Dampak Corona, Karyawan Google dan Twitter Juga Disuruh Bekerja dari Rumah

Dampak Corona, Karyawan Google dan Twitter Juga Disuruh Bekerja dari Rumah

Share This:

Macet, panas, hujan, ada apa-apa di jalan, itulah yang mungkin membuat banyak orang berpikir untuk bekerja dari rumah saja. Lho, bukankah semestinya bekerja itu di kantor? Ya, itulah persepsi orang tua zaman dulu, sampai dengan sekarang. Tapi, adanya virus Corona, justru pihak Twitter malah bekerja dari rumah.

Sebanyak 4.900 karyawan Twitter disuruh oleh bosnya untuk bekerja dari rumah saja demi menghambat laju penyebaran virus corona COVID-19. Kita tahu, virus tersebut sudah mewabah di mana-mana sampai ke banyak negara.

Menurut informasi dari website resmi perusahaan, Twitter mengatakan bahwa bekerja dari rumah ini hukumnya wajib. Sebab, perusahaan bertanggung jawab untuk mendukung komunitas perusahaan dan mereka yang rentan.

Dari pihak petinggi Twitter juga mengatakan bahwa mereka akan terus membayar kontraktor dan karyawan per jam yang tidak dapat melakukan tugas mereka saat bekerja dari rumah.

Tidak cuma Twitter lho yang seperti itu, bahkan Google juga sudah mengambil langkah pada sebagian besar karyawan globalnya untuk bekerja dari rumah saja.

Sejak Kamis (12/3) Google sudah memberikan perintah kepada 300.000 karyawannya untuk bekerja dari rumah. Khususnya yang basisnya di Inggris, Eropa, Timur Tengah, dan Afrika. Pihak Google menyatakan kebijakan tersebut dilakukan tanpa kabar lebih jelas. Maksudnya, sampai kapan gitu lho! Ini mirip PHP ya, seorang laki-laki yang menjanjikan kapan menikahi seorang gadis, tapi tidak jelas kapan. Hayo, ada yang jadi korbannya?

Sedangkan di kawasan Amerika Latin, Google tetap berbisnis seperti biasa, karyawannya tetap berkantor. Sementara di Amerika Utara, lebih dari 100.000 karyawannya untuk tetap bekerja di rumah sampai sekitar 10 April.

Menurut CEO Google, Sundar Pichai dan CFO Google, Ruth Porat, mendesak karyawannya untuk tetap termotivasi bekerja membangun Google di tengah perubahan besar dan kekhawatiran seputar penyebaran virus.

Sementara Amazon meminta karyawan di negara bagian, seperti Washington, New York, dan California agar tidak usah dulu datang ke kantor. Sebab, negara-negara tersebut sudah terkena virus Corona.

Tertarik Seperti Itu?

Meskipun mungkin dampak Corona di negara kita tidak semengerikan negara lain, mungkin lho ya, tapi apakah kamu tertarik juga buat bekerja dari rumah? Misalnya, kerja di rumah dapat gaji dari kantormu. Wah, siapa juga yang tidak mau ya! Tapi, bagaimana dengan pengusaha online yang memang kebanyakan memang kerja dari rumah? Berikut ada beberapa tips keren bagi kamu yang memilih kerja dari rumah atau kebetulan juga mencari lowongan kerja dari rumah.

1. Pastikan Kamu Memang Punya Rumah

Ini jelas syarat pertama bila kamu nantinya disuruh dari bos atau pemerintah untuk bekerja di rumah saja. Bayangkan kalau kamu sendiri tidak punya rumah, bagaimana mau bekerja?

Baca Juga: 5 Tips Ampuh Menghilangkan Malas

Memang sih tidak harus rumah sendiri, karena akan sangat susah buat kamu membangun rumah sendiri. Pastinya kamu butuh tukang batu, tukang kayu, penyedia bahan bangunan dan lain sebagainya, bukan? Hah, bukan?

