Renungan Penuh Hikmah Saat Mengambil Uang di ATM

Renungan Penuh Hikmah Saat Mengambil Uang di ATM

Share This:

Mesin ATM adalah barang elektronik yang dekat dengan keseharian kita. Apalagi bila kita memang memiliki uang di bank. Otomatis, ada saatnya kita mengambil uang di ATM. Rupanya, di situlah ada nilai penuh hikmah. Mau tahu?

Sebelum melangkah lebih jauh ke ATM terdekat, kira-kira kamu tahu tidak kepanjangan dari ATM itu? Kok maunya langsung bahas tentang mengambil uang di ATM? Memangnya isi rekening kamu itu ada berapa? Hehe…

Arti ATM

ATM menurut kepanjangannya itu bukan “AATTTTMMMMMM…..”

Bukan itu ternyata.

ATM itu adalah suatu kepanjangan dari dua bahasa, Indonesia dan Inggris. Mau yang mana dulu? Ya, bagusnya dari yang paling gampang dipahami dulu ya? Mulai dari Bahasa Inggris! Lho, kok dari Bahasa Inggris, Mas? Bukannya itu susah dipahami? Lho, itu salah besar! Bahasa Inggris itu termasuk mudah dipahami. Maksudnya, mudah dipahami bahwa itu adalah pelajaran yang cukup sulit. Haha…

Baca Juga: 5 Cara Sukses Bisnis Sampingan Karyawan, Begini Rahasianya!

Baiklah, tanpa perlu panjang lebar, karena menurut guyonan lama zaman dulu – yah namanya guyonan lama pastilah zaman dulu – bahwa kalau panjang itu kasihan istrinya, sedangkan kalau lebar itu kasihan suaminya. Silakan ditafsirkan sendiri ya! Jangan tanya langsung saya! Kita akan bahas lebih pokok di sini tentang mengambil uang di ATM, dari mesin ATM, bisa juga di ATM terdekat.

Dari Bahasa Inggris

cara-menggunakan-atm
Entah Ini Gambarnya Siapa, yang Jelas Seperti Itulah Ketika Orang Mengambil Uang di ATM, Mukanya Terlihat Cemas, Mungkin Karena Bisnisnya Sedang Lesu?

Menurut Wikipedia, bukan Tokopedia, apalagi pedia payung sebelum hujan – halah – ATM itu berarti Automated Teller Machine atau Automatic Teller Machine. Artinya adalah mesin yang mirip kerjanya teller. Bisa menarik uang dan menghitungkan isi rekening kita tinggal berapa? Jadi, fungsi mesin ATM itu memang mirip teller bank manusia pada umumnya. Tapi, adakah teller bank yang wajahnya mirip mesin ATM?

Menurut Bahasa Indonesia

cara-mengambil-uang-di-atm
Muka yang Kosong, Bagaikana Punya ATM, Tapi Isinya Kosong! Hem…

Kalau dalam Bahasa Indonesia bagaimana Mas? Jelas dalam Bahasa Indonesia, ATM itu adalah Anjungan Tunai Mandiri. Anjungan ini bukan nama mall ya, karena itu namanya Mall Tunjungan, Surabaya.

Meskipun kamu tidak punya rekening di Bank Mandiri, tetap artinya ATM ada kata mandirinya. Tidak apa-apa, toh kamu selama ini ‘kan bisa mandiri. Apalagi yang jomblo, bisa hidup mandiri tanpa seorang pasangan pun. Sempat-sempatnya ya bahas jomblo sedikit di sini.

Baca Juga: Humor Dalam Hubungan Cinta dengan Pasangan

Dari dua pengertian itu, ATM jelas sangat membantu kita. Mesin ATM bisa diletakkan di mana-mana. Bandara, ada. Stasiun, banyak. Minimarket, boleh. Mall, jelas. Kampus, sip. Kantor, ahay. Tempat yang belum ditemukan ATM itu sepertinya kamar mandi atau masjid.

