[Ingat] Ini Manfaat Berhubungan Intim Secara Rutin

[Ingat] Ini Manfaat Berhubungan Intim Secara Rutin

Share This:

Bagi suami istri, kiranya memang perlu untuk berhubungan intim secara rutin. Namun, persoalannya, ada masalah ketika mau melakukan hal itu. Apa saja?

Tentang definisi berhubungan intim secara rutin, apakah yang dimaksud itu sebulan sekali? Atau setahun sekali? Wah, ini memang rutin, tapi alamak! Hehe…

Menurut halodoc, berhubungan intim secara rutin memperkuat ikatan antara dua orang dan memupuk kedekatan, cinta, dan kasih sayang di antara pasangan. Jadi, kalau mau memperkuat ikatan tidak perlu pakai tali rafia, apalagi tali tambang, cukup tali kasih sayang antara suami dan istri, cie, cie.

Sedangkan menurut Ibupedia, yang dikutip dari USA Today, pasangan yang berhubungan intim setidaknya satu kali dalam satu pekan akan cenderung lebih bahagia. Itu baru satu kali lho, apalagi kalau rutin setiap hari selama 9 kali misalnya, bukankah itu hebat sekali? Waow!

Namun, tidak semua pasangan mampu menunaikan amanah, walah amanah, untuk berhubungan intim secara rutin. Ada saja masalah atau penghalangnya. Yang paling jelas adalah ketika antara suami dan istri berjauhan tempat alias LDR. Ini jelas tidak bisa berhubungan intim.

Bahkan, pakai Zoom pun tidak bisa. Kecuali kalau ada pintu ajaib Doraemon. Pintu ini sampai sekarang belum pernah dijual di marketplace kita. Padahal marketplace itu promosinya produknya paling lengkap ya!

Halangan lain apa saja untuk berhubungan intim secara rutin itu? Saya ambil dari Ibupedia lagi.

Penghalang Hubungan Intim

Pertama, adalah anak itu sendiri. Lho, bukankah berhubungan intim itu tujuannya untuk mendapatkan anak? Kok sekarang anak yang menghalangi? Ini maksudnya anak yang sudah lahir, Bro. Dia bisa secara langsung maupun tidak langsung menghalangi orang tuanya untuk ngeh dan ngoh.

Ketika anak yang dikira sudah tidur nyenyak di malam hari, lalu suami berangkat ke medan tubuh istrinya, eh, ternyata tiba-tiba dia bangun. Minta nenen misalnya. Akhirnya, si ibu pun keluar kamar dan meluncur menuju anaknya.

Atau hal lain contohnya saat si “adik” suami sudah masuk ke “keponakan” istri, begitulah untuk menggambarkan alat kelamin, sudah tinggal mau masuk garis finish, ternyata anak bangun dan meraung-raung layaknya sirine ambulans. Mau diteruskan kok belum sampai ke sana, sementara anak juga tidak bisa dibiarkan begitu saja.

Istri akhirnya memilih si anak, dan suami pun melepaskan jerat cintanya. Anak sudah tidur lagi, mau kembali bertempur, pasukan sudah berlindung di bawah pohon. Mau jalan lagi, tenaga sudah tergantung di pohon tersebut. Walah, bahasanya ini!

Itu yang pertama. Bagaimana dengan halangan yang keseribu? Waduh, jauh banget, Mas! Yang kedua saja belum. Oh, ya, kita meluncur ke yang kedua.

Pada poin ini, yang menghambat berhubungan intim secara rutin adalah kesibukan! Entah suaminya yang sibuk, atau istrinya yang sibuk kerja. Tidak mungkin ‘kan bayinya yang sibuk kerja di kantor, pastilah orang tuanya.

Kesibukan kerja yang sangat menyita membuat badan jadi sangat capek waktu sudah tiba di rumah. Salah satu dari pasangan mau mengajak “berkelana di padang pasir” tidak direspons oleh lawan mainnya. Hem, itulah yang bikin jengkel, hingga membuat pikiran berbau seperti jengkol, bisa terjadi pada suami maupun istri.

Oleh karena itu, solusinya adalah mengatur waktu saja sih. Apa sibuk setiap hari? Sepertinya tidak seperti itu juga kali. Cari waktu yang pas agar masing-masing pasangan bisa menumpahkan airnya ke ember. Hehe…

Ketiga, ini yang berpengaruh juga terhadap berhubungan intim secara rutin, yaitu: komunikasi yang buruk antarorang. Biasanya ini karena marah sebelumnya. Suami marah kepada istri, begitu pula sebaliknya. Karena marah, jadi diam-diaman. Akhirnya, yang tadinya diam itu emas menjadi diam itu bikin cemas.

