Menjadi Pancaindra untuk Orang Lain: Materi Teks Deskripsi Kelas 7 SMP

Menjadi Pancaindra untuk Orang Lain: Materi Teks Deskripsi Kelas 7 SMP

Share This:

Hari Sabtu yang katanya penghujung pekan itu memang cocoknya belajar Bahasa Indonesia. Kok bisa begitu? Ya, sebab Sabtu memang menjadi jadwal mengajar saya, makanya cocok-cocok saja, hehe. Sekarang, akan dibahas materi teks deskripsi kelas 7 SMP tentang teks deskripsi.

Sebenarnya, kalau kalian masih ingat, teks deskripsi ini memang pernah diajarkan di SD. Masih ingat? Jelas masih ingat ‘kan jika dahulu pernah juga duduk di bangku SD?

Contoh sederhananya adalah membuat cerita liburan. Jika dilihat dari tugas dari bapak atau ibu guru, tidak jauh memang dari situ. Dan, yang mengerjakannya mengambil sudut pandang (point of view), misalnya: berlibur ke rumah nenek.

Dahulu, saya mengalami itu. Tiap liburan sekolah atau lebaran, selalu berlibur ke rumah nenek. Rumah orang tua saya di kota Jogja, sementara rumah nenek di daerah Grobogan. Itu Semarang ke arah sana sedikit (sananya juga mana ini?). Lumayan jauh. Perjalanan sekitar 4 jam. Sama dengan Bombana-Kendari ‘kan? Menurut kalian, Bombana-Kendari dengan Kendari-Bombana lebih jauh mana hayo?

Rumah Nenek di Desa

teks-deskripsi-smp-kelas-7-smp-rumah-nenek-di-desa
Perumpamaan Rumah Nenek di Desa

Tugas SD tersebut sebenarnya bisa dalam bentuk selain deskripsi sih. Bisa dalam bentuk narasi atau urutan peristiwa. Mengapa disebut dengan deskripsi? Karena memang mencoba untuk menggambarkan rumah nenek, seperti apa? Bagaimana lingkungannya? Biasanya di desa itu asri, alami, masih adem, tidak banyak polusi kendaraan, dekat dengan pegunungan atau dekat pula dengan laut. Wuih, Bombana banget!

Menggunakan teks deskripsi maka sejatinya kita memindahkan memori tentang suatu tempat untuk dituangkan di kepala orang lain. Membuat orang lain seakan-akan menyaksikan, mendengar, atau merasakan langsung. Teks deskripsi yang berhasil itu membuat si pembaca seolah-olah pernah ke sana. Atau mungkin pernah ke sana, tetapi mendapatkan bentuk cerita yang berbeda dari si penulis. Bisa saja ‘kan?

Menggunakan Lima Pancaindra

Namun sayangnya, sebagian besar teks deskripsi itu lebih banyak menceritakan dari segi aspek penglihatan saja. Memang sih, tipe visual adalah yang paling dominan pada orang seperti kita. Selanjutnya tipe auditori atau pendengaran. Contoh dari teks deskripsi yang cuma aspek visual adalah:

Dari luar, rumah itu tampak bercat biru tua. Setelah aku masuk, cat di dalam juga biru, tetapi biru muda. Suasana di dalam masih sangat berantakan. Penuh debu. Meskipun demikian, rumah itu sudah terlihat berbeda. Dari yang tadinya lantainya pecah-pecah, kini sudah diganti semua. Tembok yang tidak rata, kini tampak mulus. Plafon yang bolong sudah tampak seperti baru kembali. Ah, jadi rumah yang bisa diunggulkan karena kentara biru cantiknya.

Bagaimana? Aspek penglihatan semua ‘kan? Orang yang punya kecenderungan auditori, mungkin tidak akan menganggap teks deskripsi itu menarik. Lalu, bagaimana cara menggunakan lima pancaindra untuk teks deskripsi? Boleh deh lihat contoh berikut, tentang rumah lagi ya!

Sepi. Sunyi. Betul-betul dirasakan bahwa rumah itu memang belum berpenghuni. Meskipun dicat biru tua di luar dan biru muda di dalam, tetapi belum ditempati oleh pemiliknya, yaitu: aku sampai sekarang. Aku tetap masuk dan langsung terasa panas. Pengap. Wajar dong karena lama tidak dibuka. Selain panas, muncul bau yang sangat busuk. Aku curiga ini dari kulkas yang lama tidak dinyalakan. Benar saja! Saat kubuka pintu kulkas baunya mirip busuknya bau neraka, aku pun hampir muntah. Masker kain yang kupakai tertembus dengan mudah pada sengatan bau itu. Lidahku terjulur. Jijik.

Beda bukan? Penglihatan ada, lewat cat. Pendengaran juga ada, lewat suara yang sepi dan sunyi. Penciuman jelas, bau yang luar biasa busuk dari kulkas yang lama tidak dinyalakan. Perasa atau kulit, dari udara yang panas dan pengap. Dan, terakhir, indra perasa yang ingin muntah setelah mencium bau busuk.

Baca Juga: Awalnya Sakit Berlubang, Rupanya Malah Nyawa Melayang

Apakah berat? Yah, berat tidaknya itu tergantung juga sih. Selama kita sering berlatih, makin terbiasa juga. Ya tidak? Dahulu ‘kan belajar menulis dengan “ini bapak Budi”, “ini ibu Budi”, terus Budinya sendiri ke mana? Dan, kok Budi terus yang disebut ya?

Mungkin dahulu memang gurunya bernama Pak Budi ya? Sama dengan pelajaran Fisika. Yang menemukan hukum gravitasi namanya Newton, makanya dinamakan dengan gaya Newton. Penemu hukum segitiga itu namanya Phytagoras, maka nama hukum tersebuit sama dengan namanya.

Begitulah dunia ilmu pengetahuan di luar sana, di barat sana. Padahal, ilmuwan muslim juga tidak kalah jago lho! Banyak sekali ilmuwan muslim yang berjasa untuk dunia ini.

Baik, tanpa perlu panjang lebar, karena panjang dikali lebar sama dengan luas, kita mulai bahas tugas kalian. Siap-siap ya!

Menulis Contoh Teks Deskripsi

Untuk buku, sudah saya bagi secara digital. Memang sih formatnya berupa PDF. Hayo, sudah tahu kepanjangan PDF belum? Mungkin ada yang iseng menjawab, kepanjangan PDF itu PPPDDDFFFFFFFF…. Wah, ini sih memperpanjang yang harusnya pendek! Hehe..

PDF itu singkatan dari Portable Document Format. Dibuat oleh perusahaan Adobe yang produk digitalnya banyak sekali, salah satunya Adobe Photoshop yang sering diplesetkan jadi Sotosop itu lho! Buku yang ratusan halaman bisa dibuat dalam format kecil saja, tidak sampai memberatkan memori HP. Mudah dikirim hanya lewat Whatsapp. Kalau memberatkan memori kalian dari isi PDF itu, ya, bisa jadi. 🙂

Dalam tugas kali ini, setiap dari kalian menulis contoh teks deskripsi tentang SD. Mungkin kalau langsung menceritakan tentang SMP yang ada sekarang akan bingung karena memang belum masuk. Kan masih ada arahan untuk tidak masuk dulu karena pandemi corona. Jika membahas tentang SD, bisa jadi masih hangat di pikiran tentang kenangan belajar di sana.

Soalnya sih seperti ini: Setelah membaca bagian awal Bab 1 tentang teks deskripsi, cobalah buat teks deskripsi tentang SD kalian! Bisa cerita tentang bangunan, lingkungan, karakter guru, karakter murid, masalah yang pernah terjadi dan lain sebagainya.

Itu soal yang pertama. Kalau soal yang kedua bunyinya begini: Cobalah buat satu cerita pendek fiksi bebas tentang teks deskripsi dalam gambar di bawah ini! Atau cerita nyata kalian berlibur ke suatu tempat dengan deskripsi yang lengkap.

kelas-7-teks-deskripsi-1

kelas-7-teks-deskripsi-2

Pada materi teks deskripsi kelas 7 SMP ini, kalian tetap harus menggunakan Google Form. Lebih praktis, aman, dan nyaman. Sebab, kalian tidak perlu repot-repot menulis di buku tulis. Yah, siapa tahu di antara kalian ada yang ingin jadi dokter ‘kan? Tulisan bisa susah terbaca, bahkan oleh orang yang memang tidak bisa membaca sekalipun. Lho?!

Baik. Siap. Kita mulai dari murid yang pertama. O, o, Siapa dia?

Reza Ahmad Farezi

Yak, ini yang pertama kali mengirimkan. Sebab, tercatat waktunya di Google Form pada 22/08/20 jam 07.39 WIB. Ingat, itu WIB, bukan WITA maupun WIT. Seperti inilah jawaban Reza pada materi teks deskripsi kelas 7 SMP ini:

Sekolahku SD Negeri 80 kalibaru

Di sekolahku terdapat kolam ikan yang cukup besar saya sering datang untuk melihat ikan hias di kolam tersebut. Terdapat lapangan bola tepat didepan kelas saya sering bermain sepak bola barsama teman-teman. Makanan di kantin sekolah saya pun sangat enak.

