[Ternyata Bisa Juga Lho] Pas Kamu Rindu Suasana Kantor, Begini Solusi Jossnya!

[Ternyata Bisa Juga Lho] Pas Kamu Rindu Suasana Kantor, Begini Solusi Jossnya!

Share This:

Masa work from home sepertinya akan terus diperpanjang. Satu sisi, asyik juga bisa kerja dari rumah saja. Sisi lainnya, ada yang rindu suasana kantor. Bagaimana menghadapi yang kedua ini?

Sebenarnya, cukup aneh juga sih sifat manusia. Misalnya, kalau musim kemarau, maunya hujan. Pas hujan terus dan banjir, mintanya kemarau atau panas saja. Berubah-ubah terus.

Menurut Tung Desem Waringin yang sekarang kena Covid-19 itu, manusia itu pada dasarnya punya dua sifat. Pertama, menghindari kesengsaraan, penderitaan, kerugian, kesedihan atau an-an lainnya. Kedua, menuju kenikmatan, kebahagiaan, kesenangan dan juga an-an lainnya.

Makanya, wajar, ketika panas mengeluh, “Waduh, kok panas terus sih?” Begitu hujan, mengeluh juga, “Hujan terus? Kapan berhentinya ini?”

Lucunya, ketika musim hujan, pakai motor, terus berteduh. Sama sekali tidak memiliki jas hujan atau mantel hujan. Padahal di Indonesia ini ‘kan ada dua musim saja, kalau tidak kemarau, ya, hujan. Musim rambutan, durian, mangga, itu lain cerita.

Rutinitas Masuk Kerja

Bagi kamu yang menjadi pegawai, entah itu pegawai negeri maupun swasta, maka pastilah bekerja di kantor. Dan, rata-rata kantor tersebut bukan milik kita sendiri. Cuma menumpang. Ya, numpang duduk, numpang kentut, numpang buang air. Tentu, numpang pula fasilitas yang ada. Wifi gratis, komputer bebas dipakai, AC, sampai kasur kalau perlu.

Namun, yang kadang menjadi problematika ketika pagi adalah rutinitas kerja tersebut. Istilahnya bahkan mengerikan, yaitu: I hate monday! Kebencian pada hari Senin. Padahal hari Senin itu waktunya puasa sunnah lho! Masa dibenci sih?

Hal tersebut terjadi karena sebelumnya libur. Sabtu, Ahad, istirahat di rumah atau jalan-jalan ke mana gitu. Begitu hari Senin tiba, eh, sudah harus masuk kerja lagi. Menjalani rutinitas dari Senin sampai Jum’at. Begitu seterusnya.

Baca Juga: Temukan 5 Manfaat Ketika Berhasil Menemukan Kepribadian Anda

Saking rutinitas itu berjalan terus, tanpa terasa, sudah setahun jadi pegawai, dua tahun, tiga tahun, sampai sepuluh tahun, bahkan pensiun, mungkin tidak begitu disadari. Saking hampir samanya menjalani hari-hari.

Bahkan, saya pernah mengetahui bahwa ada sebagian pegawai yang buru-buru ketika akan masuk kerja. Ini terjadi pada hari Senin. Dia sudah memiliki dua anak, satunya sekolah, satunya belum. Tiap Senin, repot sekali karena harus apel pagi juga.

Bahkan, pemandangan tiap pagi, staf, PNS maupun bukan, ngebut di jalan karena mengejar waktu absen sidik jari, itu sudah biasa di sini. Dulunya lho.

Banyak pula yang mesti apel tiap pagi. Ditambah dengan apel sore. Kumpul pegawai, dipimpin oleh seorang pejabat di depan, entah itu kepala kantor atau jabatan di bawahnya. Hem, apa saja sih yang diomongkan setiap hari itu? Paling cuma disiplin, disiplin dan disiplin.

Padahal, justru yang ikut apel itulah yang disiplin. Pegawai yang tidak ikut apel, itulah pegawai yang malas. Pantas memang diberikan sanksi. Soalnya sudah mengambil uang dari negara, tetapi malas dengan kewajibannya. Betul nggak?

Keadaan di Dalam Kantor

Lain di luar ketika apel, lain pula keadaan di dalam ruangan kantor. Suasana orang bekerja pastilah ada. Mungkin ada yang mengetik, mengeprint, membereskan dokumen-dokumen, melapor ke atasan atau sekadar main HP plus nonton TV.

