Jika Alasan Guru dalam Mengajar Kurang Ide, Gunakan Saja Platform Guruinovatif.id

Jika Alasan Guru dalam Mengajar Kurang Ide, Gunakan Saja Platform Guruinovatif.id

Share This:

Ada dua cerita seputar guru yang ingin saya ungkapkan di sini. Yuk, langsung kita simak saja, tanpa perlu membuang waktu, karena sejatinya waktu adalah jam. Betul?

Ceritanya tentang saya sendiri, berkaitan dengan sekolah tempat saya mengajar, SMP dan SMA IT Al-Wahdah, Bombana. Sebenarnya, saya ini sudah rutin sebagai pegawai kantoran tiap Senin sampai Jum’at. Namun, diminta untuk mengajar juga, karena guru masih kurang.

Ingin Melepas Beban

Tiap hari Sabtu, saya diberikan kesempatan mengajar. Dahulu, saya mengajar kelas VII SMP dan XI SMA, untuk Bahasa Indonesia. Awalnya, saya menerima kesempatan tersebut karena saya memang hobi dengan Bahasa Indonesia. Saya suka membaca, juga suka menulis dalam bahasa nasional ini.

Makin lama, saya merasa kok jadi mulai terbebani ya? Apalagi pekerjaan kantor juga ada, sementara hari Sabtu ingin saya gunakan untuk beristirahat dan bercengkerama bersama keluarga lebih banyak. Ingin bersantai begitu. Rebahan juga.

Dalam pikiran saya, menjadi guru, ya, mengajar saja. Namun, memang pekerjaannya lebih kompleks. Harus menyusun materi juga. Membuat soal, mencocokkan jawaban, lalu memberi nilai. Mengajar dua kelas sempat membuat saya kerepotan. Menjalani hari kerja, tanpa terasa sudah mau Sabtu lagi, sedangkan materi belum siap dan persiapan masih minim.

guru-inovatif-id-guru-belajar

Apalagi saya melihat di sekolah tersebut, sarana dan prasarana masih banyak yang kurang. Yang saya butuhkan sebenarnya adalah peningkatan literasi mereka. Kemampuan dan kesukaan membaca pada murid-murid saya. Terus terang, saya susah memberikan tugas untuk menulis jika mereka tidak banyak membaca.

Sekolah tersebut belum memiliki perpustakaan. Buku-buku yang ada, barulah buku-buku pelajaran. Belum ada buku-buku umum. Namanya sekolah Islam terpadu, metode pengajarannya adalah sistem pesantren. Para murid tinggal di asrama dengan dibekali hafalan Al-Qur’an dan ilmu agama Islam.

Sebenarnya, solusinya adalah lewat internet. Hem, internet juga tidak ada. Tidak diperbolehkan. Anak-anak tidak diberikan akses untuk masuk ke dunia maya. Ini yang membuat saya makin ragu, apakah bisa saya mengajar dengan baik, sementara sarana dan prasarananya belumlah lengkap?

Baca Juga: Mempercantik Bahasa dan Membahasakan Kecantikan

Beberapa kali berpikir, diskusi juga dengan istri, saya memutuskan untuk mundur saja. Waktu itu, ada pelatihan kurikulum yang diikuti oleh para guru di sekolah tersebut. Pelatihannya selama satu pekan. Wuih, saya jelas tidak bisa mengikuti, karena saya harus berkantor di tempat lain! Saya jadi merasa, makin tenggelam, karena tidak masuk dalam pelatihan tersebut. Ilmu saya terasa makin dangkal saja sebagai guru.

“Sudahlah, berhenti saja jadi guru. Fokuslah di pekerjaan utamamu!” Begitu kira-kira suara batin saya. Dan, saya pikir, toh, nanti akan ada guru lain. Insya Allah guru tersebut lebih baik dan berkomitmen daripada saya.

Saya menyampaikan izin untuk ke luar dari grup WA guru. Tanpa menjelaskan alasannya. Ah, lega, akhirnya saya berhasil mengambil keputusan yang melegakan hati.

Motivasi dari Sahabat

Suatu malam, seorang sahabat saya yang tidak bisa saya sebutkan di sini, muncul di aplikasi Telegram. Biasanya sih, dia berkomunikasi dengan saya lewat Whatsapp saja. Kali ini kok muncul di aplikasi bikinan Pavel Durov, orang Rusia itu.

Setelah menyapa, saya tanya kabarnya. Sahabat saya ini termasuk jauh juga sih sebenarnya. Makanya, jarang sekali bertemu secara langsung, bertatap muka begitu.

Rupanya, setelah mengobrol basa-basi, dia tahu saya ke luar jadi guru. Lho, tahu darimana dia? Oh, mungkin dari temannya yang di sini, di Bombana. Dan, dia juga tahu kondisi sekolah tempat saya mengajar.

Dia bertanya, mengapa saya ke luar? Saya pun menjelaskan begini dan begitu. Begitu dan begini. Oh, dia tahu. Dia paham. Dan, dia pun cukup maklum dengan alasan saya.

Lalu, dia mulai menjelaskan, “Sebenarnya, kamu itu termasuk guru yang bagus lho, Mas! Hampir semua orang suka dengan gaya mengajarmu.”

“Ah, masa sih?” Saya tidak percaya dengan omongannya.

“Iya, beneran.” Dia mengetik lagi. “Susah mencari guru seperti kamu, Mas, yang bisa akrab sama anak-anak, nggak kaku.” Kira-kira begitulah kalimatnya.

Dia menambahkan, “Pesantren itu, sekolah itu memang terbatas sarananya. Temanku di sana juga merasakan yang sama. Tapi, apa terus berhenti begitu saja? Terus ke luar begitu saja? Mestinya ‘kan kamu ikut membantu pesantren, Mas.”

Saya terdiam. Mulai ada benarnya juga ini.

“Sekolah itu lagi kekurangan guru. Nggak gampang nyari guru untuk saat ini lho! Apalagi, ini ‘kan basisnya pesantren, masa nyari guru sembarangan? Nggak lah, yauw!”

Mulailah kata-katanya masuk ke dalam pikiran saya. Makin berpikir, saya bayangkan guru-guru lain akan kerepotan mencari pengganti saya. Nyatanya juga, saya ke luar saat perpindahan antara semester satu ke dua. Lalu, bagaimana pula dengan murid-murid saya yang menantikan kehadiran saya waktu jam pelajaran? Apakah mereka harus menjadi korban?

Orang mengatakan, saya ini suka membaca, suka menulis. Tulisan saya sudah cukup banyak di berbagai media, Alhamdulillah. Terus, apakah ilmu menulis saya itu mau disimpan sendiri? Tidak mau dibagi ke orang lain, ke murid-murid saya? Siapa tahu ‘kan, di antara mereka nanti ada yang jadi penulis yang berhasil. Penulis yang membuat karya bermanfaat untuk umat atau bangsa Indonesia ini. Kalau sudah begitu, bukankah saya bisa dapat amal jariyahnya?

Benar kata sahabat saya tersebut. Saya tidak boleh menyerah. Saya tidak boleh baper hanya gara-gara sarana dan prasarana yang kurang. Saya tetap harus mencari cara agar kemampuan literasi anak-anak didik makin meningkat.

Baca Juga: Bagaikan Melempar Bola Basket dengan Memantulkannya ke Lantai

Jawaban itu pun ke luar. Para murid atau santri bisa kok berkunjung ke perpustakaan daerah, kata kepala sekolah. Meskipun cukup jauh dari lokasi sekolah, dan harus menggunakan mobil pesantren, tetapi hal itu tetap bisa dilakukan. Apalagi ‘kan saya bisa juga menyetir mobil. Ada juga mobil yang saya pakai sehari-hari dipakai untuk mengantar murid-murid saya itu ke perpustakaan. Iya ‘kan? Kamu tahu mobil yang saya pakai ‘kan? Halah…

Baiklah dan baiklah. Saya mengumpulkan semangat lagi untuk mengajar, untuk berbagi, untuk mengabdi. Ilmu yang dibagikan pasti tidak akan berkurang, justru akan bertambah. Beda dengan harta, yang secara nominal ketika diberikan ke orang lain akan berkurang.

