Kelas Online Ustadz Firanda: Tempat Belajar Agama Islam Secara Mudah dan Mengasyikkan

Kelas Online Ustadz Firanda: Tempat Belajar Agama Islam Secara Mudah dan Mengasyikkan

Share This:

Kesibukan kita yang memang menyibukkan, bisa membuat kita benar-benar sibuk dengan kesibukan tersebut. Ya ‘kan? Kita butuh sesuatu yang bisa menjadi rem dan perenungan. Bagaimana caranya?

Ibaratnya, kita naik mobil, entah itu mobilnya roda empat atau pelegnya kurang dari lima dan di atas tiga buah, maka akan sangat berbahaya kalau kita ngegas terus, tanpa direm. Mungkin kalau di jalan tol yang mulus dan indah seperti pipi istri kamu masing-masing itu, gas akan lebih banyak dipakai. Namun, bagaimana saat memasuki gerbang tol? Mau membayar tol? Masa mau tetap gas terus? Bukankah ada palangnya di sana?

Dunia seperti itu. Ibaratnya adalah dunia kita ini tempat mengegas dengan kencang. Coba bayangkan, kita bangun pagi, membuka mata, mungkin ada banyak kotoran di sana, hiii, apa yang pertama kita pikirkan? Kebanyakan memang HP yang dicari terlebih dulu ‘kan? Ya apa iya? Saya juga seperti itu kok. Jujur saja, kita banyak mencari HP setelah bangun tidur, padahal HP itu tidak mencari kita lho!

Dalam 24 Jam

Ada orang yang pikirannya memang dunia terus. Dia berpikir tentang pekerjaannya. Mungkin memikirkan bagaimana caranya supaya naik gaji? Bagaimana agar perdagangannya bisa laris manis tanjung kimpul? Kok selalunya laris manis ya? Apa tidak ada itu laris pahit? Atau laris asin? Bagaimana kalau orang jualannya keju? Kalau laris, masa laris manis? Kan lebih cocok laris asin?

Baca Juga: Apakah Hidup Anda Seperti Kecoa Terbalik?

Itu bila dilihat dari para pedagang atau pengusaha. Ada yang promosi ke segala tempat, ke semua media sosial yang dia punya. FB iya, IG ho’o, YouTube sikat, bahkan TikTok pun ayok. Yang penting itu tadi, jualan laris dan bisa mendapatkan penghasilan lebih besar.

Sebenarnya tidak ada yang salah sih. Namanya juga usaha. Mencari nafkah untuk anak istri. Bukankah itu kewajiban suami dan ayah? Asal, tidak usah anak dan istri orang lain yang bukan keluarga. Eh, kalau memang tidak mampu secara ekonomi, mesti juga dibantu sih.

Bagaimana dengan para pegawai atau karyawan? Mereka ini penghasilannya sebagian besar dari gaji. Bisa juga disebut dengan honor. Namanya honor, berbeda dengan film horor. Meskipun kalau honor kecil, itu namanya horor juga. Dihantui ketakutan, cukup apa tidak sampai nanti akhir bulan?

Cara Mengerem

Dunia, dunia dan dunia. Mau itu dunia nyata maupun maya, dihadapi oleh kita sekarang. Padahal, ada keadaan atau hal yang akan terjadi setelah dunia ini. Namanya akhirat. Apakah akhirat itu ada? Ini yang banyak dipikirkan orang. Apakah betulan ada? Benarkah kalau kita mati nanti akan dibangkitkan lagi? Banyak yang menyangka, jika sudah mati, ya, sudah. Namun, ternyata, akhirat itu terus menunggu. Dan dia semakin dekat dengan kita.

Cara untuk berhenti dari dunia sejenak adalah dengan belajar agama Islam ini secara lebih dalam. Inilah cara terbaik untuk melupakan penat-penat yang menghimpit kita di tengah rutinitas yang memang rutin itu. Belajar agama Islam diperlukan agar orang Islam sendiri lebih mengenal agamanya sendiri. Masa kalah sama KTP? Di situ tulisan Islamnya masih jelas sebagai status, sedangkan dalam hati dan pikiran kita, Islam itu mungkin mulai luntur karena belum banyak diperbaharui melalui ilmu-ilmu syar’i.