Kamar mandi umum tidak ada mesin ATM karena biasanya nilai ATM itu rupiahnya cukup besar, misalnya 50 ribu atau 100 ribu. Kecuali memang ada tarif masuk kamar mandinya sampai 50 ribu untuk buang kecil atau 100 ribu untuk buang air besar. Baru bisa dimasukkan mesin ATM di dalamnya.

Pada kamar mandi umum, meskipun cuma dua ribu atau malah lima ribu, justru itu menyangkut kesehatan kita. Menahan buang air jelas tidak bagus. Bayangkan kalau kita tidak bisa kencing atau BAB, maka ratusan juta bisa ke luar.

Termasuk juga di kamar mandi umum, itu juga mirip mesin ATM. Kita mengerjakannya serba sendiri. Mandiri. Buang-buang sendiri, siram-siram sendiri juga. Baru bayar, ketika mau ke luar. Meskipun kadang, ada yang tidak bisa kencing dan BAB dengan benar. Buktinya, masih ada peninggalan bersejarahnya. Betul tidak?

Sedangkan masjid? Inilah tempat yang mulia, kan mungkin ada ATM-nya, tetapi agak jauh dari tempat sholat. Ada sih ATM, tapi malah namanya ATM beras. ATM identik dengan produk bank, yang notabene sampai sekarang masih berkaitan dengan riba. Bukankah secara kaidah bahwa riba itu haram dan jelas dinyatakan dalam Islam?

Namun, ketika memang ada kebutuhan kita untuk menyimpan uang di bank agar lebih aman dan untuk mendukung kegiatan donasi misalnya, maka bank tetap diperlukan. Termasuk dalam hal ini adalah mesin ATM yang ada.

Masih ada pengertian lain? ATM ada yang mengartikannya dengan Amati, Tiru, Modifikasi. Ini biasanya untuk menghindari yang namanya copas, jelas bukan berarti cowok pas-pasan lho!

Sesuatu yang bagus menurut kita, tetapi milik orang lain, maka kita tidak bisa langsung menduplikasinya secara persis sama plek! Ubah-ubah sedikit lah, jadikan berbeda, tetapi isinya mungkin sama atau ada kaitannya. Kalau persis sama, berarti dianggap tidak kreatif. Bahkan dicap sebagai kereaktif. Tidak kaya dengan ide segar, tetapi malah aktif mengambil hak orang lain, tanpa izin. Wah…

Baca Juga: Ada yang Namanya Pak Edi Siregar, Tapi Jarang yang Bernama Pak Ide Segar

ATM yang lain masih ada? Sebetulnya, kalau mau dicari-cari, ya, masih ada. Seperti sebagian di antara kamu, ATM itu artinya Agak Terlambat Menikah. Waduh! Akhirnya malah jadi korban bullyan. Bahkan ada teman saya yang sebelum menikah, dibully. Setelah menikah, masih juga dibully. Apakah karena terlambat menikah juga? Tidak juga sih. Karena mukanya enak dibully saja. Itu!

Cara Mengambil Uang di ATM

Untuk bisa menggunakan ATM, kita memang butuh yang namanya kartu. Jelas untuk mesin ATM, namanya adalah kartu ATM. Bentuknya tipis, bisa masuk ke dalam dompet, dengan fungsi yang bermacam-macam. Warnanya bisa beraneka, asalkan yang lihat tidak buta warna.

Biasanya, dompet jadi lebih bercahaya ketika di dalamnya ada kartu seperti ini. Kok bisa? Sederhana saja, karena kartu ini memang memantulkan cahaya, sampai menerangi dompet.

Ketika masuk ke dalam ruangan ATM, yang ber-AC dan gratis itu lho, kamu akan menemukan mesin ATM yang siap dengan kebutuhanmu. Mau transfer, menarik, atau malah mendorong mesin ATM-nya. Walah.. Tinggal kamu masukkan kartu ATM, masukkan PIN, lalu proses selanjutnya terserah Anda!

