Oh, Ternyata Berhubungan Suami Istri di Siang Hari Bulan Ramadhan Bisa Tidak Membatalkan Puasa

Oh, Ternyata Berhubungan Suami Istri di Siang Hari Bulan Ramadhan Bisa Tidak Membatalkan Puasa

Share This:

Salah satu larangan yang ada sekarang ini adalah berhubungan suami istri di siang hari bulan Ramadhan. Namun, bagusnya kita bahas yang lain dulu, ya!

Masalah dalam mempersiapkan pernikahan biasanya sih seputar biaya. Kalau di Sulawesi, disebut dengan uang panaik. Jumlah uang ini cukup besar, mencapai minimal 30 juta rupiah.

Kok bisa semahal itu? Ya, wajar dong karena keluarga orang Sulawesi itu besar, terutama orang Bugis. Jika ada anggota keluarga yang menikah, maka keluarga lain akan datang. Termasuk dari jauh. Jauh sekali, bisa luar provinsi, luar pulau, luar negeri, luar biasa!

Teman-teman saya yang masih belum menikah, laki-laki, terkendala dengan uang jenis ini. Mereka sudah siap secara jiwa dan raga untuk menikah, tetapi biayanya? Uangnya?

Solusinya?

Kalau demikian halnya, maka solusi untuk biaya pernikahan memang perlu dilakukan. Terlebih jika si jomblowan maupun jomblowati sudah ngebet banget mau nikah. Mungkin hukumnya sudah wajib, harus segera, harus cepat. Ini bukan karena MIB lho, ya, alias Married In Black, atau hamil duluan. Bukan. Tapi, memang sudah ada niat yang kuat dari kedua belah pihak untuk belah duren, halah, untuk menikah, baru nanti belah duren sama-sama. Eh, sekarang musim duren ya? Mau dong dibagi.

Solusi yang bisa dilakukan adalah menikah saja di bulan Ramadhan. Terlebih di siang harinya. Kalau PD habis dan cukup tebal muka, menikah bisa kok dilaksanakan di bulan suci ini. Kalau ditanya orang, kok bikin acara pas orang sedang puasa? Jawab saja, ini bulan yang mulia, Gaes! Bulan turunnya Al-Qur’an. Kita menikah ingin dapat keberkahannya. Ya toh? Ya ‘kan? Mungkin yang tanya tadi akan mengangguk-angguk. Setelah itu akan menggeleng-geleng, “Dasar cari alasan saja.”

Baca Juga: 7 Cara Mengatasi Anak Menangis Minta Sesuatu Menurut Para Psikolog

Menikah di bulan puasa memang sangat hemat. Tidak perlu menyiapkan makanan dan minuman di acara tersebut. Panasnya luar biasa, tetapi acara tetaplah berjalan. Toh, pada dasarnya menikah itu adalah memberitahukan kalau si A dan si B sudah resmi suami istri. Mereka sudah secara legal dan halal saling bersama.

Dengan tidak adanya hidangan untuk tamu, maka uang pernikahan akan turun drastis. Nah, kesulitan berikutnya adalah setelahnya. Sesudahnya. Terlebih jika menikah di awal bulan Ramadhan, puasanya masih lama, Gaes. Gejolak untuk menahan nafsu masih terus terjadi. Padahal ini pengantin baru lho! Pengantin yang masih banyak diliputi hasrat dan syahwat.

Tapi, bisa jadi, pengantin baru, istrinya malah haid. Wuih, suaminya tambah menahan lagi! Awalnya tahan siang, ini malamnya juga. Luar biasa memang. Harus perkuat iman dan imin. Iman itu tahu, imin itu apa ya? Hehe…

Awas Terpeleset!

Bisa jadi, awalnya baring-baring saja. Istirahat siang. Melepas lelah. Eh, kok mulai melepas gairah? Ditambah suasana sepi, maka godaan pun makin menunjukkan diri. Si istri sudah suci kembali, maka peluang untuk melakukan yang begituan bertambah besar. Pada akhirnya, jika betul-betul tidak bisa mengendalikan diri, larangan itupun diikuti. “Memakan” buah yang haram, hingga terasa ke luar dari surga. Maksudnya surga kenikmatan berpuasa itu. Mereka pun mendapatkan denda yang cukup berat.

Berhubungan suami istri di siang hari bulan Ramadhan memang sangat terlarang. Ada kok waktunya disediakan. Mulai dari berbuka puasa, sampai Subuh, disediakan untuk bersenang-senang dengan pasangan yang halal. Tapi, kok, sampai terpeleset di siang hari? Bukankah yang namanya larangan itu berbuah dosa? Ada kesempatan tanpa dosa, eh, malah milihnya dosa. Gimana sih?

Makanya, dari yang awalnya menghemat biaya pernikahan, menjadi godaan yang sangat berat di siang hari bulan Ramadhan. Hawa nafsu harus benar-benar dikurung, dan dilepaskan nanti pas sudah ada momennya. Tapi, apakah berhubungan suami istri di siang hari bulan Ramadhan itu selalu terlarang? Selalunya tidak boleh. Eits, tunggu dulu!

Tunggu, Mas, ini beneran ada yang boleh? Ada yang tidak terlarang? Seperti apa itu bentuknya?

Iya, dong! Penasaran? Yuk, cek paragraf-paragraf berikutnya. Mau minum dulu, ah. Eh, puasa deng! Oke, kita lanjut saja ke paragraf selanjutnya! Cekidot!

