Motivasi Untuk Menikah dengan Biaya Sendiri, Berani?

Motivasi Untuk Menikah dengan Biaya Sendiri, Berani?

Share This:

Pernikahan dalam hidup seseorang adalah sakral. Sedangkan yang bikin terang-benderang itu namanya saklar. Menjadi pengantin itu bagaikan jadi raja dan ratu sehari. Kecuali kamu raja dan ratu betulan. Tapi, pernahkah terlintas dalam pikiran kamu untuk menikah dengan biaya sendiri? Lho, apa alasannya dan keuntungannya? Simak berikut ini ya! 

Acara pernikahan jelas butuh biaya yang tidak sedikit. Namanya saja pernikahan, jelas harus diumumkan ke orang banyak. Makanya ada acara pesta pernikahan atau istilah Islamnya adalah walimah. Anak yang baik adalah yang berbakti kepada kedua orang tua, termasuk berusaha untuk menikah dengan biaya sendiri. Orang tua tinggal datang, merestui, termasuk keluarga besar. Semuanya kita yang tanggung. Joss?!

Mengapa kamu mesti punya pikiran dahsyat seperti menikah dengan biaya sendiri itu? Ya, karena kamu bisa menentukan model pernikahannya. Bagi kamu yang menghendaki walimah syar’i, ini akan lebih bisa terlaksana karena kamu sendiri penyandang dananya. Mau lihat bagaimana sih contoh walimah syar’i? Silakan tonton video berikut ini ya:

Nah, walimah syar’i itu sudah mulai menjadi tren sekarang lho! Karena memang terasa sekali berkahnya. Laki-laki dan perempuan yang terpisah sehingga peluang untuk terjadi campur baur bisa dihindari. Acara tanpa musik. Meskipun begitu, kesan acara yang cantik itu tetap masih terlihat asyik. Bila ada pihak keluargamu yang mau menentang, tinggal bilang saja bahwa kamu yang akan membiayai semuanya. Mereka tinggal datang. Setelah itu, dijamin mereka akan diam dan manggut-manggut. Meskipun sebelumnya, kamu juga perlu sosialisasikan tentang konsep walimah syar’i ya, agar mereka tidak kaget.

Lanjut ke caranya menikah dengan biaya sendiri. Berikut poin-poinnya. Yuk!

1. Buatlah Perencanaan dengan Matang

Perencanaan
Jangan Cuma Mie Instan yang Kamu Harap Matang, Tapi Juga Rencana Ya! Apalagi Rencana Mau Bikin Mie Instan. Hehe

Targetkan untuk menikah pada usia berapa? Sebisa mungkin pada usia di bawah 30 tahun. Misalnya, target menikah umur 28 tahun. Nah, kalau sudah tahu begitu, berarti itu harus ada dalam pikiranmu setiap hari. Kalau toh meleset, mungkin satu atau dua tahun saja. Insya Allah, menikah dengan biaya sendiri malah bisa lebih cepat dari target. Aamiin.

Oh, ya, ada yang lupa. Tentukan juga walimahmu itu mau dibiayai berapa? Katakanlah 1 milyar. Wah, terlalu kecil atau terlalu besar ya? Hehe… Ya, sesuai kemampuanlah, misalnya 15 juta rupiah. Beberapa suku seperti Bugis, biasanya membutuhkan biaya yang lumayan besar. Jadi, kamu lebih suka dengan orang mana nantinya mau menikah? Setiap suku bisa berbeda perkiraan biayanya. Meskipun ini tidak selalu menjadi patokan, lho!

2. Menyisihkan Pendapatan Secara Rutin

Menyisihkan Pendapatan
Sedikit Demi Sedikit, Lama-lama Menjadi Banyak Juga

Gaji, honor, komisi atau penghasilan lain, sisihkanlah secara rutin. Bisa tiap bulan, pekan atau dua bulan, atau terserah kamu, lah, yang penting rutin. Masih ada kaitannya dengan poin pertama, biaya pernikahan yang kamu inginkan itu, bagilah ke dalam bulan atau tahun. Jadi, bisa diketahui, kamu harus menyisihkan pendapatan secara rutin itu berapa?

3. Mengurangi Pengeluaran yang Tidak Perlu

Mengurangi Pengeluaran
Hampir Sama dengan Gambar di Atas, Kalau Ini Tentang Pengeluaran

Berhemat, itu adalah solusi yang tepat bila kamu ingin menikah dengan biaya sendiri. Salah satunya dengan mengurangi pengeluaran yang sebenarnya tidak penting-penting amat. Contoh, kebiasaan nongkrong. Minum-minum kopi bersama teman. Yah, kalau sekali-kali sih tidak apa-apa, asal jangan tiap hari. Kamu akan menjadi orang yang menyenangkan bagi si pemilik kedai kopi karena semakin membuat kaya dia. Lebih baik, kamu beli kopi sachet dan minumlah sendiri di rumah. Lebih praktis dan tetap terasa manis.