Misalnya, kamu mau mengambil uang di ATM. Tinggal pilih nominalnya berapa? Ada yang punya batasan satu juta rupiah tiap tarik uang.

Ketika sudah selesai, maka uang akan ke luar. Tapi, persoalan selanjutnya, ada orang yang begitu ambil uangnya, langsung pergi begitu saja. Kartunya masih tertinggal di mesin ATM. Ke luar juga sih, tapi tidak diambil oleh si empunya dan dikembalikan ke sarangnya secara otomatis. ATM tertelan.

Dari sini, bisa diambil kesimpulan, bahwa ketika orang sudah dapat uang, maka akan lupa segalanya? Termasuk kartu ATM-nya sendiri. Baiklah, masuk ke pembahasan selanjutnya.

Uang dan Sesuatu yang Hilang

Ketika kartu ATM tidak berhasil kita dapatkan kembali, maka kemungkinannya adalah masuk lagi ke dalam mesinnya. Atau yang kedua adalah diambil oleh orang lain atau peng-atm selanjutnya. Apalagi jika kita baru ingat kartunya ketinggalan pas sudah di rumah. Ini gawat juga!

Solusi praktisnya adalah langsung blokir kartu tersebut. Hubungi pihak bank, agar kartu tersebut tidak disalahgunakan. Kecuali yang memang pakai kartu ATM bekas buat mengolesi roti dengan mentega, gantungan kunci atau sekadar menunjukkan saja ke orang lain kalau punya ATM lebih dari satu. Semua itu bisa termasuk penyalahgunaan juga, tetapi jelas sulit dikontrol.

Baca Juga: Temukan 5 Manfaat Ketika Berhasil Menemukan Kepribadian Anda

Uang diambil, kartu ATM lupa diambil, bisa jadi karena sebuah efek bahwa ketika orang sudah menerima uang, lupa segalanya. Ada contohnya? Oh, banyak sekali!

Ada yang sudah dapat uang, lupa dengan temannya. Padahal temannya itu yang bantu untuk cari uang. Ada yang punya uang, lupa dengan keluarganya, ditelantarkan. Bahkan, ketika ada uang di tangan, lupa dengan dirinya sendiri. Lupa dengan kesehatan di dunia, sampai keselamatan dunia dan akhiratnya.

Cuma Alat

Memang sih, mesin ATM hanyalah alat. Kartu ATM juga termasuk alat. Intinya pada orang itu. Ketika dia mengambil uang di ATM dan berhasil mendapatkan uangnya, maka jangan lupakan kartu ATM-nya! Sebab, tanpa kartu ATM, jelas tidak akan bisa mengambil lagi uang di ATM.

Uang memang bisa membuat gelap mata, bila dibelikan kacamatan riben. Ketika punya uang, tidak seharusnya membuat orang merasa paling beruntung di dunia ini. Banyak uang, tidak menjamin kebahagiaan.

Termasuk dalam hal ini adalah kaitannya dengan bisnis, apakah motivasi untuk bisnis itu semata-mata karena uang? Terus, kalau sudah didapatkan, apakah itu berarti bisnisnya berhasil? Belum tentu juga ‘kan?

Salah satu kaidah bisnis yang sukses memang menghasilkan uang. Ini jelas. Makin berhasil, uangnya berlimpah milyaran sampai triliyunan, tetapi bisa jadi ada sesuatu yang hilang. Entah itu keberkahannya atau malah dia semakin jauh dari Allah. Naudzubillah min dzalik.

Mau tahu orang terkaya di Indonesia ini? Rupanya dari pengusaha perusahaan rokok. Bagi sebagian orang, rokok dikatakan sesuatu yang nikmat dan berguna dalam hidup ini. Sebagian lain, menganggap rokok itu haram, mengandung racun dan mendzolimi orang lain, terlebih malah keluarga sendiri. Rupanya, dari sesuatu yang haram, bisa menjadikan orang kaya luar biasa.

