Semua Orang Mau Jadi PNS? Adakah yang Tidak Mau?

Semua Orang Mau Jadi PNS? Adakah yang Tidak Mau?

Share This:

Waow, setelah sekian lama tidak ada kabar tes CPNS, kini setelah dibuka, pendaftar mencapai sekitar 4 juta orang! Dari situ, bisa terlihat kalau PNS masih jadi super primadona pekerjaan di negeri ini. Keinginan untuk mau jadi PNS atau jadi abdi negara, masih terus bersemayam di dalam dada. Terlebih para pemuda. 

Kalau melihat dari posisi jabatan PNS kali ini, dibuka 238.015. Sangat banyak dan bisa dikatakan paling banyak dalam sejarah negara kita. Sebenarnya apa sih yang dicari dari menjadi seorang PNS? Apa sih alasan mau jadi PNS? Oh, rupanya, boleh Anda simpulkan bahwa mereka bukanlah sekadar pekerjaan, melainkan gengsi. Status sosial. Itulah status yang lebih tinggi daripada status media sosial.

Pada beberapa daerah di Indonesia, status sosial di masyarakat, bagi seorang PNS lebih dihormati dan disegani. Pengaruhnya lebih kuat. Apalagi bila dia memiliki jabatan. Tentu, konsekuensi adanya jabatan adalah tunjangan jabatan dan berbagai fasilitas lain.

Hak istimewa pada seorang PNS juga lebih besar. Lembaga bank sangat suka mengincar para PNS untuk dijadikan “mitra”. Mengapa demikian? Ya, karena PNS lebih terjamin dan stabil. Karena PNS tidak dibayar oleh perusahaan yang sewaktu-waktu bisa kolaps. PNS dijamin penghasilannya oleh negara. Masa negara mau bubar? Makanya itu, orang yang masih jadi CPNS saja didahulukan pelayanannya oleh pihak bank. PNS memiliki kartu sakti yang bernama Surat Keputusan (SK). Itulah yang jadi jaminan untuk kredit sebagai bentuk ikatan antara PNS dengan bank. Meskipun banyak pula yang tidak mau seperti itu, karena kredit adalah riba. Dosa besar!

PNS Tidak Mudah Dipecat!

PNS Tidak Mudah Dipecat
PNS Termasuk Aman dan Nyaman, Karena PNS Tidak Mudah Dipecat

 

Kalau perusahaan merugi, sampai bangkrut, maka nasib karyawan akan terancam. Sementara PNS, untuk memecatnya atau memberhentikannya butuh proses yang lebih panjang dan lama, melebihi Choki-choki. Pokoknya, dari semua fasilitas, termasuk kesehatan yang otomatis kena juga untuk suami/istri serta anak-anaknya dengan batas tertentu, maka wajar kalau banyak orang tua menghendaki anaknya jadi pegawai negeri sipil alias PNS.

Tantangan Mendapatkan Pekerjaan Formal

Pekerjaan Formal
Pekerjaan Formal Tidak Mudah Dicari di Indonesia

Salah seorang montir bengkel pernah mengeluh tentang pekerjaannya. Bukan dari hasilnya, ya, karena Alhamdulillah masih bisa untuk menghidupi keluarganya. Tapi anggapan kerja di bengkel itu bukanlah kerja. Yang dikatakan kerja itu adalah di kantor, dari jam 8 pagi sampai 4 sore. Begitu pula pekerjaan informal yang lain. Ini terjadi di Indonesia, negeri yang kita cintai ini.

Indonesia tidak banyak menyediakan pekerjaan di sektor formal. Contoh, meskipun ini data lama, lebih dari 1,4 juta pencari kerja, hanya 742.000 orang yang mendapatkan pekerjaan itu. Merekalah yang dikatakan beruntung. Lalu, sisanya? Ya, sebagian menganggur. Sebagian cari pekerjaan serabutan. Sebagian lagi menikah. Sebagian lagi, entahlah.

Pada daerah pedesaan, lebih sulit lagi. Makanya, fenomena reboisasi, maksudnya urbanisasi, masih menjadi jalan yang ditempuh oleh pencari kerja. Ya, terutama para pemuda.

Menurut kenyataan yang ada dan sebenarnya bisa jadi pahit, tenaga kerja bisa bertambah 2 juta orang per tahun. Lalu, mereka menuju ke mana? Padahal mereka untuk berwirausaha sendiri juga susah, sektor swasta juga mengalami perlambatan untuk penciptaan lapangan kerja. Apalagi di tengah era teknologi seperti sekarang ini, yang mana peran banyak orang, bisa diambil alih oleh satu orang. Pakai mesin, robot, aplikasi, software, atau apapun namanya.

Pekerjaan Santai?

Sebenarnya persepsi masyarakat tentang PNS itu bisa baik, bisa pula buruk. Dipandang baik, karena mereka adalah ujung tombak dari pelayanan publik yang diberikan oleh pemerintah. Merekalah yang menjadi tempat pengurusan masyarakat seputar birokrasi. Buruk, ketika masih ditemukan PNS yang tidak banyak kerja. Datang di kantor, cuma duduk-duduk, main HP, mengobrol, menggosip dan cepat pulang. Itu masih lebih baik. Ada pula yang jarang datang ke kantor. Eh, begitu urusan honor atau penghasilan, dia yang maju paling depan!

Perubahan ke Depan

Perubahan ke Depan
Perubahan Haruslah Lebih Baik

Yang namanya perubahan, pastilah ke depan, karena yang di masa lalu, tidak bisa diubah. Fenomena orientasi para pemuda atau anak muda untuk mendaftar PNS harus ditawarkan solusi alternatif. Karena pertarungan untuk menjadi seorang PNS itu bagaikan leher botol, terserah botolnya. Untuk menuju ke atas, makin sempit. Bahkan, bisa jadi botol itu akan pecah karena tidak kuat menanggung isinya. Kiranya, maraknya pengangguran karena tidak tertampung dunia kerja, menimbulkan masalah sosial yang cukup pelik di masyarakat.

Menanamkan orientasi untuk menjadi seorang pengusaha, merupakan hal yang patut untuk dilakukan. Apalagi era bisnis online atau bisnis daring sudah luar biasa besar. Untuk memulainya, mesti mempelajari 7 Kiat Sukses Bisnis Online. Media untuk belajar sangatlah banyak. Misalnya, YouTube memberikan sarana untuk itu. Bila seorang anak muda ingin belajar tentang website, toko online, SEO, email marketing, semuanya sudah lengkap. Hal yang diperlukan adalah cuma satu, yaitu: FOKUS!

Industri juga perlu dibangun di desa-desa. Dan, tidak cuma itu, perlu mengutamakan tenaga kerja dari lokal desa. Bila ini dilakukan, maka pemuda desa yang punya keterampilan dan pendidikan cukup tinggi tidak perlu sampai datang ke kota. Janganlah sampai atau justru tenaga kerja dari luar, termasuk luar negeri! Indonesia ini sudah kaya dengan tenaga kerja, tetapi mereka belum banyak tertampung di sektor informal, apalagi informal. Momen Sumpah Pemuda yang ke-90 ini seharusnya menjadi momen kebangkitan bangsa melalui para pemuda. Membangun melalui ekonomi bangsa yang diisi oleh anak muda, yakinlah Indonesia akan bangkit dan disegani. Sedangkan, bagi Anda para pemuda yang tidak mau jadi PNS, maka boleh langsung meluncur KE SINI.

 

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Share This:
error: Content is protected !!