Bisnis Online Tanpa Cari Kontak, Itu Nonsense dan Bikin Otak Cepat Berteriak!

Bisnis Online Tanpa Cari Kontak, Itu Nonsense dan Bikin Otak Cepat Berteriak!

Share This:

Jaman now, masih saja bisnis online itu tumbuh bak jamur di punggung orang panuan. Pertumbuhannya masih saja pesat. Meskipun bisnis online itu bisa menghasilkan lebih banyak, tapi harus dengan upaya untuk cari kontak. Seberapa penting sih Pak?

Ada sebuah kisah nyata. Oh, kisah ini tidak seram kok! Ketika tulisan ini ditulis memang masih siang hari. Masih siang bolong. Meskipun sampai sekarang saya masih bingung, bolongnya di sebelah mana ya?

Jika bisnis online tidak berupaya untuk cari kontak, maka hasilnya akan sangat sia-sia. Lho, katanya ada kisah nyata. Oh, ya, begini, Gaes! Ada seorang penjual online yang sedang bingung dengan jualannya sendiri. Dia adalah seorang perempuan dan secara kebetulan memang menjadi teman Facebook saya. Tidak kenal betul, asal add dan approve begitu saja. Kamu juga begitu ‘kan?

Setelah Menikah

setelah-menikah
Pesan Begini di Mana Ya?

Mungkin orang itu mulai merintis bisnis online sebagai tambahan penghasilan bagi diri dan suaminya. Yah, mereka belum lama menikah. Tidak ada yang perlu untuk patah hati di sini. Untuk apa kalau ada orang menikah, terus kita jadi patah hati? Memangnya cuma dia seorang apa? Haha….

Pertama lihat dia posting jualan hijab. Sebagaimana masih tren sekarang, hijab panjang atau istilahnya dengan gamis, dengan balutan jilbab dan cadar sekalian. Dalam foto, memang baju itu terlihat menarik, cantik dan terasa asyik. Itu dilakukan beberapa kali, maksudnya dengan beberapa postingan foto yang berbeda.

Nah, yang saya amati adalah tidak ada respons sama sekali dari teman-teman FB-nya. Tidak ada yang like, komen, apalagi share! Pokoknya sepi betul! Padahal kalimatnya sudah umum lho untuk jualan online: “Open order Sis. Dibuka untuk gamis cantik ini…” Kira-kira semacam itulah.

Saya pun jadi mengelus hati. Ini hati saya sendiri lho, meskipun ada istri, tetapi tidak sampai pinjam hatinya dia buat dielus-elus. Saya jadi merasa kasihan dengan teman FB itu. Memang, saya yakin niatnya jualan mulia sekali! Untuk membantu muslimah lain mendapatkan pakaian yang sesuai dengan aturan syar’i. Ada memang syarat-syarat pakaian muslimah berdasarkan aturan Islam.

Pindah Jualan

jualan-hijab
Ambil dari Google, Sumber: JualanHijab.Com

Karena dirasa jualan hijab secara online tidak prospek, teman saya itu ganti lagi. Kali ini produk kecantikan. Namanya saja produk kecantikan, jelas untuk perempuan dong, Masbro. Kalau mau beli, buat istrinya saja. Jangan sampai mau istri cantik, tetapi tidak mau ke luar modal! Maunya istri cantik mirip artis, tetapi uang cuma ke luar tipis-tipis. Idih, bikin susah eksis!

Dia pindah jualan ke produk itu mungkin juga mau membantu muslimah lain biar makin awet rumah tangganya. Produk yang menjadikan kulit perempuan jadi putih, mulus, bercahaya, memancarkan aura kebahagiaan dan pokoknya itu yang diidam-idamkan oleh hampir semua perempuan. Dari yang tadinya foto-foto hijab, gamis, berubah menjadi perempuan yang sedikit tersingkap auratnya.

Foto before and after muncul di beranda saya. Bagi saya, produk semacam itu menarik bagi sebagian orang, tidak bagi saya. Karena dari mereknya terlihat, hem, asing dan gimana gitu? Intinya saya sebagai orang yang melihat penawaran itu langsung tidak tertarik.