Bagi orang yang rajin, suasana seperti itu memang biasa saja. Dia tetap bekerja sesuai waktu yang ada serta perintah dari bosnya. Namun, bagi yang mudah bosan, itu akan jadi mengganggu. Soalnya, begitu-begitu saja pekerjaannya. Apalagi bagi staf yang memang tidak ada jabatannya. Mengetik tidak bisa, mengeprint bingung, tahunya cuma buka FB, WA, Instagram sama TikTok!

Baca Juga: 5 Tips Ampuh Menghilangkan Malas

Kalau ada staf macam begitu, seharusnya sih belajar. Meningkatkan kualitas dirinya. Namun, itu juga tidak gampang, he! Jika orangnya sudah malas, maka akan seterusnya begitu. Mau didorong orang lain, juga susah. Sudah cukup banyak pegawai yang dipecat karena ini. Toh, bekerja di dalam kantor itu tidak terlalu berat, eh, masih tidak masuk juga!

Keadaan Sekarang

Munculnya wabah Corona atau Covid-19 ini, pola kerja kantor harus berubah. Ada yang menetapkan shift atau jadwal piket. Pegawai tidak diharuskan masuk tiap hari. Terus, absen sidik jari tidak dipakai. Sebab rawan penularan virus, karena banyak ibu jari menempel di alat tersebut.

Apel sudah tidak dilakukan juga. Karena menghindari kerumunan orang dalam satu tempat. Kalau apel saja dihapuskan, maka kegiatan-kegiatan yang melibatkan banyak orang juga dilarang. Pertemuan dilakukan secara online, misalnya lewat aplikasi Zoom.

Bagaimana tanggapan orang yang rajin dan malas? Bagi yang malas, memang menemukan surganya. Kewajibannya masuk kantor diredakan dengan kebijakan tersebut. Dia makin rajin rebahan di rumah, lupa mandi, gosok gigi dan membersihkan kotoran mata.

Sedangkan bagi yang rajin, agak sedikit menimbulkan masalah. Pola hidupnya yang teratur, semacam terbentur tembok. Mau di rumah terus dia pusing. Inginnya selalu ke kantor. Padahal, sesuai aturan tadi, sudah tidak seperti dulu. Tidak harus kok datang ke kantor.

Mungkin bagi beberapa orang atau banyak orang sekalian deh, ke kantor itu seperti menemukan pelampiasan untuk tempat dan waktu. Mungkin di rumah suasananya mencekam, istrinya galak, anak-anaknya selalu rewel, barang-barang berantakan, intinya tidak tenang, lalu dia ke kantor dan menemukan suasana yang berbeda.

Ada yang berperilaku baik sekali di kantor. Lembut ke semua orang. Hormat luar biasa ke atasan. Murah senyum. Rajin mentraktir. Ada yang begitu? Pastilah ada dong.

Namun, ketika di rumah, hem, naudzhubillah min dzalik. Mukanya seram, judes, suka marah, meski untuk urusan sepele. Beda jauh ketika di kantor tadi. Apa mungkin di kantor ramah karena menyangkut urusan uang ya? Jika tidak seperti itu, maka dia khawatir tidak akan dapat banyak bagian. Wah!

Alhasil, memanjakan bos memang hal yang sering dilakukan. Jaga jaim, begitu istilahnya. Berarti ada sedikit usaha menjilat ini ya!

Ketika dimarahi bos pun, dia diam saja. Tidak bergeming. Tidak bergerak sedikit pun, kecuali untuk mengambil dan mengeluarkan napas. Khusyuk luar biasa disemprot oleh pimpinannya.

Akan tetapi, hal berbeda ketika di rumah. Perilakunya seperti setan terhadap anak dan istrinya. Bahkan, kehadirannya di rumah disambut dengan suasana mencekam. Ayah datang, ayah datang, cepat sembunyi! Atau istrinya yang mengatakan: “Waduh, suamiku pulang! Mau marah apalagi nih?”

Ketika suasana rumah sudah melebihi film horor, maka mesti diubah. Sebab, slogan yang sering didengungkan oleh orang-orang itu, di rumah aja, stay at home, jangan ke luar rumah kalau tidak perlu banget dan lain sebagainya. Rumah, rumah dan rumah! Mau rumah sendiri, maupun bukan, tetap lebih baik di situ saja.

Duh, berat lho! Bosan di rumah terus. Ini bagi pegawai yang rajin tadi. Dia rindu suasana kantor. Ingin ke kantor, tetapi takut dan waswas juga kena Corona. Kalau sudah seperti itu keadaannya, maka harus ada solusinya. Dan, melalui tulisan ini, solusi itu saya tuliskan. Lho, baik ‘kan saya?! Hahaha…

Melalui Website

Mungkin kamu yang rindu suasana kantor itu tidak mesti melihat langsung. Maksudnya, keadaan kantor ‘kan berbeda-beda. Namun, yang bisa menyatukan semuanya adalah melalui suara. Ya, lewat suara.

