Press "Enter" to skip to content

Lebih Jahat yang Mana: Joker Atau Crosshijaber?

Admin
Share This:

Film Joker sepertinya masih akan terus tayang di bioskop. Sedangkan fenomena Crosshijaber juga akan terus tayang di media sosial, Instagram misalnya. Kalau dibandingkan, lebih jahat yang mana di antara mereka berdua? Yuk, coba diulik!

Sebenarnya saya tertarik menulis tentang perbandingan lebih jahat yang mana ini berawal dari ide di kamar mandi. Entah kenapa, cukup banyak ide yang tiba-tiba mak jegagik alias mak bedunduk, ke luar dan muncul di kepala saya ini di tempat itu. Apalagi terkait dengan fenomena saat ini, Joker dengan Crosshijaber. Sama-sama berakhiran ber. Terlebih ini masih di bulan Oktober. Apakah gebetanmu sudah disamber? Halah…

Sebelum membahas perbedaannya, atau persamaannya, coba deh mulai dianalisis satu per satu ya?

Joker, Lawan Batman yang Terus Diincer

Rasa-rasanya, Joker dan Batman ini seperti Pemilu saja beberapa waktu yang lalu. Satunya menganggap bahwa kubu lawannya persis Joker karena suka bagi-bagi kartu, sedangkan satunya lagi memasukkan mirip Batman karena menyerupakan dengan hewan yang suka ke luar malam hari. Pasti kamu tahu sendiri, lah, istilah bagi pendukung masing-masing dua kubu politik itu. Tidak usah disebutkan di sini, karena tidak muat tempat. Hem, tidak muat apanya?

Joker adalah musuh Batman yang berwujud badut, tapi kejam dan suka sekali dengan kejahatan. Pertama dulu sekali waktu tahu Joker adalah badut tapi jahat, rasanya aneh juga sih. Lha badut itu ‘kan memang tercipta untuk menghibur orang lain, terutama anak-anak. Kok ada badut yang jahat ya? Tapi rupanya tidak sembarang badut. Kamu bisa baca lebih lengkapnya di sini.

Karakter Joker sih katanya seorang psikopat. Makanya dia menjadi musuh Batman. Asal jangan kamu ikut-ikutan jadi psikopat ya? Mendingan kamu hidangkan psikopat yang kepanjangannya: psiang, kopi sama coklat. Maksa banget ya, apalagi psiang yang harusnya pisang. Hehe…

Fenomena Crosshijaber yang Bertindak Semena-mena

Kalau melihat atau mengamati tentang Crosshijaber, tentunya ini bukan kalangan berhijab yang suka menyeberang lewat zebra cross. Beda sama sekali. Crosshijaber ramai sekali di media sosial alias medsos dan punya definisi sebagai laki-laki yang suka memakai baju muslim, lebih lengkapnya adalah muslimah! Lho, kayak bencong begitu?

Baca Juga: Tong Kosong Nyaring Bunyinya [Ternyata Ada Hubungannya dengan Ayam dan Kura-kura]

Memang laki-laki yang berpakaian seperti perempuan bisa dikatakan sebagai banci atau bencong. Istilah lain adalah waria. Namun, crosshijaber ini terlihat lebih berbahaya, karena dari tampilan seperti perempuan. Tertutup dengan gamis, jilbab, kadang dilengkapi pula dengan cadar. Nah, cuma kelihatan matanya begitu, bisakah ditebak bahwa itu adalah laki-laki? Sangat susah. Sama susahnya ketika melihat mata akhwat bercadar, susah ditebak dia sudah menikah atau belum. Hem…

Crosshijaber eksis salah satunya di Instagram. Namun, tidak menutup kemungkinan mereka akan menyebar ke medsos yang lain. Sekadar untuk menunjukkan bahwa mereka eksis dan memang betul-betul ada.

Persamaan Antara Joker dan Crosshijaber

Tulisan ini memang membandingkan antara Joker dan Crosshijaber. Kira-kira ada kaitannya atau tidak? Atau sekadar akhiran “er” saja? Mari kita lihat! Pertama, dari segi persamaannya.

