Kasihan Bener, Bayi 4 Bulan Dicekoki Miras

Kasihan Bener, Bayi 4 Bulan Dicekoki Miras

Share This:

Sedih, kasihan, dan entah apa lagi yang bisa dikatakan untuk si pelaku. Ada bayi 4 bulan dicekoki miras di Gorontalo. Lha kok bisa?

Sebelum membahas lebih jauh ke sana, mungkin kamu pernah menghadapi situasi ketika ada bayi atau balita yang menangis meraung-raung? Apalagi jika suara tangisannya cetar membahana dan seakan-akan didengar oleh seluruh alam semesta. Wuih, segitunya!

Bagi yang sabar, akan mengambil tindakan untuk menenangkan bayi tersebut. Mungkin dengan digendong, diberikan ke ibunya untuk disusui, diajak main, diceritakan sesuatu atau didongengkan, atau dibawa jalan-jalan di dekat rumah.

Sedangkan bagi yang tidak sabar, bisa jadi akan marah-marah karena waktu terganggu. Dianggap ribut dan membuat ketenangan jadi rusak.

Untuk Tujuan Itu Juga

Seorang pria dengan inisial A, memilih untuk menenangkan bayi yang merupakan keponakannya sendiri dengan miras. Bayangkan, dengan miras alias minuman keras. Kira-kira, membaca ini, apa tanggapanmu? Orang dewasa saja bisa hilang akal ketika menikmati minuman tersebut, apalagi ini bayi yang masih sangat-sangat kecil. Subhanallah.

Baca Juga: Bicara Tentang Warna Kotoran Bayi dan Teksturnya, Lebih Sering Terlihat yang Mana?

Kejadian tersebut dilihat dan direkam pula oleh lima orang teman A. Terjadi di rumah orang tua bayi, pada Rabu (20/01). Hal itu diungkapkan oleh Kapolres Gorontalo, AKBP Desmont Harjendro. Ternyata, A dan lima orang temannya memang sedang menggelar pesta miras.

Lalu, di mana orang tua si bayi 4 bulan yang dicekoki miras tersebut? Rupanya, si orang tua sedang memasak di dapur. Ya, iyalah, mau di mana lagi memasaknya?

Pakai Dot

Layaknya minuman susu yang enak, putih dan pas buat bayi, A menggunakan botol dot. Oleh A, botol tak bersalah itu dimasukkan bir dan minuman energi, lalu meminumkannya ke bayi malang tersebut. Eh, kejadian bukan di Malang lho!

Teganya, tidak hanya sekali, tetapi dua kali diminumkan minuman tersebut. Waduh, di pikirannya mungkin kalau satu masih kurang, makanya dua! Hadeh…

Direkam Segala

Nah, apakah mereka sempat berpikir bahwa kejadian itu menarik sehingga layak untuk disiarkan melalui medsos? Mungkin begitu dalam pikiran kurang sehat mereka waktu dihantam miras. Teman A dengan inisial MT malah merekam kejadian tersebut. Memakai HP sehingga menjadi video. Apakah durasinya 19 detik? Oh, bukan. Meskipun sama-sama viral, tetapi yang ini durasinya 1 menit 4 detik.

Kejadian yang super aneh, langka, dan memang tidak berperikebayian, jelas jadi video yang sangat viral. Karena viral tersebut dan tentunya aneka komentar miring, maka polisi menangkap A dan teman-temannya yang rusak di wilayah Sipatana, Kecamatan Koat Utara. Wilayah tersebut berada di Kota Gorontalo pada Kamis (21/1/) malam.

Karena Iseng

Empat orang dari enam berhasil ditetapkan sebagai tersangka. Menurut Kasat Reskrim Polres Gorontalo, Laodem di Mapolres kota tersebut pada Jumat (22/1/), empat orang jadi tersangka karena membiarkan kejadian tersebut. Itu kan berarti turut mendukung kejahatan. Benar ‘kan?

Menghadapi penyidik, A beralasan kejadian tersebut dilakukannya karena iseng. A mungkin tidak menyadari sejak awal, bahwa kejadian tersebut akan sangat viral. Terlebih jika direkam pula. Dalam bentuk video pula. Bukankah orang akan lebih tertarik pada gambar yang bergerak? Ya ‘kan?

Hukuman yang Menunggu

Kalau ada kasus semacam ini, pastilah ada hukuman penjara bagi para pelaku. Mereka bisa dikenakan Pasal 89 ayat 2 jo Pasal 76j ayat 2 Undang-undang nomor 35 tahun 2014. Undang-undang tersebut tentang perubahan Undang-undang nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Sedangkan bayi 4 bulan dicekoki miras tersebut diperiksa kesehatannya.

Sebenarnya, hukuman penjara sih wajar. Namun, hukuman yang terlihat dengan jelasnya adalah komentar para warganet. Mereka amat sangat menyesalkan tindakan pelaku yang tega dengan keponakannya sendiri. Bukannya disayangi dan dijaga waktu orang tuanya sedang ada urusan, malah dicekoki miras.

Kesimpulan

Tentunya, kasus ini sudah dalam penanganan aparat kepolisian. Dan, pelajaran yang bisa diambil dari kasus ini adalah selalu waspada dengan setiap orang yang berada dekat anak kesayangan kita. Waspada, bukan curiga lho ya. Sebab, keluarga sendiri pun bisa menjadi pelaku kejahatan yang mengerikan. Ada yang sampai diperkosa, dicabuli atau bahkan dibunuh.

Melihat dari foto pelaku, hem, kiranya agak wajar ada kecurigaan dan bilang, “Ohh, pantas!” Sebabnya apa? Ya, karena pelaku bertato di badannya. Apakah kelakuan jelek berpengaruh dengan tato di badannya? Saya sih masih punya perasaan seperti itu kalau melihat ada orang bertato. Kecuali dia sudah benar-benar hijrah, maka kecurigaan itu bisa hilang. Namun, kalau tidak, persepsi negatif terus saja muncul.

Bagaimana dengan kamu sendiri? Adanya kejadian bayi 4 bulan dicekoki miras, apa yang semestinya dilakukan?

Baca Juga: Gara-gara Satu Anak Tanpa Masker, Satu Keluarga Harus ke Luar dari Pesawat

Sumber: Tribunnews

Share This:

Silakan tinggalkan komentar

Email aktif kamu tidak akan ditampilkan. Tapi ini mesti diisi dengan benar.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.