Wali kelas saya di kelas enam ialah bapak Rasyid, S.Pd beliau sangat baik dan orangnya sangat lucu, pak Rasyid sering menceritakan cerita lucu kepada kami, pak Rasyid selalu mengajak saya dan teman – teman sholat dzuhur berjamaah sebelum pulang kerumah.

Jarak sekolah dari rumah saya kurang lebih 1,5 kilometer. Saya sering pulang sekolah dengan berjalan kaki bersama teman-teman.

Ulasan saya:

Secara umum, cerita atau teks deskripsi ini sudah cukup bagus. Namun, seperti tugas-tugas yang kemarin, mesti ada perbaikan agar terlihat lebih cantik. Seperti apa perbaikannya?

Pertama, dari penulisan judul. Judul seperti itu perlu ditambahkan dengan tanda baca dan huruf besar karena menyangkut nama tempat. Maka, yang benar menjadi: Sekolahku, SD Negeri 80 Kalibiru. Begitu saja. Judul tanpa diakhiri titik lho ya!

Selanjutnya, pada paragraf kedua. Yang ditulis Reza bisa diganti ke bentuk seperti ini: Di sekolahku terdapat kolam ikan yang cukup besar. Saya sering datang untuk melihat ikan hias di kolam tersebut. Terdapat lapangan bola tepat di depan (ingat “di” dalam kalimat ini jelas termasuk kata depan, bukan awalan, makanya dipisah) kelas. Saya sering bermain sepak bola bersama (bukan barsama) teman-teman. Makanan di kantin sekolah saya pun sangat enak. (Penulisan “saya pun” memang dipisah ya, sebab pun di situ berarti juga, jadi artinya: saya juga).

Paragraf ketiga perlu memperhatikan tanda baca dan huruf besar juga. Oleh karena itu, paragraf yang benar adalah: Wali kelas saya di kelas enam ialah Bapak Rasyid, S.Pd. Beliau sangat baik dan orangnya sangat lucu. Pak Rasyid sering menceritakan cerita lucu kepada kami. Pak Rasyid selalu mengajak saya dan teman-teman sholat Dzuhur berjamaah sebelum pulang ke rumah. (Ingat, “ke” pada kata “kerumah” itu semestinya dipisah, karena berwujud kata depan, bukan imbuhan, sehingga yang betul adalah “ke rumah.”)

Pada paragraf terakhir atau ketiga sudah benar. Mantap!

Masih bersama Reza, soal yang berikutnya, dia menulis:

Pulau kondo

Sala satu tempat wisata kabupaten bombana adalah pulau kondo. Tepatnya pulau kondo berada di kecamatan poleang barat desa ranokomea.

Pemandangan pulau kondo sangat memesona, pulau yang terbentuk daru batu karang yang sangat besar dan terdapat pohon kelapa dan tanaman lain di atasnya. Jarak pulau dengan pinggir pantai kurang lebih 200 meter. Terdapat jembatan yang menghubungkan antara pulau dan pinggir pantai.

Pemandangan pulau sangat indah yang di kelilingi dengan pasir putih, jika air surut kita dapat berjalan kaki menuju pulau.

Ulasan saya:

Secara umum, Reza sudah bisa membuat kalimat dalam paragraf-paragraf dengan baik. Namun, namanya masih belajar ya, bolehlah saya perbaiki kalimatnya.

Untuk pemakaian judul, mesti dengan huruf besar di depan semua, kecuali ada kata-kata tertentu yang tetap harus ditulis kecil. Apalagi menyangkut nama tempat. Ingat, kita harus teliti dalam menulis judul, karena itulah yang pertama kali dilihat oleh pembaca kita. Jika judulnya salah, biasanya pembaca akan mulai kekurangan respek. Bila sudah begitu, persepsi di benaknya akan berbeda dengan di pikiran kita.

“Ini tulisannya gimana sih?” Nah, ‘kan repot kalau begitu toh? Namun, jangan khawatir! Tempat belajar salah satunya memang di sini.

Baca Juga: 5 Negara dengan Jumlah Buku Paling Banyak Setiap Rumah

Dari tulisan Reza, judulnya mesti ditulis begini: Pulau Kondo. Judul cukup ditulis dengan huruf besar di awal kata, kecuali untuk kata-kata tertentu seperti yang saya tulis tadi, semacam: di, ke, yang, untuk, dalam dan lain sebagainya. Oke, judul sudah beres. Lanjut ke paragraf pertama, masih tentang materi teks deskripsi kelas 7 SMP.

Untuk paragraf pertama, sudah terlihat bukan mana yang harus diperbaiki? Sudah tahu? Kalau belum tahu, baiklah saya koreksi. Semestinya paragraf tersebut bentuknya adalah: Salah satu tempat wisata Kabupaten Bombana adalah Pulau Kondo. Tepatnya di Kecamatan Poleang Barat, Desa Ranokomea.

Selain memainkan huruf besar dan tanda baca, juga ada kata yang bisa dihilangkan karena kesannya mubazir. Kata “pulau kondo berada” saya hilangkan saja. Jadi, kalimat akan lebih ringkas dan sederhana. Kalau “sederhana” mirip dengan nama rumah makan padang di Jawa sana.

Paragraf kedua juga masih ada tanda baca yang perlu dipercantik. Koma seharusnya titik. Wah, di mana itu seharusnya? Kita lihat paragrafnya seperti ini:

Pemandangan Pulau Kondo sangat memesona (ini penulisan yang benar, “memesona” dan bukan “mempesona”). Pulau yang terbentuk dari (bukan daru) batu karang yang sangat besar. Terdapat pohon kelapa dan tanaman lain di atasnya. Jarak pulau dengan pinggir pantai kurang lebih 200 meter. Ada (kata “terdapat” diganti dengan “ada” karena terkesan membosankan jika pakai “terdapat” terus) jembatan yang menghubungkan antara pulau dan pinggir pantai.

Terakhir, paragraf ketiga. Ini ada beberapa bentuk kalimat bisa dibuat di awal. Begini perinciannya:

1. Pemandangan pulau sangat indah yang dikelilingi dengan pasir putih. Jika air surut, kita dapat berjalan kaki menuju pulau.

2. Pemandangan pulau yang sangat indah karena dikelilingi oleh pasir putih. Jika air surut, kita dapat berjalan kaki menuju pulau.

3. Pemandangan pulau yang sangat indah dengan pasir putih. Jika air surut, kita dapat berjalan kaki menuju pulau.

4. Pemandangan pulau yang sangat indah dan dikelilingi oleh pasir putih. Jika air surut, kita dapat berjalan kaki menuju pulau.

5. Pemandangan pulau yang sangat indah dengan pasir putih yang mengelilinginya. Jika air surut, kita dapat berjalan kaki menuju pulau.

Lima saja sudah cukup ya?! Oke, lanjut ke santri berikutnya.

gambar-materi-teks-deskripsi-kelas-7-smp
Contoh Deskripsi Ruangan Dapur dengan Lukisan Abstrak, Hem, Asal Rasa Masakannya Tidak Abstrak Juga

Hertizan Fadillah

Hertizan menulis begini:

SDN 20 Pangkuri terletak disebuah Desa yang masih tergolong sangat sepi.Bangunanya pun tidak seperti diKota-kota atau diDaerah laen,tapi saya bangga menjadi Alumni SDN 20 Pangkuri.

Lingkunganya yqng begitu Asri dam Gurunya yang sangat ramah membuat saya selalu semangat dan cepat paham dalam menerima pelajaran.

Muridnya juga sangat bersahabat walau kadang sering terjadi masalah yaitu berebutan mainan,tapi itu semua tidak menjadi kendala untuk tetap bermain bersama mereka.

Ulasan saya:

Untuk tugas pada bagian pertama ini, memang lebih bagus menggunakan judul seperti yang dikerjakan oleh Reza di atas. Namun, untuk tahap awal, mungkin karena lupa atau tidak sempat, bisa diterima dulu, lah.

Kaidah penulisan dari Hertizan ini adalah harus mengerti spasi setelah membubuhkan titik dan koma. Pemakaian huruf besar dan kecil perlu juga diperhatikan dong! Kita lihat di paragraf pertama, akan lebih bagus dan cantik jika diubah seperti di bawah ini:

SDN 20 Pangkuri terletak di sebuah desa yang masih tergolong sangat sepi. Bangunannya pun tidak seperti di kota-kota atau di daerah lain, tetapi saya bangga menjadi Alumni SDN 20 Pangkuri.

Kata “di” yang sebelumnya “dikota” atau “didaerah” harus dipisah karena wujudnya adalah kata depan. Oke?

Kalimat kedua atau paragraf kedua juga sudah ditulis oleh Hertizan. Saran saya, kalau mau menulis dalam bentuk paragraf, minimal ada tiga kalimat ya!

