gadis itu dibawa ke mobil. Aris masih ingin menenangkan Rani yang menangis tersedu-sedu karena trauma berat. Aris memegang kepala Rani, untuk selanjutnya direbahkan di bahu Aris. Eh, saat benar-benar dipeluk atau dalam posisi merangkul begitu, Rani mengangkat wajah, dekat sekali dengan Aris, lalu mereka berciuman sedikit.

Nah, dari situ, tumbuh rasa yang lain-lain pada mereka berdua. Apalagi juga ditambah Aris yang pernah tidak sengaja melihat Rani keluar dari kamar tanpa memakai jilbab dengan pakaian yang cukup seksi. Mereka berdua bertemu di dapur. Aris sampai tertumpah air minumnya sendiri karena terkejut melihat Rani.

Tindakan yang seperti pasangan suami istri makin menjadi “basah” saat keran shower di kamar mandi Rani rusak. Aris mencoba memperbaiki, ternyata malah makin parah. Rani datang untuk membantu menutupi air yang muncrat deras dari keran itu. Mereka basah semua, lalu tertawa-tawa. Selanjutnya, eh, Aris memanfaatkan kesempatan. Penonton pun makin bersorak.

Tidak cukup sampai di situ, perilaku mereka makin menjadi-jadi. Bahkan, sampai booking di hotel. Nah, film ini sangat tidak disarankan bagi anak-anak di bawah umur, banyak adegan dewasa. Jadi, kalau anak-anak dibawa oleh orang tuanya, silakan tanggung sendiri resikonya! Betul, serius ini!

Kecurigaan Nisa

Sepertinya, di mana-mana, firasat wanita itu selalu benar, apalagi jika menyangkut suaminya. Nisa merasa suaminya berubah, tidak seperti dulu. Seperti ada yang disembunyikan dari Aris.

Rani, meskipun seorang gadis, rupanya punya trik-trik tertentu agar hubungan gelapnya dengan Aris tidak tercium Nisa. Kontak Rani di HP Aris diganti menjadi Pak Junaedi 2. Raya, masih ingat? Anak dari Aris dan Nisa yang diperankan oleh anak usia 9 tahun bernama Alesha Fadillah Kurniawan, merasa heran, ketika mobil bapaknya berhenti di depan sebuah bengkel, ada telepon Pak Junaedi 2, rupanya yang bicara seorang perempuan.

Raya menceritakan kepada ibunya. Dibantah oleh Aris. Dari situ, Nisa merasa makin curiga. Sampai akhirnya, benar-benar terbongkar tatkala Nisa menelepon Rani, suruh menyampaikan ke suaminya jika ketemu untuk mengangkat teleponnya. Aris mengangkat telepon dari Nisa, tetapi lupa ditutup! Dari situlah, tangisan Nisa pecah saat mendengar Aris dan Rani dengan suara-suara mesra. Padahal, Nisa sedang menuju ke luar kota. Ekspresi Nisa betul-betul dapat pada adegan ini.

Ketika Nisa pulang, dia tambah mengamuk. Bertanya kepada suaminya, di mana saja dia “bermain” dengan Rani? Nisa menduga, di rumah sendiri mereka melakukannya. Dan, yang tidak disangka-sangka, di kamar tidur Nisa sendiri, dipakai oleh Aris dan Rani. Gelang Nisa yang jatuh di bawah kasur menjadi buktinya.

Rani sudah pulang ke rumah ibunya. Begitu Nisa melihat Rani, perempuan itu tambah marah. Namun, Rani sempat membela diri. Ibunya Nisa ternyata melihat pertengkaran dua anaknya sesuai dengan firasatnya. Rani pun tetap tidak mau bersalah sepenuhnya, bahkan dia mengatakan bahwa ibunya memang gagal menjadi orang tua.

Selanjutnya, sudah bisa ditebak ending atau alur menuju endingnya. Namanya orang tua, yah, bagaimanalah ketika mendengar berita yang mengejutkan? Begitu juga dengan Rani yang begitulah. Ending dari film ini adalah Nisa bersama Raya bermain-main di pantai. Rani ingin Raya kelak mengerti dengan keadaan yang dialami oleh kedua orang tuanya.

Film ini memang sarat dengan nilai hikmah, karena memang berasal dari kisah nyata yang dibagikan oleh kreator konten bernama Elizasifaa di TikTok. Reaksi penonton sungguh mengikuti alur film. Waktu dua jam lebih tidak terlalu terasa. Yang paling terasa itu adalah ketika menahan kencing. Kebelet banget, tetapi tanggung karena sudah bayar dan film Ipar Adalah Maut belum selesai.

Sumber: 

https://www.detik.com/pop/movie/d-7399688/sinopsis-film-ipar-adalah-maut-berawal-viral-kisah-perselingkuhan-di-medsos

https://lifestyle.sindonews.com/read/1398511/158/biodata-lengkap-pemain-ipar-adalah-maut-film-tentang-perselingkuhan-dari-kisah-nyata-1718690812?showpage=all

Jika Dirasa Tulisan Ini Bermanfaat, Share Ya!

Silakan tinggalkan komentar

Email aktif kamu tidak akan ditampilkan. Tapi ini mesti diisi dengan benar.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.