Maunya yang Praktis

Oke, kebutuhan orang sekarang, tidak suka yang ribet-ribet. Meskipun namanya Robert, tetap juga tidak mau ribet. Praktis itulah yang dicari-cari. Jika perlu, ditambah dengan mudah, murah, sampai dengan gratis. Cukup ‘kan? Apalagi? Masih ada yang kurang?

Belajar agama Islam memang bisa dari berbagai cara dan tempat. Paling bagus sih memang hadir di majelis ilmu. Datang langsung, bertemu dan bersama kaum muslimin lainnya, menyimak penjelasan ustadz di depan dan biasanya lebih tinggi daripada jamaah yang datang. Seperti itu. Kenikmatannya wow, sungguh luar biasa! Banyak keutamaan dari majelis-majelis ilmu seperti itu. Bahkan, majelis-majelis tersebut disukai oleh para malaikat. Kalau malaikat yang merupakan makhluk kesayangan Allah saja sudah suka, masa Allah tidak?

Baca Juga: Bayar Sekarang Atau Nanti?

Datang langsung tentu ada kendalanya. Apalagi di tengah pandemi ini yang masih menerapkan protokol kesehatan semacam jaga jarak dan hindari kerumunan. Solusinya adalah melalui teknologi. Lewat apa nih lebih lanjutnya?

Melalui sebuah kelas online. Hah, kelas online? Ya, lewat kelas. Tapi, mengapa harus kelas?

Begini, jika tidak melalui program kelas khusus, maka kita akan kesulitan dalam mengikuti secara runtut dan sistematis. Coba saja buka YouTube. Ada begitu banyak ustadz yang menyajikan ilmu Islam. Namun, jika diamati lagi, serinya juga macam-macam. Mungkin kita akan bingung, ini dimulai dari mana dulu? Semua materinya menarik. Semuanya perlu untuk dikaji. Waktu kita terbatas dan kita ingin segera mulai belajar.

Jika lewat kelas online, kita akan dipandu dari awal, meningkat ke menengah, hingga ke tingkat mahir. Materi yang ada dari yang mudah dulu. Lolos di situ, kita melangkah ke level berikutnya.

Tidak cuma materi yang ada, tetapi ada juga tesnya. Ada evaluasinya. Yah, mirip dengan kelas dulu waktu kita sekolah. Masih ingat tidak? Jangan-jangan karena dulu kita sering membolos, tahu-tahu sudah lulus saja nih? Hehe..

Lewat Whatsapp dan Website

Dalam tulisan ini, saya akan kutip sedikit tentang keuntungan memakai website pribadi. Ini yang website berbayar lho. Kok bukan gratisan, Mas? Soalnya gampang saja, gratisan pastilah ada keterbatasan. Pengembangannya akan tidak maksimal. Susah dikelola dan ujungnya begitu-begitu saja. Kalau berbayar, ada keunggulan yang bisa didapatkan.

Branding. Itulah kelebihan dan keuntungan jika menggunakan website pribadi dengan domain dan hosting berbayar. Meskipun branding, atau lebih lengkapnya itu adalah personal branding mungkin dalam batin kita teringat akan seorang public figure, ternyata seorang ustadz juga termasuk public figure. Ya ‘kan? Mau tak mau, ustadz yang menyampaikan ilmu, terlebih dengan media internet, akan terkenal dengan sendirinya.

Salah satu contohnya adalah Ustadz Dr. Firanda Andirja Abidin, Lc, MA. Pasti tahulah ustadz yang satu ini. Beliau orang asli Indonesia, yang menempuh pendidikan di negeri Arab, tepatnya di kota Madinah. Bahkan beliau adalah pengisi kajian rutin pula di Masjid Nabawi. Masya Allah, banyak dari kita yang belum pernah ke sana, tetapi beliau sudah mendapatkan tempat khusus sebagai guru di masjid yang didirikan oleh Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam tersebut.