Boleh juga sih satu kalimat satu paragraf, tetapi itu kaidah penulisan khusus untuk website, termasuk di website ini.  Jika untuk tugas Bahasa Indonesia, akan lebih bagus dalam satu paragraf ada beberapa kalimat. Asal jangan terlalu banyak, itu masih oke. Jangan juga satu karangan itu jadi satu paragraf semua. Bisa capek bacanya. Hehe…

Dari tulisan Hertizan, jika kalimat kedua dan ketiga digabung dalam satu paragraf dan cukup cocok dijodohkan, halah, maka akan menjadi:

Lingkungannya (tadi kurang huruf “n”) yang sangat (“begitu” lebih cocok diganti dengan “sangat”) asri dan guru (kata “gurunya” diubah saja menjadi “guru” karena di depan sudah ada yang pakai -nya juga, yaitu: lingkungannya) yang sangat ramah membuat saya selalu semangat dan cepat paham dalam menerima pelajaran. Muridnya juga sangat bersahabat walau kadang sering terjadi masalah, yaitu: berebut mainan. Namun, itu semua tidak menjadi kendala untuk tetap bermain bersama mereka.

Tugas pertama sudah saya perbaiki. Bagaimana dengan jawaban kedua dari Hertizan. Kita lihat dulu bagaimana tulisannya?

Di Desaku terdapat salah satu tempat Wisata atau air terjun tepatnya berada 500km dari Rumahku. setiap hari libur saya dan teman-teman selalu pergi kesana,suasananya yang begitu sejuk,Pohon-Pohon serta bebatuan besar membuat mata tao berkedip saat memandangnya,airnya pun sangat dingin. saya dan teman-teman sangat betah berada disana,sehingga waktu sore tiba tak terasa.

Ulasan saya: 

Hampir sama dengan yang di atas, yaitu: pemakaian huruf besar, tanda baca, spasi setelah tanda baca, penggunaan singkatan dan penulisan kata itu sendiri. Dari situ, paragraf dari Hertizan di soal kedua ini perlu diganti menjadi:

Di desaku(“desaku” dengan huruf kecil di depan, karena tidak masuk di awal kalimat) terdapat salah satu tempat wisata atau air terjun, tepatnya berada 500 kilometer dari rumahku. Setiap hari libur, saya dan teman-teman selalu pergi ke sana. Suasananya yang sangat sejuk, pohon-pohon serta bebatuan besar membuat mata tak berkedip. (Awalnya ada bentuk mubazir, mestinya “saat memandangnya” dihapus saja karena sudah ada “membuat mata tak berkedip”). Airnya pun sangat dingin. Saya dan teman-teman (boleh diganti dengan “kami”, pakai huruf besar di awal kalimat) sangat betah berada di sana sampai waktu sore tiba tak terasa.

Semoga dipahami oleh Hertizan dan lainnya tentang materi teks deskripsi kelas 7 SMP ini. Apabila masih belum jelas, boleh komentar di bawah tulisan ini atau japri lewat WA. Oke?

Rusman Khalif

SDN 38 Lauru terletak di Bombana Kecamatan Rumbia Tengah. Awal saya masuk sekolah ada bangunan yang sudah rusak tapi alhamdlillah, kami mendapat bantuan dari Pemerintah untuk mambangun sekolah baru.

Ulasan saya:

Paragraf yang terbagi ke dalam dua kalimat saja dari Rusman ini, tidak ada judul. Kalau dari tugas ini, masih kurang lho ya teks deskripsinya. Sebagai bagian dari pembaca, saya masih belum menemukan detail yang lebih lengkap tentang SDN 38 Lauru.

Namun, baiklah, kalimat yang ada saja saya perbaiki. Ini membutuhkan tanda koma, plus penggunaan huruf besar untuk kata “Alhamdulillah”. Jadi, kalimatnya begini:

SDN 38 Lauru terletak di Bombana, Kecamatan Rumbia Tengah. Awal saya masuk sekolah, ada bangunan yang sudah rusak. Namun, Alhamdulillah, kami mendapat bantuan dari pemerintah untuk membangun sekolah baru.

Usahakan sebelum mengumpulkan tugas lewat Google Form, diperiksa dulu ya! Jangan langsung kirim, begitu pula dengan yang lainnya!

Untuk tugas atau jawaban yang kedua dari Rusman seperti berikut:

Ketika saya berlibur di Pulau Mangata.Pemandangan yang sangat mempesona,tempat itu sangatlah bersih,di sebelah kanan terlihat pohon yang tinggi dan disebelah kiri,kita bisa melihat gemuruh ombak yang setiap saat datang, dan dihiasi oleh batu karang yang sangat indah.

Ulasan saya:

Pulau Mangata? Waow, obyek pantai yang sangat indah! Meskipun saya sendiri belum pernah ke sana sih. Hehe..

Kalimat dari Rusman ini mirip dengan yang pertama tadi. Perlu ada pengaturan jarak dengan kata berikutnya setelah tanda titik maupun koma. Penggunaan tanda koma sebelum “dan” tidak usah dilakukan. Nah, revisi dari saya menjadi begini:

Ketika saya berlibur di Pulau Mangata, pemandangannya sangat mempesona dan tempat itu sangatlah bersih. Pada sebelah kanannya, terlihat pohon yang tinggi dan di sebelah kiri, kita bisa melihat gemuruh ombak yang setiap saat datang serta dihiasi pula oleh batu karang yang sangat indah.

Oke, punya Rusman selesai, sekarang ke santri yang lainnya pada materi teks deskripsi kelas 7 SMP ini.

Yusuf Iman Sudarno

Saya bersekolah di sd 02 Taubonto saya sangat senang karena lingkungan yang nyaman sekolah ku besar dan bersih terdiri dari banyak ruangan halaman nya besar dan di samping halaman terdapat tanaman yang bagus dan sejuk Fasilitas di sekolah ku juga sangat antusias belajar di sekolah dan guru pun mengajarkan dengan baik proses belajar mengajar di setiap kelas pun sangat kondusif aku bangga bersekolah di sd 02 taubonto

Ulasan saya:

Sebenarnya, untuk urusan pemakaian huruf besar itu bukannya sudah diajarkan di SD ya? Tapi kok di sini banyak muncul lagi kesalahannya ya? Tidak cuma Yusuf, tetapi juga yang lain. Hem, berarti perlu diberikan banyak contoh ini. Salah satunya lewat jawaban yang pertama dari Yusuf ini. Begini setelah saya ubah:

Saya bersekolah di SD 02 Taubonto. Saya sangat senang karena lingkungannya yang nyaman. Sekolahku besar dan bersih, terdiri dari banyak ruangan. Halamannya besar dan di samping halaman terdapat tanaman yang bagus dan sejuk. Fasilitas di sekolahku juga sangat membuat antusias untuk belajar. Ketika di sekolah, guru mengajar dengan baik. Proses belajar-mengajar di setiap kelas pun sangat kondusif. Aku bangga bersekolah di SD 02 Taubonto.

Pemakaian huruf besar untuk SD atau Sekolah Dasar. Tanda koma setelah kata “bersih”. Jangan lupa berikan satu spasi setelah komanya ya! Saya menambahkan kata “untuk” pada kalimat kelima, silakan cek sendiri setelah dipakai dan sebelumnya.

Baca Juga: Tong Kosong Nyaring Bunyinya [Ternyata Ada Hubungannya dengan Ayam dan Kura-kura]

Tanda koma dipakai setelah “ketika di sekolah”, perhatikan pemakaiannya, diberi satu spasi. Belajar-mengajar perlu dengan tanda hubung. Terakhir, SD harus ditulis huruf besar semua dan jangan lupakan jurus pamungkas dari setiap kalimat, yaitu: tanda titik.

Jawaban yang kedua dari Yusuf, begini tulisannya:

Pada hari sabtu yakni tepatnya pada pukul 08.30 pagi saya dan keluarga berlibur ke Pantai Klara. Sebelum kami berangkat ke pantai Klara, saya mempersiapkan makanan dan minuman serta bekal untuk kami nikmati di sana. Sedangkan keluarga mempersiapkan kendaraan yang akan kami gunakan. Setelah semuanya siap, kami langsung berangkat menuju pantai Klara.

Selama di perjalanan, saya sangat kagum sekali dengan keindahan alamnya. Jalannya yang berkelok-kelok seperti gelombang, sawahnya yang berjejer dengan rapi, dan suasana pegunungan yang sangat indah. Ternyata begitu besar Karunia Allah yang telah di berikan untuk kita semua.

Sesampainya di pantai, saya dan keluarga langsung mencari tempat yang teduh. Kebetulan pada hari itu cuacanya cukup panas jadi kami harus mencari tempat yang nyaman untuk beristirahat. Setelah kami mendapatkan tempat yang cocok, saya dan sepupu langsung bergegas menuju pantai. Kami langsung berenang sambil menikmati deburan-deburan ombak yang menghampiri tubuh kami.

Ulasan saya:

Oke, sudah cukup bagus pengerjaan jawaban kedua dari Yusuf ini. Total ada tiga paragraf dan benar-benar menceritakan rihlah atau berliburnya bersama keluarga. Masih ada yang perlu diperbaiki? Oh, jelang dos, eh, jelas dong! Mari kita perbaiki dari paragraf pertama.