Mungkin di situlah makna dari mendapatkan uang jumlah sangat besar, tetapi melupakan orang lain. Termasuk dalam hal ini tentu saja adalah rokok dengan para korbannya. Padahal para perokok adalah jalan bagi pengusaha rokok untuk dapat kekayaan. Begitu sudah dapat uang, kesehatan konsumen itu, ya, tanggung sendiri, lah! Masa perusahaan rokok yang mau tanggung? Enak saja!

Baca Juga: Berhenti Merokok Karena Diomeli Istri, Apakah Berhasil?

Begitu juga bisa kita temukan kaitannya dengan bisnis online. Apa ini contohnya? Apakah bisnis online rokok? Oh, tidaklah, rokok kan banyak dijual di warung-warung dekat tempat tinggal masing-masing. Tidak perlu pesan online.

Di sini yang ditekankan adalah etika dalam berbisnis online. Misalnya, ada yang iklan di Facebook. Iklan baik-baik dengan produk yang juga baik-baik. Eh, tahu-tahu muncul saingan dari produk yang sama. Malah numpang lapak di situ, numpang komen dan bilang bahwa produknya lebih baik. Lah, ini kok mau seenaknya saja! Kalau mau iklan, bayar juga dong!

Terus, kalau sudah dapat uang, mengambil sebagian lapaknya orang, mau apa? Bahagia gitu? Senang? Dapat uang, terus tidak peduli lagi dengan etika bisnis? Yakin bisnisnya akan berkah?

Dalam bisnis konvensional saja, itu dilarang. Misalnya, ada toko roti besar. Terus, ada orang yang penjual roti keliling, masuk dan menawarkan ke orang-orang yang ada di situ. Kira-kira, penjual roti keliling itu nasibnya bagaimana? Silakan jawab sendiri ya. Boleh juga di kolom komentar.

Jadi, apa renungan yang bisa diambil sampai sini? Katanya tadi penuh hikmah?

Begini, dalam dunia bisnis, maka uang tidak selalu akan menjadi faktor utama. Banyak orang berbisnis bukan karena uang, tapi karena duit! Lho? Uang itu akan selalu mengikuti bagi pengusaha yang menjalankan bisnisnya dengan benar. Jangan jadikan uang sebagai segala-galanya, meskipun serigala-galanya, maksudnya segala-galanya kadang butuh uang juga.

Ketika bisnis diniatkan bukan utamanya dapat uang, melainkan untuk menjadi lebih bermanfaat bagi orang lain, maka ketika dapat uang, tidak akan lupa dengan segalanya. Tidak akan lupa daratan, kecuali kamunya tidak tahu nama daratan itu karena lama sekali tidak buka atlas atau globe. Walah, zaman dulu banget!

Begitu dapat uang, maka digunakan untuk tujuan mulia lainnya. Bersedekah misalnya. Bantu mereka yang membutuhkan. Insya Allah rezeki kamu akan makin bertambah, bisnismu pun akan makin berkah.

Jangan seperti orang yang sudah mengambil uang di ATM, dapat uangnya, malah lupa kartunya. Apakah perlu ada mesin ATM dengan sistem suara ketika kartu ATM belum diambil pemiliknya: “Hey, ketinggalan, Goblok!”

Jelas bank tidak akan yang berani untuk membuat mesin ATM seperti itu. Oh, ya, satu lagi sebelum tulisan ini diakhiri tanpa acara penutupan resmi, ATM yang membahagiakan itu adalah: Ajak Traktir Makan-makan. Itulah jawaban dari mengambil uang di ATM, dapat uangnya, kamu tidak lupa dengan orang-orang yang selama ini mendukung dan membantu kehidupanmu sampai sukses!

Setuju, Gaes sampai sini. Ditunggu komentarnya ya…

Baca Juga: Ide Bisnis Ngetren dan Prospektif di Tahun 2019

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Share This:
error: Content is protected !!