Saya mengucapkan terima kasih ke sahabat saya tersebut. Dan, dengan selesainya nasihat dan motivasinya, dia menghilang lagi. Waduh! Apa maksudnya itu? Rupanya, dia memang lebih nyaman di Whatsapp.

Grup guru yang sebelumnya saya tinggalkan, nama saya dimasukkan lagi oleh admin. Dan, saya kembali menjadi anggota grup yang super sepi itu, hehe..

Cerita Staf Kantor

Cerita kedua, datang dari teman saya, satu kantor. Dia memang bukan PNS, tetapi ceritanya bisa diandalkan juga. Semoga dengan cerita ini, dia bisa terangkat jadi PNS juga. Lho, apa hubungannya ya?

Dia mengingat kenangannya dulu waktu SMA. Ketika bersekolah di bawah sebuah yayasan. Sebut saja seorang guru namanya Pak Dawi.

Sekolah tersebut mempunyai anak-anak yang cukup nakal. Ada satu kejadian, salah seorang muridnya berperilaku nakal sekali. Kejadian tersebut membuat Pak Dawi stres luar biasa! Dia merasa sudah tidak tahan lagi.

Lalu, dia menemui ketua yayasan, mengutarakan keinginannya untuk mengeluarkan murid-murid yang nakal saja.

“Pak, mohon maaf, Pak. Saya sebagai guru di sini mau ngasih saran ke Bapak.”

“Saran? Gimana itu, Pak?” Tanya ketua yayasan.

“Begini, Pak. Anak-anak di kelas saya itu sudah kurang ajar. Mau melakukan tindakan kekerasan terhadap saya.” Pak Dawi pun menceritakan tindakan kekerasan yang dimaksud. Ketua yayasan mengangguk-angguk. Dari wajahnya, terlihat prihatin.

“Nah, Pak, Bapak ‘kan mesti ambil keputusan tepat. Kalau bagi saya sih, lebih bagus anak-anak yang nakal itu dikeluarkan saja. Masa saya ngajar anak berandalan macam begitu?”

Dikira, ketua yayasan akan mengabulkan atau memenuhi keinginan Pak Dawi. Namun, betapa kagetnya Pak Dawi, mengetahui jawaban dari ketua yayasan. Apa jawaban tersebut?

“Begini, Pak. Kalau tentang masalah ini, lebih bagus saya sarankan, Bapak saja yang ke luar dari sekolah ini.”

“Lho, kok bisa, Pak? Kenapa saya yang justru yang harus ke luar?”

Ketua yayasan menjelaskan begini, “Iya, Pak, lebih bagus memang Bapak yang ke luar saja. Soalnya, kalau Bapak yang ke luar, ‘kan saya tidak mengeluarkan uang untuk menggaji Bapak. Kalau siswa yang ke luar, nanti sekolah ini nggak dapat duit dong dari mereka. Jadi, kalau dengan masalah ini, Bapak saja yang ke luar ya!”

Aduh, Pak Dawi, rasanya mau menepuk jidatnya berkali-kali! Ternyata, tidak disangka, ketua yayasan justru mengharapkan dia untuk ke luar dari sekolah itu.

guru-inovatif-id-platform

Keputusan sudah diambil. Pak Dawi mau ke luar saja. Dan, ketua yayasan pun mengambil langkah yang tepat, paling tidak menurut dirinya sendiri.

Mencari Mengapa

Seringkali orang yang tertarik terhadap sesuatu menanyakan: Bagaimana caranya? Ujung-ujungnya minta diajarkan. “Ajarin, dong!”

Contohnya adalah berbisnis online. Ada orang yang mendapatkan puluhan hingga ratusan juta rupiah setiap bulan, lalu ada yang penasaran dan bertanya, “Wuih, mantul! Gimana kok bisa dapat penghasilan segitu?”

Memang, urusan teknis atau cara itu penting. Ibaratnya naik sepeda ketika kita masih kecil. Bagaimana caranya? Bisa dengan mulai seimbangkan sepeda. Kayuh pelan-pelan, lalu seiring latihan, maka sepeda itu akan lama-lama lancar juga. Untuk anak balita, dipasang roda kecil dulu di sebelah kiri dan kanan.

Intinya, semua hal yang belum pernah dilakukan kita, semua ada caranya. Malah, dilengkapi pula dengan buku panduan. Meskipun buku panduan ini lebih sering dibaca, tetapi judulnya saja. Dilihat-lihat sebentar, lalu disimpan manis di lemari atau tempat lain di rumah.

Padahal, buku panduan tersebut menyajikan hal-hal yang perlu diketahui terhadap sesuatu yang mungkin baru bagi kita. Contohnya: membeli sepeda motor baru, pasti ada buku manualnya. Apakah sudah kita baca? Jangan-jangan malah belum, sehingga sebagian dari kita berkendara secara serampangan. Ups!

Saya ingat salah satu film James Bond. Saya lupa judulnya. Agen rahasia 007 tersebut diberikan mobil baru oleh kru atau timnya. Tentunya, mobil mahal dan canggih, serta cocok untuk agen yang sering melakukan adegan berbahaya tersebut.

Baca Juga: Bagaimana Cara Menerbitkan Buku Sendiri Seperti Matahari Terbit Setiap Pagi?

Diberikanlah sebuah buku panduan atau buku manual yang cukup tebal. Mobil tersebut bisa diformat mampu mengeluarkan senjata terhadap objek yang terbang di dekatnya. Nah, James Bond yang saat itu dibintangi oleh Pierce Brosnan melemparkan buku itu.

Mobil tersebut meresponsnya dengan sigap dan cepat. Dua senapan yang muncul di bagian depannya langsung menembak buku tersebut. Hancur berkeping-keping. Orang yang mengenalkan mobil itu di dekatnya merasa kaget. Bahkan sepertinya juga geleng-geleng kepala. Buku belum sempat dibuka selembar pun langsung dihancurkan oleh mobil tersebut.

Meskipun dalam bagian selanjutnya dari film, James Bond mampu mengemudikan, bahkan cukup dengan HP saja, tetapi esensi dari semua kecanggihan mobil ada di buku tadi. Nah, kalau kita cukup mengacu kepada bagaimananya, apakah salah? Apakah tidak tepat?

Oh, itu sudah cukup tepat. Namun, ada yang lebih penting daripada itu. Jangan selalu bertanya bagaimana, bagaimana, bagaimana, tetapi menemukan pertanyaan yang lebih prinsipil, yaitu: Mengapa? Ya, mengapa adalah alasan yang mendasari kita untuk melakukan sesuatu.

Saya ambil contoh dari buku biografi Chairul Tanjung yang berjudul “Anak Singkong”. Chairul Tanjung disebut-sebut sebagai salah satu taipan sukses di negeri ini. Dari data Forbes dalam laporan April tahun 2020, kekayaan Chairul Tanjung mencapai US$3,1 miliar. Beliau menempati peringkat ke-6 terkaya di Indonesia.

Sedangkan data Forbes Real Time Billionaires pada Kamis (8/10/2020), kekayaan taipan muslim ini meningkat mencapai US$3,6 miliar. Berarti, ada penambahan kekayaan Chairul sekitar US$0,4 miliar.

Luar biasa bukan? Kita saja mendapatkan uang milyaran rupiah sudah merasa kaya, apalagi ini miliar dolar. Nah, dari kekayaan tersebut, apa yang melatarbelakangi Chairul? Apa yang menjadi motivasi utama dari orang asli Indonesia ini hingga menjadi sukses berlimpah harta?

Disebutkan dalam buku biografinya di atas, ternyata dulu ibunya menjual kain halus untuk membiayai kuliahnya di Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia (UI). Saat itu, kondisi ekonomi keluarga memang sulit. Apalagi kita tahu bahwa kuliah di fakultas mahal semacam Kedokteran Gigi tersebut pastilah tidak murah. Ya, iyalah, namanya juga mahal, jelas tidak murah.

Kain halus itu termasuk harta berharga yang dipunyai ibunya. Melihat usaha ibunya yang berkorban begitu rupa, batin Chairul justru bergejolak. Dia justru merasa sangat termotivasi untuk membalikkan keadaan. Dia tidak mau ibunya berkorban terlalu banyak, apalagi sampai mengorbankan hartanya seperti itu.

Chairul pun bertekad tidak mau lagi mengandalkan uang orang tua untuk kuliah. Dia pun menemukan “mengapanya”. Dia telah menemukan “alasan kuatnya”.

