Ketika Terjadi Hil yang Mustahal [Saatnya Anda Untuk Melawan Kemustahilan]

Ketika Terjadi Hil yang Mustahal [Saatnya Anda Untuk Melawan Kemustahilan]

Share This:

Mungkin Anda pernah dengar ungkapan hil yang mustahal? Kira-kira, masih ingat siapa yang pernah mengucapkannya? Ya kalau Anda lupa, saya beritahu. Beliau adalah KH. Zainuddin MZ. Setahu saya, beliau yang pertama kali. Terus, ketika Anda dalam posisi itu, maka solusinya adalah melawan kemustahilan! Boleh simak di sini sampai selesai. 

Kemustahilan dengan kata dasar mustahil. Sepertinya, ini memang erat kaitannya dengan kehidupan kita. Suatu keadaan yang dirasa tidak muhsin, eh, mungkin. Tidak akan bisa didapatkan. Apalagi ditambah dengan omongan orang lain,

“Ah, mana mungkin kamu dapat itu?”

“Kamu kan miskin. Mana mungkin kamu bisa punya HP baru?”

“Nah, sudah dibilang juga! Kamu tidak akan bisa lolos CPNS. Tuh, buktinya, kamu sudah daftar lima kali, gagalnya tujuh kali!”

Dan, berbagai kalimat lainnya. Sedih memang. Menyiksa memang. Apalagi bila yang mengucapkannya adalah dari pihak keluarga. Terlebih orang tua.

“Nak, sudahlah, kamu tidak usah berpikir mau jadi pengusaha. Kamu jadi pegawai saja. Kemampuanmu itu ya cuma jadi pegawai!”

“Hahaha, kamu mau jadi penulis? Ngimpi kamu ya! Tidak ada di Indonesia ini penulis yang kaya!”

Dua kalimat itu memang pernah saya terima. Dari keluarga saya sendiri. Tapi, saya berusaha untuk terus maju, berdiri tegak dan melangkah tanpa henti. Sampai Allah yang menghentikannya sendiri atau saya yang sudah tidak sanggup lagi. Tapi, selama masih ada asa, buat apa ambil langkah biasa? Haruslah luar biasa. Dan, langkah itu jelas termasuk dalam MELAWAN KEMUSTAHILAN!

Masa Depan di Tangan Anda

Masa Depan
Yuk, Tatap Masa Depan dengan Lebih Fokus

Ini mungkin pernah Anda dengar? Masa depan memang berada di tangan Anda. Begitu pun dengan masa lalu. Iya ‘kan? Masa Anda putus cinta, orang lain yang merasakan? Memang sih, mereka bisa ikut merasakan, terutama kasihan. Sambil mengelus-elus punggung Anda. Dibilang, “Sudah, dia memang gitu kok! Cewek kan masih banyak. Jodohmu tidak cuma satu kok!”

Nah, itu adalah pemilihan kalimat yang salah. Hehehe…

Begitulah, masa depan yang masih suci, mau Anda isi dengan apa? Putus asa? Kalau balita di atas dua tahun, namanya putus ASI. Mau Anda isi dengan keragu-raguan? Ah, sepertinya tidak mungkin jadi orang kaya nih! Utang banyak, besar pasak daripada tiang masjid Istiqlal, saking banyaknya utang. Hehehe…

Tapi, tunggu, itu semua kan berada di pikiran. Iya ‘kan? Kenyataannya, terjadi apa tidak? Belum tentu terjadi bukan? Lalu, mengapa Anda buat seolah-olah terjadi? Hey, bukankah Anda diberikan tubuh yang sempurna oleh Allah? Juga dilengkapi dengan pikiran dan akal yang sehat? Bukankah akan lebih baik bagi Anda untuk mulai menata diri dan siap menjemput impian-impian indah. Tentunya, harus dimulai dengan suatu langkah penting nan bermakna: MELAWAN KEMUSTAHILAN!

Contoh Nyata MELAWAN KEMUSTAHILAN

Mungkin Anda kenal dengan Dewa Eka Prayoga? Anda bisa lihat di Profil Lengkap Dewa Eka Prayoga. Dia telah melakukan suatu langkah yang tidak kecil alias besar untuk MELAWAN KEMUSTAHILAN. Nah, mungkin Anda penasaran apa sih sebenarnya Melawan Kemustahilan itu?

Insya Allah, Anda akan makin mengerti bila sudah membaca buku dari Kang Dewa Eka Prayoga dengan judul yang sama itu. Untuk saat ini, masih dalam masa Pre Order, artinya buku dicetak berdasarkan jumlah pesanan. Mau tahu info selengkapnya? Anda boleh langsung menuju KE LINK INI. Kalau mau lihat bukunya sekilas, ini dia:

PO Melawan Kemustahilan 2 Hari
2 Hari Lagi Dibuka Untuk Anda Semua!

Sampai jumpa di inspirasi tulisan selanjutnya tentang Melawan Kemustahilan.

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Share This:
error: Content is protected !!