Pentingnya Harapan dan Impian (Pembahasan Soal Teks Prosedur Kelas XI SMA)

Pentingnya Harapan dan Impian (Pembahasan Soal Teks Prosedur Kelas XI SMA)

Share This:

Sebelum membahas tugas tentang teks prosedur untuk kelas XI SMA yang lalu, lebih bagus kita bahas tentang pentingnya harapan dan impian dulu ya. Ada sebuah kisah menariknya.

Cerita yang menyangkut tentang pentingnya harapan dan impian ini, ternyata ada kaitannya dengan dunia pesawat terbang. Siapa di sini yang belum pernah naik pesawat terbang? Mungkin sekarang sudah banyak yang pernah merasakan naik burung besi itu. Yang mengemudikannya adalah seorang pilot dan co-pilot. Dua profesi tersebut harus langsung dikerjakan di sana. Langsung “berkantor” di dalam pesawat. Tidak bisa dong, gara-gara corona, terus mereka berdua WFH alias Work From Home!

Terjadi di Luar Negeri

Kisah ini saya dapatkan dari blog atau website pribadi orang lain. Dia sih mengakunya dosen di Departemen Teknik Industri, Universitas Indonesia. Berbagi tentang ilmu pengembangan diri. Tentunya, ilmu pengembangan diri yang dimaksud di sini adalah tentang akademik, bisnis, entrepreneurship dan semacamnya. Bukan pengembangan diri dengan cara makan banyak-banyak. Kalau itu sih tubuh juga jadi berkembang. Tapi, berkembangnya ke arah gemuk!

Oke, masih bahas tentang pentingnya harapan dan impian. Sebuah pesawat terbang di Amerika Serikat direncanakan lepas landas dari kota Los Angeles menuju New York. Ada yang sudah pernah ke Amerika? Mungkin banyak yang belum pernah ya? Tapi kalau melihat Amerika sudah pernah ya? Paling gampang sih lewat televisi. Nah, agar tidak bingung dan bisa membayangkan sedikit tentang penerbanga tersebut, maka rutenya seperti ini:

pentingnya-harapan-dan-impian-gambar-1

Jauh Juga Rutenya Ya!

Dalam penerbangan tersebut, sang pilot merasa sangat bahagia. Apakah karena ada kenaikan gaji? Apakah ada bonus berupa uang tunai? Apakah istrinya hamil lagi? Oh, ternyata tidak. Pilot itu merasa senang karena pesawat yang akan dikendarainya adalah yang pertama kali memiliki autopilot. Apa itu autopilot? Kalau pulpen Pilot sih pernah dengar dan pakai ‘kan?

Fitur autopilot tersebut sangat canggih karena mampu mengunci hati seseorang, eh, maksudnya mengunci tujuan penerbangan. Tinggal disetting atau dipencet sana-sini, maka pesawat tersebut akan otomatis menuju kota tujuan. Di mana tadi tujuannya? Oh, ya, masih ingat: New York.

Tanpa Disadari

Kalau tanpa disadari, berarti tanpa disengaja. Di luar kemampuan sadar manusia. Apa yang tanpa disadari oleh pesawat tersebut? Apakah tanpa sadar sayapnya patah? Apakah tanpa sadar penumpangnya ketinggalan? Wah, sampai sebegitunya!

Hal yang tanpa disadari oleh pilot adalah muncul kesalahan dalam penentuan koordinat! Waduh, bagaimana itu? Alat tersebut ternyata menyelewengkan derajat tujuan menjadi 1 derajat. Hem, sangat kecil sebenarnya. Cuma 1 derajat. Tidak sampai 180 derajat. Wah, kalau yang ini sih balik lagi ke tempat semula!

pentingnya-harapan-dan-impian-gambar-2
Kemiringannya Jauh dari Tujuan Semula!

Gara-gara kemiringan 1 derajat saja, membuat pesawat melenceng jauh dari tujuannya. Pesawat ini sampai, tetapi malah ke daerah dengan jarak ratusan mil dari New York. Nah, tentu saja kesalahan tersebut sangat besar. Selain itu, muncul banyak kerugian. Ya, rugi waktu, rugi bahan bakar, dan tidak kalah efeknya, yaitu: rugi kepercayaan orang terhadap maskapai penerbangan tersebut.

