Press "Enter" to skip to content

12 Langkah Menjadi Pegawai Teladan di Tempat Kerja Anda

Admin
Share This:

Sebelum membahas lebih jauh tentang pegawai teladan, perlu dibedakan dengan pegawai telatan ya? Karena kalau pegawai teladan itu otomatis menjadi pegawai yang super bagus, sedangkan pegawai telatan itu super tidak terurus. Nah, bagaimana langkah menjadi pegawai teladan itu? Di manapun Anda bekerja, 12 langkah di bawah ini bisa membantu Anda.

1. Profesional dalam Perilaku

Profesional dalam Perilaku
Menjadi Profesional Dalam Perilaku Itulah yang Bermutu!

Bicara tentang profesional, tentunya ini tidak ada hubungannya dengan acara di Indosiar dulu, yang judulnya: Gelar Tinju Profesional. Tapi memang merupakan sikap yang mesti ada pada diri Anda sebagai seorang pegawai untuk menjadi pegawai teladan. Contoh profesional dalam perilaku adalah berusaha untuk hanya membicarakan perusahaan, kantor atau tempat kerja Anda. Sebisa mungkin jangan di luar itu ketika jam kerja. Ingat, Anda digaji untuk tempat kerja Anda.

2. Kalau Bisa 200 %, Mengapa Cuma 100%?

Kalau Bisa 200 %, Mengapa Cuma 100%
Kalau Selesainya Sampai 200 %, Maka Tetap Dilakukan

Lho, memangnya ada ya sampai 200 % itu? Apakah itu kenaikan harga barang? Atau kenaikan BBM? Wah, tentunya tidak sampai sejauh itu. Ini menyangkut selesainya pekerjaan Anda. Target memang mesti tuntas, tas, tas, tas. Itu namanya 100 %. Tapi, kalau bisa lebih daripada itu, mengapa tidak? Anda bisa membuat hasilnya jauh lebih baik daripada yang diarahkan pimpinan atau ketentuan yang ada di tempat kerja Anda. Wajibnya Anda lakukan, sunnahnya pun bisa dicoba. Kalau sudah seperti itu, maka peluang untuk menjadi pegawai teladan, akan mudah di tangan.

3. Rekan Kerja Itu Bukan Lawan Kerja

Rekan Kerja Itu Bukan Lawan Kerja
Meskipun Dapat Rekan Kerja yang Bagus, Tapi Usahakan Saling Mengenal,dengan Baik

Misalnya Anda bekerja di perusahaan dengan orang lain yang ditempatkan pada bidang sama dengan Anda. Masing-masing diberikan target waktu selesainya pekerjaan. Nah, orang itu Anda anggap rekan kerja atau lawan kerja? Repot kalau Anda menganggapnya lawan kerja karena itu berarti Anda harus bekerja sendiri. Pegawai teladan itu bukanlah yang bisa mengerjakan sendiri semuanya. Bukankah dalam satu unit kerja itu, harus ada kerja sama? Kalau sama-sama dalam satu bidang, bukankah akan lebih indah kalau bersinergi untuk mengisi energi? Ya `kan? Asal jangan sampai sakit gigi.

4. Kritikan Itu Mestinya Enak Dimakan

Kritikan Itu Mestinya Enak Dimakan
Pimpinan Sedang Menilai Anda, Meskipun Anda Bukanlah Driver Online.

Tidak ada yang namanya manusia sempurna. Betul begitu? Meskipun manusia sempurna itu namanya Superman, tapi pada dasarnya dia juga tidak sempurna. Buktinya, sekuat apapun dia, segagah apapun dia, kalau dia sedang tayang di televisi, terus televisinya kita matikan, bukankah dia akan kalah juga?

Inilah gunanya kritikan. Meskipun kadang Anda merasa tidak terima (karena tidak belanja online) atau rasanya sakit di hati hingga menyebabkan sakit hati, tapi bisa jadi kritikan itu ada benarnya juga. Apalagi misalnya Anda punya pimpinan atau bos yang inginnya serba sempurna. Ditambah lagi dia suka dengan lagu dengan judul yang sama alias “Sempurna”. Dia memberikan kritikan kepada Anda. Tidak perlu rasa tidak enak hati dulu. Coba dengarkan baik-baik. Karena bisa jadi, itu berguna bagi pengembangan karir Anda ke depannya. Menjadi pegawai teladan memang membutuhkan proses-proses semacam itu.