Pada hari Sabtu (nama hari harus dengan huruf besar), yakni tepat pukul 08.30 pagi, saya dan keluarga berlibur ke Pantai Klara. Sebelum kami berangkat ke Pantai Klara, saya mempersiapkan makanan dan minuman serta bekal untuk kami nikmati di sana. Sedangkan keluarga mempersiapkan kendaraan yang akan kami gunakan. Setelah semuanya siap, kami langsung berangkat menuju pantai Klara.

Bagus, tidak banyak perubahan untuk di paragraf pertama ini. Hanya pemakaian huruf besar untuk kata “Sabtu” dan “pantai”. Bagaimana dengan paragraf kedua? Ini dia!

Selama di perjalanan, saya sangat kagum dengan keindahan alamnya. Jalannya yang berkelok-kelok seperti gelombang, sawahnya yang berjejer dengan rapi, dan suasana pegunungan yang sangat indah. Ternyata, begitu besar karunia Allah yang telah diberikan untuk kita.

Untuk kalimat pertama di paragraf kedua ini, jangan tulis “saya sangat kagum sekali” karena itu termasuk kata-kata yang mubazir. Cukup pilih salah satu saja. Apakah “saya sangat kagum” atau “saya kagum sekali”? Jangan dicampur!

Setelah kata “ternyata” perlu diberikan tanda koma. Kata “karunia” tidak perlu besar huruf depannya. Untuk kata “di” dengan “berikan” digabung saja menjadi “diberikan”.

Pada akhir paragraf kedua, ada kata yang mubazir, yaitu: kita semua. Nah, kita itu bermakna, saya, kamu, bisa kamu dalam jumlah banyak, bisa juga sedikit, semua masuk menjadi “kita”. Berarti dari hitungan, sudah lebih dari satu orang. Makanya, ketika ditambahkan “kita semua”, maka sudah banyak, diperbanyak lagi. Bingung tuh! Jadi, dihilangkan saja kata “semua”.

Untuk paragraf ketiga sudah mantap! Tidak perlu ada banyak perubahan, kecuali untuk kalimat ini: Kebetulan pada hari itu cuacanya cukup panas, (cuma tanda koma ini yang perlu ditambahkan) jadi kami harus mencari tempat yang nyaman untuk beristirahat.

gambar-dua-materi-teks-deskripsi-kelas-7-smp
Coba Deskripsikan Rasa Masing-masing Makanan Ini Kalau Bisa!

Rezky Agung Syam

Lingkungan sekolahku sangat indah.di dalam lingkungan sekolahku,terdapat banyak sekali tumbuhan yang tumbuh secara bebas. Hal itu yang membuat sekolahku terlihat ledih indan dan menarik . Ditambah lagi, di dalam lingkungansekolahku tidak terdapat sampah yang berceceran di mana mana.

Ulasan saya:

Nah, ini dia juga sama, masalah pada pemakaian huruf besar, spasi setelah tanda baca, kesalahan penulisan kata dan spasi antarkata. Jadi, paragraf ini perlu diubah menjadi:

Lingkungan sekolahku sangat indah. Pada bagian dalam lingkungan sekolahku terdapat banyak sekali tumbuhan yang tumbuh secara bebas. Hal itu (kata “yang” bisa dihilangkan, boleh juga tidak, tetapi saya memilih melenyapkannya saja) membuat sekolahku terlihat lebih indah dan menarik. Ditambah lagi, di dalam lingkungan sekolahku tidak terdapat sampah yang berceceran di mana-mana. (Kata ulang, maka perlu dengan tanda hubung).

Silakan dibandingkan saja ya, yang mana tadi tugas Rezky dengan perubahan dari saya. Lanjut ke jawaban yang kedua:

Pada hari libur sekolah,Aku dan keluarga berlibur di Pantai tabako.Aku menuju ke pantai tabako naik mobil.Sebelum berangkat,aku mempersiapkan bekal dan makanan makanan ringan untuk di pantai.Setelah mempersiapkan makanan.Aku dan keluargaku langsung berangkat menuju pantai yg kami tuju,yaitu pantai ancol.Di tengah perjalanan,Aku membuka jendela dan menikmati betapa sejuknya angin dan serta melihat lihat pemandangan dan sawah yg berjejer rapi.Sungguh Allah maha besar dan lagi maha pencipta.Setelah sampai,aku dan adikku bermain air dan berenang di tepi pantai serta sambil menikmati demburan ombak yg menghampiri kami.Kami pun juga membuat istana pasir yg bgitu indah.Saya di sana melihat hewan penyu,kepiting,ikan udang dan lainnya.Setelah capek bermain,aku dan keluargaku beristirahat sejenak,lalu makan bersama sama sambil melihat ombak yg berayun ayun seperti ayunan.Setalah makan dan istirahat,aku melanjutkan main karena aku merasa belom puas.Begitu indah pemandangan di pantai,bgitu senangnya sehingga tak terasa sudah mau sore.Lalu kedua orang tuaku menyuruh aku ganti pakaian karena pakaianku basah kuyup dan penuh dengan pasir.Lalu keluargaku berselfie sebentar dan pulang menuju ke rumah kembali. Sungguh ini liburan yg tak pernah aku lupakan.

Ulasan saya: 

Tanggapan saya untuk jawaban dari Rezky ini: WOW! Tapi bukan wow “gimana gitu” (saya berikan tanda kutip karena bukan bahasa Indonesia yang formal), kaget saja karena satu karangan sekaligus satu paragraf. Ini bisa bikin yang baca sudah pusing duluan. Hehe…

Kalau menulis satu karangan itu, mestinya dibagi ke dalam beberapa paragraf. Tanda baca dan kaidah setelahnya harap diperhatikan. Membaca kan juga butuh istirahat. Titik, koma maupun pergantian antarparagraf menjadi tempat untuk istirahat tersebut.

Pekerjaan Rezky seperti itu, maka perlu diganti menjadi karangan yang lebih benar:

Pada hari libur sekolah, aku dan keluarga berlibur di Pantai Tabako. Aku menuju ke Pantai Tabako naik (bisa juga diganti “dengan”) mobil. Sebelum berangkat, aku mempersiapkan bekal dan makanan-makanan (pakai tanda hubung untuk kata ulang) ringan untuk di pantai. Setelah mempersiapkan makanan, aku dan keluargaku (bisa juga diganti dengan “kami”) langsung berangkat menuju pantai yang kami tuju, yaitu: Pantai Ancol (ini mau ke Pantai Tabako atau Pantai Ancol??).

Ketika di tengah perjalanan, aku membuka jendela dan menikmati betapa sejuknya angin serta (kalau sudah “dan”, tidak perlu pakai “serta”) melihat-lihat (pakai tanda hubung untuk kata ulang) pemandangan dan sawah yang (tulis saja “yang”, jangan “yg”) berjejer rapi. Sungguh Allah Maha Besar (Maha Besar tulis huruf besar semua) dan (pakai “dan” saja, tidak usah ditambahkan dengan “lagi”) Maha Pencipta (Maha Pencipta semua huruf depannya besar).

Setelah sampai, aku dan adikku bermain air dan berenang di tepi pantai serta sambil menikmati deburan (bukan “demburan”) ombak yang menghampiri (akhir kalimat “kami” dihapus saja, karena berlanjut di kalimat berikutnya). Kami pun (jika sudah pakai “pun” tidak perlu pakai “juga” karena artinya sama) membuat istana pasir yang begitu indah.

Saya di sana melihat hewan penyu, kepiting, ikan, udang, (perlu ada tanda koma di sini) dan lainnya. Setelah capek bermain, aku dan keluargaku beristirahat sejenak, lalu makan bersama-sama (ingat pakai tanda hubung untuk kata ulang) sambil melihat ombak yang berayun-ayun (ini juga kata ulang) seperti ayunan. Setelah makan dan istirahat, aku melanjutkan main karena masih (kata “aku” dihilangkan satu) merasa belum puas.

Begitu indah pemandangan di pantai, begitu senangnya sehingga tak terasa sudah mau sore. Kedua orang tuaku menyuruh aku ganti pakaian karena pakaianku basah kuyup dan penuh dengan pasir. Lalu keluargaku berselfie sebentar dan pulang menuju ke rumah (“pulang menuju ke rumah kembali” adalah bagian kalimat yang mubazir, diganti saja dengan “pulang menuju ke rumah” atau “kembali menuju ke rumah”). Sungguh ini liburan yang tak pernah aku lupakan.

Tolong untuk Rezky, jangan suka menyingkat kata ya?! Kata “yang” tetap ditulis seperti itu, jangan “yg”, begitu juga yang lain. Karena di sini kita berlatih menulis dalam Bahasa Indonesia yang baik dan benar.

Muhamad Azhar

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatu nama saya muhamad Azhar saya bersekolah di SDN 08 kasipute saya akan menceritakan tentang sekolah saya.

SDN 08 kasipute adalah sekolah dasar yang indah, karena di penuhi dengan bunga bunga dan pepohonan yang membuat nya sejuk dan juga segar.Guru nya juga baik baik mereka selalu menegur kami dan selalu menasihati kami jika salah dan murid murid nya juga ramah katika ada murid baru mereka mendekatinya agar dapat menjadi temannya.