2. Pastikan Kamu Memang Bisa Bekerja

Yang kedua ini juga jadi syarat berikutnya. Apa gunanya disuruh bekerja dari rumah kalau kamu sendiri tidak bisa bekerja ‘kan? Pastikan fisikmu memang kuat buat bekerja atau mengerjakan sesuatu yang diperintahkan, meskipun cuma di rumah. Ini juga dalam kondisi kamu tidak sakit lho. Sebab, kalau kamu sakit, siapa juga yang akan merawat kamu, apalagi jika kamu seorang jomblo. Masa saya? Hehe..

3. Cari Waktu yang Tepat

Sebenarnya bekerja dari rumah tantangannya adalah malas dan ingin rebahan saja. Apalagi kasur seolah-olah melambai-lambai agar kita berada di atas pelukannya. Atau malah istri ya? Hehe…

Tapi, di situlah tantangannya kalau bekerja dari rumah. Mencari waktu yang tepat ini sangat penting menjadi dasar untuk bisa produktif di dalam rumah itu sendiri. Kalau bagi kamu yang jomblo sih, it’s oke-oke saja ya, cari waktunya. Gampang cari waktunya.

Baca Juga: 7 Cara Promosi Bisnis Kuliner Offline Maupun Online

Beda halnya dengan kamu yang sudah menikah dan punya anak. Ada kalanya ketika kamu mau bekerja, eh, anak-anak minta digendong. Lain waktu, anak-anak sudah selesai digendong dan sudah tidur, eh, istri minta digendong dan minta diajak ke tempat tidur. Wah, kalau begini kapan kerjanya ya? Sementara kamu ‘kan dikejar deadline. Apakah dengan istri atau pasangan halalmu juga menerapkan deadline begitu ya? Hus, itu kan rahasia rumah tangga.

4. Rencana Mau Ngapain Sih?

Kalau sudah meniatkan diri untuk bekerja dari rumah, maka mesti bikin planning, apa yang mau dikerjakan? Bisa ditulis di kertas, buku catatan, HP atau laptop. Tembok? Boleh juga, tapi masalahnya kan tembok tidak bisa dibawa-bawa. Makanya, lebih baik dihindari tulis-tulis di tembok ya? Kan kamu bukan anak kecil lagi toh?

Pentingnya perencanaan itu agar kamu bisa memanfaatkan waktu dengan efisien dan efektif, katanya ini bahasa Indonesianya adalah mangkus dan sangkil. Benar nggak sih?

Kalau sudah ada rencana begitu, maka untuk langkah selanjutnya akan lebih mudah. Apakah itu? Yuk, simak di poin ke lima.

5. Usahakan Bisa Bangun Pagi Sepagi Mungkin

Kalau kamu sudah terbiasa bangun pagi, maka energi dan semangatmu akan menyala-nyala layaknya api cinta yang abadi. Meskipun terkesan lebay pakai api cinta segala, tetapi memang di situlah kekuatan manusia pada pagi harinya. Tidur malam sudah dianggap cukup, maka semestinya kamu bangun sepagi mungkin. Sholat Subuh, berjamaah di masjid juga oke. Kalau dirasa kurang cukup tidur, pasti kamu tadi malam begadang. Ya ‘kan?
Sebaliknya, jika kamu bangun sudah siang, meskipun kamu anggap masih pagi, jam delapan ‘kan masih pagi juga, tetaplah kamu justru akan merasa malas. Terus, efek selanjutnya adalah merasa terlambat, berantakan, tidak sesuai dengan rencana. Amburadul. Padahal pada poin sebelumnya, kamu sudah menyusun rencana yang akan dikerjakan hari ini, bukan?
Jadi, usahakan untuk selalu bangun pagi. Bukankah Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam telah mendoakan umatnya agar diberikan keberkahan di pagi harinya? Rasakan sendiri deh, kekuatan dari bangun pagi tersebut.

6. Reward and Punishment

Mesti adil dong, kalau berhasil dengan rencana kamu, maka berikan untuk diri sendiri reward atau penghargaan. Kalau gagal, ya, berikan semacam hukuman agar tidak diulangi lagi.