Alasan tersebut terus dibawanya dalam hati dan pikirannya, bahwa dia harus sukses. Dia harus bisa membahagiakan orang tua. Biaya kuliah yang mahal di FKG disiasati dengan berbagai bisnis kecil-kecilan yang dilakukan Chairul. Mulai dari usaha fotokopi ke teman-temannya, menjual peralatan kedokteran gigi, usaha mobil bekas, hingga bisa punya pabrik sepatu sendiri dengan orientasi ekspor. Meski pada akhirnya tidak dilanjutkan.

Bisnis Chairul berkembang terus sampai dengan sekarang. Namun, mengapanya dan alasannya masih menjadi semangat kuat untuk maju. Kehidupan yang susah di masa kecil, membuatnya terus terpacu untuk berbuat yang terbaik bagi bangsa ini.

Lalu, kaitannya dengan dua cerita di atas, bisa dicari mengapanya juga. Seperti saya yang awalnya memutuskan mengundurkan diri, saya belum menemukan mengapanya. Barulah teman atau sahabat saya memberitahukan bahwa sekolah butuh kerja saya. Sekolah butuh pengabdian saya. Sekolah butuh ilmu saya. Dan, sekolah butuh dedikasi saya.

Saya tidak boleh merasa sombong, lalu nyaman dengan menyimpan ilmu sendiri. Hobi membaca dan menulis, tidak serta merta disimpan sendiri. Masih banyak murid yang menginginkan ilmu saya. Dan, ketika saya berbagi kepada mereka, justru ilmu saya tidak berkurang, malah semakin bertambah.

Saya mulai menemukan mengapanya saya. Alasan untuk kembali mengajar sudah saya temukan. Meskipun honor terhitung kecil, tetapi bukan itu yang saya cari paling utama. Saya ingin berbagi ilmu. Mereka, para murid saya, adalah generasi masa depan bangsa ini. Siapa tahu kelak dari pengajaran saya, ada yang menjadi penulis top negeri ini? Berkarya lewat tulisan-tulisan yang bermutu. Ikut membangun bangsa dengan menanamkan motivasi luar biasa dahsyat melalui tulisan, entah itu dalam bentuk digital maupun buku fisik.

Begitu pula dengan cerita kedua dari staf kantor saya. Guru yang sebut saja namanya Pak Dawi tersebut semestinya jangan langsung ingin ke luar dari sekolah tersebut. Tidak semua anak dalam kelasnya itu nakal. Mungkin hanya satu, dua, tiga, empat, lima, enam, tujuh, lho kok banyak? Hehe…

Dalam kelas tersebut atau di kelas lain, pastilah ada anak-anak baik. Anak-anak yang ingin belajar dengan baik. Memikirkan masa depan mereka. Ingin membahagiakan kedua orang tua mereka. Bisa saja ‘kan? Ya ‘kan?

Semestinya Pak Dawi menemukan mengapanya terlebih dulu. Mengapa harus bertahan di sekolah tersebut? Apakah sekolah tersebut rusak semua? Apakah jelek semua? Kan tidak juga. Pasti ada hal-hal yang positif dan potensial di sekolah tersebut. Hanya Pak Dawi belum menemukan saja.

Motivasi untuk menjadi guru yang terbaik menurut saya, alasan kuat mestinya dari panggilan nurani yang terdalam. Apakah itu? Ya, apalagi kalau bukan untuk beribadah kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala? Motivasi untuk mendapatkan pahala. Motivasi untuk memberikan ilmu yang bermanfaat.

Bukankah kita mengenal amal jariyah? Jenis amal yang terus mengalir meskipun kita sudah meninggal dunia. Ilmu yang bermanfaat termasuk amal jariyah. Ilmu yang kita berikan kepada seseorang, dalam hal ini murid kita, terus berada dalam pikirannya, kemudian diajarkan ke orang lain, maka kebaikannya mengalir kepada kita juga.

Amal jariyah ini seperti bisnis MLM atau Multi Level Marketing. Orang yang di posisi atas bisa mendapatkan keuntungan dari para downlinenya. Mengajar termasuk kegiatan yang mulia. Mengajarkan ilmu, itulah yang membedakan manusia dengan hewan. Manusia punya akal, hewan tidak. Akal manusia akan makin berkembang dengan ilmu. Jadi, adakah profesi yang lebih baik daripada menjadi guru?

Dan, kaidah yang sudah kita ketahui bersama, semua orang sukses di dunia ini pasti lahir dari kerja keras dan pengorbanan seorang guru. Setelah lulus, mungkin guru sudah lupa dengan murid-muridnya, tetapi murid tidak akan pernah lupa dengan nama gurunya. Dalam kisah ulama yang saya tahu, Imam Ahmad rahimahullah selalu mendoakan dalam sujudnya untuk Imam Syafi’i rahimahullah, gurunya sendiri. Masya Allah, luar biasa!

Dari niat untuk memperoleh amal jariyah, saya pun mantap untuk tidak terlalu baper dengan keadaan. Sekolah tempat saya mengajar mungkin tidak sebaik sekolah lain yang lebih maju dan modern. Namun, di situlah saya tidak boleh menyerah. Tidak boleh melihat kekurangan-kekurangan yang ada. Justru dari kekurangan yang ada, bagaimana caranya agar bisa lebih berkembang? Bagaimana caranya agar guru-guru di SMA IT Al-Wahdah Bombana menjadi lebih baik dan menuju ke terbaik?

Baca Juga: Alternatif Lain Menggambar Pemandangan

Tidak lain dan tidak bukan adalah dengan belajar. Profesi guru memang unik. Tidak akan pernah bisa lepas dari yang namanya belajar. Ya, guru belajar untuk mengajar murid, guru juga belajar untuk dirinya sendiri. Nah, bagaimana cara guru belajar?

Tentunya melalui media. Buku masih termasuk media belajar terbaik. Slogan “buku adalah jendela dunia” masih belum tergeser. Sedangkan tentang materinya, bisa saja tergeser. Lho, tergeser, Mas? Yang betul?

Buku memang menjadi simbol intelektual. Buku akan menjadi kebanggaan seseorang jika dipajang di rak besar. Sering kita lihat, dalam mengajar online, latar Zoom yang banyak dipakai adalah rak buku di rumahnya. Perkara apakah semua buku di situ sudah dibaca atau belum, itu lain urusan. Yang jelas, rak buku menjadi latar yang menggambarkan simbol intelektualitas seseorang.

Namun, nah ini ada namunnya. Apakah ada yang lebih baik daripada buku? Kalau dibandingkan antara membaca buku novel dengan menonton film hasil adaptasi dari novel tersebut, saya sendiri masih memilih membaca buku saja. Sebab, seringkali persepsi kita yang sudah muncul di pikiran menjadi buyar setelah menonton filmnya.

Hal itu terjadi waktu saya membaca novel Ayat-ayat Cinta 1 karangan Habiburrahman el Shirazy atau yang akrab dipanggil Kang Abik. Saya sudah menyantap novel kisah kasih Fahri, Aisya, dan Maria itu sebanyak enam kali. Itu dimulai sejak saya masih kuliah. Setiap saya membaca, selalu saja ada hal-hal yang baru. Selalu saja ada yang berbeda daripada sebelumnya. Padahal bukunya sama, tidak ada perubahan huruf sedikitpun.

Setelah saya menonton filmnya, aduh, aduh, kecewa luar biasa! Kok jadi begini filmnya? Persepsi yang saya bangun tentang para tokoh sekaligus jalinan ceritanya yang indah menjadi berantakan waktu ada filmnya. Yah, sudahlah, saya cukup menikmati bukunya saja, meskipun sudah ada film Ayat-ayat Cinta 2. Saya cukup punya bukunya saja, malah ada dua di rumah saya. Mau pinjam? Hehe…

Media Visual Berupa Video

Setelah menemukan mengapanya atau alasan yang sangat kuat untuk kita menjadi guru, bertahan dan bersabar dengannya, kini saatnya kita mengasah kemampuan mengajar lebih tinggi lagi.

Buku bagi guru adalah media wajib punya. Namun, jangan cuma berhenti di buku saja, ada media lain yang juga menarik untuk pembelajaran bagi guru. Media tersebut adalah video.