Joker adalah seorang penjahat yang selalu menebar teror, khususnya bagi warga Gotham. Beberapa kejahatan dari karakter Joker di antaranya:

1. Pengacau Kelas Berat Kota Gotham

Santai Saja Melakukan Kejahatan, Itulah Joker

Joker mempunyai penyakit kejiwaan yang parah, seorang psikopat yang luar biasa bejat. Dia melakukan kejahatan memang hanya untuk senang-senang. Having fun saja. Baginya, tidak penting ada korban jatuh orang yang tidak bersalah. Selama dia berhasil melakukan kejahatan itu, maka tujuannya tercapai. Dan, dia akan makin senang dan terus semakin senang. Penjahat yang berbahaya sekaligus berbahagia.

2. Penghancur Keluarga Wayne

Ketawamu Mas, Mas!

Mungkin ada di antara kamu yang belum lahir pada tahun 1989. Kata bapak saya, ketika orang belum jadi janin, maka masih berupa kentut. Begitu katanya. Hehe…

Pada tahun itu, sudah ada film Batman dan menampilkan Joker dengan artis Jack Nicholson sebagai Joker. Nama Joker dalam film itu adalah Jack Napier. Beliau, halah, pakai beliau, maksudnya dia memang benar-benar seorang kriminal.

Joker merampok siapapun yang ada di kota Gotham. Selain perampok, dia juga punya pekerjaan sampingan alias side job sebagai pembunuh cerdas. Punya taktik yang banyak banget dan tentu juga liciknya. Joker mampu menghasut lawan-lawannya, bahkan Batman juga.

Pada film ini, karakter Joker ditampailkan sebagai pembunuh kedua orang tua Batman, yaitu: Thomas dan Martha Wayne. Inilah yang membuat Bruce Wayne balam dendas, alias balas dendam dengan menjadi Batman.

3. Simbol Orang Jahat yang Awalnya Orang Baik (yang Tersakiti), Halah..

Ketawa Kok Dipaksa?

Kalimat orang jahat adalah orang baik yang tersakiti ini viral banget. Menjadi suatu tanda dan semacam pembenaran bahwa orang jahat itu dimaklumi, lah, karena dia kan dulunya orang baik, terus tersakiti. Lha, siapa juga yang menyakiti? Padahal yang sebenarnya menyakiti itu dirinya sendiri. Kondisi dirinya yang terpengaruh, pada akhirnya jadi jahat.

Dalam film Joker, nama aslinya adalah Arthur Fleck. Dalam film tersebut, ditampilkan masa lalu Joker, sampai bisa menggerakkan kejahatan pada masyarakat Gotham.

Oke, sudah ditampilkan sedikit tentang karakter Joker, baik itu dari komik maupun film. Kali ini tentang crosshijaber. Dari berita-berita yang ada, crosshijaber juga melakukan kejahatan. Contoh sederhananya adalah berfoto bersama dengan muslimah. Foto bersama biar ada kesempatan untuk merangkul atau memeluk. Hem, dapat gratis lagi tuh..

Selain itu apalagi? Kejahatan selanjutnya adalah mencuri. Termasuk pula masuk ke tempat-tempat yang seharusnya hanya boleh dimasuki oleh perempuan. Contohnya jelas toilet. Makanya, perlu ada upaya pencegahan masuknya kaum crosshijaber sampai toilet.

Bila sampai ada kalau golongan crosshijaber yang masuk toilet perempuan, maka betapa malunya kaum perempuan yang berada di dalamnya. Aurat mereka akan tersingkap, padahal mereka setengah mati menjaganya. Kalau seperti ini, berarti kelompok crosshijaber melakukan teror sosial khususnya ke perempuan, wal khusuzon akhwat atau ummahat. Hem, bikin geram saja nih!

Baca Juga: Betulkah Blokir Kontak Membuat Nyaman di Otak?

Jadi, antara Joker dan crosshijaber, lebih jahat yang mana, memang punya persamaan untuk melakukan kejahatan dengan model teror sosial. Selain itu, dari persamaan antara keduanya, faktor apa sih yang melatarbelakangi munculnya mereka hingga sampai berbuat kejahatan?

Joker menjadi jahat karena masa lalunya yang tragis. Dia sering dibully, diperlakukan mengenaskan oleh orang lain, direndahkan semena-mena dan akhirnya melakukan pembalasan ke orang lain. Termasuk dalam hal ini adalah teman-temannya. Begitu sih katanya orang yang sudah nonton filmnya. Saya sih tidak nonton yang seperti itu. Buat apa? Toh, kisah hidup saya lebih menarik dan tidak sejelek itu kok. Sori, pamer.

