Pandangan Pertama pada Blog

Pandangan Pertama pada Blog

Jika Dirasa Tulisan Ini Bermanfaat, Share Ya!

Semakin lama, saya memang semakin mencintai dunia blog. Meskipun konten video sangatlah digemari, tetapi format tulisan lebih mudah dibuat dan tidak terlalu membutuhkan waktu lama.

Seperti yang pernah saya ceritakan pada tulisan sebelumnya, saya memulai blog ini pada tahun 2018. Lebih tepatnya bulan November. Ketika itu masih tahapan Pemilu, jadi saya masih lumayan sibuk. Namun, justru di waktu seperti itu, malah saya membuat blog ini sebagai pelarian dari padatnya pekerjaan.

Saya langsung memilih blog yang berbayar. Ketika itu sekitar 800 ribuan, sudah gratis domain. Nah, tentang domain ini, saya sempat dilanda kebingungan. Website ini ‘kan milik pribadi, mestinya pakai nama sendiri. Sementara nama lengkap saya itu panjang. Ada 17 huruf secara lengkapnya.

Kalau berdasarkan teori memilih nama domain, disarankan untuk jangan terlalu panjang. Makin pendek lebih bagus. Namun, bila dibuat domain pendek, jadinya apa dan bagaimana?

Tantangan kedua adalah nama depan saya seringkali orang salah menulis. Harusnya kan Rizky, tetapi ada juga yang menulis Rizki, Risky, Riski, Resky, dan semacamnya. Waduh! Tapi, ya, wajar sih, sebab semua ejaan itu ‘kan ada namanya masing-masing.

Jika saya membuat domain dengan nama rizky, nama orang bisa salah menulis alamatnya. Kan kalau salah, nanti tidak nyambung ke website saya toh. Malah ke website orang atau masuk ke tempat lain.

Namun, pada akhirnya, saya tetap memilih nama lengkap saya untuk domain sebagai penghargaan terhadap kedua orang tua yang sudah memberikan nama. Mengenai panjangnya, cuek saja, lah.

Ternyata, adanya mesin pencari Google, justru tidak mempermasalahkan panjang atau pendeknya nama domain. Asalkan masuk di halaman pertama pencarian, maka itulah yang akan diklik orang. Contohnya di bawah ini:

pandangan-pertama-pada-blog-1

Hasilnya, ketika saya melihat jumlah viewsnya:

pandangan-pertama-pada-blog-2

Begitu pula, tulisan saya tentang menggambar pemandangan, mempunyai views yang lebih luar biasa lagi:

pandangan-pertama-pada-blog-3

Alternatif Lain

Seiring kesibukan dalam tahapan Pemilu, saya sudah jarang ikut lomba blog. Alhamdulillah, beberapa kali menang lomba, tetapi akhir-akhir ini saya sering kalah. Lalu, bagaimana dengan blog saya ini?

Ternyata, ada peluang rezeki yang lain, yaitu: jasa backlink. Intinya, backlink itu berkaitan dengan peringkat website. Bisa dicek di sini: cek peringkat domain website. Blog ini mempunyai peringkat yang lumayan. Makanya, ada beberapa orang yang order backlink ke saya melalui marketplace bernama RajaBackLink.

Ini adalah dashboardnya:

pandangan-pertama-pada-blog-4

Untuk orderan, atau orang yang mengorder lewat blog saya, saat ini baru 9, bisa dilihat di sini:

pandangan-pertama-pada-blog-5

Testimoni dari konsumen, ada di bawah ini:

pandangan-pertama-pada-blog-6

Bergabung ke Grup Blogger Parenting

pandangan-pertama-pada-blog-7

Grup tersebut saya temukan dari teman di Twitter. Seorang pengguna Twitter bernama April Hamsa punya ide untuk membentuk grup tersebut. Nah, karena konten blog ini memang sebagian besar tentang parenting, maka saya langsung ikut dong.

Syaratnya adalah menyetorkan satu postingan tulisan tiap pekan. Dimulai dari Senin pagi dan berakhir Ahad tengah malam. Jika tidak setor, maka siap-siap menerima hukumannya. Apa itu? Yaitu harus share semua link semua anggota grup ke medsos kita. Bayangkan, anggota grup itu ada 45 orang, awalnya 47 dan gugur 2 orang. Kan pasti capek harus share sebanyak itu.

Alhamdulillah, saya selalu setor yang pertama. Dan, sampai sekarang rekor itu belum terpecahkan oleh anggota grup lain. Biasanya, saya mulai menulis hari Ahad. Senin pagi habis Subuh tinggal mengedit, lalu posting deh ke blog dan share linknya.

Jika tidak sempat, maka saya baru menulis habis Subuh di hari Senin itu. Padahal, hari Senin adalah hari yang paling sibuk dan paling terburu-buru dalam satu pekan saya. Soalnya, hari Senin itu ada apel pagi jam 8. Jika tidak ikut apel, maka siap-siap bisa terkena sanksi dari kantor wilayah.

Bertahan Menjadi Blogger

Sudah terlanjur basah menjadi blogger, maka harus dipertahankan dong! Sudah kadung membayar domain dan hosting pula, masa mau dihentikan? Saya pernah terpikir begitu. Waktu bulan Oktober yang lalu kalau tidak salah. Biaya perpanjangan sampai 1 juta lebih karena naiknya PPN dan biaya lainnya. Saya sempat mau berhenti saja menjadi blogger karena merasa tidak kuat membayar blog ini.

Eh, ternyata, dari perpanjangan itu, muncul peluang lain, seperti jasa backlink itu dan bertemu dengan teman-teman blogger se-Nusantara. Itu sangat menyenangkan. Dan, rasanya membayar tiap tahun masih tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan kumpul-kumpul bersama para blogger itu. Seperti juga di grup Lagerunal yang berisi guru-guru blogger luar biasa. Saya belajar banyak dari mereka.

kamis-menulis

Jika Dirasa Tulisan Ini Bermanfaat, Share Ya!

11 Comments

Silakan tinggalkan komentar

Email aktif kamu tidak akan ditampilkan. Tapi ini mesti diisi dengan benar.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.