Yuk, Mengatasi Sakit Perut Pada Balita dengan Cara Sederhana Ini!

Yuk, Mengatasi Sakit Perut Pada Balita dengan Cara Sederhana Ini!

Share This:

Waduh, orang tua mana yang tidak pusing kalau malam hari, anak balitanya menangis?! Bikin tidak bisa tidur, anaknya juga tidak bisa tidur. Ternyata, sakit perut. Bagaimana mengatasi sakit perut pada balita tersebut?

Anak balita bisa memiliki gairah yang tinggi pada makanan. Aneka makanan berpengawet dan berpemanis buatan, bisa disantap oleh mereka. Apalagi orang tuanya mendukung. Membelikan berbagai macam merek makanan di warung tetangga terdekat. Habis satu, anak minta lagi. Bahkan, orang tuanya beli untuk dirinya sendiri juga. Halah…

Kondisi banyak makanan seperti itu bisa menjadi penyebab sakit perut pada balita. Selain itu, kebiasaan menggigit jari atau menggigit kuku dapat pula menjadi faktor sakit perut. Terlebih, anak balita belum berkembang kondisi tubuhnya secara sempurna. Ingat, sakit perut pada balita bisa menyerang kapan saja. Tidak pakai undangan, bisa datang sewaktu-waktu.

Nah, sebagai orang tua yang cerdas, maka harus ada cara mengatasi sakit perut pada balita. Tidak perlu dulu dengan obat dokter, atau dibawa ke rumah sakit mahal, macam di Singapura misalnya, selain mahal, juga memangnya uang kita ada? Kalau nyatanya tidak ada, bisa pakai bahan-bahan sederhana di rumah. Apa saja itu?

1. Jaga Kondisi Cairan Tubuh Balita

mengatasi-sakit-perut-pada-balita-1

Tips pertama adalah jaga si kecil agar jangan sampai dehidrasi. Caranya bisa dengan memberikan teh mint dan/atau teh jahe tanpa gula sedikitpun. Kenapa dikasih teh? Kok bukan kopi? Waduh, dikasih kopi?

Teh berfungsi untuk membuat tenang saraf sakit di dalam perut balita. Selain itu, tentu saja bisa membantu menurunkan sakit perutnya.

Baca Juga: Tidak Lagi Dianggap Anak dan Dicoret dari Kartu Keluarga? Ini Contohnya!

Dalam proses penyembuhan ini, jangan diberikan dulu produk susu maupun gorengan. Kalau lapar, boleh diberikan roti panggang atau oatmeal.

Andaikan anak kita sampai muntah, jangan panik! Kondisi seperti itu, hindari memberi makanan padat. Berikan cairan sampai rasa sakitnya mereda. Tentu agar anak tetap terhidrasi.

2. Pakai Kompres Hangat

Mau dikompres? Boleh juga karena cara ini tidak punya efek samping. Mungkin efek depan saja, karena ‘kan yang dikompres bagian depan. Eits, jangan curiga dulu! Efek depan itu adalah rasa enak di perut si kecil.

Mengatasi sakit perut pada balita dengan kompres harus memiliki tingkat panas yang paling rendah. Tapi, juga jangan rendah sekali, nantinya malah dingin. Dianggapnya es batu lagi. Yang sedang-sedang saja, suam-suam kuku, bagus kalau kukunya tidak usah dikutek dulu.

Panas dari kompres itu jangan diletakkan langsung. Bisa diberikan alas kain. Jika pakai botol air hangat, bungkus dengan kain agar tidak terlalu panas itu tadi. Alasan orang tua memilih cara kompres ini adalah karena bisa mengendurkan otot dan meredakan sakit perut.

3. Memberi Asupan Yoghurt Atau Makanan Probiotik Lainnya

Kalau kamu mengenal yoghurt, ternyata bisa meredakan sakit perut, termasuk diare dan kram. Sebabnya adalah yoghurt mengandung bakteri baik untuk menghilangkan mikroba di usus. Mikroba itu memang menjadi penyebab sakit perut. Sedangkan mikrolet membuat kita tidak terlambat ke sekolah atau kantor. Halah, hubungannya apa lho?

