5 Kiat Mengatasi Anak Susah Tidur

5 Kiat Mengatasi Anak Susah Tidur

Share This:

Sebagai orang tua, mungkin akan terganggu ketika anak susah tidur. Bisa jadi, seharusnya jam 21.00, anak sudah tidur, tetapi sampai jam dua belas malam, anak masih melek juga. Wuih! Lalu, bagaimana mengatasi anak susah tidur itu?

Sebelum membahas cara mengatasinya, memang harus dipahami bahwa tubuh kita punya jam biologis. Ya ‘kan? Misalnya, jam 03.30 bangun tidur, sikat gigi, wudhu, lalu sholat malam. Nanti jam 04.30, sholat Subuh berjamaah di masjid. Cukup masjid terdekat saja, jangan terlalu jauh. Khawatirnya kalau terlalu jauh, tiba di sana malah jam sembilan pagi lagi! Kan sudah lewat waktu Subuhnya.

Sarapan? Bagaimana dengan sarapan? Tidak usah dulu dipikirkan menunya yang mungkin tidak banyak berubah. Rata-rata sarapan itu antara jam setengah tujuh, jam tujuh, setengah delapan, dan sekitar itulah. Sebelum beraktivitas, sarapan memang perlu. Untuk menambah energi. Untuk menambah stamina kerja.

Begitu juga saat siang. Ada waktu untuk makan siang, setelah sholat Dzuhur berjamaah di masjid juga. Sore, sholat Ashar, waktu Maghrib ya sholat Maghrib, sampai dengan Isya, ya, sholat Isya. Rutinitas semacam itu sudah berjalan otomatis dalam hidup kita.

Meskipun begitu, ada kalanya, kita perlu mengubah sedikit ritmenya. Contoh, waktu ada pekerjaan mendesak. Atau harus lembur. Nah, dari situ, waktu tidur kita jadi sedikit terganggu. Yang harusnya tidur jam sepuluh malam, menjadi jam dua belas, atau lewat dari itu. Bahkan, ada juga lho yang kerja sampai mendekati pagi atau waktu Subuh.

Begitu Juga dengan Anak

Waktu biologis anak dengan orang dewasa memang berbeda. Apalagi balita. Waktu tidurnya akan lebih banyak daripada orang tuanya. Pekerjaannya juga berbeda. Balita lebih banyak bermain di dalam rumah. Habis itu, makan, atau aktivitas lain, seperti diajak orang tuanya jalan-jalan keliling kompleks.

Dari keseharian anak, pastilah butuh yang namanya istirahat. Sejak pelajaran di sekolah, istirahat yang paling bagus itu adalah tidur. Ya, tidur matanya merem.

Baca Juga: Yuk, Mengatasi Sakit Perut Pada Balita dengan Cara Sederhana Ini!

Namun, mungkin karena si anak mewarisi bakat begadang dari ayahnya, seperti anak saya, hehe, cukup sering dia tidur larut malam. Wah, hal seperti ini tidak bisa dibiarkan! Sebab, akan mengganggu ritme atau pola tidur dari anak itu sendiri. Selain itu, bagi kamu orang tua yang ingin menghabiskan waktu seperti malam pertama, cieh-cieh, pastilah tidak ingin terganggu dengan anak yang masih melek dan matanya 100 watt!

Oleh karena itu, saya ingin berbagi kiat mengatasi anak susah tidur. Tips ini saya ambil dari sebuah media online, namanya Fimela.com. Apa saja tips atau kiatnya? Kita mulai dari nomor 20 dulu, ya! Halah, jauh banget.

1. Waktu Tidurnya Kapan sih?

Tidak akan dong kita tanya ke anak balita, “Nak, kamu mau tidur jam berapa?”

Pasti dia tidak akan bisa menjawab, karena memang tidak tahu jam. Ya ‘kan? Makanya itu, orang tuanya yang mesti menetapkan jam malam, waduh kayak darurat saja, jam tidur, itu maksudnya.

Waktu tidur anak-anak kita sedikit lebih lama daripada orang dewasa. Kalau orang dewasa sekitar 8 jam setiap malam. Sementara anak-anak bisa 9 jam, 10 jam, bahkan 11 jam. Jumlah jam ini tentunya berbeda setiap anak. Ada anak yang cukup dengan 9 jam, ada juga yang masih mengantuk kalau tidur cuma segitu.

2. Terus, Waktu Bangunnya Kapan Juga?

Jika anak kita terbangun di pagi hari, maka terlebih dulu ucapkan “Alhamdulillah.” Ajarkan dia doa bangun tidur. Itu sudah suatu kenikmatan yang sangat besar dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Betapa banyak orang yang tidur, tidak bangun lagi di keesokan harinya. Atau tidur, terus ditimpa berbagai bencana, sehingga langsung meninggal dunia di tempat.

Tadi di poin pertama sudah dibahas tentang waktu tidur anak, antara 8-11 jam. Dari situ, maka bisa ditetapkan waktu bangunnya. Berarti memang harus tidur jam 8-9 malam. Supaya bangunnya bisa pagi, sekitar jam 5 kurang. Usahakan hal itu menjadi rutinitas harian.

Jika anak sudah dibiasakan tidur di awal, lalu bangun juga awal, maka dia akan terbiasa, meskipun waktu liburan. Eh, tunggu, bukankah sekarang zaman sekolah online? Sekolah atau tidak, terasa sama saja ya? Jadi, mau bangun jam berapapun tidak masalah?