Mengapa video ini dipandang lebih menarik daripada buku untuk belajar? Ini memang tidak lepas dari indeks literasi masyarakat Indonesia. Bagaimana hasilnya?

Saya ambil dari Kompas.com, Kepala Perpustakaan Nasional (Perpusnas), Muhammad Syarif Bando, mengatakan hasil Kajian Indeks Kegemaran Membaca oleh Perpusnas pada 2020 memberikan hasil minat baca Indonesia masuk dalam poin 55,74. Ini berarti kategori sedang.

Survei tersebut dilakukan Perpusnas dengan melibatkan 10.200 responden di 34 provinsi. Tujuannya mengukur frekuensi membaca, durasi membaca, dan jumlah buku yang dibaca.

Kalau masuk dalam kategori sedang, mestinya kita jangan berbangga diri dulu, tetapi juga jangan terlalu kecewa. Sebab, potensi literasi masyarakat kita akan meningkat itu memang ada. Termasuk dalam hal ini adalah para guru.

Salah satu rekan saya di sekolah mengatakan sendiri bahwa dia tidak kuat membaca terlalu banyak. Bahkan artikel saya saja yang sekitar 1.000 kata lebih dirasa masih terlalu banyak. Sedangkan, ketika dia menonton video, lebih disukai dalam belajar atau menambah ilmu.

Saya sendiri juga merasakan hal yang sama. Meskipun saya masih suka membaca, tetapi stamina membaca saya mulai tergerus dengan gadget sekarang ini. Benda pipih, tetapi canggih ini telah menyita banyak perhatian orang, termasuk saya. Otomatis, ketika akan membaca buku, susah berkonsentrasi karena pikiran selalu tertuju kepada HP.

Kondisi tersebut tidak boleh dibiarkan dong. Apalagi di kalangan guru yang notabene mesti belajar dan mengajar. Jika guru berhenti belajar, waduh itu alamat gawat untuk masa depan pendidikan kita.

Solusi yang bisa diambil dicontohkan oleh sebuah platform bernama GuruInovatif.id. Inovasi teknologi telah melahirkan guruinovatif.id ini sebagai platform guru belajar sekaligus sertifikasi guru Indonesia.

Lho, ada juga sertifikasi guru di guruinovatif.id? Oh, ya, jelas, guru mestilah bersertifikasi sebagai bukti kemampuan mengajarnya. Sekaligus untuk menambah kesejahteraan secara materi tentunya.

Seperti apa sih wujud dari guruinovatif.id sebagai tempat guru belajar ini? Mari kita unboxing! Walah, pakai bahasanya video TikTok.

1. Dibuat Oleh HAFECS

Platform guruinovatif.id adalah garapan dari HAFECS. Apa itu HAFECS? Dari arti atau kepanjangannya HAFECS adalah Highly Functioning Education Consulting Services. Ini adalah lembaga yang didirikan Yayasan Hasnur Centre. Merupakan salah satu divisi di bidang training guru. Upayanya untuk mendorong percepatan transformasi pendidikan Indonesia. Caranya melalui pengembangan metode pengajaran di kelas dan metode pembelajaran serta pengembangan kurikulum sekolah.

Kamu bisa melihat lebih jelas tentang HAFECS di video bawah ini:

Keunggulan yang dimiliki oleh HAFECS adalah: pertama, memiliki trainer yang profesional. Eits, tidak cuma profesional, tetapi juga telah tersertifikasi internasional. Mereka telah bekerja rata-rata lebih dari 10 tahun di bidang pendidikan. Ada 1 master trainer dan 5 trainer.

Kedua, HAFECS telah mengembangkan inovasi program di Global Islamic Boarding School (GIBS). Contohnya: Dynamic Lesson Plan, Teaching Grading System, dan New Training Approach for Teachers. Ini terutama dalam rangka membantu penguasaan Kurikulum-13 dan Anderson Taxonomy.

Dan, yang ketiga adalah HAFECS selalu mempunyai metode Interactive Training. Otomatis, tidak cuma teori, tetapi juga praktik melalui pengajaran di kelas.

Lembaga HAFECS ini mempunyai sasaran untuk guru, sekolah, praktisi pendidikan dan calon guru. Kamu bisa melihat HAFECS lebih jelas melalui link berikut ini ya!

2. Dimulai dengan Pertanyaan

guruinovatif-id-1

Setelah mendaftar dan bisa login di guruinovatif.id, maka kamu akan disuguhi sebuah pertanyaan. Ingin belajar apa? Begitu pertanyaan yang muncul di kolom paling atas. Pertanyaan ini memang bagus diletakkan di paling atas karena langsung mengena kepada keinginan pengunjung untuk mempelajari salah satu jenis ilmu. Mungkin dia seorang guru Matematika, lalu mencari Matematika. Bahasa Inggris, mencari materi Bahasa Inggris. Dan lain sebagainya.

3. Ada Promonya, Lho!

guruinovatif-id-2

Agar lebih menarik sebagai media pelatihan guru, maka guruinovatif.id mengadakan promo-promo juga. Letak untuk mencari promo ini adalah ada di sebelah kanan kolom pertanyaan di atas, yaitu: Mau belajar apa?

Baca Juga: 5 Cara Cepat Menyelesaikan Skripsi

Kamu bisa mengecek promo yang masih berlaku. Contohnya adalah Diskon 50 % semua kursus. Promo ini berbatas waktu. Makanya, kamu langsung saja masuk di website guruinovatif.id agar tidak tertinggal penawaran menariknya.

4. Online Certification

Seperti yang sudah saya tulis tadi, guruinovatif.id menampilkan materi-materi pembelajaran dalam bentuk video. Bisa kamu lihat di dalam website, ada berbagai macam materi video dan berbeda-beda jam pelajaran (JP) serta jumlah videonya. Materi-materi yang ada tersedia dalam metode PCK atau Pedagogical Content Knowledge dan Higher Order Thingking Skill (HOTS). Kamu bisa mengecek isinya sebagai berikut:

  1. PCK Matematika (SMP/MTs/SMA/MA/SMK), 32 JP, 20 video.
  2. PCK IPA (SMP/MTs/SMA/MA/SMK), 32 JP, 18 video.
  3. PCK IPS (SMP/MTs/SMA/MA/SMK), 32 JP, 21 video.
  4. PCK Humaniora (SMP/MTs/SMA/MA/SMK), 32 JP, 20 video.
  5. PCK Bahasa (SMP/MTs/SMA/MA/SMK), 32 JP, 18 video.
  6. PCK TK, 32 JP, 18 video.
  7. PCK SD/MI kls 1-3, 32 JP, 21 video.
  8. PCK SD/MI kls 4-6, 32 JP, 18 video.
  9. HOTS Matematika (SMP/MTs/SMA/MA/SMK), 32 JP, 16 video.
  10. HOTS IPA (SMP/MTs/SMA/MA/SMK), 32 JP, 16 video.
  11. HOTS Humaniora (SMP/MTs/SMA/MA/SMK), 32 JP, 16 video.
  12. HOTS IPS (SMP/MTs/SMA/MA/SMK), 32 JP, 18 video.
  13. HOTS Bahasa (SMP/MTs/SMA/MA/SMK), 32 JP, 16 video.
  14. HOTS TK/PAUD, 32 JP, 16 video.
  15. HOTS SD untuk Kelas 1-3, 32 JP, 16 video.
  16. HOTS jenjang SD Kelas 4-6, 32 JP, 16 video.
  17. HOTS General, 32 JP, 4 video.

guruinovatif-id-sertifikasi-guru

Dirasa masih kurang, boleh juga kalau mau tambah dengan menu selanjutnya, di poin berikut!

5. Productivity Course

pelatihan-guru-1

Modul pelatihan guru tidak hanya membahas pelajarannya saja, tetapi juga metode-metode kekinian untuk mengajar. Apalagi di masa pandemi ini yang masih lebih banyak murid berada di rumah untuk belajar.

