Pernah dengar puisi dibacakan? Siapa yang bacakan? Waktu itu acaranya apa? Snacknya apa? Lho, kok malah bahas snack? Kini sebuah puisi buat kamu. Judulnya pendek saja: Dengar. Selamat membaca.
Biasanya, jika sudah malam begini, suamiku pulang dari masjid, sehabis sholat Isya berjamaah. Biasanya pula, dia datang membawakan aku sesuatu. Paling sering, dia memberiku goreng-gorengan. Ya, meskipun murah dan mudah didapat di mana saja, tetapi tetap bernilai istimewa bagiku. Oh, suamiku, di manakah dirimu sekarang?
Biasanya, setiap orang yang terluka, itu selalu berdarah. Apalagi kulit yang terkena. Namun, ada juga luka yang tidak mengeluarkan darah. Lho, seperti apa itu? Simak saja di puisi berikut ini!
Dulu, seorang dosen sekaligus ustadz, Dr. Harwanto Dahlan pernah membuat singkatan Angkot itu berarti Angel Kon Tertib. Itu dari Bahasa Jawa, yang sama saja dengan susah disuruh tertib. Naik angkot memang mendatangkan kenikmatan tersendiri, di balik ongkosnya yang murah meriah. Bagaimana kalau ada naik angkot pakai aplikasi online?
Bila kita ingat soundtrack sinetron Keluarga Cemara, di situ bahwa harta yang paling berharga adalah keluarga. Tidak ada seorang pun yang lahir tanpa keluarga. Namun, menyangkut masalah keluarga jelas butuh solusi. Apa salah satunya? Ternyata, lewat blog yang direview ini jawabannya!
Agar lebih menambah keragaman dari situs ini, maka ditambahkan tulisan puisi. Yang tulis bukan saya, tapi seorang penulis tamu. Nah, mau simak selengkapnya? Boleh langsung ke sini. Oke?








