Bagaikan Digigit Anjing Gila!

Bagaikan Digigit Anjing Gila!

Share This:

Seorang teman menceritakan ke saya tentang perilaku sepasang suami istri yang menurut saya cukup aneh.

Katanya begini, suami istri itu pernah bertengkar. Pertengkarannya sih cukup ekstrim dan terlihat mengerikan. Suami sampai menggigit kulit di sekitar leher istrinya! Sedangkan istrinya juga tidak mau kalah. Dia menggigit lengan kanan si suami. Waduh, betul-betul ngeri!

“Dipromosikan”

Mungkin agar kesan dramatisnya lebih menggelegar dan cetar membahana, si istri mengunggah foto bekas gigitan suaminya di media sosial. Kalau tidak salah dengar, di Facebook. Ah, iya, tidak salah dengar memang.

Pas foto tersebut muncul, ada yang komentar, “Bu, itu kenapa? Kayak luka gigitan?”

“Iya, nih, luka gigitan.” Jawab si istri.

“Tapi kok gigitannya kayak gigitan manusia?” Pengomentar itu mulai penasaran, mulai kepo.

“Bukan, ini digigit anjing gila.”

“Wuih, digigit anjing gila kok bisa besar begitu?”

“Tidak, memang digigit anjing gila.”

Baca Juga: Sebuah Kisah Tentang Pengendalian Diri (Jangan Mau Terpengaruh Orang Lain)

Komentar berbalas komentar itu rupanya dibaca oleh suaminya. Jelas dong dia tersinggung atas tulisan istrinya yang mengatakan itu digigit anjing gila. Harga dirinya sebagai seorang suami jatuh berkeping-keping. Lalu, dia pun membalas. Dia unggah juga foto gigitan istrinya di lengan. Diberi keterangan juga “digigit anjing gila” ketika ada orang yang bertanya.

Karena Ini

Ketika saya tanya ke teman, kok bisa sampai begitu sih? Katanya, si istri itu menuntut cerai, tetapi suaminya tidak mau. Terus, apa alasannya mau nuntut cerai? Kata teman saya lagi, suaminya itu lemah.

“Hah, lemah?” Tanya saya.

“Iya, lemah.”

Apakah yang dimaksud itu adalah lemah lembut? Atau lemah gemulai? Tapi, dua kata lemah itu sepertinya tidak cocok dalam pembahasan tulisan ini. Saya langsung berpikir, ohh, yang dimaksud itu adalah lemah syahwat! Nah, ini yang memang menjadi persoalan bagi hubungan suami dan istri.

Dulu, teman SMA saya, perempuan, yah lumayan cantik, lah, punya candaan agak-agak nakal begitu. Dia juga tidak pakai jilbab, makanya rawan godaan.

Candaan si cewek itu begini, “Kerja keras itu salah. Yang benar itu keras dulu baru bekerja!”

Mendengar itu, teman-teman saya yang laki-laki jelas tertawa. Mereka pasti sudah tahu artinya. Tertawa begitu pertanda otaknya langsung konek. Lho, bukankah otak laki-laki memang biasa menjurusnya ke situ ya?

Meskipun menjurusnya ke situ, tetapi ‘kan tidak selalu bisa sukses di situ. Iya ‘kan? Buktinya, promosi obat kuat itu untuk perempuan atau laki-laki? Lebih sering dan selama ini yang saya tahu, khusus untuk laki-laki. Berarti perempuan lebih kuat dong? Hem, secara kekuatan fisik sih, sebenarnya lebih kuat laki-laki. Otot laki-laki lebih kuat dan kekar, tetapi untuk urusan ranjang, tidak selalu.

Perkara kelemahan bagi laki-laki itu memang menimbulkan masalah besar. Istri menjadi tidak bisa mendapatkan haknya secara penuh. Suami sudah KO duluan, istri masih on fire. Pada akhirnya, suami yang sudah KO, dihitung sampai 10 tidak bangun-bangun, istri malah terbengong-bengong. Dia belum mulai apa-apa, tetapi suami sudah kenapa-kenapa.

Jangan Dibiarkan

Hubungan yang lebih intens antara suami dan istri, di dalam tempat tersembunyi, mungkin akan menimbulkan masalah. Misalnya, pas mau begitu, anak-anak terbangun. Gagal lagi deh. Tiba-tiba anak minta ditemani tidur. Penyebab lain juga ada, misalnya mertuanya bangun. Tapi, tidak minta ditemani tidur lho, hehe…

Problem kelemahan pada suami memang seharusnya cepat-cepat dicarikan solusi. Sebab, itu menyangkut hubungan yang harmonis dengan pasangan. Bagaimana akan merasakan tujuan bersama, jika pirantinya tidak mendukung?

Ketika dibiarkan, maka masalah atau konflik akan menjadi-jadi. Pertengkaran dari mulut, menjurus pertengkaran fisik. Masa sekarang trennya lockdown, kok malah bikin smackdown? Sampai menimbulkan luka lagi macam pasangan suami istri di atas. Ternyata, mereka juga baru menikah selama tiga tahun. Oalah…

Baca Juga: Aku Bukanlah Pelakor [Diangkat Dari Kisah Nyata]

Saya juga merasa, justru ketika bertengkar tetap ada kekompakan suami istri kok. Misalnya tadi, suami menggigit, istri balas gigit. Istri unggah hasil gigitannya ke medsos, sambil berkomentar bahwa itu digigit oleh anjing gila. Tidak terlalu lama setelah itu, suami pun melakukan hal yang sama. Berarti, memang ada “cinta” di antara mereka bukan? Meskipun bentuk cintanya dengan tengkar-bertengkar semacam itu.