Reward itu misalnya kamu pergi ke restoran favoritmu, pesan makanan yang paling kamu suka, meskipun tidak selalu yang paling mahal lho ya! Punishment contohnya dengan tidak menonton tivi dengan tayangan favoritmu. Hey, sampai sekarang, kamu masih suka nonton tivi ya? Bukannya ada banyak media lain, tidak hanya sekadar kamu pelototin kotak ajaib berlayar warna di depan kamu.

Seringnya, kamu nonton tivi. Karena saking ngantuknya, kamu tertidur. Awalnya nonton tivi, jadinya malah ditonton tivi. Ini sudah banyak terjadi. Entah kalau kamu melakukannya juga, kamu berada di urutan ke berapa. Memangnya ada orang yang iseng ngitung ginian?

7. Hindari Rebahan

Meskipun kamu mengaku bagian dari kaum rebahan yang butuh dengan perubahan, tapi untuk bisa bekerja di rumah dengan bagus, hindari tiduran, apalagi memang di tempat tidur. Salah-salah, kamu bisa bablas, bertemu dengan mantan kamu di alam mimpi. Halah…

Kalau tiduran, pertanyaannya adalah kamu mau kerja atau mau tidur? Dua hal yang sulit dikerjakan dalam waktu yang bersamaan. Meskipun ada orang yang menganggap bahwa pekerjaannya adalah tidur-tiduran, tetapi jelas pekerjaan kamu sendiri akan terganggu karena rasa ingin tidur itu.

Jika kamu ngantuk, tidur dulu boleh. Atau selesaikan pekerjaan karena tanggung, baru tidur. Tapi ingat, sesuaikan dengan jadwal lagi ya! Sebab, kamu bikin jadwalnya kan pas nggak tidur. Ya ‘kan?

Nah, ini juga godaan yang bikin kamu jadi tidak produktif, karena gadget bisa mengganggu di tengah jalan. Ketika lagi asyik-asyiknya kerja, ada notifikasi masuk, dari WA, Telegram, Facebook atau malah TikTok. Walah. Pas kamu tertarik itulah, jari-jarimu akan terus ikut ke dalam, mulai lihat, dengar sampai akhirnya tidak cuma satu, tapi banyak yang kamu buka dari medsos itu.

Baca Juga: Perlu Cara Cerdas Pakai Media Sosial, Karena Sejatinya Kita Memang Cerdas

Jadi, kalau mau lebih bagus, HP agak dijauhkan dulu, tapi ya tidak perlu menjauhkan layaknya timur dan barat. Tapi, dialihkan dulu untuk tidak banyak notifikasi dari medsos yang mengganggu pekerjaan kamu.
Lho, Mas, bagaimana kalau dari HP dijadikan tethering alias hotspot ke laptop? Boleh juga, tapi di laptop tidak perlu buka WA, FB, Telegram atau yang lainnya. Kecuali, kamu kerja memang mengandalkan itu. Tapi ini jelas berat banget karena medsos itu memang selalu menggoda. Namun, di situlah tantangannya waktu kerja di rumah. Bahkan di kantor pun begitu.

Kesimpulan

Bekerja di rumah, mungkin bagi sebagian orang bisa terasa menyenangkan karena tetap bisa berkumpul bersama keluarga. Apalagi jika anak-anak kita diliburkan dalam rangka untuk mencegah penyebaran virus Covid-19 ini. Rumah jadi tambah ramai kembali, karena yang beraktivitas semua, kumpul lagi di rumah.

Namun, di balik itu, tetap tersimpan keprihatinan, sampai kapan virus ini terus menghantui kita? Bahkan belum ada obatnya sampai sekarang ya? Intinya, mau kerja di rumah atau tidak, yang penting kita tetap sehat dan terhindar dari penyakit apapun. Aamiin…

Sumber: CNBC Indonesia
Share This:
error: Content is protected !!