Ulasan saya:

Pada tugas-tugas saya, memang sebaiknya tidak usah pakai salam pembuka seperti itu ya! Kecuali kalau akan menulis naskah pidato maupun ceramah. Namun, untuk tugas biasa, langsung saja pada karangan atau jawaban kalian saja.

Salam pembukanya juga masih harus diperbaiki. Harusnya begini: Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.  Nama saya Muhamad Azhar. Saya bersekolah di SDN 08 Kasipute dan saya akan menceritakan tentang sekolah saya tersebut.

Begitu perbaikan dari saya, perhatikan huruf besar dan huruf kecil!

Adapun untuk paragraf yang kedua, yaitu:

SDN 08 Kasipute (kalau nama daerah atau kelurahan mesti diawali dengan huruf besar seperti di awal paragraf tadi) adalah sekolah dasar yang indah karena dipenuhi (“di” dan “penuhi” harus digabung menjadi “dipenuhi”) dengan bunga-bunga (kata ulang harus dengan tanda hubung) dan pepohonan yang membuatnya sejuk dan segar (“juga” dihilangkan saja). Gurunya (“guru” dan “nya” mesti digabung) juga baik-baik (kata ulang), mereka selalu menegur kami dan selalu menasihati kami jika salah. Murid-muridnya (kata ulang, “murid” dan “nya” harus digabung) juga ramah ketika ada murid baru, mereka mendekati agar dapat menjadi temannya.

Semoga bisa dipahami. Lanjut ke jawaban kedua!

Keindahan hutan Mangrove

Salah satu yang menjadi daya tarik pengunjung ketika berkunjung ke Masaloka adalah hutan Mangrove, tepatnya nya di Kabupaten Bombana.Hutan Mangrove memiliki keindahan yang sangat memesona, disekelilingnya di penuhi pohon Mangrove yang tinggi dan dan keberadaannya di laut menambah keindahan nya.

Ulasan saya:

Sudah cukup bagus tulisan dari Muhamad Azhar ini karena memakai judul. Namun, judulnya masih ada kesalahan, dalam pemakaian huruf besar. Bagaimana dengan paragrafnya? Ternyata, masih ada juga kesalahan, hehe. Begini perbaikannya:

Salah satu yang menjadi daya tarik pengunjung ketika berkunjung ke Masaloka adalah hutan mangrove (penulisan “hutan mangrove” tidak perlu dengan huruf besar untuk M), tepatnya di Kabupaten Bombana. Hutan Mangrove memiliki keindahan yang sangat memesona, di sekelilingnya (“di” sebagai kata depan, makanya harus dipisah) dipenuhi (antara “di” dengan “penuhi” harus digabung) pohon mangrove yang tinggi dan keberadaannya di laut menambah keindahannya (kata “keindahan” dengan “nya” harus digabung).

Baca Juga: Bagaikan Naik Pesawat Sampai Ke Akhirat

Baik, itu saja dulu perbaikannya, karena cuma satu paragraf juga. Lanjut bahas materi teks deskripsi kelas 7 SMP IT Al-Wahdah Bombana! Semangat!

Muh. Faizul

Guru merupakan seseorang yang memiliki peranan penting didalam dunia pendidikan, yang memiliki tugas dan peran yang sangat mulia. Selain sebagai pengajar, guru juga bertugas membimbing dan mendidik para siswa-siswinya di sekolah. Guru adalah orang tua kita di sekolah. Sebagai seorang pengajar sekaligus pembimbing, guru harus memiliki kompetensi sebagai guru yang profesional. Kompetensi tersebut antara lain, kompetensi pedagodik, kepribadian, profesional, dan kompetensi sosial. Keempat kompetensi tersebut wajib dimiliki dan dipenuhi oleh seorang guru karena hal tersebut dapat mempengaruhi sukses tidaknya ia dalam mengaja

Ulasan saya:

Analisis yang bagus dan cukup mendalam tentang profesi seorang guru. Yah, semoga setiap guru memang memiliki kompetensi mantap seperti itu. Terima kasih sarannya ya untuk para guru, termasuk saya sendiri.

Meskipun secara umum, paragraf itu sudah bagus dari segi bahasa maupun penulisan, tetapi tidak “nyambung” dengan soal yang saya berikan. Kalau yang namanya teks deskripsi tentang SD, berarti menceritakan kondisi sekolah. Misal, bangunan, lingkungan, karakter guru, karakter murid, masalah yang pernah terjadi dan lain sebagainya, sesuai dengan soal.

Nah, jika mau menceritakan karakter guru SD, maka ceritakan saja salah satu. Namun, agar tidak menjadi ghibah, maka lebih bagus guru yang sudah meninggal dunia. Begitu ya? Itupun yang positif saja. Oke?

Walaupun sudah dituliskan di sini, saya akan mengoreksi jawaban yang pertama dari Muh. Faizul ini. Koreksinya:

Guru merupakan seseorang yang memiliki peranan penting di dalam (antara “di” dengan “dalam” mesti dipisah karena merupakan kata depan) dunia pendidikan, yang memiliki tugas dan peran sangat mulia (kata “yang” bisa dihilangkan salah satu, di akhir kalimat saja yang dihilangkan). Selain sebagai pengajar, guru juga bertugas membimbing dan mendidik para siswa-siswinya (kalau sudah pakai “para” tidak perlu pakai “siswa-siswinya” karena artinya sama alias jamak, kalau dipakai dua-duanya, jadinya kalimat mubazir) di sekolah.

Guru adalah orang tua kita di sekolah. Sebagai seorang pengajar sekaligus pembimbing, guru harus memiliki kompetensi sebagai guru yang profesional. Kompetensi tersebut antara lain: (untuk kata “antara lain” setelahnya menggunakan tanda titik dua) kompetensi pedagodik, kepribadian, profesional, dan kompetensi sosial. Keempat kompetensi tersebut wajib dimiliki dan dipenuhi oleh seorang guru karena hal tersebut dapat mempengaruhi sukses tidaknya ia dalam mengajar.

Satu paragraf bisa menjadi dua paragraf agar lebih enak dibaca dan tidak terkesan tulisannya bertumpuk-tumpuk. Begitu? Bisa dimengerti untuk si penulis dan teman-temannya di sini!

Bagaimana dengan jawaban yang kedua dari Muh. Faizul? Seperti ini jawaban tersebut:

Libur adalah salah satu hal yang sangat ditunggu para siswa. Karena kita dapat beristirahat dan berekreasi saat hari libur. Biasanya para siswa mengisi liburnya dengan jalan-jalan. Ada yang keluar kota ada yang keluar negeri da nada yang dirumah saja untuk beristirahat. Pada liburan kali ini saya pergi ke Negara lain. Sebenarnya saya pergi sebelum PAT atau saat liburan lebaran. Saya dan keluarga saya jalan jalan ke korea dengan teman ayah saya dan keluarganya.

Ulasan saya:

Untuk kalimat pertama, kedua dan ketiga sudah benar. Sedangkan untuk kalimat selanjutnya perlu diubah menjadi: Ada yang ke luar (“ke” dan “luar” mesti dipisah karena termasuk kata depan) kota, (pakai koma) ada yang ke luar negeri dan ada yang di rumah (“di” dan “rumah”juga dipisah sebab kata depan pula) saja untuk beristirahat. Pada liburan kali ini, (bagus pakai tanda koma) saya pergi ke negara (untuk kata “negara” pakai huruf kecil saja depannya) lain. Sebenarnya saya pergi sebelum PAT atau saat liburan lebaran. Saya dan keluarga saya jalan-jalan (kata ulang harus pakai tanda hubung) ke Korea (Korea nama negara, maka harus dengan huruf besar) dengan teman ayah saya dan keluarganya.

Kiranya sudah cukup koreksi dari saya. Tetap semangat untuk belajar ya! Termasuk yang lain juga. Sip!

gambar-tiga-materi-teks-deskripsi-kelas-7-smp
Ruangan Pak Siapa Ini Namanya Ya? Tampak Berantakan, Tetapi Dia Tetap Bisa dan Nyaman Bekerja di Sana

Nur Rifqi Auliyah Syah

RUANGAN SEKOLAHKU

Sekolah SDN 33 merupakan sekolah saya yang menyimpan banyak begitu kenangan pada saat duduk di bangku sekolah dari kelas satu sampai kelas 6 .

Di mana kenangan pada saat kami berada dalam ruangan kelas yang berukuran panjang 9 meter dan lebar 7 meter . Di dalam ruangan inilah tempat kami menuntut ilmu dari Bapak /ibu guru yang tidak pernah merasa lelah dengan anak – anak didiknya. Selain itu pula ruangan belajar tempat kami bermain, bercanda gurau dengan teman – teman sekelas.

Di dinding ruangan kelas kami terdapat begitu banyak gambar – gambar yang tertempel . Misalnya gambar pahlawan, gambar tarian menari dari suatu daerah, gambar planet di luar angkasa, gambar yang mengajarkan kita untuk hidup bersih dengan rajin membuang sampah pada tempatnya dan masih banyak lagi gambar – gambar lainnya.