Harus Dijaga

Meskipun menggunakan autopilot, tetapi tetap harus dikontrol dan dijaga dong oleh si pilot sendiri. Tidak bisa begitu saja diserahkan semuanya ke mesin. Dia ‘kan diprogram hanya untuk menuruti kemauan manusia. Kalau mesinnya salah bekerja, berarti bukan mesinnya yang salah. Manusianya! Ya ‘kan?

Itu diibaratkan dengan hidup. Punya tujuan, tetapi melenceng sedikit saja, bisa tidak sampai. Apalagi bagi orang yang tidak punya tujuan sama sekali. Ibaratnya hidup seperti air mengalir saja. Padahal, kalau kita lihat, air mengalir itu ‘kan ada polanya juga. Lihat saja pola aliran pipa di rumah kita. Pasti ada polanya. Kapan saatnya lurus, kapan saatnya belok? Jadi, kalau hidup ibaratnya sesuai air mengalir, maka itu yang salah. Sebab, air mengalir memang tidaklah sembarangan.

Jadi, sampai di sini, apa harapan dan impianmu? Tetap harus dipikirkan mulai sekarang ya tentang pentingnya harapan dan impian. Alhamdulillah, sudah diisi juga form untuk cita-cita di lembar jawaban Google Form kali ini. Nanti coba kapan-kapan kita bahas.

Membuka Lowongan Pekerjaan

pentingnya-harapan-dan-impian-melamar-pekerjaan
Lagi Ngapain, Mas?

Masa pandemi covid-19 adalah masa yang cukup sulit bagi para pekerja. Banyak perusahaan yang kolaps, tutup maupun gulung tikar. Ada juga sih perusahaan yang tetap bertahan, tetapi karyawannya dikurangi. Hal itu dilakukan demi bisa menghemat ongkos operasional perusahaan.

Dalam tugas Bahasa Indonesia kali ini, kamu diminta untuk membuat lowongan pekerjaan. Tentunya, lowongan pekerjaan ini tidak ditujukan ke semua orang. Artinya, hanya orang-orang tertentu yang memenuhi kriteria sehingga bisa masuk sebagai pekerja. Biasanya dari segi usia, pengalaman kerja sebelumnya, tingkat pendidikan, lokasi tempat tinggal dan lain sebagainya. Tidak mungkin ‘kan anak kecil mendaftar lowongan pekerjaan itu?

Kamu diminta juga untuk membuat nama perusahaan, kualifikasi pekerjaan, waktu pendaftaran, syarat pendaftaran, bahkan sampai dengan gaji yang akan kamu berikan sebagai direkturnya. Tidak sulit tugasnya bukan? Meskipun untuk membuat perusahaan dan membuka lowongan pekerjaan biasanya dilakukan oleh orang dewasa, tetapi kamu boleh juga kok punya keinginan ke sana. Siapa tahu jadi kenyataan betul di kemudian hari ‘kan? Itulah bagian pentingnya harapan dan impian.

Soal saya yang pertama seperti ini:

Bayangkan kamu sudah dewasa dan punya sebuah kantor atau perusahaan sendiri. Oleh karena perkembangan perusahaan yang pesat, kamu membutuhkan karyawan baru. Kamu sebagai direkturnya perlu membuat suatu iklan lowongan pekerjaan. Buat nama perusahaan, alamat, bergerak dalam bidang apa, pekerjaan apa yang kamu tawarkan untuk dilamar orang lain, gaji yang akan kamu berikan untuk karyawan baru tersebut, persyaratan dan lain sebagainya! Cantumkan juga tanggal pendaftaran, tes masuk, sampai dengan pengumuman. Bila masih bingung, boleh lihat di Google atau japri saya ya!

Selain membuat lowongan pekerjaan, kamu juga perlu menuliskan sebuah cerpen pendek. Wah, salah tulisnya! Maksudnya, cerita pendek. Tentang apa? Masih ada kaitannya dengan soal sebelumnya, yaitu: tentang melamar pekerjaan. Kamu boleh menceritakan seorang tokoh yang melamar kerja, hasilnya bisa diterima, boleh juga ditolak. Terserah.