5. Jaga Jaim

Menjaga Image
Yes, Anda Berhasil Menjaga Image!

Sebenarnya subjudul di atas, itu seharusnya jaim alias menjaga image atau imej. Tapi agar lebih lucu saja dan lebih menarik perhatian.

Jaga jaim ini dilakukan dengan menjaga nama baik, reputasi dan kinerja Anda. Contohnya: kantor mengharuskan Anda datang jam 07.30, maka datanglah kurang dari jam itu. Usahakan untuk melakukannya setiap hari. Meskipun mungkin Anda belum sempat sarapan, maupun BAB misalnya, tapi datang tepat waktu itu utama dipenuhi. Dengan demikian, Anda dikenal sebagai pegawai yang bisa jadi contoh. Maka tentu saja, itu namanya pegawai teladan.

6. Janganlah Mengatasi Masalah Tanpa Solusi

Janganlah Mengatasi Masalah Tanpa Solusi
Meskipun Tidak Tahu itu Bohlam Lampu Siapa, yang Jelas Solusi Mesti Jadi Aksi

Pernah ingat slogan di atas? Itu adalah slogan yang muncul di acara humor: Indonesia Lawak Club (ILC) yang dipandu oleh Kang Denny. Slogan lainnya adalah dari Pegadaian: Mengatasi Masalah Tanpa Masalah. Atau dari seorang trainer dari Jogja, Bang Hasan Abdullah: Mengatasi Masalah Tanpa Makalah.

Bagaimana pun, masalah selalu dilawankan dengan solusi. Dan, setiap masalah pastilah ada solusinya. Kalau ada yang bilang tidak ada solusi terhadap masalah itu, maka mungkin saja dia belum ketemu yang dimaksud. Menjadi pegawai teladan, maka harus menjadi pemecah masalah dengan menawarkan solusi. Usulkanlah solusi terhadap setiap permasalahan di tempat kerja Anda. Mungkin solusi Anda tidak digunakan, tetapi yakinlah orang akan menilai Anda sebagai pemecah masalah dengan solusi yang jitu.

7. Atur Ponsel Agar Tidak Bikin Kesel

Atur Ponsel Agar Tidak Bikin Kesel
Jangan Lupa, Atur Juga Penggunaan Internetnya!

Namanya bekerja bisa saja terganggu oleh sesuatu. Dan itu wajar. Beda halnya kalau Anda ikut acara Uji Nyali, maka yang akan ganggu Anda adalah makhluk halus. Apakah di kantor ada makhluk halus juga? Oh, ada juga, jangan salah! Salah satu makhluk halus adalah ponsel atau smartphone Anda. Kita pakai istilah Bahasa Indonesianya, yaitu: gawai. Lho, tunggu, kok dikatakan makhluk halus? Ya, bukankah gawai kita memang halus saat kita pegang? Okelah itu benar. Tapi, makhluk? Ini sederhana saja, karena Anda sering bergaul dengan gawai itu, hampir tiap saat dengannya. Maka, pantas `kan kalau dikatakan itu makhluk juga? Atau minimal seperti makhluk, lah.

Bila ponsel atau gawai Anda mengganggu kerja, maka taruhlah di tempat yang aman. Misalnya, di laci meja kerja. Jadi, saat Anda bekerja, maka Anda benar-benar fokus. Tidak terganggu dengan chat-chat tidak penting. Status-status galau yang justru membuat galau ketika Anda baca. Iklan-iklan produk yang tidak Anda butuhkan. Dan masih banyak lainnya. Menjadi pegawai teladan, ketika bekerja harus bebas gangguan.

8. Buanglah Gosip Pada Tempatnya! 

Buanglah Gosip Pada Tempatnya! 
Bibir Merah, Bisa Bikin Telinga Anda Jadi Merah, Apalagi Kalau Gosip Orang

Nah, ini juga termasuk pengganggu kerja Anda. Saat Anda mengetik sesuatu di laptop, bisa saja ada rekan kerja Anda yang mengajak bicara tentang rekan kerja lainnya. Lebih baik Anda tolak saja. Sebab, saat Anda ketemu dengan orang yang suka bergosip, maka ketika Anda tidak ada, besar kemungkinan Anda adalah sasaran berikutnya! Ya, namanya saja penggosip. Maka dari itu, tolaklah saja, tetapi tetap dengan cara yang elegan ya..

