3 Alasan Anda Harus Mulai Berpikir Jualan di Marketplace

3 Alasan Anda Harus Mulai Berpikir Jualan di Marketplace

Share This:

Pastinya Anda sudah tahu Tokopedia ya? Kalau belum tahu, maka itu adalah situs marketplace yang terkenal. Masih ada Bukalapak dan Shopee, serta lainnya. Pertanyaannya, masih baguskah jualan di sana? 

Bagi pebisnis pemula, membuka toko online di marketplace macam tiga perusahaan di atas, bisa jadi menjadi pilihan pertama. Tapi rupanya, bagi Anda yang betul-betul berjiwa pengusaha, sebaiknya Anda berpikir untuk tidak berbisnis lagi di situ. Apa alasannya?

1. Kompetisi Harga

Ini dia penyakit yang pastinya muncul dalam setiap bisnis. Ketika barang eksklusif muncul, maka persaingannya rendah. Tapi, bila sudah menjadi barang komoditi, maka persaingan tajam. Dan, persaingan yang paling parah itu adalah di harga. Bisa banting-bantingan harga. Kasihan `kan kalau harga sampai babak belur karena dibanting-banting?

Ketika salah satu calon pembeli akan membeli (ya namanya juga calon pembeli), biasanya dia akan mengetikkan barang atau produk yang akan dibeli itu. Sudah muncul, maka yang disuguhkan adalah berbagai macam merek, jenis dan tentu saja harga. Orang yang berpikiran normal, seringnya memilih harga yang paling murah. Meskipun lagi-lagi prinsip mengatakan bahwa: yang murah lebih cenderung kualitasnya rendah. Makanya, kalau ada cewek murahan, maka kualitas hidupnya juga rendah. Apa hubungannya di sini ya?

Persaingan harga menyebabkan margin jadi rendah. Yang tadinya bisa untung Rp 100.000,00 menjadi cuma Rp 50.000,00 atau lebih rendah daripada itu. Sementara jualan itu pastilah mengharapkan untung. Jadi, solusi yang lebih baik adalah Anda mulai membangun website atau toko online sendiri. Banyak kok caranya! Salah satunya, Anda bisa masuk DI SINI.

2. Data Adalah Senjata

Database itu sangatlah diperlukan dalam hidup ini. Data orang jomblo di suatu kampung, itu juga perlu. Mana yang masih bujang/gadis, mana yang sudah duda/janda. Padahal itu untuk kebutuhan mencari jodoh. Sedangkan untuk urusan bisnis, baik offline atau online, database juga sangat dibutuhkan.

Ketika Anda berbisnis di marketplace, maka data akan sulit Anda dapatkan. Atau sulit juga Anda kelola. Data-data calon konsumen atau pelanggan Anda memang lebih banyak pada si pengusaha marketplace itu. Contoh pengambilan data adalah lewat Facebook Pixel. Mau tahu apa itu Facebook Pixel? Silakan Anda menjelajah DI SINI.

3. Pengembangan Bisnis

Jika Anda melihat marketplace, maka desain websitenya ya begitu-begitu saja. Anda sebagai penjual di sana, ya, harus ikuti aturan yang ada. Kalau melanggar, ya, toko online Anda bisa diblokir atau tidak bisa lagi jualan di sana. Kan repot? Beda halnya bila Anda punya toko online sendiri. Anda bebas untuk menata website sesuka hati. Bisa ditambahkan gambar, video, copywriting, atau apalah terserah Anda. Mau sekalian foto kucing Anda juga boleh. Asal jangan foto mantan Anda ya..? Karena bila itu Anda lakukan, maka bukan bisnis, tapi kenangan miris. Halah…

Jadi, masih berpikir untuk bisnis Anda ke depan? Silakan Anda berpikir lebih jauh, apakah tetap di marketplace ataukah mulai membuat raksasa toko online Anda sendiri? Pilihan di tangan Anda. Sedangkan pilihan gadis, biasanya ada di tangan orang tuanya. Nah!

Selamat berbisnis! Salam sukses untuk Anda.

Baca Juga:

Mau Buat Toko Online? Kenali Dulu 4 Hal Berikut Ini!

7 Kiat Sukses Bisnis Online

6 Tips Agar Bisnis Makin Kreatif

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Share This:
error: Content is protected !!