Nah, apa saja yang menjadi bagian dari menu Productivity Course ini? Beberapa di antaranya adalah:

  1. Cara Menggunakan Google Classroom untuk Mengajar di Kelas Sekolah, 8 JP, 7 video.
  2. Rumus-rumus Dasar Pembuatan Excel Bagi Guru, 8 JP, 1 video.
  3. Cara Menggunakan Zoom untuk Mengajar di Kelas Sekolah, 8 JP, 1 video.
  4. Cara Merekam Materi Pembelajaran melalui Screen Recorder (OBS), 8 JP, 1 video.
  5. Cara Menggunakan Whatsapp untuk Group Pembelajaran,  8 JP, 4 video.
  6. Teknik Membuat Animasi Sederhana untuk Materi Siswa Menggunakan Powerpoint, 8 JP, 3 video.
  7. Cara Menerbitkan Sertifikat Online secara Otomatis, 8 JP, 6 video.
  8. Tutorial menggunakan Google Meet, 8 JP, 3 video.
  9. Tutorial Membuat Absensi Online, 8 JP, 3 video.
  10. Cara Membuat Ujian Online Menggunakan Google Form, 8 JP, 4 video.
  11. Cara menggunakan Surel melalui Gmail untuk Pengiriman Berkas Tugas ataupun Laporan Sekolah, 8 JP, 3 video.
  12. Mengasah Kosakata Bahasa Asing untuk Komunikasi Sehari-hari dengan Duolingo, 8 JP, 3 video.
  13. Cara Membuat Nomor Halaman dan Daftar Isi untuk Keperluan Makalah ataupun Materi Pembelajaran menggunakan Ms. Word, 8 JP, 3 video.
  14. Cara Memanfaatkan Google Drive untuk Pekerjaan dan Mengelola Bahan Ajar, 8 JP, 3 video.
  15. Cara Mengoptimalkan Hasil Pencarian Bahan Materi Pengajaran Menggunakan Google, 8 JP, 3 video.
  16. Membuat Presentasi Menarik dengan Menggunakan Templat SlidesGo untuk Keperluan Sekolah, 8 JP, 3 video.
  17. Berdiskusi dan Debat Argumen Beragam Topik Pembelajaran Melalui Kialo, 8 JP, 4 video.
  18. Membuat dan Mendesain Bahan Presentasi Secara Menarik Menggunakan Ms. Sway, 8 JP, 3 video.
  19. Panduan Etik Virtual-meeting Rapat Kerja Ataupun Mengikuti Webinar Melalui Aplikasi Zoom dan Google Meet, 8 JP, 3 video.
  20. Membuat Kalender Pengajaran Menggunakan Fitur dan Templat di Canva, 8 JP, 3 video.
  21. Panduan Dasar Menggunakan Medium Untuk Publikasi Artikel, 8 JP, 3 video.
  22. Memperkaya Kosakata Bahasa Indonesia dengan Menggunakan KBBI (Luring dan Daring), 8 JP, 3 video.
  23. Membuat Presentasi Penelitian Menggunakan Templat dari Microsoft Office, 8 JP, 4 video.
  24. Cara Menggunakan dan Memaksimalkan Kelas Belajar Melalui Edmodo, 8 JP, 4 video.
  25. Menulis dan Menyunting Tulisan Menggunakan Google Docs, 8 JP, 4 video.
  26. Menulis Tulisan Berbahasa Inggris Secara Benar dengan Memanfaatkan Fitur Grammarly, 8 JP, 4 video.
  27. Mendapatkan dan Menggunakan Referensi Artikel Ilmiah Kesusastraan dari Jurnal Alayasastra, 8 JP, 4 video.
  28. Mendapatkan dan Menggunakan Referensi Artikel Kebahasaan dari Penyedia Artikel Jurnal Jalabahasa, 8 JP, 4 video.
  29. Menemukan dan Memakai Kata ataupun Frasa dengan Tepat Menggunakan Tesaurus Tematis Bahasa Indonesia

Jika dilihat dari materi-materinya, memang sangat padat. Ada materi yang cocok dengan belajar online atau daring. Ada yang lebih cocok untuk offline atau luring. Merasa masih kurang lagi dengan materinya? Sudah makin tertarik dengan guruinovatif.id?

Tenang dulu, Bos, masih ada menu lain yang bisa kamu nikmati, pelajari, dan tentunya diterapkan. Sekarang kita masuk ke menu Mini Course. Apa itu mini course?

6. Mini Course

guruinovatif-id-sertifikasi-guru

Dalam keterangan di bagian atas, mini course diberi keterangan: Dapatkan modul kursus terbaik anda segera. Apakah mini course ini adalah kursus-kursus mini, yang lebih sederhana daripada dua menu di atas?

Baca Juga: Menyusun Skripsi? Apa Sih Arti Sesungguhnya dari SKRIPSI?

Ternyata, tidak juga. Sebab, ada pula yang isinya 16 JP. Sementara yang Productivity Course isinya 8 JP. Mestinya yang mini course ini lebih sedikit, tetapi malah lebih banyak.

Ah, tapi tidak masalah. Kita lihat saja, apa isi dalamnya?

  1. Tips Mengajar Efektif – Mapel Bahasa Indonesia untuk SMA, 16 JP, 11 video.
  2. Cara Mengajar Efektif – Matematika untuk SMP, 16 JP, 11 video.
  3. Cara Mengajar dengan Contextual Learning – Kasus Mapel Kewarganegaraan untuk SMP, 16 JP, 11 video.
  4. Tips Mengajar Efektif – Kimia untuk SMA, 16 JP, 10 video.
  5. Cara Mengajar Efektif dengan PCK – untuk IPA SMP, 16 JP, 11 video.
  6. 9 Langkah Mengajar Efektif di Kelas, 16 JP, 9 video.
  7. HOTS untuk jenjang TK/PAUD/SD, 16 JP, 3 video.
  8. HOTS jenjang SMP/MTs/SMA/MA/SMK, 16 JP, 3 video.
  9. PCK untuk IPA, 16 JP, 19 video.
  10. PCK untuk IPA bagian 2, 16 JP, 28 video.
  11. Peran Kompetensi Pedagogy & Pentingnya Literasi Abad 21, 16 JP, 1 video.
  12. Menggunakan Teknik Coaching Untuk Membongkar Revised Bloom Taxonomy, 16 JP, 1 video.
  13. Membangun Harga Diri dan Rasa Tanggung Jawab Anak, 16 JP, 1 video.
  14. Aspek-aspek Kunci dalam Mendesain Pembelajaran Jarak Jauh di Era New Normal, 16 JP, 1 video.
  15. Peran Teaching Scenario (RPP 1 Lembar) untuk Efektivitas Pembelajaran Tatap Muka dan Virtual, 16 JP, 1 video.
  16. Pengembangan Kurikulum Inovatif dan Penerapan Asesmen Pembelajaran, 16 JP, 1 video.
  17. Merancang Asesment Kompetensi Minimum (AKM) Program Merdeka Belajar, 16 JP, 1 video.
  18. Menaklukan Tantangan Pendidikan Untuk Membangun Keunggulan Bangsa, 16 JP, 1 video.
  19. Cara Guru Mengevaluasi Pengajaran Untuk Membangun Kompetensi Siswa, 16 JP, 1 video.
  20. Aplikasi Pedagogical Content Knowledge untuk Jenjang Sekolah Dasar sederajat (1/4), 16 JP, 8 video.
  21. Aplikasi Pedagogical Content Knowledge untuk Jenjang Sekolah Dasar sederajat (2/4), 16 JP, 9 video.
  22. Aplikasi Pedagogical Content Knowledge untuk Jenjang Sekolah Dasar sederajat (3/4), 16 JP, 6 video.
  23. Aplikasi Pedagogical Content Knowledge untuk Jenjang Sekolah Dasar sederajat (4/4), 16 JP, 7 video.
  24. Aplikasi Pedagogical Content Knowledge untuk Jenjang Sekolah Menengah Kejuruan sederajat (1/4), 16 JP, 7 video.
  25. Aplikasi Pedagogical Content Knowledge untuk Jenjang Sekolah Menengah Kejuruan sederajat (2/4), 16 JP, 8 video.
  26. Aplikasi Pedagogical Content Knowledge untuk Jenjang Sekolah Menengah Kejuruan sederajat (3/4), 16 JP, 7 video.
  27. Aplikasi Pedagogical Content Knowledge untuk Jenjang Sekolah Menengah Kejuruan sederajat (4/4), 16 JP, 2 video.
  28. Aplikasi Pedagogical Content Knowledge untuk Rumpun Mata Pelajaran Sosial Humaniora (1/4), 16 JP, 7 video.
  29. Aplikasi Pedagogical Content Knowledge untuk Rumpun Mata Pelajaran Sosial Humaniora (2/4), 16 JP, 9 video.
  30. Aplikasi Pedagogical Content Knowledge untuk Rumpun Mata Pelajaran Sosial Humaniora (3/4), 16 JP, 8 video.
  31. Aplikasi Pedagogical Content Knowledge untuk Rumpun Mata Pelajaran Sosial Humaniora (4/4), 16 JP, 9 video.
  32. Aplikasi Pedagogical Content Knowledge untuk Jenjang PAUD – TK sederajat (1/4), 16 JP, 9 video.
  33. Aplikasi Pedagogical Content Knowledge untuk Jenjang PAUD – TK sederajat (2/4), 16 JP, 11 video.
  34. Aplikasi Pedagogical Content Knowledge untuk Jenjang PAUD – TK sederajat (3/4), 16 JP, 5 video.
  35. Aplikasi Pedagogical Content Knowledge untuk Jenjang PAUD – TK sederajat (4/4), 16 JP, 8 video.
  36. Inovasi Pengajaran dan Riset: Pendidikan, Inovasi dan Peradaban [1/6], 16 JP, 3 video.
  37. Inovasi Pengajaran dan Riset: Pendidikan, Inovasi dan Peradaban [2/6], 16 JP, 2 video.
  38. Inovasi Pengajaran dan Riset: Pendidikan, Inovasi dan Peradaban [3/6], 16 JP, 2 video.
  39. Inovasi Pengajaran dan Riset: Pendidikan, Inovasi dan Peradaban [4/6], 16 JP, 2 video.
  40. Inovasi Pengajaran dan Riset: Pendidikan, Inovasi dan Peradaban [5/6], 16 JP, 2 video.
  41. Inovasi Pengajaran dan Riset: Pendidikan, Inovasi dan Peradaban [6/6], 16 JP, 1 video.
  42. Inovasi Pengajaran dan Riset: Pengembangan Daya Dukung Pendidikan, 16 JP, 2 video.
  43. Inovasi Pengajaran dan Riset: Pendidikan Vokasi – Mempersiapkan Generasi Siap Kerja Indonesia, 16 JP, 1 video.
  44. Inovasi Pengajaran dan Riset: Pengembangan Kompetensi Pengajaran Guru, 16 JP, 3 video.
  45. Inovasi Pengajaran dan Riset: Evaluasi Pendidikan dan Pengajaran, 16 JP, 1 video.
  46. Inovasi Pengajaran dan Riset: Pendidikan Dalam Perspektif Organisasi Profesi, 16 JP, 2 video.
  47. Inovasi Pengajaran dan Riset: Kebijakan Pengembangan Kurikulum Indonesia, 16 JP, 2 video.
  48. Inovasi Pengajaran dan Riset: Mengaplikasikan AKM Dalam Kegiatan Pembelajaran, 16 JP, 2 video.
  49. Inovasi Pengajaran dan Riset: Pendidikan dan Kemajemukan Bangsa, 16 JP, 1 video.
  50. Inovasi Pengajaran dan Riset: Peran Organisasi Penggerak Dalam Transformasi Pendidikan Indonesia, 16 JP, 2 video.
  51. Inovasi Pengajaran dan Riset: Teknologi Digital dan Pendidikan, 16 JP, 2 video.
  52. Inovasi Pengajaran dan Riset: Pendidikan, Peradaban dan Kedaulatan Bangsa, 16 JP, 1 video.