Selain gambar – gambar dalam ruangan kelas, terdapat pula meja guru, meja untuk siswa, lemari buku, dan alat – alat kebersihan seperti sapu yang di gunakan murid yang bertugas harian dan tempat sampah.

Ulasan saya:

Secara umum, ini sudah termasuk teks deskripsi yang baik. Cukup lengkap untuk menjadi “pancaindra” bagi pembaca, meskipun lebih banyak dari aspek penglihatan. Tidak apa-apa, nanti belajar lagi.

Namanya ulasan, maka harus saya ulas dan koreksi. Karangan tersebut menjadi begini:

Ruangan Sekolahku (untuk judul pakai saja huruf besar di awal setiap kata, tidak perlu huruf besar semua, kecuali untuk penulisan judul buku)

Sekolah SDN 33 merupakan sekolah saya yang menyimpan banyak (kata “begitu” dihilangkan saja karena tidak cocok) kenangan pada saat duduk di bangku sekolah dari kelas satu sampai kelas enam (penulisan “kelas satu” di depan, lalu kelas 6 di belakang itu kurang tepat, karena kalau cuma satu angka mesti ditulis dengan huruf, jadi ditulis kelas enam).

Tempat kenangan pada saat kami berada dalam ruangan kelas yang berukuran panjang 9 meter dan lebar 7 meter. (Antara kata dengan titik setelahnya tidak usah pakai spasi, jadi kata “meter” langsung titik). Di dalam ruangan inilah tempat kami menuntut ilmu dari bapak/ibu guru (kata “bapak” tidak perlu huruf besar) yang tidak pernah merasa lelah dengan anak-anak (antara kata ulang dengan tanda hubung jangan pakai spasi atau dikasih jarak) didiknya. Selain itu pula, (bagus diberikan tanda koma) ruangan belajar tempat kami bermain, bersenda gurau (bukan bercanda gurau, melainkan bersenda gurau) dengan teman-teman sekelas.

Pada dinding (awal kalimat sekaligus awal paragraf dengan kata “di” sebetulnya kurang tepat, lebih bagus pakai “pada”) ruangan kelas kami terdapat begitu banyak gambar (kata “gambar” dihilangkan satu karena sudah pakai “begitu banyak” agar tidak mubazir) yang tertempel. Misalnya: (pakai titik dua lebih cocok) gambar pahlawan, tarian dari (cukup begini saja) suatu daerah, planet di luar angkasa, gambar yang mengajarkan kita untuk hidup bersih dengan rajin membuang sampah pada tempatnya dan masih banyak lagi gambar (ingat sekali lagi, kalau sudah pakai kata “banyak” jangan ditulis lagi “gambar-gambar”) lainnya.

Selain gambar-gambar dalam ruangan kelas, terdapat pula meja guru, meja untuk siswa, lemari buku (sebelum kata “dan” tidak perlu pakai koma) dan alat-alat kebersihan seperti sapu yang digunakan (kata “di” dengan “gunakan” harus digabung) murid yang bertugas harian dan tempat sampah.

Jawaban kedua dari Nur Rifqi:

PERMANDIAN CITRALAND

Setiap tahunnya kami selalu merayakan liburan dengan keluarga dengan berkunjung ke suatu tempat. Seperti liburan yang baru saja usai yaitu kami sekeluarga berkunjung ke permadian Citraland. Permandian yang tersebut sangat mudah terjangkau karena letaknya sangat strategis dengan tempat kediaman kami pada saat liburan.

Permandian Citraland menyediakan fasilitas yang begitu menarik untuk anak – anak tempat bermain sambil menikmati taman mandi yang di sediakan . Taman mandi tersebut di kelompokkan berbagai tempat, misalnya untuk anak – anak balita sampai pada anak remaja . Selain itu pula di permandian tersebut di sediakan tempat untuk mandi dengan menggunakan kerang air yang tinggi.

Permadian tersebut sangat banyak di gemari oleh masyarakat apalagi bertepatan dengan hari libur penaikan kelas dan libur akhir tahun. Sehingga pada saat itulah pengunjungnya sangat ramai dari berbagai penjuru.

Pada saat liburan penaikan kelas kami berkunjung ke permandian Citraland tersebut, tanpa di sengaja kami bertemu dengan teman – teman dari daerah yang sama sehingga menambah keseruan kami dalam bermain bersama. Keseruan inilah yang membuat kami merasa senang sekali karena bertemu lagi dengan teman sekampung. Setelah merasa puas telah bermain di taman mandi citra land bergegaslah kami sekeluarga untuk pulang.

Ulasan saya:

Hem, pemandian Citraland ya? Tempat yang eksklusif, istimewa dan mungkin harganya terbilang agak tinggi. Namun, untuk sekadar rekreasi, ke luar uang agak banyak juga tidak terlalu masalah. Yang penting hati senang dan pikiran tenang. Begitu ‘kan?

Meskipun menyajikan konteks tempat wisata yang bukan alam, tulisan dari Nur Rifqi tetap perlu untuk dikoreksi. Kata yang paling banyak ditulis, tetapi juga paling banyak salahnya adalah: permandian. Semestinya yang benar adalah pemandian. Silakan cek ke langsung ke Kamus Belajar Bahasa Indonesia online

Kok tidak pilih permandian? Rupanya, dari KBBI online, permandian itu menyangkut ibadah agama lain. Semacam pembaktian begitu, lah.

Jadi, karena satu kata ini sudah dikoreksi, maka tinggal ke kalimat-kalimat yang lain! Tolong dilihat ya perubahannya!

Baca Juga: Bayar Sekarang Atau Nanti?

Pemandian Citraland (judul cukup huruf besarnya di awal kata)

Setiap tahunnya, (pakai koma) kami selalu merayakan liburan dengan keluarga dengan berkunjung ke suatu tempat. Seperti liburan yang baru saja usai, yaitu: (diawali koma, spasi satu, titik dua, spasi satu lagi) kami sekeluarga berkunjung ke pemandian Citraland. Pemandian (kata “yang” dihilangkan) tersebut sangat mudah terjangkau karena letaknya yang (baru di sini diberikan kata “yang”) sangat strategis dengan tempat kediaman kami pada saat liburan.

Pemandian Citraland menyediakan fasilitas yang begitu menarik untuk anak-anak (tanda hubung untuk kata ulang, jangan diberikan spasi di antaranya) berupa: (pakai kata “berupa”, boleh pakai titik dua, boleh juga tidak) tempat bermain sambil menikmati taman mandi yang disediakan. (Kata “di” dan “sediakan” harus digabung, diberikan titik, tetapi sebelum titik jangan diberikan spasi dengan kata). Taman mandi tersebut dikelompokkan (digabung) berbagai tempat, misalnya untuk anak-anak (perhatikan kaidah penggunaan tanda hubung untuk kata ulang) balita sampai pada anak remaja. (Hindari spasi sebelum titik, yang bisa spasi satu itu setelah titik). Selain itu pula di pemandian tersebut disediakan (digabung) tempat untuk mandi dengan menggunakan keran (bukan “kerang”, melainkan “keran”) air yang tinggi.

Pemandian tersebut sangat banyak digemari (digabung) oleh masyarakat apalagi bertepatan dengan hari libur kenaikan (bukan “penaikan”) kelas dan libur akhir tahun. Pada (kata “sehingga” dihilangkan) saat itulah pengunjungnya sangat ramai dari berbagai penjuru.

Pada saat liburan kenaikan kelas, (pakai koma lebih bagus) kami berkunjung ke pemandian Citraland tersebut. Tanpa (ganti kalimat baru saja) disengaja (“di” dengan “sengaja” harus digabung, lalu koma dan jangan lupa satu spasi setelahnya), kami bertemu dengan teman-teman (penggunaan tanda hubung untuk kata ulang harus benar) dari daerah yang sama sehingga menambah keseruan kami dalam bermain. (Kata “bersama” dihapus karena sudah disebutkan “kami”, artinya sudah ada beberapa atau banyak orang, tidak perlu lagi pakai “bersama”). Keseruan inilah yang membuat kami merasa senang sekali karena bertemu lagi dengan teman sekampung. Setelah merasa puas telah bermain di Taman Mandi Citraland (nama tempat harus besar semua di awal kata, lalu diberi koma setelah ini, jangan lupa satu spasi setelah koma), bergegaslah kami sekeluarga untuk pulang.

Lumayan banyak koreksinya. Belajar terus ya! Materi teks deskripsi kelas 7 SMP masih terus digas. Meluncur ke peserta berikutnya!

gambar-empat-materi-teks-deskripsi-kelas-7-smp
Memang Nyaman Juga Kalau Bisa Rihlah atau Berwisata ke Tempat-tempat yang Belum Pernah Kita Kunjungi, Ya ‘Kan?

Muhammad Adnan

Saya sekolah di (SD negeri 43 Bambaea)guru sy berbeda beda character di setiap masing”kelas mempunyai pelajaran yg beda dan ketika guru menghukum dia mempunyai niat baik dia ingin melihat kita sukses dan menjadi ank yg bisa membanggakan org tua.