Sedangkan crosshijaber mungkin saja karena dibully juga. Mereka bisa muncul karena perundungan akibat orientasi seks yang berbeda. Maunya ingin jadi perempuan, tapi terus ditekan, diperlakukan kasar dan stigma lain. Okelah mereka salah, tapi kan tetap ada jalan yang lebih baik untuk mengatasi masalah ini.

Perbedaan Joker dan Crosshijaber

Nah, pada poin kedua ini, dibahas tentang perbedaannya. Hal ini bisa dianalisis sebagai berikut:

1. Joker Tokoh Kartun, Crosshijaber Dunia Nyata

Anak kecil pun tahu bahwa Joker itu adalah tokoh penjahat dalam film kartun. Tokoh yang melawan Batman, nah, Batman pun kartun. Dari tokoh kartun, diangkatlah ke film yang terlihat nyata. Sudah banyak yang nonton, baik itu film Joker, Batman, Batman dan Robin dan sejenisnya. Meskipun berasal dari film kartun, tapi tidak semuanya yang menonton juga anak-anak. Bahkan, film Joker sudah pasti bukan konsumsi anak-anak.

Sedangkan, crosshijaber nyata memang di dunia ini. Meskipun awalnya mungkin eksis di dunia maya, tapi tetap kehadirannya membuat takut banyak muslimah. Mungkin saja, komunitas ini terus berkembang seiring dengan makin banyaknya laki-laki yang ingin terlihat eksis sebagai perempuan. Nah, aparat keamanan harus cepat menyikapi hal ini.

Namun dan akan tetapi, meskipun Joker itu tokoh kartun atau tokoh khayalan dalam film, tetapi dia bisa terus membayang-bayangi penontonnya, atau mantan penontonnya. Seperti salah satu pengunjung web ini yang berkomentar di tulisan saya lainnya, bahwa bayangan akan Joker itu begitu kuat dalam pikiran mereka setelah menonton.

Memang hal ini wajar, karena menonton itu jelas berbeda dengan membaca. Ketika menonton, maka pikiran akan menerima apapun dari tayangan secara pasif. Mudah sekali pengaruh negatif masuk jika disalurkan lewat pemutaran film. Beda halnya dengan membaca. Otak dibuat berpikir dulu, untuk mencerna isi tulisan. Meskipun tidak harus sampai kertasnya dimakan sih.

Apalagi di jaman now, kadang memang susah dibedakan antara dunia maya dan nyata. Begitu banyak orang yang berkomunikasi dan berinteraksi lewat media sosial, akrab dan sangat hangat, tapi ketika di dunia nyata, mlempem. Seakan-akan kaget dan heran ketemu orang secara langsung. Sama orang-orang jauh yang dikenal di internet bisa jadi sahabat, tapi dengan tetangga dekat, malah tidak kenal.

Termasuk dalam hal ini adalah ketika ada orang bicara, malah sibuk main gawai. Apakah tindakan itu benar? Belum tentu lho! Lho, kok belum tentu? Soalnya ada pula yang satunya bicara, satunya sibuk pencet-pencet HP. Ternyata setelah diselidiki, rupanya satunya pembeli pulsa, satunya penjual pulsa. Ohh, pantas…!

2. Beda Orientasi Kejahatan

Joker jelas tidak bakal tahu tentang hijab dan semacamnya. Sepertinya belum pernah ada film Batman maupun Joker menampilkan perempuan berjilbab. Bagaimana dengan Cat Woman? Hehe… Bukankah dia memakai semacam penutup rambut juga? Wah, itu sepertinya jadi contoh bagi yang berhijab dan ketat!

Sedangkan crosshijaber punya tujuan yang menjurus kepada citra untuk merusak citra Islam. Kita tahu sekarang ini sudah makin banyak muslimah yang sadar dengan penampilannya sendiri. Mereka mau atau rela untuk menggunakan busana syar’i, menutup aurat secara sempurna, tebal, tidak ketat, tidak seperti orang kafir dan tidak menampakkan perhiasan secara berlebihan. Bahkan, komunitas hijaber juga makin banyak anggotanya.