Luar biasa bukan? Pada menu Productivity Course ada 29 jenis modul, sementara di Mini Course malah 52 jenis modul. Silakan kamu pilih yang cocok dengan bidangmu. Utamanya, memang mata pelajaran yang kamu bawa di sekolah. Atau materi lain yang bisa mendukung pembelajaranmu di sekolah. Oke?

Training

Ketika kita memilih salah satu kursus yang ada di guruinovatif.id, di mana melihatnya? Oh, kalau untuk urusan ini, bisa dilihat di menu Training. Silakan masuk di situ, lalu ada keterangannya kursus apa saja yang sudah kamu ambil.

tutorial-guru-inovatif-id-sertifikasi-guru

Selain itu, ada menu GI artinya Guru Inovatif. Pembelajaran untuk GI ini adalah “Cara Mempersiapkan Pembelajaran Daring yang Interaktif”. Bannernya di bawah ini:

GI-Class-guru-inovatif-id

Bagaimana? Menarik bukan? Tentunya, acara di atas Insya Allah bisa membuka wawasan baru bagi para guru agar lebih interaktif dan inovatif, kaitannya dengan belajar online. Sudah terlalu banyak kita dengar bahwa belajar online juga tidak luput dari masalah dan kekurangan. Namun, belajar model begitu yang paling pas untuk kondisi pandemi ini, ketika guru dan murid belum bisa tatap muka.

Ada juga Online Event yang bisa kamu ikuti. Yang ada sekarang di guruinovatif.id adalah Mencontek Pembelajaran Online di Jepang Saat Pandemi. Mau lihat bannernya? Boleh dong, ada di bawah ya!

guru-inovatifid-guru-belajar

Kita sebagai guru juga bisa mengikuti survei online. Apa yang menjadi survei kali ini? Berikut cuplikannya:

guru-inovatifid-survei

Harganya Bagaimana Pak Guru?

Ada harga, ada rupa. Itu yang biasanya ada dalam persepsi dan kebiasaan kita. Mau fasilitas bagus, ya, siapkan harga yang bagus. Mau dapatkan istri yang berkualitas, siapkan juga biaya pernikahan yang berkualitas. Lho, kok malah bahas nikah sih?

Materi-materi dari guruinovatif.id yang super duper keren, mengasah kemampuan pikir kita sebagai seorang guru dengan sangat luar biasa. Terlebih ada juga sertifikasi guru di guruinovatif.id ini, berapa harga yang pantas kira-kira? Apakah sampai jutaan rupiah? Atau sampai miliaran rupiah? Waduh, terlalu jauh, bisa sampai luar angkasa itu!

Kembali, saya mengatakan luar biasa untuk guruinovatif.id, bahwa harga-harga dari kursusnya tidaklah menguras kantong terlalu dalam. Menguras, tetapi cuma di permukaannya saja. Cuma di ujung dompet saja, tidak akan sampai ke basementnya.

Harga-harga di guruinovatif.id ini sangat luar biasa murahnya. Bahkan, banyak juga yang gratis alias free. Kamu bisa cek di bagian mini course, akan kamu temukan banyak materi yang free. Kalau sudah begini, sudah deh, tanpa pikir panjang, segera belajar di guruinovatif.id!

Mau Belajar Bisnis di Sini? Bisa Juga Kok Lewat Program Afiliasi

Mungkin kamu pernah dengar bisnis afiliasi. Bahkan, mungkin bisa jadi pernah ditawari untuk menjadi affiliate marketer, begitu istilahnya untuk pelaku bisnis affiliasi ini. Namun, sebenarnya, apa sih bisnis atau program afiliasi itu?

Saya ambil referensi dari glints.com, menurut Pat Flynn dari Smart Passive Income, memberikan pengertian affiliate marketing adalah proses penawaran produk atau jasa menggunakan afiliasi. Dibayarnya melalui dua cara, yaitu: pembayaran di awal atau bayar per produk yang berhasil terjual.

Sedangkan menurut CJ Affiliate, perusahaan marketing ternama dari Amerika Serikat, affiliate marketing adalah proses promosi produk atau jasa dari tiga sisi. Apa saja tiga sisi itu? Kok jadi mirip segitiga sama sisi? Walah..

Maksudnya tiga sisi tersebut adalah penjual, afiliasi, dan konsumen. Nah, guna dari affiliate marketing ini sangat bermanfaat untuk penjual yang mungkin susah untuk melakukan pemasaran sendiri karena terlalu rumit. Para penjual atau pemilik produk atau bisa disebut dengan vendor, menggunakan jasa afiliasi untuk mempromosikan produk mereka dan mendatangkan calon pembeli.

Pada dasarnya, affiliate marketing ini mirip dengan makelar. Tentu kita mengenal makelar bukan? Ini artinya bukan emak-emak yang sudah kelar, lho. Itu lain cerita, apalagi kalau emak-emak sudah kelar pekerjaan rumah tangganya, hehe…

Baca Juga: Semua Orang Mau Jadi PNS? Adakah yang Tidak Mau?