Sama ketika jualan hijab, pada produk ini pun sedikit sekali yang merespons. Yang like saja hampir tidak ada, apalagi komen, dan tentu share. Meskipun banyak teman perempuannya di FB, teman saya itu tetap tidak banyak direspons. Entahlah, apakah pada beranda teman-temannya, langsung dilewati saja promo itu, atau malah disembunyikan, jangan sampai ada yang melaporkan ke pihak Facebook! Walah, serem amat!

Terakhir, yang saya amati. Gamis sudah, produk kecantikan lewat, sekarang madu. Ini sedikit agak berbeda. Dia menjual madu berikut dengan sarangnya. Wah, ini terlihat menarik sebenarnya! Selama ini kita minum madu cuma cairannya. Disimpan dalam botol kaca, plastik atau jerigen kecil kemasan satu kilogram.

Sarang madu bisa dikonsumsi, dan katanya sih terasa lembut, kenyal dan mirip permen karet. Saya sendiri belum pernah konsumsi. Lha wong minum madu saja juga jarang kok…! Tapi, jangan sampai dikaitkan dengan madu dan racun lho ya… Hehe…

Nah, dari ketiga jenis jualan itu, semuanya tidak terlihat ada prospek yang menggembirakan. Semuanya berakhir dengan interaksi yang sangat tidak mulus. Jangan ada yang terjual, dilihat saja cuma sebelah mata. Apa sebenarnya masalah yang terjadi? Kok bisa begitu? Insya Allah, di sinilah akan dikupas mangga, walah, maksudnya masalah itu dengan solusi yang jitu!

Target Marketnya Siapa Sih?

target-market
Ada Tiga Target Market Dalam Bisnis Online

Dalam dunia bisnis online, tidak ada istilah palugada. Apa itu artinya? Apakah lu jual palu, gue gak ada? Waduh, bukan begitu! Palugada sering diartikan apa lu mau, gue ada. Jual semua barang, buat semua orang. Ada yang bisa begitu?

Jawabannya ada dong! Itu contohnya saja seperti Bukalapak, Tokopedia dan Shopee. Jutaan produknya, dan semuanya memang ada. Buat kebutuhan hidup kamu dan keluarga sehari-hari. Tapi, kira-kira pakaian astronot ada atau tidak ya? Coba deh kamu cek. Kalau tidak ada, berarti masih belum lengkap tuh. Haha…

Sedangkan kalau penjualnya masih perseorangan, sendirian, jomblo dan butuh modal untuk menikah, maka tidak bisa dengan model jualan seperti itu. Apa yang orang butuhkan, kita yang mau sediakan. Maka itu sama saja dengan menderita lahir batin. Ini pengertian yang aneh ya? Masa ada bayi lahir, kok cuma dibatin?

Bisnis online sangat butuh yang namanya fokus. Lho, kok harus fokus? Apa alasannya? Berikut ini coba saya kasih jawabannya versi saya.

1. Menghemat Waktu dan Jam

Fokus pada bisnis online apa dulu nih? Ambil contoh, bisnis online sepatu. Ini pun masih bisa dipecah lagi. Mau sepatu laki-laki, perempuan atau anak-anak? Misalnya, perempuan. Nah, kalau sudah ditentukan fokus ini, maka kita akan berusaha untuk mencari ilmu cara menjual produk sepatu untuk perempuan. Bagaimana model terbaru sekarang? Termasuk dalam hal ini adalah cara perawatan sepatu tersebut. Jangan sampai, beli sepatu baru, eh, malah cepat rusak karena tidak dirawat dengan bagus!

Kita akan mencurahkan waktu lebih khusus agar bisnis sepatu perempuan lebih berkembang. Bukan sepatunya yang mengembang lho ya!

2. Mengerti Strategi Promosi

Ketika ada hari yang pas buat promosi lebih gencar, maka akan lebih mudah ketika kita fokus. Kalau sepatu perempuan, promosi lebih bagus ketika hari Kartini, atau hari ibu, pas lebaran juga masih oke. Desain promosi pakai gambar atau video dengan target konsumen laki-laki dan perempuan itu berbeda lho! Cek saja kalau tidak percaya.