Jika gigit-gigitan begitu, apakah mereka pada lapar ya? Akhirnya jadi memakan kulit dan daging pasangannya? Seharusnya ‘kan makan bersama saja. Makan bakso berdua begitu. Kan bakso termasuk daging juga, masa daging manusia mau disikat?

Terus, Bagaimana?

Nah, menyikapi permasalahan rumah tangga yang runyam macam itu, kira-kira apa nih solusi dari kamu sendiri? Pasangan suami istri itu sudah tidak lagi serumah. Anak-anak, nah ini saya lupa tanya, tidak dibahas tadi. Apakah sudah ada anak atau belum? Kalau sudah ada, berapa anaknya? Atau malah berapa cucunya? Hey, mereka baru menikah tiga tahun!

Tentang gigitan suami pada daerah sekitar leher istri dan gigitan istri pada lengan kanan suami, kalau sudah seperti itu, bagaimana? Atau kamu punya pengalaman seputar kehidupan suami istri yang lain? Sharing komentar dan jawabanmu di kolom komentar ya!

Baca Juga: 6 Alasan Pasangan Sejati Itu Seperti Sepasang Sepatu

Share This:

19 Comments

  1. Speechless sih saya membacanya mas, hehehe. Antara ingin tertawa dan gemes sama istrinya. Tidak selalu hubungan suami istri itu masalah tempat tidur bukan? Ada banyak hal lain yang harus dipikirkan. Entahlah pemikiran orang berbeda beda ya mas.

    1. Eh itu masuk kdrt bukan sih ya? Kalau aku jadi istrinya kayaknya bisa laporkan itu ke polisi ya. Kadang gitu sih istri nggak tahu bagaimana bersikap jadi asal upload ke medsos saja
      .

      1. Mungkin karena satu sisi masih pengen eksis, satu sisi bingung bikin konten apaan, akhirnya itu aja yang diupload, hehe..

  2. Kalau gigit2annyabudah ekstrim gitu si ya udah saling menyakiti, apalagi diposting di medsos.
    Sebaiknya kedua belah pihak sama2 introspeksi aja dulu, perbaiki masing2 terutama cara berkomunikasi.
    Apalagi ini baru 3 tahun ya?
    Semoga dapat solusi yang terbaik aja deh. Intinya kembalikan ke diri maisng2

  3. Ya kalau sampai digigit terus di uplod di medsos,sebenarnya sih kurang etis aja liatnya. Karena itukan bukan cuma keluarga yang liat tapi hampir semua orang.

    Kadang memang membahas hal semacam itu sedikit tabu, karena ada yang merasa risih saat membahas kepasangan, tapi sebenarnya hal itu penting loh.

    1. Nah, ini, keluarga juga lihat. Pasti mereka akan menduga yang bukan-bukan. Kalau sudah tahu yang sebenarnya, wah, bisa tambah runyam masalahnya!

  4. bingung mau komentar apa? menurutku kurang komunikasi yang hangat saja. kalo dianggap masalah, yang bisa menyelesaikan ya mereka berdua. beda lagi urusannya kalo diantara mereka ada kelainan jiwa

  5. Waduuuhh… Ngeri juga nih baca cerita pasutri yang berkelakuan demikian. Apalagi sampe di upload medsos. Menurut ku keduanya butuh ke psikolog deh atau mungkin nyari orang yang bisa bantu menyelesaikan masalahnya. Kalau sampai dibiarkan berlarut, bakal tambah gawat.

    1. Mestinya sih begitu, bisa ke psikolog atau psikiater, tapi ini kayaknya sudah punya ego masing-masing, jadi mungkin susah diajak pergi sama-sama.

  6. Mungkin si istri perlu dukung suaminya agar rajin olahraga, konon lemah begitu bisa diterapi (katanya).

  7. Aduh, itu candaan teman cewek mas yang SMA bikin ngakak. Wkwkwk. Keras dulu baru bekerja.

    Ini suami istri kayaknya masih saling cinta deh. Cuma becandaannya itu harus hati2. Awalnya mungkin cuma posting inplisit gitu di medsos, tapi lama-lama bisa curhat yang lebih menjurus ke ranah privasi. Kalo publik medsos udah tahu, godaan netizen lebih berattttt mas.

  8. Kenapa harus seperti itu ya? Kalau menurut saya, itu tergantung moral masing-masing, sifat dan perlikau masing-masing. Dari sini ketahuan kalau ternyata perempuan lebih kuat haha.

  9. bingung dan agak takut komentar masalah begini, kayak kayak kurang komunikasi tapi kita juga sbg org luar mau komentarin masalah rumah tangga orang kadang gimana, nggak tahu daleman rumah tangganyaa

Silakan tinggalkan komentar

Email aktif kamu tidak akan ditampilkan. Tapi ini mesti diisi dengan benar.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.