Para affiliate marketer akan menggunakan segala cara, asal halal dan legal, untuk mendatangkan trafik sebanyak-banyaknya ke website vendor. Kalau affiliate marketer tersebut memiliki database calon pembeli yang sangat banyak, maka dia akan mudah untuk berpromosi. Mungkin dia akan promosi lewat email, Whatsapp, Telegram, ataupun melalui grup Facebook.

Calon konsumen di dalam databasenya ibarat ikan-ikan yang lapar, lalu diberikan edukasi dengan materi-materi yang bermanfaat, setelah kenyang, dipancing satu per satu. Ujungnya adalah closing atau terjadinya penjualan.

Menjadi affiliate memang menjadi salah satu jenis bisnis online. Untuk membangunnya, bisa dengan cara organik, yaitu: mendatangkan database dengan cara memberikan umpan gratisan dulu. Mau dapat gratisan itu, calon konsumen perlu memberikan datanya, biasanya nama, email, dan nomor WA.

Cara yang kedua, adalah dengan iklan. Kalau mau lebih cepat, memang iklan lebih bagus. Bisa dengan FB Ads, Instagram Ads, atau yang terbaru, TikTok Ads. Silakan pilih sesuai budget atau kemampuan keuangan yang ada, serta strategi yang mau diambil.

Platform guruinovatif.id ini menunjukkan sebagai platform yang memang inovatif. Guru-guru atau pengguna layanan ini tidak hanya bisa mengeluarkan dana untuk investasi leher ke atas, tetapi juga bisa mendapatkan uang tunai. Kamu bisa mendapatkan komisi 20% dengan merekomendasikan layanan guruinovatif.id melalui kode afiliasi.

Hanya dengan berbelanja untuk membeli kursus minimal Rp50.000,00, kamu sudah bisa ikut program afiliasi ini. Mau tahu berapa komisi afiliasinya? Tabel di bawah akan menjawabnya!

afiliasi-guru-inovatif-id

Mungkin terlihat kecil dari komisi satuannya, tetapi ini akan lebih terlihat menggiurkan jika main volume. Artinya, volume penjualan yang tinggi tentu akan mendatangkan pemasukan yang juga besar. Terlebih jika ada guru atau pengguna layanan guruinovatif.id punya jaringan pertemanan yang sangat luas. Wah, bisa memperoleh penghasilan tambahan yang tidak terbatas melalui internet! Mantap!

Merchandise

Siapa sih orang Indonesia yang tidak suka diberi? Terlebih diberi secara gratis. Ya, iyalah, masa diberi, tapi harus bayar? Hehe…

Bagi kamu yang ingin memberikan sesuatu kepada rekan sesama guru, tenaga sekolah, maupun orang lain yang punya kepedulian terhadap dunia pendidikan Indonesia, bisa kamu manfaatkan platform guruinovatif.id. Caranya masuk di menu Merchandise. Di sana, kamu akan melihat berbagai macam barang yang bisa kamu beli lewat marketplace, seperti: Tokopedia, Shopee, maupun Bukalapak.

guru-inovatifid-sertifikasi-guru-merchandise

Barang-barang yang disediakan sebagai merchandise, yaitu: buku, baju polo, kaos, totebag, hingga tumbler. Tentunya menarik bukan? Terlebih jika kamu berikan kepada orang yang kamu cintai, karena dia sudah mendukungmu untuk terus bertahan, bersabar, dan tetap berusaha menjadi guru yang terbaik. Mendapatkan sahabat seperti itu tidaklah mudah. Makanya, hadiah kecil bisa jadi sangatlah berarti. Jangan pelit untuk berbagi ya!

Sebelum masuk ke submenu berikutnya, mungkin ada yang bertanya, platform ini tampak sempurna, apakah tidak ada kekurangannya? Tidak objektif dong kalau yang diungkapkan kelebihan-kelebihannya saja.

Baca Juga: Cerita Sederhana Tentang Tukang Parkir Mobil

Betul itu, platform guruinovatif.id ini memang akan terus dikembangkan. Kalau sudah merasa sempurna, buat apa dikembangkan lagi. Ya toh?

Pada poin Merchandise ini bisa menjadi solusi untuk kekurangan platform ini. Lho, bagaimana ceritanya itu, Mas? Mudah saja, yang namanya piranti lewat internet pastilah kendalanya ada di jaringan internet itu sendiri. Kalau paket data sudah tidak ada, WiFi pun tidak tampak, maka segala piranti elektronik seperti HP, tablet, laptop tidak akan mampu bekerja optimal.

Seperti yang terjadi di daerah saya, Kabupaten Bombana di Provinsi Sulawesi Tenggara ini. Sinyal internet masih menjadi barang mahal di sebagian kecamatan. Bahkan, ada sebuah kecamatan yang untuk mendapatkan sinyal internet, mesti memanjat pohon. Seperti di Kecamatan Kabaena Tengah. Lha terus, kalau ingin lama main internet, masa harus bergantungan terus di atas pohon? Kan tidak lucu.

Nah, merchandise ini adalah jawabannya. Materi-materi kursus online lewat guruinovatif.id akan bisa dinikmati oleh para guru maupun tenaga pendidik di daerah yang minim sinyal. Solusinya, tidak bisa tidak, memang kembali ke buku. Materi-materi asyik seputar belajar dan mengajar ditampung dalam untaian kata, dilengkapi gambar, dipadukan menjadi sebuah buku yang cool.

Kalau sudah begini, maka manfaat dari guruinovatif.id akan lebih luas jadi. Guru maupun tenaga pendidik di daerah terpencil hingga pelosok tetap dapat ikut belajar, tetap dapat melakukan upgrade diri.

Kesimpulan

Mendapatkan anugerah berupa kehadiran platform guruinovatif.id memang menjadi sesuatu yang istimewa untuk keberlangsungan dunia pendidikan Indonesia. Apalagi di tengah pandemi covid-19 ini, dunia pendidikan pun terpukul dan terimbas. Anak-anak yang semestinya berjumpa dengan gurunya secara face to face menjadi hanya lewat daring. Justru orang tuanya sendiri yang seakan-akan menggantikan posisi guru.

Kondisi tersebut memang tidak ideal. Dulu, murid ke sekolah tidak boleh membawa HP, sekarang sekolah mesti pakai HP. Orang tua yang notabene tidak menempuh pendidikan khusus sebagai guru dihadapkan dengan keharusan untuk mendidik anaknya pelajaran sekolah.

Nah, apakah kita menyerah dengan kondisi tersebut? Terlebih para guru yang mesti tetap menyandang arti digugu dan ditiru. Guru sebagai insan pembelajar, mau kondisi apapun, mau pandemi atau tidak pandemi, tetaplah harus belajar dan meningkatkan kualitasnya.

Kehadiran platform guruinovatif.id sebagai tempat belajar guru, sekaligus sertifikasi guru menjadi semacam oase di padang pasir. Kehausan akan ilmu, terutama ilmu mengajar, sedangkan kondisi yang terbatas, telah dikenyangkan dengan guruinovatif.id ini.

Dan, kita sebagai guru mesti ingat, sebelum belajar apapun, temukan alasan kuatnya mengapa kita harus belajar hal tersebut? Motivasi atau alasan yang kuat membuat kita tidak merasa lelah untuk belajar. Ketika ada halangan, tidak membuat kita berhenti. Sebab, yang kita lihat adalah tujuan akhir yang ingin dicapai.

Setelah sampai di sini, saya jadi berpikir dan menyimpulkan bahwa salah satu alasan yang muncul pada kedua cerita di atas tadi itu karena alasan kurangnya ide dalam belajar dan mengajar. Saya yang kurang memiliki ide, akhirnya merasakan kebosanan, hingga seperti tertekan.

Begitu juga dengan guru teman kantor saya itu. Menemukan masalah hingga muridnya nakal sekali, pastilah ada yang salah dalam metode mengajar. Ada yang salah dalam melakukan pendekatan kepada murid-muridnya.