Baca Juga: Mencari Recehan Dunia, Aduhai Asyiknya

Mencari media Ustadz Firanda sangatlah gampang. Hampir semua media sosial, beliau ada. Videonya sudah banyak di YouTube. Dan, hampir semua materi ada. Termasuk materi yang sangat kamu sukai. Apa itu? Apalagi kalau bukan tentang poligami? Hehe, benar ‘kan?

Kali ini, Ustadz Firanda bisa kita reguk ilmunya dengan runtut dan sistematis melalui kelas online. Gratis kok. Alhamdulillah. Materi ilmu agama yang sangat berguna di akhirat nanti diberikan cuma-cuma. Sementara banyak ilmu dunia yang notabene tidak terlalu berguna, tetapi dijual mahal. Dibawakan oleh motivator, kita bisa termotivasi sih. Namun, ketika sudah sampai di rumah atau melakukan pekerjaan lain, motivasi itu mlempem lagi. Ya apa ya?

Selain melalui media sosial yang notabene kepunyaan orang, bahkan orang nonmuslim, Ustadz Firanda punya website sendiri. Nama domainnya pun sangat mudah diingat, yaitu: firanda.com. Gampang ‘kan? Gampang juga ditulis. Sedangkan website ini cukup panjang domainnya ya? Haha…

Isi dari website firanda.com juga ilmu yang sangat banyak. Saking banyaknya, belum semua dibaca. Nah, dari domain itu, ditambahkan menu untuk kelas onlinenya. Namanya kelas online UFA atau Ustadz Firanda Andirja.

Apa Menariknya?

Beberapa keunggulan dari kelas UFA ini adalah:

Terpisah

Meskipun kelas online, yang pasti tidak bertemu secara langsung, tetap peserta dipisah juga di grup Whatsapp. Untuk materinya ada di website firanda.com itu, ada pula di grup Whatsapp. Grupnya ini Masya Allah, banyak sekali. Karena memang WA ini ‘kan dalam satu grup isinya juga terbatas. Sekitar 256 orang ya?

Antara peserta laki-laki dan perempuan berbeda. Selain menghindari ikhtilat, juga agar lebih fokus belajar. Rasanya pasti aneh jika kita belajar ilmu syar’i, malah berada di grup yang campur baur. Kesannya kita ada di satu ruangan, misalnya kita laki-laki, sendirian di situ, sementara lainnya perempuan. Pakai jilbab panjang, bahkan bercadar pula. Pasti kita akan malu sendiri dan langsung meninggalkan ruangan itu ‘kan? Sementara mereka muslimah juga akan lari meninggalkan kita. Makanya itu, sangat bagus grupnya dipisah.

Yah, belajar dari sholat berjamaah, lah. Tidak akan mungkin shaf laki-laki dan perempuan jadi satu. Terpisah oleh jarak. Terpisah oleh hijab di dalam masjid.

Jenis Materi

Jelas yang ada ini adalah materi dakwah Islamiyah. Ustadz Firanda memberikan materi berupa gambar dan tulisan. Penjelasannya tentu dengan dalil-dalil, dari Al-Qur’an maupun hadits Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam.

Materi yang utama alias untuk diujikan nanti adalah berupa rekaman audio. Kita bisa mendengarnya dari Whatsapp maupun di situs ujian.firanda.com. Tinggal pilih saja, mau materi yang pekan ke berapa dan materi ke berapa! Namun, namanya kelas sih, mesti berurutan dong! Itulah gunanya kelas. Kalau langsung mau ke kelas yang lebih tinggi, nanti bingung cara turunnya lho! Pas ketemu materi yang lebih sulit, juga malah pusing sendiri.

Evaluasi 

Oke, evaluasi ini tidak wajib diikuti ya, Gaes. Boleh ikut, boleh juga tidak. Saya sarankan sih ikut saja, karena bisa mengetahui, kita paham tidak dengan materi yang sudah diberikan? Jika sudah paham, peluang untuk diaplikasikan juga akan lebih mudah.

