3 Sikap Memanjakan Anak Remaja yang Perlu Orang Tua Tahu

3 Sikap Memanjakan Anak Remaja yang Perlu Orang Tua Tahu

Share This:

Masih ada sikap memanjakan anak remaja oleh orang tuanya sendiri? Hem, hal tersebut bisa terjadi pada banyak keluarga. Mungkin pula keluarga yang menengah ke atas, bukan menengah ke samping. Memangnya memainkan bidak menteri pas catur yang jalannya miring itu?

Sesuai dengan umurnya, anak remaja itu bisa disebut peralihan dari anak-anak kecil menjadi orang dewasa. Ya ‘kan? Nah, dari persepsi itu, otomatis anak remaja semestinya punya sikap yang mandiri. Selain itu, juga mesti disiplin. Belajar menjadi orang dewasa, lah. Sementara apakah orang dewasa belajar menjadi remaja juga? Lho?

Penyebabnya Apa sih?

Ketika ada orang tua punya sikap memanjakan anak remaja miliknya, apa sebabnya?

Menurut Hank Olwell, beliau adalah pakar pengasuhan anak dan bisa bahasa Inggris, orang tua itu sebenarnya ingin anaknya selalu senang dan bahagia. Dan, satu lagi, orang tua ingin juga anaknya bisa lebih berbahagia daripada waktu dahulu masih muda.

Mungkin, orang tuanya dulu tidak bisa beli HP Iphone 12 waktu masih muda. Atau dahulu ingin ketemu teman, tetapi tidak ada Whatsapp. Ya, jelas, karena belum ada waktu itu.

Yang ada cuma pakai surat dikirim lewat pos. Atau pakai merpati pos. Hem, kalau merpati pos, apakah juga kerja di kantor pos?

Kalau persepsi agar anak itu selalu bahagia, lalu orang tua memenuhi keinginan atau kebutuhannya terus-menerus, nyatanya anak tersebut belum tentu bahagia lho! Mereka akan menjadi tidak aman dan bahkan mudah cemas. Namanya cemas, jangan diganti dengan ceperak lho ya! Masa ada cemas, ada juga ceperak?

Anak-anak yang selalu dipenuhi kebutuhannya, maka tidak akan benar-benar siap menghadapi masa depannya di depan sana. Entah itu depan pom bensin, atau bahkan depan polsek. Itu maksudnya warung burjo ya? Haha…

Padahal, ketika anak nanti jadi dewasa, maka akan memikul tanggung jawab. Jika sudah memikul tanggung jawab dan ternyata tidak bisa, maka tanggung jawab itu yang akan memukulnya. Nah, serem ‘kan?

Lalu, apa saja bagian dari sikap memanjakan anak remaja yang semestinya dihindari orang tua seperti halnya menghindari lubang di jalan? Wah, ini sih mengkritik pemerintah daerah yang tidak mau mengaspal jalan!

1. Tugas Sekolah Dibiarkan Tidak Sampai Selesai

sikap-memanjakan-anak-remaja-1

Lho, lho, lho! Nonton drakor bisa sampai selesai kok! Masa tugas sekolah tidak sampai selesai? Atau diganti saja tugas sekolahnya nonton drakor? Nah.. Guru mana yang begini?

Sebenarnya, tugas sekolah itu tidak cuma orientasi untuk dapat nilai kok. Kalau diamati, nilai itu ‘kan angka-angka yang dituliskan di kertas atau buku raport. Sejatinya, tugas sekolah adalah bentuk tanggung jawab anak remaja itu sendiri.

Selain tanggung jawab, tentu saja disiplin lagi dan etos kerja. Bicara tentang etos kerja itu memang harus keras. Karena namanya saja etos. Bukankah itu berasal dari bahasa Jawa?

Hem, kalau itu sih namanya atos, Mas! Atos!

2. Beres-beres Kamar Anak

Di mana lagi anak remaja tidur kalau bukan di kamarnya? Masa di garasi?