Menemukan ide itu susah-susah gampang, lho! Terlebih dalam mengajar, yang kita hadapi adalah manusia, bukan patung atau boneka. Manusia yang bergerak, manusia yang dinamis, manusia yang berpikir. Seorang guru memang perlu memiliki ide-ide yang cemerlang dan kreatif agar kelasnya tetap hidup. Agar suasana belajar-mengajarnya tetap menyenangkan.

Video-video penuh ilmu dalam guruinovatif.id bisa memicu ide kita dalam mengajar. Terlebih, ilmu-ilmu yang ada bisa dicontek maupun diterapkan dalam kelas-kelas kita. Sungguh, sudah banyak sekali manfaat dari guruinovatif.id. Masa mau disia-siakan sih platform keren ini?

Yuk, daftar sekarang juga lewat platform guruinovatif.id. Dan, kamu akan kaget dan terkejut luar biasa, bahwa yang kamu dapatkan jauh melebihi ekspektasimu sendiri!

https://tentang.guruinovatif.id/lombablog

Baca Juga: Antara Aku, Kamu, dan Dia, serta Antara Manusia dan Bukan Manusia

Referensi Tambahan: 

Kompas.com

Bisnis.com

Share This:

51 Comments

  1. Mantuul n kereeeeen.. Ambu gak bisa nulis artikel selengkap dan sepanjang ini hehe… setuju ada guruinovatif.id , yg dari microsoft bukan?

  2. Mantap informatif sekali. Bisakah dibuat beberapa postingan? Biar tidak terlalu panjang dan fokus untuk dibaca.

  3. Alhamdulillah selesai juga membacanya dan memahaminya,,,luar biasa platformnya, jadi mau belajar nih

  4. Panjang dan lama. Saya masih stay on di awal awal. Tambah sroll loh masih panjang ternyata. Tapi memang benar kata teman anda, bahwa anda guru yang pintar berbahasa. Halus dan enak dibacanya. Seperti minum juz alpokat. Lembut dan nikmat

  5. Paaaannnnnnjjjjaaangggg dan laaaammmaaaa itu lah coki-coki… heheheheheh..

    Luar biasa tulisannya, lengkap, detail dan memuat yang membaca ingin terus membaca hingga akhir…
    Terimakasih sudah berbagi Pak Rizky, sehat selalu

  6. Sangat lengkap sekali, kak. Saya jadi ingat waktu pernah jadi guru ekstrakurikurer. Sempat juga mengalami buntu ide mau mengajar materi apa lagi. Karena materi dasar sudah disampaikan. Akhirnya waktu itu memutuskan untuk memberikan tugas dari materi sebelumnya karena benar-benar waktu itu otak sedang tak bisa diajak kerjasama.

  7. Jadi guru jaman sekarang itu memang harus inovatif
    Menghadirkan materi dengan cara yang lebih menarik meski dalam keterbatasan sumber daya yang tersedia. Awalnya saya udah kecewa waktu bapak menyerah dan memutuskan berhenti jadi guru. Tapi selanjutnya saya senang karena akhirnya tetap lanjut mendampingi anak-anak yang butuh bimbingan itu
    Sukses selalu, Pak

  8. Artikel ini Sangat menginspirasi guru2 lainnya nih.
    Btw, GuruInovatif.id menjadi tempat tepat untuk meng-up grade diri.

    Sebagai platform online learning yang menyediakan kursus, pelatihan, dan sertifikasi untuk guru, memang
    GuruInovatif.id ini sarat faedah. Apalagi Semuanya bisa diakses secara daring atau online, ya.

    Jadi para guru bisa belajar dan meningkatkan kualitas mengajar, menambah wawasan, dan meningkatkan skill tanpa harus keluar rumah.

  9. Guru inovatif ini mengantarkan kita menuju sistem pengajaran serta pendidikan yg terbaik. Agar skill guru juga semakin ter upgrade ya

  10. dari tulisan ini sudah kebayang kok gimana gaya mengajar bapak, seru hihi, saya setuju dg pendapat teman lama bapak. Setelah baca tulisan ini saya pun mulai menemukan mengapa-nya saya wkwk. Matur nuwun pak guru. Oh ya gara2 baca tulisan ini saya jadi ingat buku Chairul Tanjung yang belum saya baca.

  11. Wah kalau terlalu banyak kerjaan juga jatuhnya malah jadi beban buat kita ya. Ujung-ujungnya nggak maksimal kerjaan kita. Mungkin sih awalnya terasa asyik dan menyenangkan, tapi kan lama-lama kerjaan semakin menumpuk terus.

    Hehehe, tarnyata Pak cikgu hanya butuh motivasi yang kuat ya. Plus liburan dulu lah, biar nggak terlalu penat. Jarang-jarang ada sahabat yang mampu memberikan motivasi sebegitu kuatnya.

    Kerennya guru inovatif ini ya. Materinya juga sangat beragam, jadi lebih mudah bagi siswa untuk memilih materi yang diinginkan.

  12. Jadi guru memang harus benar2 inovatif ya kak, kalo gak bisa ditinggalin sama siswa2nya. Karena mengajar anak sekarang ini beda lho sama anak era 90-an….guru banyak tuntutan mengajar yang lebih revolusioner. Ya, makasih sudah mengingatkan melalui artikel di atas….sangat bermanfaat bagi saya sebagai guru.

  13. Platform GuruInovatif benar-benar inovatif. Banyak inspirasi dan kreativitas yang bisa dilakukan atau di-ATM. Saya termasuk yang sering gagal meniru, tapi mengambil inspirasi lalu buat sendiri.
    Saya harus sering-sering buka platform ini karena tugas ibu juga sebagai guru utama anak

  14. Saya bisa bayangkan profesi guru. Setiap hari harus mengajar online. Setiap hari harus ada ide baru supaya murid-muridnya gak bosa. Bersyukur sekali guru zaman sekarang sudah disupport sama perangkat digital yang mumpuni, bisa belajar di guruinovatif.id.

  15. Aku yakin nih kalo Mas Rizki tetap jadi guru, pasti mengasyikkan. Tulisannya aja asyik. Hehe.. Ya, saya pelanggan GuruInovatif.id juga. Luar biasa kursus di GuruInovatif.id sebab banyak skill yang bisa ditingkatkan. Keren

  16. Wah keren Pak Guru. Berarti melalui Guru Inovatif, para guru bisa mendapat pelatihan-pelatihaan yang tentunya sangat bermanfaat juga ya?

  17. Guru inovatif jadi salah satu platform mencari inspirasi bagi para guru. So, sebenarnya tdk ada lagi alasan guru mati gaya karena kekurangan ide. Internet bisa jdi partner para guru untuk meningkatkan mutu.

  18. Jadi guru memang memiliki tuntutan tersendiri untuk menjadi lebih kreatif dan inovatif ya kak. Keren sekali guruinovatif.id ini. Ada sertifikat juga. Banyak promonya lagi.

  19. Para pelajar pasti sudah merindukan pendidikan tatap muka.
    Tapi dalam kondisi seperti ini belum bisa… Semoga platform ini bisa membantu dan menyumbang bagi pendidikan di negeri ini..
    Semoga pendidikan tatap muka bisa segera terlaksana..

    1. Itu sudah ditunggu banyak orang, baik murid, guru, terlebih orang tua sendiri yang sudah stres di era belajar online ini. Hehe..

  20. panjang bett tulisannya, tapi ya inilah seorang perjuangan guru apalagi gurunya inovatif dan ambisius untuk mencerdaskan calon bibit bangsa Indonesia

  21. Wah lengkap banget Productivity Course nya ya Mas, sampai cara menerbitkan sertifikat online juga diajarkan, pingin ikut juga ah nih Guruinovatif id. Banyak ilmu pengetahuan yang bisa diperoleh dan bisa pula ditularkan ke anak didik yaa

  22. Banyak yang bisa didapatkan ya adengan mengikuti course di Guruinovatif.id ini pastinya pengalaman dan ilmu kita akan bertambah ya..

  23. Wah pas banget zaman sekarang, guru dituntut lebih inovatif ya Mas. Dengan guruinovatif ini jadi alternatif guru dapat banyak pelatihan yaa

  24. Kalau saya jadi muridnya pasti seru nih punya guru kaya gini, hehe. Sekarang tuh banyak banget cara buat belajar, ya..

Silakan tinggalkan komentar ya!

Email aktif kamu tidak akan ditampilkan. Tapi ini mesti diisi ya!

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!