Eits, meskipun era online, tetap dong diusahakan bangun pagi. Sebab, hal itu akan memberikan efek yang sangat bagus untuk sang anak ketika nanti dewasa. Orang-orang sukses itu bangunnya pagi, lalu mereka segera bekerja untuk mewujudkan impian mereka. Dan, tentunya orang yang sukses dan bangun pagi, itu tandanya orang yang jago. Tidak percaya? Coba amati ayam jago, dia bangunnya pagi, terus berkokok. Iya ‘kan? Dari situ, orang yang jago akan mendapatkan pujian, semacam memberikan kalimat: Ampun, Bang Jago!

3. Rutinitas yang Rutin

Halah, subjudulnya kok begini sih? Tapi, tidak apa-apa, karena toh yang menulis saya sendiri, haha..

Rutinitas yang dimaksud adalah kebiasaan sebelum anak tidur. Pada malam hari, setelah makan, maka boleh dilakukan rutinitas yang ringan-ringan saja. Rutinitas tersebut sangat berguna untuk segala tipe anak, yaitu: bayi, balita, dan prasekolah.

Baca Juga: Kasihan Bener, Bayi 4 Bulan Dicekoki Miras

Orang tua bisa mengajarkan setelah makan malam, mungkin dengan bermain-main yang tidak terlalu berat, atau membacakan dongeng, atau membacakan ayat suci Al-Qur’an. Apapun bisa dilakukan orang tua selama tidak terkesan berat dan beban bagi anak. Ciptakan suasana yang menyenangkan karena anak akan segera berangkat tidur. Berangkat!

4. Perhatikan Layar Elektronik

Bisa jadi, ada anak yang menonton TV dulu sebelum dia tidur. Dari yang awalnya berbaring di depan TV, lalu tertidur. Bapaknya mengangkatnya, lalu membawa ke kamar. Ah, itu adalah kenangan yang sangat indah. Seperti yang saya alami dan kamu juga. Betapa sayang orang tua kita dulu, tidak membiarkan anaknya tidur di tempat yang bukan seharusnya.

Ketika mengantuk, maka dalam tubuh, muncul kadar melatonin yang cukup tinggi. Zat tersebut akan lebih optimal saat tidur dalam keadaan gelap.

Jadi, akan lebih pas di kamar anak, jangan diberikan TV. Sebab, pendar layarnya akan mengganggu siklus tidur. Begitu juga gawai alias gadget itu. Matikan saja satu atau dua jam sebelum anak-anak tidur. Atau jauhkan dari kamar anak.

Tapi, bagaimana kalau ada aplikasi yang menyediakan cerita anak di HP? Hem, memang ada sih yang seperti itu di Playstore. Namun, kalau menurut saya, yang terbaik memang masih dari buku cetak. HP untuk anak-anak usia dini masih sangat dikhawatirkan efek buruknya. Sedangkan buku, masih jauh lebih baik untuk anak dengan usia seperti itu.

5. Atur Suhu Ruangan

Suhu di sini adalah temperatur ruangan, sering diukur dengan termometer. Namun, pasti akan berbeda cara mengukurnya dengan termometer yang dijepit ke ketiak. Ada juga sih suhu yang artinya guru. Ketika memanggilnya, sering dengan: “Ajari saya jadi muridmu hu!”

Alhamdulillah, bagi orang tua yang sanggup membeli AC untuk kamar tidur anaknya. Suhu yang nyaman bisa didapatkan dari alat tersebut. Sementara bagi yang belum sanggup, boleh dengan kipas angin. Sebuah mitos kalau terlalu sering kena kipas angin, berpengaruh ke paru-paru atau jantung. Asalkan kipas angin rutin dibersihkan saja, sebab debu-debu memang sering menempel di baling-balingnya atau di teralis pengamannya, yang lubang-lubang itu lho!

Selain itu, juga jangan terlalu dekat dengan hidung anak. Kata sebagian orang, aliran angin diarahkan ke tembok dan tidak langsung ke badan anak, terutama yang masih bayi. Ya, asalkan anak tetap sehat, tidak masalah seperti itu. Tapi, kalau diarahkan ke tembok, bukannya nanti temboknya yang senang karena dikipasi terus? Hem..

Kesimpulan

Mengatasi anak susah tidur memang pada dasarnya adalah rutinitas tidur dan bangun saja yang perlu diperhatikan. Gangguan yang paling berat sekarang kaitannya dengan dua hal tersebut adalah HP. Ya, benda manalagi yang super power mengendalikan hampir semua aktivitas kita sehari-hari, termasuk anak-anak? Ya ‘kan? Memang sih, pakai HP sedikit demi sedikit. Satu menit, dua menit, tiga menit, tanpa terasa 30 menit!

HP adalah alat. HP adalah piranti saja. Apakah akan kita biarkan benda kecil itu mengganggu kehidupan kita, termasuk waktu tidur dan bangun anak-anak? Jangan lah yauw!

Agar anak lebih mudah untuk tidur juga, ajarkan doa-doa atau dzikir sebelum tidur. Mungkin pertama dia belum lancar, itu bukan masalah. Waktu tidur adalah saat yang damai dan tenang. Dalam keadaan seperti itu, perlu diajarkan kedekatan yang lebih intens lagi dengan Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Semoga dengan upaya ini, menjadikan anak-anak kita lebih sholeh atau sholihah dan bisa mengatasi anak susah tidur. Aamiin..

Baca Juga: 3 Tips Mengenalkan Uang ke Anak Sesuai Fase Umur

Share This:

Silakan tinggalkan komentar

Email aktif kamu tidak akan ditampilkan. Tapi ini mesti diisi dengan benar.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.