3. Paham Target Market

Pada poin ketiga ini, menjadi inti dari urutan di atasnya, bahkan inti dari tulisan ini secara keseluruhan. Beneran lho! Kita buktikan ya!

Dalam kasus teman saya di atas, dia tidak paham target marketnya siapa? Asal posting foto atau gambar dengan tulisan penawaran (copywriting) seadanya. Open order sis! Meskipun banyak temannya perempuan, tetapi perempuan yang bagaimana dulu nih? Mesti dipetakan, perempuan itu usia berapa? Pekerjaan apa? Latar belakangnya? Minat atau kegemarannya? Dan, aktifnya di medsos jam berapa saja? Itu semua perlu diketahui lho!

Makanya, ketika mau promosi di Facebook dengan jalan organik alias tidak pakai iklan FB Ads, maka harus pandai-pandai dalam memilih teman. Ketika banyak teman kita, tetapi semuanya tidak minat dengan produk yang kita jual, buat apa juga? Ya ‘kan? Buang saja mereka ke daftar hapus pertemanan. Sah-sah saja kok kita main remove. Apalagi dengan orang yang memang di dunia nyata tidak pernah ketemu. Oh, langsung sikat saja! Tidak masalah. Bagi saya lho! Tidak tahu bagi yang melakukan. Hehe…

Solusi Jitu: Cari Kontak Calon Konsumen

Database itu tidak kalah penting dibandingkan dengan homebase. Kalau homebase juga biasa menyangkut dengan lokasi suatu perumahan. Seperti di Kendari itu, ada yang tempat dinamakan dengan hombes.

Kalau database sangat diperlukan dalam bisnis online? Maka, ini menyangkut dengan promosi yang akan dilakukan nanti. Database itu menyangkut cold market, warm market dan hot market. Sesuai pengertiannya, cold market adalah database orang yang belum kenal dengan kita, apalagi bisnis kita. Dinamakan dengan cold karena dingin. Sesuatu yang dingin itu biasanya kurang menyenangkan di awal.

Orang yang pembawaannya dingin, maka itu biasanya cenderungnya negatif. Wih, ini orang kayak sombong banget ya! Padahal belum tentu juga. Sombong mungkin hanya kelihatannya, kenyataannya judes! Lah…

Selanjutnya warm market. Mulai hangat ini. Orang-orang yang dimasukkan di warm market mulai kenal dengan bisnis kita. Mulai penasaran dia. Ini kok ada bisnis macam begini ya? Kayaknya menarik tuh! Mungkin itu dalam pikirannya. Wuih, itu penjualnya kok mirip teman saya dulu ya? Itu lho yang jadi fotografer pas acara nikahan mantannya. Terus ada yang tiba-tiba nyelonong: “Harusnya aku yang di sana…” Halah…!

Terakhir, ini yang paling diidam-idamkan. Hot market. Bukan artinya pasar yang terbakar lho! Tapi adalah seseorang atau orang-orang yang sudah kenal kita, sudah lihat bisnis kita dan pernah beli dengan kita. Mereka sudah masuk dalam ranah konsumen. Bahkan pelanggan, karena membeli sampai beberapa kali.

Ketiga makhluk itu, cold, warm dan hot mendapatkan perlakuan yang berbeda-beda. Teknik promosinya pun tidak sama. Dalam masalah teman saya itu, mungkin dia anggap semua teman FB-nya adalah warm atau hot market. Jadi, langsung tembak promosi yang pada akhirnya sama sekali tidak direspons.

Menghadapi masalah seperti itu, maka memang butuh yang namanya alat bantu. Semacam aplikasi buat bantu kamu yang saat ini sedang bisnis online dan pastinya butuh database buat jadi target marketmu. Kok pakai aplikasi? Ya, jelas dong, karena aplikasi ini sanggup untuk mencarikan calon-calon konsumen buat kamu. Mau tahu seperti apa? Boleh langsung ke sini: Cari Kontak.

Silakan dibuktikan sendiri jika kamu mau serius berbisnis online dan mau mengandalkan database yang cukup valid secara mudah dan gampang.

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Share This:
error: Content is protected !!