Padahal, marah yang tercipta antara suami dan istri bisa reda dan berkurang, bahkan bisa sampai lenyap dengan berhubungan intim secara maksimal. Ketika keduanya sudah puas dan enak, masa masih mau marahan? Keterlaluan, ah!

Pada poin keempat, ini yang susah dihindari, yaitu: ketika suami, eh, istri sedang hamil. Apalagi jika hamilnya sudah cukup besar. Kadang hal itu menimbulkan kesulitan tersendiri, terutama menyangkut posisi. Tidak gampang dan bisa menyulitkan.

Pas hamil, atau bisa juga setelah melahirkan. Ada masa nifas yang berlangsung selama 40 hari. Itu waktu yang cukup lama lho! Suami menahan hasratnya untuk mengegolkan bola ke gawang selama itu. Butuh kesabaran tingkat tinggi dan ketahanan jiwa yang luar biasa.

Saat kondisi tubuh istri berubah, mungkin akan membuat hasrat suami jadi menurun. Dari yang tadinya semok dan seksi, berubah menjadi seksi juga yang berarti sekarang berisi. Padahal di mata suami, perempuan yang cantik itu yang langsing layaknya pramugari. Jadi, suami bisa puas menerbangkan pesawatnya dan turun ke landasan.

Manfaat Berhubungan Intim Secara Rutin

Untuk mendorong agar pasangan suami istri bisa berhubungan intim secara rutin, perlu tahu dong apa saja manfaatnya? Nah, saya ambil dari sumbernya di situs Haibunda.

1. Sistem Kekebalan Tubuh Jadi Meningkat

Seorang pakar kesehatan seks yang bernama Yvonne K. Fulbright, PhD mengatakan, “Orang yang aktif secara seksual memiliki pertahanan tubuh yang lebih tinggi terhadap kuman dan virus.”

Kalau bicara kuman dan virus, paling berbahaya apa sih sekarang? Virus corona ya? Nah, dengan rutin berhubungan intim, kemungkinan bisa menghindarkan diri dari virus tersebut. Meskipun ada yang bilang dihindari dulu berhubungan intimnya, apalagi pakai ciuman mulut suami dan istri. Namun, kalau memang sudah nafsu, sikat saja, lah!

2. Meningkatkan Libido dan Pasangan Suami Istri Jadi Lebih Intim

Jelas ya, namanya berhubungan intim membuat pasangan suami istri jadi lebih intim. Masa, berhubungan intim tidak membuat jadi intim. Itu sih namanya intimidasi. Walah..

Tadi pakar kesehatan seks, sekarang yang bicara adalah pakar kebidanan dan ginekologi Northwestern University’s Feinberg School of Medicine yang bernama Lauren Streicher, MD. Apa katanya? Begini katanya, “Berhubungan seks secara rutin akan membuat libido semakin meningkat.”

3. Kontrol Kandung Kemih Pada Perempuan Jadi Meningkat

Perempuan perlu memiliki otot dasar panggul yang kuat. Hal itu penting untuk menghindari inkontinensia urine. Waduh, apalagi itu? Silakan cari sendiri ya! Inkontinensia urine itu ternyata dialami oleh sekitar 30 % perempuan satu kesempatan dalam hidupnya. Berhubungan intim secara rutin dengan suami bisa menjadi latihan yang tepat untuk otot dasar panggul.

Ketika sang istri terkena orgasme, wuih kok terkena, maka ada kontraksi pada otot-otot tubuh. Tidak luput alias masih termasuk adalah menguatkan otot dasar panggul.

4. Menurunkan Tekanan Darah

Yang dimaksud menurunkan tekanan darah ini bukan berarti tekanan darah turun dari kepala ke kaki lho ya! Tapi memang tekanan darah yang mungkin naik karena kita stres atau beban pekerjaan bisa diturunkan dengan berhubungan intim secara rutin.

Sekarang kita simak seorang pakar kesehatan yang bernama Joseph J. Pinzone, MD. Katanya, “Penelitian menunjukkan adanya hubungan antara seks dan tekanan darah rendah.”

Selanjutnya?

Kalau bicara selanjutnya, ya, terserah Anda, hehe. Yang jelas berhubungan intim secara rutin itu memang lebih banyak manfaatnya ketimbang kerugiannya. Hem, kerugian yang cukup besar itu adalah ketika tidak punya pasangan. Katanya sih, sandal jepit saja ada pasangannya, masa manusia yang memakainya tidak? Iya sih. Tapi ‘kan sandal jepit tidak mengenal berhubungan intim secara rutin.

Share This:

Silakan tinggalkan komentar

Email aktif kamu tidak akan ditampilkan. Tapi ini mesti diisi dengan benar.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.