Lewat sebuah website bernama I Miss The Office, maka kamu bisa menemukan semacam kerinduan pada suasana kantor. Yang bikin adalah agensi kreatif bernama Kids, perusahaan asal Jerman.

rindu-suasana-kantor
Seperti ini tampilan dari website I miss the office.

Situs ini melakukan semacam simulasi dari keadaan kantor yang lumayan bising. Jangan dikira bising, terus ada aneka bus sama kendaraan lain di dalam lho ya! Itu kantor apa terminal? Hehe…

Tata letak kantor ditampilkan di website dengan terbagi ke dalam empat ruangan. Gambar atau obyek yang ada di situ bisa diklik kok, terus ada suaranya masing-masing.

Ada kursi, meja, komputer plus suara orang duduk, menulis di kertas atau mengetik di keyboard. Jelas keyboard komputer, bukan alat musik. Karena website ini berasal dari Jerman, maka ada pula suara orang berbincang-bincang dalam bahasa Jerman. Kamu tertarik mempelajarinya juga?

Masih ada suara telepon berdering, masak air di ketel, menuangkan air di cangkir, suara printer, kaki melangkah dengan sepatu, entah merek apa sepatunya, bekas atau tidak, suara HP bergetar di atas meja, bahkan suara orang main pingpong.

Saya juga mendengar suara kentut. Hah, beneran? Ternyata, setelah saya dengarkan lagi, itu suara orang duduk di kursi empuk. Ada pula suara orang mengetik di mesin ketik. Suara orang makan dengan lahapnya. Waduh, ini orang yang makan tidak sambil menutup mulut nih! Terdengar seperti seminggu belum makan apapun.

Suara mobil lewat juga ada. Ada satu suara yang mencurigakan, yaitu: suara orang bersin. Hem, memang sekarang orang bersin seperti dianggap penjahat saja ya?

Website kreatif ini memang sangat lengkap untuk menggambarkan sebuah kantor. Hayo, jadi rindu suasana kantor atau tidak? Jadi berharap ‘kan kapan pandemi ini berakhir dan bisa masuk kerja seperti biasa?!

Oh, ya, di dalam website tersebut, tidak ada gambar orang ya! Penggambaran pegawai cuma dengan bentuk lingkaran, setengah lingkaran, persegi panjang dan lingkaran. Pakai warna biru, ungu, pink, oranye.

Untuk memutar semua suara itu, kamu tinggal menekan tombol play. Adanya di bagian kiri bawah layar komputer kamu. Agar lebih jelas, kamu mesti pakai headset. Sebab dengan speaker komputer terasa kurang maksimal dalam menghayati rindu suasana kantor itu. Cieh, cieh…

Kesimpulan

Cuma yang kurang dari website ini adalah tidak ada suara orang marah-marah, banting gelas, dobrak meja, memecahkan kaca atau menghancurkan komputer. Wah, kalau betulan ada suara begitu, maka bisa dianggap itu adalah kantor yang mau tutup. Bangkrut. Soalnya keadaan sudah sangat kacau.

Dalam website tersebut tertulis dalam bahasa Inggris: Close your eyes dan imagine you’re in the office. Artinya, tutup mata kamu dan bayangkan kamu sedang di dalam kantor. Memang, jadi nikmat sekali membayangkan kembali suasana kantor di tengah rindu untuk bekerja seperti biasanya lagi di sana.

Meski dalam kenyataan dulu, kalimat dalam website itu dilaksanakan betul, tutup matamu saat kamu di kantor, maka hasilnya adalah bablas! Tidak jadi kerja, malah pindah ke kantor lain di alam lain pula. Mimpi kali yeee…!

Namun, terlepas dari itu adalah, rindu suasana kantor juga akan dirasakan oleh mereka yang dirumahkan oleh perusahaan atau tempat bekerjanya karena wabah Covid-19. Meskipun mereka menggunakan website di atas, tetapi peluang untuk kembali bekerja masih belum jelas. Itulah yang semestinya menjadi perhatian kita. Setuju?

Baca Juga: Posisi Siap Sebenarnya Untuk Siapa?

Share This:

Silakan tinggalkan komentar

Email aktif kamu tidak akan ditampilkan. Tapi ini mesti diisi dengan benar.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.