Untuk soal yang kedua ini, bunyinya seperti ini:

Ini juga tidak kalah menarik. Buatlah cerita pendek tentang orang yang ingin melamar di perusahaan kamu pada nomor satu di atas! Endingnya bisa berhasil, boleh juga gagal. Pakai nama tokoh juga ya!

Begitu saja tugas pada Sabtu pekan lalu ya. Sekarang kita mulai pembahasan tugas dari dashboard Google Form saya. Ada delapan santri yang menyetorkan hasil tugasnya. Siap-siap!

1. Kasrianti

pentingnya-harapan-dan-impian-pemandangan-satu

Saat ini PT. One Technical Perusahaan yang bergerak di bidang teknologi informasi membutuhkan seseorang untuk mengisi jabatan sebagai :

staff IT

Persyaratan:

Pria/Wanita

Lulusan SMA/SMK

Usia Minimal 18 tahun Maksimal 35 tahun

Bisa bekerja sama dengan tim

Berpengalaman lebih diutamakan

 

Persyaratan yang dilampirkan:

1. Surat Lamaran Kerja dan Curriculum vitae

2. Foto Copy KTP, Foto Copy Transkrip nila, Foto Copy Ijazah Terakhir, Foto Copy Kartu Keluarga

3. Pas Photo 3 × 4 (2 Lembar)

Lamaran ditutup dua minggu setelah iklan ini terbit.Jadi jangan sampai terlewatkan kesempatan emas yang satu ini.

Bawa/kirim langsung semua berkas dan lamaran ke alamat jl.Ir. Soekarno no 29. Cantumkan lamaran, nomor telepon yang masih aktif, serta alamat email di pojok kanan atas amplop.

Pembahasan Soal Pertama Untuk Kasrianti:

Secara umum, iklan lowongan pekerjaan ini sudah bagus. Meskipun, masih kurang rapi sedikit. Silakan dilihat revisi dari saya ya:

Saat ini PT. One Technical Perusahaan yang bergerak di bidang teknologi informasi membutuhkan seseorang untuk mengisi jabatan sebagai:

Staf IT (Ingat bukan “staff”, melainkan “staf” saja).

Persyaratan:

Pria/Wanita;

Lulusan SMA/SMK;

Usia Minimal 18 tahun Maksimal 35 tahun;

Bisa bekerja sama dengan tim;

Berpengalaman lebih diutamakan.

(Untuk penulisan bagian-bagian persyaratan di atas, bisa memakai titik dua [;], boleh juga dengan tanda titik [.])

 

Persyaratan yang dilampirkan:

1. Surat lamaran kerja dan curriculum vitae; (Tulis dengan huruf kecil semua saja di depannya, huruf besar cukup di awal kalimat).

2. Fotokopi (penulisan yang benar adalah “fotokopi”) KTP, fotokopi transkrip nilai, fotokopi ijazah terakhir, fotokopi kartu keluarga; (Ini juga pakai huruf kecil semua di depan, kecuali di awal kalimat).

3. Pasfoto (yang benar adalah pasfoto sesuai dengan KBBI atau Kamus Besar Bahasa Indonesia) 3 × 4 (2 Lembar).

Lamaran ditutup dua minggu setelah iklan ini terbit. (Setelah tanda titik, diberi spasi) Jadi jangan sampai terlewatkan kesempatan emas yang satu ini.

Bawa/kirim langsung semua berkas dan lamaran ke alamat Jalan (tulis lengkap saja jalan, jangan disingkat) Ir. Soekarno No. 29 (“No” itu huruf besar, setelahnya diberikan titik). Cantumkan lamaran, nomor telepon yang masih aktif, serta alamat email di pojok kanan atas amplop.

Alhamdulillah, selesai diulas untuk jawaban yang pertama. Berikutnya untuk jawaban tugas yang kedua:

Hari ini sebuah perusahaan yang bergerak dalam bidang teknologi informasi sedang melakukan interview kerja kepada calon karyawan baru.

Dan diantara semua calon karyawan ada satu orang calon karyawan yang membuat heran sang direktur.