Ini Dia Maksudnya!

Ada syarat yang harus terpenuhi kalau mau berhubungan suami istri di siang hari bulan Ramadhan. Dan, syaratnya ini cukup mudah dan tidak susah. Apakah itu?

Yak, berhubungan suami istri di siang hari bulan Ramadhan diperbolehkan kalau dilakukan melalui Whatsapp, Telegram, maupun SMS, hingga BBM Message kalau masih ada. Suami bisa tetap berhubungan dengan istri lewat Whatsapp dengan menanyakan misalnya, “Lagi ngapain di rumah, Sayang?”

Istri menjawab, “Lagi mau masak, Kanda. Eh, Kanda di kantor ya? I love you, Honey.”

“I love you too, Cintaku…”

Yang seperti itu ‘kan bolah-boleh saja. Ya ‘kan? Tidak ada kedekatan secara fisik, karena terpisah jarak antara kantor dengan rumah. Dan tetap bisa dikatakan berhubungan suami istri di siang hari bulan Ramadhan.

Lebih boleh lagi ketika posisinya adalah LDR alias Lamanya Dirimu Rindu, hehe. Suaminya ada di Bumi, istrinya di Mars. Waduh, ini sih LDR kejauhan banget! Contohnya yang simpel saja, suami di Jakarta, istri di Bekasi. Suami baru bisa pulang nanti malam atau pada akhir pekan. Tetap ‘kan dianggap berhubungan suami istri di siang hari bulan Ramadhan.

Berhubungan semacam ini memang harus dilakukan sebagai bentuk komunikasi yang intens di antara suami dan istri. Sebab, kalau sudah tidak ada komunikasi, maka itulah tanda ada masalah hubungan di antara keduanya. Meskipun salah satunya dulu kuliah mengambil jurusan Komunikasi, tetaplah praktik berhubungan walau hanya lewat dunia maya sangat diperlukan. Sebagai tanda kedekatan hati, mesti secara fisik tidak. Tanda cinta, tanda rindu, dan tanda ingin selalu bersama bagaimanapun keadaannya.

Kesimpulan

Jadi, jelas ‘kan bolehnya berhubungan suami istri di siang hari bulan Ramadhan asalkan dilakukan lewat WA, Telegram, SMS, BBM, maupun telepon biasa? Pakai telepon umum koin dan wartel jika masih ada sekarang. Yang tidak boleh adalah tetap berhubungan dalam arti yang intim, tanpa sekat antara suami dan istri. Itulah yang sampai hari kiamat tidak akan diubah aturannya, di siang hari bulan suci Ramadhan.

Berbahagialah mereka yang sudah punya pasangan halal. Saat siang hari menahan rindu dan menahan meluapkan cinta, tiba di malam hari, boleh dilakukan. Boleh dilaksanakan dengan seksama dan dalam tempo yang secukup-cukupnya.

Semoga tulisan ini bisa membantu, meskipun yang baca ini tidak harus jadi pembantu dulu.

berhubungan-suami-istri-di-siang-hari-bulan-ramadhan-1

kamis-menulis

Baca Juga: Artikel Blog yang Paling Banyak Dicari

Share This:

26 Comments

  1. Selalu ada kejutan ditulisannya. Untung saya baca sampai tuntas. Ohhh ter nyata itu loh…hee..heee

  2. Pak rizky mampu membawa oja deh.. Hehe..oya boleh bopeh berhubungan suami istri di siang hati…

    Hai sayy.. Sudah perjlan pulangkah?
    Hati-hati ya.. Aku tunggu di rumah kita buka puasa bareng yah.. Menu kesukaanmu sudah siap..
    Hehe..begitu kan pak rizky

  3. Keren… Master Rizki tulisannya. Agak barbau parno ha… Tetapi bagus di ulas. Siapa tahu ada yg tdk mengetahuinya mantap…

  4. Wah judulnya bikin orang penasaran sekaligus gusar apalagi yang baca seorang ustadz dikira ajararan sesat tapi setelah dibaca semua bikin senyum,walah Mas Rizky bisa saja bikin sensasi

  5. Hubungan pasutri yg itu mah boleh bahkan harus dilakukan agar tetap terjalin komunikasi ketika jarak memisahkannya. Dan tdk membatalkan puasa, begitu kan Mas?
    Btw, Ambu menunggu ada si ‘oja’ hehe.. tp ga ketemu😁

  6. Indahnya teknologi.
    Berhubungan jadi mudah untuk suami istri.
    Di dekat rumah saya masih ada wartel, walaupun tidak seramai dulu.

  7. Kocak nih, berhubungan kan bisa banyak bentuk yaa mas :p. Tul jugaaa isi tulisannya 😀

    Waduuuh seumur2 aku blm pernah nemuin ada kenalan yg nikah pas Ramadhan hahahah :D. Bener sih bisa hemat, tapi aku ga yakin jg tamu banyak yang datang :p

    1. Paling banyak memang bulan Syawal, sesuai kebiasaan orang Islam lainnya. Iya, sih, Mbak, saya kayaknya juga belum pernah tahu ada acara nikah pas puasa. Haha…

Silakan tinggalkan komentar

Email aktif kamu tidak akan ditampilkan. Tapi ini mesti diisi dengan benar.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!