9. Dalam Setiap Pekerjaan, Sikap Aktif Harus Didahulukan

Dalam Setiap Pekerjaan, Sikap Aktif Harus Didahulukan
Meskipun Anda Berada Dalam Kondisi Seperti Terikat, Tetaplah Aktif

Mungkin saja, Anda diberi pekerjaan yang tidak cocok dengan bidang kerja Anda. Kalau Anda tidak sedang mengerjakan tugas utama Anda, maka pekerjaan lainnya bisa diterima. Tidak perlu protes kepada pimpinan bahwa itu bukan pekerjaan Anda. Siapa tahu, bos Anda melihat Anda yang merupakan pegawai teladan punya kemampuan kerja luar biasa. Tunjukkan sikap itu, agar pimpinan Anda semakin melihat Anda sebagai aset bermutu tinggi bagi tempat kerja.

10. Sebelum Menerima Pekerjaan, Tujuan Perlu Diketahui

Sebelum Menerima Pekerjaan, Tujuan Perlu Diketahui
Tentukan Tujuan Pekerjaan Anda

Ini masih ada sangkut pautnya dengan poin 9 di atas. Kalau Anda menerima pekerjaan, agar Anda makin mengerti arahnya ke mana, tanyakan saja tujuan pekerjaan itu. Misalnya: membuat desain website kantor. Anda perlu tahu, nantinya website itu akan digunakan untuk apa saja? Bisa jadi untuk program sosialisasi, pengembangan SDM atau yang lain. Dengan mengetahui tujuan itu, maka Anda juga akan bersemangat karena tahu hasil akhirnya nanti.

11. Menjadi Pembina Bagi yang Muda

Menjadi Pembina Bagi yang Muda
Memberikan Pembinaan Untuk yang Lebih Muda Itu Perlu Juga

Ada pegawai baru di kantor Anda. Apakah itu selalu usianya lebih muda daripada Anda? Jelas tidak selalu. Mungkin dia jauh lebih tua daripada Anda. Meskipun jauh lebih tua, bukan berarti pegawai baru itu umur 150 tahun ya…

Menjadi pegawai teladan, berarti harus siap menjadi pembimbing, pembina, pengasuh atau pengarah bagi yang di bawahnya. Katakanlah, ada pegawai baru belum tahu cara kerja di komputer. Maka, sebagai pegawai teladan, Anda tinggal menunjukkan cara-caranya. Kalau Anda memberikan contoh, dia sudah melihat, ternyata hasil di komputernya masih tidak terbaca dan gelap semua, maka periksa kabelnya. Sudah dimasukkan ke stop kontak belum? 🙂

12. Tubuh Menggambarkan Bahasa

Bahasa Tubuh
Bahasa Tubuh Itu Kadang Tidak Terlalu Terlihat, Tapi Terasa

Sebenarnya inti dari subjudul di atas adalah bahasa tubuh, cuma diperpanjang saja kalimatnya. Ketika Anda berhadapan dengan pimpinan atau rekan kerja Anda, maka lihatlah bahasa tubuhnya. Orang yang tertarik dengan orang yang bosan, bahasa tubuhnya jelas berbeda. Orang yang sedang semangat atau tidak semangat, juga terlihat dengan jelas. Anda bisa mempelajari bahasa tubuh ini dari pengalaman interaksi Anda di tempat kerja. Atau, Anda bisa mempelajari dari buku-buku, di internet atau dari pelatihan langsung. Bahasa tubuh penting Anda tahu, agar memudahkan Anda untuk paham dengan maksud pembicaraan dari lawan bicara Anda.

Menjadi pegawai teladan memang tidak sekadar impian kalau Anda bisa memulai untuk melakukan 12 langkah di atas. Mulailah dulu dari yang paling mudah dan sesuai dengan diri Anda. Namanya saja meraih kesuksesan dengan menjadi pegawai teladan, pastilah ada tantangan. Namun, hal itu bukanlah masalah. Selama tantangan itu berhasil Anda taklukkan.

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Share This:
error: Content is protected !!