Terus juga, tidak usah terlalu sering nonton bioskop. Buat apa sih? Kebiasaan nonton bioskop ini lebih ke arah gaya hidup. Untuk berhemat, daripada kamu ke sana terus mengeluarkan uang tiga puluh ribu rupiah ke atas (plus popcorn, minuman soda dan lain sebagainya), lebih bagus kamu tonton saja thriller atau cuplikannya. Kan sudah cukup? Atau lihat reviewnya di internet. Kalau masih ada bioskop jadul, lihat saja spanduknya di luar.

Atau, ini yang sebenarnya cukup hem, tonton secara gratisan di situs film gratisan. Ingat juga, film-film itu ceritanya masih tidak ada apa-apanya dibandingkan kisah hidupmu nanti pas sudah berhasil menikah dengan biaya sendiri! Eeeaaa… Dijamin deh!

4. Tahu Pemasukan, Lebih Tahu Lagi Pengeluaran

Pemasukan
Masuk dan Ke Luar, Ke Luar dan Masuk, Mesti Kita Tahu, Agar Tidak Salah Masuk dan Asal Ke Luar!

Kalau pemasukan, itu berarti jelas uang yang masuk ke kita. Mungkin kita tahu jumlahnya alias rupiahnya berapa? Kita tahu karena lama tidak naik-naik. Hehe.. Tapi, kalau pengeluaran? Ini mungkin yang tidak atau kurang kita sadari. Keluarkan dompet, ambil isinya, belanja ini itu, tapi diingat lagi, kok uangku tinggal segini ya? Lupa tadi beli apa saja. Waduh!

Lebih bagus kamu pakai aplikasi saja dari Android, untuk mencatat pemasukan dan pengeluaran. Apa saja itu? Cobalah masuk ke sini: Aplikasi Android Gratis Pengatur Keuangan. Lebih enak dan nyaman karena langsung tercatat di HP kamu.

5. Ambil Pekerjaan Atau Bisnis Tambahan

Bisnis Online
Boleh Juga Kamu Mulai dengan Bisnis Online Sebagai Penghasilan Tambahan

Pada poin ini berguna sekali untuk mengalihkan pikiranmu dari nikah dan nikah terus. Bila kamu jomblo, maka peluang untuk berpikir mendapatkan pasangan akan terus muncul. Bahkan, terus posting, komentar dan share seputar jodohhhh terus! Kan repot kalau ada gadis yang komentar ke kamu: “Selalunya status seputar jodoh terus!” Padahal dia itu adalah incaranmu. Nah!

Selain itu, dengan adanya aktivitas tambahan yang positif, kamu jadi bisa mengisi waktu dengan mulai menghasilkan uang. Tentu saja kalau ini. Selain itu juga menjadi dasar bagi kamu, apakah mau diteruskan setelah menikah? Mungkin pasangan kamu nantinya punya passion yang sama denganmu? Kan bisa saling mendukung! Betul ‘kan?

Baca Juga: 7 Tips Memulai Bisnis Online

6. Berdoa dan Bersyukur Kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala

Berdoa
Setelah Semua Usaha, Maka Sekaranglah Waktunya Untuk Berdoa

Bagaimanapun, menikah itu tidak cuma bikin acara, tetapi juga perintah Allah dan sunnah Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam. Jadi, memang niatkan untuk memenuhi keduanya. Niat dan motivasi menikah dengan biaya sendiri jelas untuk lebih berbakti kepada kedua orang tua dengan meringankan bebannya. Tentu menjadi bukti bahwa kamu adalah laki-laki sejati yang betul-betul memperjuangkan cinta halal dengan usaha maksimal. Buktikan bahwa kamu bisa mencapainya! Buatlah bangga pada dirimu dan keluargamu, termasuk pula kepada keluarga istrimu. Dengan begitu, kamu akan merasakan manisnya pernikahan karena diraih dengan suatu perjuangan yang mungkin tidak ringan.

Setelah uang terkumpul, majulah dengan langkah tegap. Tidak usah terlalu dipikirkan nantinya mau ditolak atau disuruh pergi, eh, maksudnya, ditolak atau diterima. Pokoknya maju saja. Asal kamu merasa sudah siap dengan dana yang ada, baca Bismillah, jemputlah bidadarimu di sana. Bila kamu diterima, Alhamdulillah, sedangkan jika tidak, carilah dengan yang pas dengan kondisi keuanganmu itu. Asal jangan ada cinta sebelumnya, agar tidak terasa patah hati karena tidak jadi dalam suatu ikatan halal yang pasti. Tetap berjuang ya!

Baiklah, selamat menikah dengan biaya sendiri. Kalau kamu baca ini dan mau bikin walimah syar’i serta berhasil dengan biaya sendiri, jangan lupa undangannya ya! 🙂

Semoga perjuanganmu selalu dimudahkan dan diberkahi oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Aamiin.

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Share This:
error: Content is protected !!