Jangan khawatir jika hasilnya kurang memuaskan! Sebab, ini tidak berpengaruh dengan pendidikan formalmu kok. Boleh dipelajari lagi hingga berulang kali. Namanya juga belajar. Bisa berkali-kali bukan?

Hadiah

Ini mungkin yang berbeda dengan kelas online dakwah yang lain. Pada kelas online Ustadz Firanda ini, ada hadiahnya juga lho! Yang lalu hadiahnya HP dan buku-buku dari beliau. Tentunya, hadiah tersebut bagi peserta yang sudah melewati evaluasi pekanan dan mengerjakan evaluasi bulanan. Seru ‘kan?

Kesimpulan

Inovasi dakwah dan pembelajaran melalui Kelas UFA ini memang sangatlah menarik. Kamu bisa mendapatkan materi secara berurutan dan setiap materinya pun dengan audio yang tidak terlalu lama durasinya. Dipecah-pecah menjadi bagian-bagian kecil.

Kalau ada fasilitas seperti ini, yuk, kita manfaatkan, Gaes! Masa tidak punya waktu untuk orientasi akhirat sih? Untuk lebih jelasnya, kamu bisa langsung kunjungi ke sini saya, WA pribadiku, nanti saya kasih link gabung grupnya.

Baca Juga: Narsis dan Eksistensi Kita

Share This:

37 Comments

  1. Ustadz Firanda ini termasuk salah satu ustadz yang sering saya dengar kajiannya. Beliau orang berilmu. Ya, meskipun kadang ada yang saya perselisihkan, terutama terkait fikrah tertentu, penyampaian ceramahnya santai dan berkesan

    1. Bener banget, Uda, terasa tidak membosankan kalau mengikuti kajian dari Ustadz Firanda ini. Sebab, sering di tengah-tengah ceramahnya, ada guyon alias canda-candanya. Tapi, ya, tidak sampai berlebihan, yang malah bikin sebutan ustadz pelawak. Hehe…

  2. Di masa sekarang ini menuntut ilmu emang lebih mudah. Banyak juga kajian-kajian online baik di youtube atau melalui wa. Tapi aku sendiri lebih suka untuk tatap muka sih sebenernya kak. Katanya ketika kamu datang ke majelis ilmu maka malaikat akan merangkulmu dengan sayap2nya. Namun kendala covid19 yang harus jaga jarak memaksa kita untuk di rumah saja dan memilih kajian online. Jadi kangen ngaji bareng

    1. Iya juga sih, lebih nyaman kalau pengajian offline. Selain bisa lebih tahu ilmu ustadznya secara langsung, melihat akhlaknya, juga bisa ketemu dengan teman satu pengajian. Selain itu, yang tidak kalah pentingnya adalah snacknya. Hohoho…

  3. Asik ya, berdakwahnya sekarang lewat online. Saya senang semakin banyak ustaz yang berteman dengan media sosial dan internet. Sasaran dakwahnya bisa lebih luas.

    Guru saya pernah berpesan, ketika kamu merasa pekerjaanmu di dunia kok gak ada putus-putusnya, gak ada abis-abisnya, maka kamu perlu mencari penyeimbang. Seimbangkan urusan duniamu dengan urusan akhirat, maka kamu gak akan pernah merasa waktu tak berpihak padamu.

    1. Kalau diseimbangkan antara dunia dan akhirat, akan sulit, sebab lebih tinggi nilai akhirat dibandingkan dunia. Sejauh yang saya tahu, yang lebih tepat itu adalah tetap berorientasi akhirat, tetapi janganlah melupakan bagian kita di dunia.

  4. Teknologi semakin mendukung untuk lebih mudah belajar. Termasuk untuk belajar agama. Pendirinya kerennya, sangat melek teknologi. Sehingga siapapun bisa belajar agama meski jaraknya jauh

    1. Bener kak, beliau menyasar semua media, kecuali TikTok kayaknya yang belum atau sepertinya tidak akan pernah bikin di situ.