Baca Juga: Bagaikan Naik Pesawat Sampai Ke Akhirat

Tentu, pada satu sisi, itu adalah bagian dari kemajuan Islam, orang Islam yang mulai sadar dengan aturan dalam agamanya sendiri. Meskipun juga masih banyak kekurangan di sana-sini, seperti adanya Youtuber akhwat bercadar. Tertutup wajahnya dan kelihatan mata saja, tapi tampil di depan kamera. Eksisnya luar biasa, dengan subscribers yang lumayan pula.

Ketika crosshijaber muncul dan mencuri misalnya, maka akhwat dan muslimah lain akan terkena getahnya. Seperti di tempat saya, ada yang mencuri di pasar. Ternyata, pelakunya adalah ibu-ibu berjilbab besar dan bercadar. Setelah ditangkap, ada orang pasar yang mengumumkan untuk berhati-hati dengan yang berjilbab besar dan bercadar. Waduh, berarti bisa dianggap sama itu yang berbusana syar’i dengan pencuri tadi. Kacau betul kalau itu!

3. Beda Agama

Tidak ada film Batman, Joker dan teman-temannya itu yang menampilkan adegan Joker bertobat dan masuk Islam. Berarti Joker itu termasuk tokoh kartun yang kafir. Sementara crosshijaber, saya berprasangka banyak pula yang beragama Islam. Lho, agamanya Islam, tapi kok begitu kelakukan mereka? Itulah yang dinamakan muslim fasik, beragama Islam, tapi melakukan dosa besar. Dosanya pun Insya Allah tidak mengeluarkannya dari Islam.

Tapi tetaplah, bagi kelompok crosshijaber, lebih baik bertobat saja deh. Mau nunggu sampai kapan? Nunggu betul-betul dikasih hijab kain putih polos tok?

Inti Dari Pertanyaan: Lebih Jahat yang Mana?

Nah, sekarang ke inti dari tulisan ini, mana yang lebih jahat? Joker atau crosshijaber? Kalau menurut saya, tergantung dilihatnya bagaimana dulu? Dari sudut pandang yang mana?

Jika kaitannya dengan anak-anak, terutama pendidikan karakternya, maka Joker yang lebih berbahaya. Bahkan, Joker ini juga bisa berbahaya bagi orang dewasa atau anak muda yang sedang mengalami penyakit kejiwaan atau minimal mendekati penyakit itu. Joker yang bisa berbuat kejahatan secara bebas di film, dengan sadis pula, bisa saja ditiru oleh anak-anak, remaja maupun orang dewasa. Padahal, toh itu kan cuma film. Rekaan, bohong-bohongan. Bayangkan kalau terjadi betulan.

Sedangkan, crosshijaber lebih berbahaya bagi kaum perempuan. Terutama muslimah. Bila ternyata betulan ada crosshijaber di dekat mereka, masuk WC sama-sama, maka akibatnya bisa ngeri juga. Apalagi jika kamar mandi umum di tempat-tempat yang umum pula, kadang tidak tertutup sempurna, seperti di bandara misalnya. Pintunya tidak sampai ke bawah. Bagaimana jika crosshijaber itu melihat ke sana? Mengintip begitu. Hiii… siapa sih perempuan yang mau diintip?

Jadi, kalau ada pertanyaan mana yang lebih jahat, Joker atau crosshijaber, maka keduanya memang jahat tapi dalam kondisi yang berbeda. Meskipun ada yang bilang, bahwa Joker itu adalah tokoh kartun dan bukan manila, karena biasanya kartun dan manila itu berpasangan (jenis kertas maksudnya), tetapi jangan diselepekan. Apalagi jika sudah menonton filmnya, bisa terbawa berhari-hari.

Sekarang kembali ke kamu lagi, pendapat jelas akan berbeda. Lebih jahat yang mana, jawabannya jelas berbeda dengan saya. Atau sama? Hehe…

Untuk kita yang masih waras ini, yuk, hati-hati dengan penjahat jaman now itu. Joker yang menyebar lewat pengaruh film, juga crosshijaber yang menebar teror lewat media sosial.

Namun alias akan tetapi, yang paling berbahaya dari itu semua adalah Joker yang menyamar sebagai crosshijaber. Kalau itu terjadi, maka bisa dipastikan bahwa JOKER di situ mungkin saja punya kepanjangan: JOmblo kurang KERjaan! Cucok!!!

Baca Juga: 5 Cara Mengatasi Cinta Bertepuk Sebelah Tangan

 

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
111
Share This:
error: Content is protected !!