Sekretaris: “selanjutnya nomor 9”

Calon karyawan: “saya “(sambil berdiri menuju pintu ruang direktur) Sekretaris: “silakan masuk “(terlihat heran)

Calon karyawan itupun masuk di dalam ruangan. “silahkan duduk” ucap direktur perusahaan(kelihatan bingung dengan penampilan calon karyawan yang satu ini) melihat seorang pria berkemeja hitam yang memakai kacamata baru saja memasuki ruangannya.

Dengan senyum lebar pria itupun duduk di kursi depan meja direktur” selamat siang nama tuan siapa”ucap direktur (sambil menjulurkan tangannya).”nama saya Alan pak” (menerima uluran tangan direktur).”tunggu sebentar saya ambil berkas anda “. Direktur pun membuka laci mencari berkas yang tertera nama Alan. “Heemm, pendidikan dan pengalaman kerja anda sangat bagus saya rasa anda cocok dalam bidang ini tapi,,,”.

“Tapi” tanya Alan cemas

Direktur melirik Alan “kita perlu membicarakan gaji terlebih dahulu anda tidak mungkin bekerja tanpa gaji kan??” .” Hahahah aku tau maksud anda pak”jawab Alan semangat.

“Berapa gaji anda sebelumnya” .Alan berfikir sebelum menjawab” 10 juta pak.

” Ha,(kaget) setinggi itukah” direktur tertegun mendengar jawaban Alan.”iya” jawab Alan “maaf kalau begitu kami tidak bisa menerima anda karna kami hanya memberi gaji pada karyawan sebanyak 3 juta dan itu sangat jauh dari jumlah gaji anda sebelumnya” ucap direktur.”aku terima pekerjaan itu” sentak Alan. Langsung membuat direktur bingung bagaimana mungkin ada orang yang mau gajinya lebih rendah dari gaji sebelumnya. Direktur menutup berkas Alan dan meletakkannya diatas meja ” tapi kamu tetap tidak bisa bekerja disini, maaf sekali”.

” Kenapa?” Tanya Alan keheranan”apa aku berbuat kesalahan”.”karna saya rasa perusahaan tidak mampu menggaji anda sama dangan gaji anda sebelumnya”ucap direktur tersebut “tidak masalah pak,asal saya dapat bekerja disini” kata Alan memaksa..” hemm, kalau begitu kamu kami terima”kata direktur sambil menjulurkan tangannya”terima kasih pak” kata Alan sambil menjabat tangan. dengan senyum bangga Alan pun keluar dari ruangan tersebut. Direktur pun merasa keheranan dengan sikap Alan yang begitu senang padahal gajinya sangat rendah di bandingkan gaji sebelumnya.

Pembahasan Soal Kedua Untuk Kasrianti:

Cerita yang cukup menarik, dari yang awalnya minta gaji tinggi, sekarang terima saja dengan gaji lebih rendah. Hehe.. Untuk perbaikan di cerpen ini, sebagai berikut:

Hari ini, (pakai koma) sebuah perusahaan yang bergerak dalam bidang teknologi informasi sedang melakukan interview kerja kepada calon karyawan baru.

Dan di antara (kata “di” dengan “antara” dipisah) semua calon karyawan ada satu orang (tadi sudah ditulis “calon karyawan”, sekarang tidak ditulis lagi agar kalimat tidak dobel dan terkesan mubazir) yang membuat heran sang direktur.

Sekretaris: “Selanjutnya nomor 9!” (Penulisan kalimat langsung, setelah subyek, boleh dengan titik dua, spasi, tanda kutip buka, terakhir tanda baca sesuai dengan maksud kalimat. Kalau kalimat perintah, maka mesti menggunakan tanda seru).

Calon karyawan sambil berdiri menuju pintu ruang direktur, “Saya!”

Sekretaris terlihat heran, “Silakan masuk!”

Dalam dua kalimat itu, yang di dalam kurung dihapus saja dan ditambahkan sebagai keterangan dari subyek.

Calon karyawan itupun masuk ke (kalau “masuk” lebih cocok dengan “ke”, bukan “di”) dalam ruangan.

“Silakan (yang benar adalah “silakan”, bukan “silahkan”) duduk!” Ucap direktur perusahaan yang terlihat bingung dengan penampilan calon karyawan yang satu ini. Dia melihat seorang pria berkemeja hitam yang memakai kacamata baru saja memasuki ruangannya. (Dijadikan dua kalimat).

