Innalilahi Wa Inna Ilaihi Rojiun, Pesawat Sriwijaya Air Jatuh

Innalilahi Wa Inna Ilaihi Rojiun, Pesawat Sriwijaya Air Jatuh

Share This:

Salah satu ketakutan yang dialami oleh penumpang pesawat terbang adalah saat pesawat yang ditumpanginya jatuh ke bumi. Dan, sekarang, ada berita pesawat Sriwijaya Air jatuh di Kepulauan Seribu.

Tiada kata yang lebih tepat diucapkan selain innalilahi wa inna ilaihi rojiun. Semuanya dari Allah dan akan kembali kepada Allah juga. Musibah, manusia mana sih yang bisa menduga? Bahkan, dengan alat angkutan paling canggih untuk umum saat ini, yaitu: pesawat terbang. Standarnya sudah luar biasa, pengawasannya super ketat, personilnya sangat terlatih, tetapi toh bisa kena musibah juga.

Hilang Kontak

Sebuah pesawat yang terbang pastilah harus ada komunikasi atau kontak dengan menara pengawas. Hal itu sangat penting sebab kata Ustadz Muhammad Ikhwan Kapai, Ketua DPW Wahdah Islamiyah Sulawesi Tenggara, pilot pesawat itu seperti orang buta di atas sana saat menjalankan kendaraannya. Makanya, sangat butuh panduan dari bawah.

Memang benar sih, menara pengawas atau yang dikenal dengan ATC bisa memandu aneka jenis pesawat. Ternyata, lalu lintas di atas sana itu juga padat lho! Aneka maskapai dengan berbagai tujuan harus diatur sedemikian rupa agar tidak bertabrakan.

Tidak seperti di darat, yang kendaraan bisa berhenti dengan lampu lalu lintas. Tidak mungkin dong ada pemberhentian pesawat di udara.

Pesawat Sriwijaya Air dengan kode SJ 182 tujuan Pontianak dari bandara internasional Soekarno Hatta dinyatakan hilang kontak oleh Kemenhub. Hal itu disampaikan juga oleh pihak maskapai sendiri. “Telah terjadi lost contact pesawat udara Sriwijaya rute Jakarta – Pontianak dengan call sign SJY 182. Terakhir terjadi kontak pada pukul 14.40 WIB,” tutur Juru Bicara Sriwijaya Air, Adita Irawati, Sabtu, 9 Januari 2021.

Untuk saat ini, semua pihak masih saling berkoordinasi. Sedangkan Bupati Kepulauan Seribu Djunaedi mengatakan, pesawat Sriwijaya Air dengan rute Jakarta-Pontianak jatuh di sekitar Pulau Laki. “Betul (di Pulau Laki),” ujar Djunaedi kepada Kompas.com, ketika dikonfirmasi, Sabtu (9/1/2021). Informasi yang dihimpun oleh Sindo News, penumpang terdiri dari 53 orang dewasa, 5 anak, dan 1 bayi.

Hal yang Bisa Dilakukan

Seorang pejabat yang bertugas di lingkup Sulawesi Tenggara ini pernah mengatakan bahwa ketika kecelakaan pesawat terbang, jarang sekali ada yang selamat. Bahkan, sudah meninggal dunia sebelum benar-benar jatuh ke permukaan bumi. Sebabnya, tekanan udara yang sangat besar dan tiba-tiba menghantam gendang telinga sampai pecah, hingga masuk ke otak.

Dan, memang benar sih. Ketika kita naik pesawat terbang, bukankah ada yang merasakan sakit di telinga? Saat ada orang yang membawa anak kecil, balita misalnya, disarankan untuk menutup telinganya dengan kapas. Sudah beberapa kali pula, saya menemukan dalam satu pesawat ada balita atau anak kecil yang rewel dan menangis terus-menerus. Ternyata dia memang gelisah. Bisa jadi pula sakit telinganya. Atau bosan berada di pesawat yang dirasa sempit. Mungkin karena agak gelap juga.

Peluang untuk selamat ketika jatuh berbeda dengan pendaratan darurat. Kalau jatuh, kecepatan langsung loss, terjun bebas ke bumi. Sedangkan pendaratan darurat, pesawat masih bisa dikendalikan oleh pilot, meskipun mendaratnya ya tidak di landasan bandara. Namanya saja darurat.

Gaya gravitasi sangat memegang peranan ketika benda seberat sekian ton itu meluncur bebas, menukik tegak lurus misalnya ke tanah. Sudah sampai di bawah, hancur berkeping-keping. Ditambah peluang tidak selamat.

Namun, menghadapi berita seputar hilang kontak pesawat Sriwijaya Air, marilah kita berdoa. Mendoakan keselamatan para korban. Mudah-mudahan masih ada yang selamat dari musibah ini. Semua pihak yang bekerja, baik itu dari pihak maskapai, Kemenhub, tim SAR, KNKT, dan masyarakat lainnya yang mungkin jadi saksi kejadian agar bisa saling berkoordinasi. Sebab, nyawa satu orang sangatlah penting.

Spekulasi yang ada hendaknya tidak dijadikan obyek pembicaraan yang terlalu luas, sebelum ada pernyataan resmi dari pihak yang berwenang. Yang saya tulis di atas adalah saya ambil dari perkataan orang. Kita berharap, semoga tidak ada kejadian lagi seperti ini di kemudian hari. Aamiin.

Share This:

Silakan tinggalkan komentar ya!

Email aktif kamu tidak akan ditampilkan. Tapi ini mesti diisi ya!

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!