Ulasan saya:

Cukup pendek karena hanya satu kalimat dalam satu paragraf. Yah, masih bisa diperpanjang lagi sebenarnya, karena kurang menjelaskan berbagai macam karakter guru di SD tersebut. Namun, baiklah, saya perbaiki kalimatnya ya!

Perhatian untuk Muhammad Adnan, lain kali untuk penulisan dan tugas-tugas saya selanjutnya, tulis apa adanya saja ya! Jangan lagi menyingkat kata seperti menulis SMS, lah sekarang zaman WA gitu lho! Pada pelajaran ini, kita belajar menulis secara benar dan baik dalam pelajaran Bahasa Indonesia. Apalagi lembar jawaban di Google Form bisa dibuat panjang kok, fleksibel. Jadi, jangan takut kekurangan tempat untuk menulis di lembar online milik Google tersebut. Mau sepanjang apapun, Insya Allah tetap saya periksa dan ulas.

Kalimat koreksi dari saya untuk Muhammad Adnan seperti di bawah ini!

Saya sekolah di SD Negeri 43 Bambaea (tidak perlu pakai tanda kurung, tulis saja langsung SD Negeri 43 Bambaea, kata “negeri” harus besar karena berkaitan dengan nama sekolah atau lembaga pendidikan). Guru saya (jangan lagi tulis “sy”) berbeda-beda (kata ulang berimbuhan, harus pakai tanda hubung) karakter (bukan character) di setiap masing-masing (tulis saja asli untuk kata ulang, yaitu: “masing-masing”) kelas dengan pelajaran yang (jangan “yg”) berbeda pula. Ketika (kata “dan” dihilangkan) guru menghukum, dia mempunyai niat baik. Dia ingin melihat kita sukses dan menjadi anak yang bisa membanggakan orang tua.

Itulah kalimat yang sudah saya perbaiki. Silakan dibandingkan saja oleh Muhammad Adnan ya!

Lanjut ke jawaban yang kedua:

Salah satu wisata yg terletak di kota Yogyakarta terdapat wisata pantai Parangtritis berada di kecamatan Kretek Bantul Daerah itu Yogyakarta pantai ini terletak sekitar 27 km arah selatan Yogyakarta pemandangan pantai ini Masya Allah indah dan di sebelah kiri terlihat tebing”yg sangat tinggi,di sebelah kanan,kita bsa melihat batu karang besar yg siap menahan hantaman ombak dan pantai itu sangat lah bersih dengan buih” putih bergradasi abu” dan kombinasi hijau sungguh elok.

Ulasan saya:

Hem, kok bisa ya hanya menyalin saja, tetapi beda sekali hasilnya? Hehe..

Maksud dari tugas atau soal saya yang kedua ini adalah membuat satu cerita pendek yang mirip dengan teks bacaan. Jadi, kalau membahas tentang Pantai Parangtritis, maka dibuat teks yang seperti itu. Boleh juga dengan cerita liburan kalian. Kalau cerita yang ini pastinya benar-benar kalian alami bukan?

Meskipun tidak sesuai dengan soal, mengacu kepada teks bacaan dan tulisan yang dibuat oleh Muhammad Adnan, maka harusnya seperti ini:

Salah satu wisata yang terletak di Kota Yogyakarta adalah (kata “terdapat” dihilangkan saja) wisata Pantai Parangtritis. Pantai ini berada di Kecamatan Kretek Bantul. Pantai Parangtritis terletak sekitar 27 kilometer (kalau dari teks bacaan disingkat “km”, tetapi saya lebih cocok jangan disingkat) arah selatan Yogyakarta.

Pemandangan pantai ini Masya Allah indah dan di sebelah kiri terlihat tebing-tebing yang sangat tinggi. Pada bagian kanan (pengganti dari “di sebelah kanan” yang terletak di awal kalimat), kita bisa melihat batu karang besar yang siap menahan hantaman ombak. Pantai ini sangatlah bersih dengan buih-buih putih bergradasi abu-abu (mohon perhatikan sekali lagi penulisan kata ulang ya, jangan pakai tanda petik, tulis saja langsung “buih-buih” dan “abu-abu”) dan kombinasi hijau sungguh elok.

Lumayan juga ‘kan perubahannya ya? Jangan lupa untuk terus belajar membaca dan menulis ya untuk Muhammad Adnan!

Andi Alif Inzanial Dzakwan

Saya bersekolah di Sdn 02 Taubonto, yang mempunyai bangunan yang sederhana. Lokasi sekolah saya berada di pinggir jalan raya, berhadapan dengan lapangan sepak bola kelurahan Taubonto.

Lingkungan sekolah saya nyaman karena ada beberapa pohon yang rindang di sekitar lokasi sekolah saya. Saya mempunyai beberapa guru, yang mempunyai karakter berbeda-beda. Ada guru saya yang suka bercanda, ada yang pendiam, ada yang kreatif dan lain sebagainya. Begitupun teman-teman saya mempunyai karakter yang berbeda-beda. teman-teman saya ada yang rajin,ada yang jarang masuk, ada yang suka berkelahi, pendiam, suka bercanda, malas dan lain sebagainya.

Ulasan saya:

Tulisan-tulisan kalian yang sudah berupa teks deskripsi memang lebih bagus diberikan judul. Selain memancing perhatian dari pembaca untuk pertama kalinya, akan lebih menambah nilai kalian. Mau ‘kan nilainya lebih bagus daripada teman-teman kalian? 🙂

Nah, untuk jawaban dari Andi Alif ini, ada beberapa kata yang mesti diganti atau diubah. Begini hasilnya:

Saya bersekolah di SDN (untuk penulisan SDN harus dengan huruf besar semua) 02 Taubonto, yang mempunyai bangunan yang sederhana. Lokasi sekolah saya berada di pinggir jalan raya, berhadapan dengan lapangan sepak bola kelurahan Taubonto.

Lingkungan sekolah saya nyaman karena ada beberapa pohon yang rindang di sekitar lokasi sekolah. Saya mempunyai beberapa guru dengan karakter yang berbeda-beda (perhatikan ada perubahan kalimat sedikit dari kalimat Andi Alif ini). Ada guru saya yang suka bercanda, pendiam, kreatif, dan lain sebagainya (“ada yang” dihilangkan agar kalimat lebih simpel atau sederhana).

Paragraf sebelumnya membahas tentang guru, sekarang ganti teman-teman atau murid, maka lebih bagus ganti paragraf.

Begitupun teman-teman saya mempunyai karakter yang berbeda (kalau sudah ada kata ‘”teman-teman”, tidak perlu pakai “berbeda-beda” karena itu adalah kalimat yang mubazir). Teman-teman saya ada yang rajin, (setelah tanda koma harus diberikan spasi) ada yang jarang masuk, suka berkelahi, pendiam, suka bercanda, malas, dan lain sebagainya.

Semoga bisa dipahami oleh Andi Alif dan yang lainnya!

Jawaban kedua dari Andi Alif ini:

Tahun lalu saya bersama keluarga pulang ke kampung di Bone untuk lebaran idul fitri bersama kakek dan nenek yang berada di Bone. Sampai di kota Bone saya bersama keluarga jalan-jalan di taman Arung Palakka dan lapangan merdeka yang lokasinya berada di kota Watampone.

Saya bersama keluarga juga berkunjung ke tempat objek wisata yang terkenal di bone yaitu tanjung Pallette. Tanjung pallette merupakan objek wisata kota Bone yang banyak di kunjungi oleh masyarakat baik dari dalam kota Bone maupun luar daerah. Tanjung pallette mempunyai pemandangan yang sangat indah dan nyaman. Disana kita bisa berenang di kolam renangnya, bisa memancing di laut. Konon ceritanya di pinggir laut tanjung Pallette terdapat bekas kaki raja Bone Arung Palakka pada saat mau bertolak ke buton.

Ulasan saya: 

Hem, sebenarnya cerita yang menarik, apalagi membahas tentang Bone. Istri saya juga orang Bone lho! Lha, terus kenapa, hehe?!

Jujur, jawaban yang kedua ini hampir saja saya lewatkan, sebab saya menulis ini di tengah malam. Karena lumayan panjang, maka langsung saja saya revisi kalimat per kalimatnya. Begini hasilnya:

Tahun lalu, (penempatan koma menjadi cantik di bagian ini) saya bersama keluarga pulang ke kampung di Bone untuk lebaran Idul Fitri (“Idul Fitri” pakai huruf besar semua di depan karena termasuk nama perayaan agama kita) bersama kakek dan nenek (kata “yang berada di Bone” dihilangkan karena ‘kan sudah disebutkan tadi “pulang kampung.di Bone”). Sesampainya di kota Bone, (pakai koma lagi agar lebih menarik dan artistik) saya bersama keluarga jalan-jalan di Taman Arung Palakka (nama tempat harus huruf besar semua) dan Lapangan Merdeka di kota Watampone (begini saja kata-katanya, lebih singkat dan taktis).