  5. Sekarang belajar apa saja bisa lewat genggaman. Jadi engga ada alasan untuk tidak belajar, termasuk ikut kajian Islami. Wah…iyaya, engga bisa diseimbangkan dunia & akhirat. Wong arahnya benernya sama ke akhirat, nunggu giliran aja kita mah. Hrs diisi se-baik²nya selama di dunia ini.
    Artikelnya mas Rizky selalu seger pilihan kalimatnya…☺️

  6. MasyaAllah, tabarakallah mas. Terimakasih atas infonya. seperti aku harus kepoin website milik ustad firanda ini dulu. Sekarang tidak ada alasan untuk berhenti belajar ya. Karena melalui teknologi, kemudahan belajar bisa kita dapatakan saat ini. Seperti kelas online ustad firanda ini.

  7. Sekarang jadi susah kalau mau pengajian tatap muka ya, padahal lebih menyenangkan kalau bisa meghadiri majelis ilmu secara langsung. Ustadz Firanda ini salah satu ustadz favorit, jadi mudah kalau ada kajian lewat online, Meskipun pandemu ngga boleh berhenti belajar, ya kan..

  8. Dulu pas masih dikampus sering gabung2 kajian dengan ustadz2 di masjid. Memang perlu banget setiap individu perlu mendapatkan siraman rohani…ustadz Firanda salah satu ustadz yg bisa saya jadikan referensi dalam kajian onlinenya. Di youtube juga kan ada infonya 🙂

    1. Kalau di Youtube itu sih memang video ya. Di kelas Ustadz Firanda ini, cuma rekaman audio. Jadi, kita cuma dengar suara beliau sama ada juga meme-meme dakwah.

  9. Keren ini kelas online Ustaz Firanda ya. GWA nya dipisah pula untuk menghindari ikhtilath. Ternyata di dunia maya pun ketika campur baur nomor WA antara member laki2 dan perempuan termasuk ikhtilath ya. Nice share Pak Rizky

  10. Sekarang nggak ada alasan buat nggak mengkaji ilmu Islam ya Kak..apalagi kelas online ustadz Firanda ini dipisah antara Ikhwan dan akhwat. Jadi kepo sama ceramah2nya ust nih Kak. Semoga kesibukan nggak melalaikan cari ilmu buat akherat 🙂 Karena kematian siapa yang tahu. Btw tulisannya komplit banget, betah bacanya.

  11. Kelas online ini pastinya memudahkan sekali ya mbak untuk belajar kajian agama Islam dan jangkauannya jadi lebih luas ya karena bisa diikuti jamaah dari berbagai tempat

  12. Jadi nggak ada lagi alasan kendala waktu dan jarak ya untuk memperdalam ilmu agama, belajar di kelas online pun bisa

  13. Menarik sekali. Selain menambah ilmu, ada fitur “Tanya Ustadz” yang akan dijawab langsung oleh Ustadz Firanda. Bersyukur bisa merasakan zaman modern, ketika pelajaran dan pengetahuan bisa digapai, tak peduli jarak, sebab dengan teknologi segala serasa dekat.

  14. Sekarang berdakwah bisa lewat beragam cara ya, salah satunya lewat online. Selain sesuai dengan perkembangan zaman, pendengarnya juga lebih banyak

  15. saya juga sering lihat video kajian dari ustads firanda ini, ternyata punya website juga ya, menarik banget

  16. Manusia memang nafsu duniawinya besar. Apa yang dilakukan pasti selalu ujung-ujungnya uang dan uang. Kerja dari pagi sampai malam demi uang. Padahal hidup harus seimbang. Ada saatnya bekerja, ada saatnya menghibur diri, ada saatnya mendekatkan diri kepada sang Pencipta. Agar hati tenang dan damai.

Silakan tinggalkan komentar ya!

Email aktif kamu tidak akan ditampilkan. Tapi ini mesti diisi ya!

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!