Pada poin kedua ini, sikap memanjakan anak remaja terlihat jelas saat remaja tersebut dibiarkan saja kamarnya berantakan dan seperti kapal pecah.

Okelah, anak remaja itu tersebut mungkin bercita-cita jadi nenek atau kakek moyang alias jadi pelaut, tetapi perhatikan juga kondisi kamarnya dong! Jika memang beneran mau jadi pelaut, kamar berantakan seperti kapal pecah, sekalian dibanjiri saja. Itu jelas lebih mantap. Ya ‘kan? Betul-betul jadi seperti di kapal yang hampir tenggelam.

Kamar anak remaja adalah wilayah pribadinya. Jadi, wilayah tersebut mesti dijaga dengan sebaik-baiknya. Ibaratnya kiper, lah. Dia adalah seorang penjaga gawang. Nah, sampai kalimat ini, saya jadi bingung, hubungannya kiper sama kamar anak remaja apa ya?

3. Tanpa Tugas Rumah Tangga

Tadi kamar anak remaja diserahkan ke dia sendiri untuk dibereskan, minimal dirapikan, maksimal dibersihkan. Eh, dirapikan dulu, apa dibersihkan dulu sih?

Katakanlah, ada pembantu rumah tangga. Lebih sopan lagi, asisten rumah tangga. Sebut saja namanya Inem.

Meskipun Inem tersebut perempuan, ya iyalah, anak remaja di rumah itu perlu dilibatkan juga dalam urusan rumah tangga. Anak remaja di situ juga harus diberikan pekerjaan. Jangan mau seenaknya saja! Padahal, kalau dicermati, bekerja dalam rumah itu enak juga kok. Bagi yang bilang tidak enak, bisa jadi dia tidak terbiasa. Hihi…

Apa saja pekerjaan rumah tangga yang cocok bagi anak remaja? Yah, misalnya mencuci mobil bapaknya. Mencuci sepeda motor ibunya. Maupun mencuci sepeda adiknya. Yang terakhir ini pasti lebih banyak tidak maunya.

Boleh juga ditambahi dengan menyapu halaman. Cukup menyapu saja ya, tidak usah halamannya sampai dipel. Percuma.

Mencuci piring di dapur juga oke. Atau mencuci pakaian sendiri semestinya sudah rutin dilakukan.

Bagi anak remaja perempuan, bantu-bantu ibu memasak di dapur. Mulai dari yang sederhana, misalnya mengiris cabe. Lalu, menghitung jumlah bijinya. Kurang kerjaan amat sih!

Mengupas bawang merah yang katanya jahat itu. Atau mengupas bawang putih yang sering tersakiti oleh bawang merah. Ini sebenarnya bahas masakan atau judul sinetron jadul sih?

Kesimpulan

Setelah waktu menunjukkan pukul 00.20 WITA dan jumlah karakter di dashboard sudah 735, maka tibalah di bagian kesimpulan. Meskipun namanya kesimpulan, tidak perlu lah kita memakai simpul-simpul tali macam Pramuka itu. Apalagi yang punya kenangan tidak bagus tentang Pramuka, seperti saya sendiri yang sampai harus kehilangan panci waktu kemah SD. Hadeh…

Sikap memanjakan anak remaja memang harus dihindari oleh orang tua. Sebab, manja itu akan mendatangkan efek yang tidak bagus. Dari namanya saja, manja, terkesan kurang bagus bukan? Manja jelas bukan teman SMA saya dahulu. Kalau itu namanya Manda. Eits, tidak ada hubungan apa-apa selain teman biasa saja lho!

Tiga sikap memanjakan anak remaja seperti yang saya tulis di atas semoga bisa bermanfaat bagi setiap orang tua, calon orang tua, termasuk anak remaja itu sendiri.

Kok cuma tiga, Mas? Ya, sebab angka tiga itu termasuk angka yang cantik. Coba saja, angka tiga dikasih kosmetik, pastilah akan cantik juga.

Share This:

Silakan tinggalkan komentar ya!

Email aktif kamu tidak akan ditampilkan. Tapi ini mesti diisi ya!

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!