Press "Enter" to skip to content

Kapan Lagi Tahun Baru? Mungkin Bulan Depan Atau Bisa Jadi Malah Pekan Depan!

Admin
Share This:

Tanggal 1 Januari 2019! Tepat momen malam pergantian tahun alias tahun baru sudah kita lewati. Aneka macam cara melewatkan malam tahun baru. Ada yang pakai pesta kembang api. Ada pula dengan dzikir dan doa akbar, karena tahun baru ini penuh keprihatinan. Kamu sendiri dengan cara apa melewatkan tahun baru?

Setahun Itu 365 Hari Lho!

Kalender Tahun 2019, Kamu Sendiri Sudah Punya Belum Yang Cetakan?

Sudah jelas dan pasti, menurut kalender Masehi, setahun itu selama 365 hari, 8.760 jam, 525.600 menit, 31.536.000 detik (semuanya saya hitung dari HP, hehe). Nah, selama itu, betulkah terasa nyata hitungannya? Maksudnya, apakah hitungan itu cocok dengan kehidupan kita?

Hitungan waktu memang cukup menjadi misteri di kehidupan kita. Ada yang bilang satu jam itu lambat karena sedang naik pesawat, tanpa boleh menyalakan HP, otomatis tidak bisa internet. (Baca: Wifi Gratis Citilink Indonesia). Ada juga yang mengatakan jika satu jam itu cepat, karena sedang bersama pasangan halal, pengantin baru, berbulan madu, sambil membeli botol madu. Eits, ini pengantin baru lho! Pengantin lama? Boleh juga berbulan madu, meskipun sekarang ada madu hitam pahit. Rumah tangga yang sudah lama itu memang tidak selalu manis. Kadang kelihatannya hitam dan rasanya pahit, tetapi tetap khasiatnya menyehatkan lho, Bro!

Melewatkan Hari Tanpa Perencanaan

Perencanaan Itu Sebagian Dari Keberhasilan

Nah, mungkin inilah yang menjadi penyebab, mengapa waktu itu terasa cepat berlalu? Sepertinya baru kemarin Jum’at, kok sekarang sudah sholat Jum’at lagi? Saat Jum’at yang lalu, disuruh jadi khotib, alasannya terlambat. Sekarang, tidak juga jadi khotib karena datang pas adzan dikumandangkan. Halah… sama juga ya? Haha…

Tanpa perencanaan dari hari ke hari, itulah yang jadi masalahnya. Bila di awal tahun baru, biasanya dibicarakan tentang resolusi. Apa sih resolusi itu sebenarnya? Boleh deh kamu lihat di sini: RESOLUSI TAHUN BARU. Tapi, kalau resolusi tahun baru sekadar resolusi, lebih enak makan resoles saja. Misalnya, kamu menetapkan resolusi: ingin dapat pekerjaan baru, menikah, rumah sendiri, HP baru, buka bisnis sampingan, menulis buku dan lain sebagainya, tapi cuma ditulis di kertas? Ditulis di HP? Dibikin status medsos? Begitu saja, sebagai tanda kamu sudah bikin resolusi? Tanpa ada aksi untuk bikin itu jadi kenyataan. Waduh, itu sih alamat bahaya buat kamu! Masih lebih baik kamu makan resoles yang nyata enaknya.

Resolusi Tidak Perlu Dikatakan

Tulis Saja Resolusimu Tahun 2019 Ini

Ini termasuk aliran yang mungkin belum banyak dijalankan orang. Resolusi atau tujuan kita itu tidak perlulah disebarkan ke orang lain. Cukuplah kita dan Allah yang tahu. Lho, kok begitu, Mas? Ya, kamu mengatakan punya resolusi begini, begini dan begitu. Orang lain menanggapinya dengan WOW, KEREN (bukan Kerenjeng Sempeh lho), LUAR BIASA, HEBAT dan lainnya masih banyak lagi. Tapi, setelah itu, pujian itu menguap begitu saja karena tidak kamu laksanakan? Hem, sia-sia deh dapat semua pujian itu.

Ketika kamu punya tujuan atau resolusi tahun baru, berdoalah kepada Allah agar mengabulkan tujuan-tujuan itu. Asal isinya positif lho, Bro! Ketika ketemu tempat dan waktu yang mustajab, maka sampaikan resolusi itu kepada Allah. Mungkin Allah akan mengabulkan dengan cepat, mungkin juga lambat, tapi yang jelas, semuanya akan dikabulkan. Di dunia, bisa juga di akhirat, sebagai tabungan amal di sana. Tidak akan pernah rugi kok orang yang berdoa itu. Yakin deh!

Intinya, Mau Diisi Apa Tahun Ini?

Mengucapkan Selamat Tahun Baru, boleh apa tidak? Ya, sebelum itu dijawab, kamu ikut kemeriahan tahun baru itu, memangnya nikmat? Kena macet, polusi di sana-sini, hura-hura, eh, besoknya bangun kesiangan, plus tidak sholat Subuh. Awal tahun yang buruk bukan? Berarti kurang pantas dong mengucapkan selamat?

Selanjutnya, kamu mau isi apa tahun baru 2019 ini? Kalau yang mau Pemilu, baik pengurusnya maupun pesertanya, ya, fokusnya ke Pemilu. Sementara bagi kamu yang ingin meningkatkan bisnis lebih baik daripada tahun lalu, ya, silakan saja. Buat rencana yang matang, lebih matang daripada Indomie setengah matang. Bagi kamu yang kerja, isilah waktu kerjanya dengan baik juga.

Tahun baru yang terasa cepat sampai ke tahun baru selanjutnya karena banyak waktu kosong, tidak diisi dengan benar, atau diisi kerja tapi begitu-begitu saja, membosankan. Sekarang sudah tahun baru lagi, 2019. Jangan sampai, waktu terasa sangat cepat, hingga sudah sampai lagi di penghujung tahun menuju 2020. Wah!

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
2
Share This:
error: Content is protected !!