Saya bersama keluarga juga berkunjung ke tempat objek wisata yang terkenal di Bone (tadi sudah benar tulis dengan huruf besar untuk Bone, kok sekarang huruf kecil lagi), yaitu: Tanjung Pallette. Tempat ini (tentu menerangkan Tanjung Pallete) merupakan obyek (bukan objek, nanti dikira objek motor lagi atau malah tukang objek) wisata kota Bone yang banyak dikunjungi (antara “di” dengan “kunjungi” mesti digabung) oleh masyarakat, (diberi koma di sini) baik dari dalam kota Bone maupun luar daerah.

Ganti paragraf supaya tulisan terkesan ringan dan sederhana, tidak terlalu banyak kalimat dalam satu paragraf.

Tanjung Pallette mempunyai pemandangan yang sangat indah dan nyaman. Kita (kata “di sana” bisa dihilangkan saja, ingat untuk penulisan “di sana” itu harus dipisah) bisa berenang di kolamnya (tidak usah sebut kolam renangnya, karena kolam sudah pasti tempat berenang), bisa juga (pakai kata “juga”) memancing di laut. Konon ceritanya, (koma lagi di bagian awal kalimat ini) di pinggir laut Tanjung Pallette terdapat bekas kaki Raja Bone, Arung Palakka, (koma sebelum dan sesudah nama orang untuk menerangkan bahwa itu termasuk Raja Bone) pada saat mau bertolak ke buton.

Nah, selesai saya koreksi untuk jawaban kedua yang sempat terlewat dari Andi Alif ini. Masuk ke lapak santri berikutnya, masih di materi teks deskripsi kelas 7 SMP. Staytune, Gaes! Wuidih!

gambar-lima-materi-teks-deskripsi-kelas-7-smp
Salah Satu Foto Pantai dengan Pasir Putih, Masya Allah!

Muh. Fachri Nirmawan

Saya tamatan dari sekolah dasar negeri 33 kasipute, bangunan sekolah di SD 33 kasipute sama seperti bangunan sekolah dasar pada umumnya, tapi pada saat sy kelas 6 SD, sekolah sy menambah bangunannya sehingga kelihatan lebih baik dan dapat menampung siswa lebih banyak lagi, lingkungan sangat luas dan strategis, karakter guru sangat baik dan sangat mendidik, dan siswa nya pun sangat menghormati dan menghargai guru di sekolah, selama saya bersekolah ada satu kejadian dimana salah satu teman saya tertusuk matanya oleh tusuk sate, dan saya juga pernah tersambar besi. Itulah deskripsi di sekolah saya yang dahulu.

Ulasan saya:

Nah, membaca kalimat pertama, langsung ada yang harus diperbaiki. Apa itu? Tentu saja sudah terlihat, kesalahan pada pemakaian huruf kecil, yang seharusnya huruf besar. Selain itu, kalimat dari Muh. Fachri ini kok koma semua ya? Titiknya cuma ada di akhir kalimat yang notabene juga akhir paragraf. Waduh, ini mesti diubah! Segera saya tangani ya!

Saya tamatan dari Sekolah Dasar Negeri 33 Kasipute (pemakaian nama sekolah dan daerah mesti dengan huruf besar, kalimat ini juga bagus langsung titik saja, agar jadi kalimat yang sederhana dan singkat). Bangunan sekolah di SD 33 Kasipute sama seperti bangunan sekolah dasar pada umumnya. Pada saat saya (tulis saja “saya”, jangan “sy”) kelas 6 SD, sekolah saya tersebut (bagus juga dipakai kata “tersebut” untuk lebih menunjukkan SD 33 Kasipute) menambah bangunannya sehingga kelihatan lebih baik dan dapat menampung siswa lebih banyak lagi.

Baca Juga: Mencari Recehan Dunia, Aduhai Asyiknya

Sudah cukup paragraf di atas dengan tiga kalimat. Ganti paragraf di bawah ini!

Lingkungan sangat luas dan strategis, karakter guru sangat baik dan mendidik (cukup satu saja kata “sangat”, tidak perlu sampai dua) dan (sebelum kata “dan”, tidak perlu dengan tanda koma) siswanya (“siswa” dengan “nya” digabung) pun sangat menghormati dan menghargai guru di sekolah. Selama saya bersekolah, (beri tanda koma) ada satu kejadian ketika (“di mana” diganti menjadi “ketika” karena menunjuk suatu peristiwa yang berdasarkan waktu) salah satu teman saya tertusuk matanya oleh tusuk sate dan saya juga pernah tersambar besi. Itulah deskripsi di sekolah saya yang dahulu.

Wah, sampai ada yang kena tusuk sate dan tersambar besi?! Subhanallah. Lain kali hati-hati ya!

Setelah ending jawaban pertama yang agak mengerikan, maka sekarang kita masuk ke jawaban kedua, Pemirsa! Simak yang berikut ini!

Pada akhir Desember tahun 2019, saya melakukan perjalanan pulang kampung yang biasa di sebut mudik, selama dalam perjalanan, saya sangat menikmati perjalanan karena kampung nenek saya di Toraja sedangkan saya berangkat dari Bombana, melewati beberapa tempat dan kabupaten yang mempunyai pemandangan yang sangat indah, salah satu nya tempat permandian di Kolaka Utara yaitu danau biru, sangat indah di pandang mata, dan ada satu tempat yang berada di dekat laut, tapi air tidak asin, dan itu sangat unik menurut saya.

Ulasan saya:

Pada kalimat atau paragraf kedua ini, mirip dengan paragraf pada jawaban sebelumnya. Masih larut dalam kesalahan tanda koma dan sambung-menyambung kata. Persambungan kata yang harusnya memang disambung, malah dipisah. Dari kaidah itu, paragraf akan menjadi:

Pada akhir Desember tahun 2019, saya melakukan perjalanan pulang kampung yang biasa disebut (“di” dengan “sebut” mesti disambung) mudik. Selama (ini jadi kalimat baru, agar dibacanya lebih enak dengan kalimat yang pendek dan sederhana) dalam perjalanan, saya sangat menikmati (kata “perjalanan” dihapus saja karena sudah di depan tadi ada “dalam perjalanan”) karena kampung nenek saya di Toraja sedangkan saya berangkat dari Bombana.

Nah, sekarang ganti paragraf juga lebih bagus agar tampak pendek dan nyaman dibaca.

Melewati beberapa tempat dan kabupaten yang mempunyai pemandangan (kata “yang” dihilangkan karena sudah ada di depan) sangat indah, salah satunya tempat permandian di Kolaka Utara, (koma di sini) yaitu: Danau Biru (menunjukkan tempat, harus dengan huruf besar dan kata “yaitu” setelahnya dengan titik dua). Danau tersebut (menjelaskan Danau Biru) sangat indah dipandang (“di” dengan “pandang” digabung, untuk “dipandang mata” tidak perlu ditulis karena jelas mata adalah organ yang berguna untuk memandang! Adakah memandang, tetapi tidak pakai mata?). Ada (“dan” dihilangkan, menjadi kalimat baru) satu tempat yang berada di dekat laut, tetapi airnya (bukan “tapi”, melainkan “tetapi” dan pakai “airnya”) tidak asin. Itu sangat unik menurut saya (kalimat baru agar lebih artistik).

Nilai Tugas

gambar-enam-materi-teks-deskripsi-kelas-7-smp
Mirip Orang Sedang Menunggu Nilai Dibacakan!

Saat yang dinanti-nantikan telah tiba. Meskipun namanya saat yang dinanti-nantikan, tetapi disampaikannya sekarang kok, bukan nanti. Setelah saya pikir, timbang dan analisis dengan lumayan mendalam, untuk tugas seputar materi teks deskripsi kelas 7 SMP Al-Wahdah Bombana ini, maka nilai-nilainya sebagai berikut:

  • Reza Ahmad Farezi: 85.
  • Hertizan Fadlillah: 81.
  • Rusman Khalif: 78.
  • Yusuf Iman Sudarno: 86.
  • Rezky Agung Syam: 87.
  • Muhamad Azhar: 80.
  • Muh. Faizul: 78.
  • Nur Rifqi Auliyah Syah: 89
  • Muhammad Adnan: 79.
  • Andi Alif Inzanial Dzakwan: 85
  • Muh. Fachri Nirmawan: 79.

Kesimpulan

Alhamdulillah, sudah saya memeriksa kesehatan, eh, pekerjaan kalian sebagai murid/santri dari SMP IT Al-Wahdah Bombana kelas 7A. Tolong dibaca lagi di atas ya tentang materi teks deskripsi kelas 7 SMP ini! Terutama terkait dengan penggunaan huruf besar, kata sambung, yang harusnya disambung tolong disambung, yang dipisah tetap harus dipisah.

Tulisan ini akan seterusnya seperti ini, kecuali saya edit karena ada perkembangan tertentu atau mungkin ada komentar di bawah. Selamat bertemu di pelajaran selanjutnya ya!

Baca Juga: Narsis dan Eksistensi Kita

Share This:

Silakan tinggalkan komentar

Email aktif kamu tidak akan ditampilkan. Tapi ini mesti diisi dengan benar.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!