4. Menambahkan Poin Pertama, Memberikan Teh Jahe atau Teh Lemon Mint

Cara membuat teh jahe adalah dengan memarut jahe. Biarkan terendam dalam air hangat selama beberapa saat. Lanjut dengan menyaringnya. Teh ini dapat diberikan untuk anak dengan usia dua tahun atau lebih.

Bagaimana dengan yang usianya di bawah dua tahun? Nah, untuk ini, orang tua dapat mengoleskan jus jahe di sekitar area pusarnya.

Tadi ada teh jahe, ada juga teh mint. Teh yang satu ini dengan beberapa daun mint dan beberapa tetes jus lemon di dalamnya. Perpaduan teh lemon-mint terbukti membantu meredakan sakit perut.

Baca Juga: 5 Kiat Mendidik Anak Agar Mandiri dan Percaya Diri

Bakteri berbahaya dari usus dapat dihilangkan dengan mint. Sedangkan lemon dapat membantu mengatasi sembelit. Agar lebih bagus, perlu konsultasi ke dokter terlebih dahulu dalam urusan memberikan teh herbal kepada anak. Dokternya tidak perlu juga diberikan teh herbal ya!

5. Madu Atau Dicampur dalam Teh

Kaidah memberikan madu ke anak untuk mengatasi sakit perut perlu diperhatikan usianya. Jika anak sudah berusia di atas dua tahun, maka madu bisa diberikan. Kandungan madu adalah sumber karbohidrat, gula, dan antioksidan yang baik. Boleh diberikan kepada balita dengan ditambahkan ke dalam teh herbal atau air hangat. Bila anak suka, madu dapat diminumkan secara langsung. Pada dasarnya madu memang punya rasa yang manis.

6. Memijat Area Perut si Kecil

Apakah harus dengan memanggil tukang pijat? Oh, tidak usah, sebab ini bisa dilakukan oleh orang tua sendiri. Tujuan pijat area perut balita adalah untuk meningkatkan sirkulasi darah di sekitarnya.

Memijat dengan menggunakan telapak tangan dan jari-jari orang tua gerakannya memutar searah jarum jam di sekitar area pusar anak. Ditambahkan dengan memijat dari dagu ke bawah hingga ke bagian bawah perut akan efektif juga untuk meredakan nyeri.

7. Balita Diminta Untuk Banyak Gerak 

Mungkin ini yang cukup sulit, karena balita yang sakit perut cenderung untuk tiduran atau rebahan saja. Lha ini kok malah disuruh banyak gerak? Mungkin si kecil tersebut akan kesakitan, menangis, dan memegang perutnya terus-menerus. Jangankan si kecil, kita saja ketika sakit perut juga tidak mau banyak gerak kok.

Namun, ini bagian dari solusi atau tips untuk mengatasi sakit perut pada balita. Banyak gerak akan membantu merangsang saluran pencernaan. Sehingga metabolisme akan lebih efektif. Kira-kira begitulah.

Lalu, seperti apa geraknya? Sederhana dan ringan saja. Aktivitas seperti berjalan dan berlari tanpa putar balik atau menoleh sudah jadi gerakan yang bagus kok.

8. Tetap Bersiap Berkonsultasi ke Dokter

mengatasi-sakit-perut-pada-balita

Meskipun bisa dengan bahan-bahan sederhana di rumah, tetapi orang tua juga harus bersiap-siap seandainya keadaan makin gawat. Pertolongan ke dokter atau fasilitas kesehatan terdekat mesti juga dipikirkan. Kalau toh tidak sempat ke sana, konsultasi dengan dokter bisa dengan aplikasi kesehatan yang sedang marak di Playstore. Kamu bisa membuat janji bertemu dengan dokter atau bertanya-tanya dulu. Semoga saja anak balita kita tidak sampai ke dokter, yang mungkin dia sudah merasa takut duluan. Lah, siapa yang kasih takut-takut itu?

Baca Juga: Awalnya Sakit Berlubang, Rupanya Malah Nyawa Melayang

Share This:

Silakan tinggalkan komentar

Email aktif kamu tidak akan ditampilkan. Tapi ini mesti diisi dengan benar.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.