Dengan senyum lebar, (lebih cantik jika memakai tanda koma di sini) pria itupun duduk di kursi depan meja direktur.

“Selamat siang, nama Tuan siapa?” Tanya direktur sambil menjulurkan tangannya. (Untuk kalimat ini, kata “Tuan” dengan huruf besar T karena menunjukkan penyebutan orang kedua atau lawan bicaranya. Diakhiri dengan tanda tanya karena memang kalimat tanya. Setelah tanda tanya dan tanda kutip penutup, maka huruf selanjutnya harus besar).

“Nama saya Alan, Pak,” kata Alan sambil menerima uluran tangan direktur.

“Tunggu sebentar, saya ambil berkas Anda.” (Penulisan kata “Anda” memang harus huruf a besar karena panduan itu sudah umum, menyebut orang kedua dengan huruf besar. Sementara saya, aku, kamu, kita, dengan huruf kecil saja. Ingat, kecuali “Anda”, harus dengan huruf depan besar atau kapital).

Direktur pun membuka laci mencari berkas yang tertera nama Alan. “Heemm, pendidikan dan pengalaman kerja Anda sangat bagus. Saya rasa Anda cocok dalam bidang ini tapi…” (Tanda koma banyak setelah “tapi” diganti tanda titik saja, menunjukkan si pembicara sedang berpikir untuk meneruskan kalimatnya.

“Tapi?” Tanya Alan cemas. (Kata tanya lagi, mesti dengan tanda tanya).

Direktur melirik Alan, “Kita perlu membicarakan gaji terlebih dahulu. Anda tidak mungkin bekerja tanpa gaji kan?” (Tanda tanya di akhir kalimat cukup satu saja).

“Hahahah aku tau maksud Anda, Pak,” jawab Alan semangat. (Pada akhir kalimat langsung, tidak harus diakhiri dengan titik, boleh juga koma. Namun, konsekuensinya kata selanjutnya setelah tanda petik, tidak boleh diawali dengan huruf kecil).

“Berapa gaji Anda sebelumnya?” Tanya direktur. Alan berfikir sebelum menjawab, “10 juta pak!” (Agar lebih mantap menjawab 10 juta, maka diberikan tanda seru di akhir kalimat).

“Ha, setinggi itukah?!” Direktur tertegun mendengar jawaban Alan. (Diberikan tanda tanya dan seru, untuk menjelaskan bahwa si direktur memang kaget sekaligus bertanya dengan bingung. Kalimat langsung jangan diberikan tanda kurung. Kalau ingin menjelaskan sesuatu, taruh di luar kalimat langsung tersebut).

“Iya,” jawab Alan.

“Maaf kalau begitu, kami tidak bisa menerima Anda karena kami hanya memberi gaji pada karyawan sebanyak 3 juta dan itu sangat jauh dari jumlah gaji Anda sebelumnya,” ucap direktur.

“Aku terima pekerjaan itu!” Sentak Alan.

Langsung membuat direktur bingung bagaimana mungkin ada orang yang mau gajinya lebih rendah dari gaji sebelumnya? (Jangan lupa tanda tanya di sini) Direktur menutup berkas Alan dan meletakkannya di atas meja (kata “di atas” mesti dipisah karena berupa kata depan, bukan imbuhan maupun awalan), “Tapi kamu tetap tidak bisa bekerja di sini, maaf sekali.”

“Kenapa?” Tanya Alan keheranan, “Apa aku berbuat kesalahan?”

“Karena saya rasa perusahaan tidak mampu menggaji Anda sama dengan gaji Anda sebelumnya,” ucap direktur tersebut.

“Tidak masalah, Pak, asal saya dapat bekerja di sini,” kata Alan memaksa.

“Hemm, kalau begitu, kamu kami terima!” Kata direktur sambil menjulurkan tangannya.

“Terima kasih Pak!” Kata Alan sambil menjabat tangan. Dengan senyum bangga, Alan pun keluar dari ruangan tersebut. Direktur pun merasa keheranan dengan sikap Alan yang begitu senang, padahal gajinya sangat rendah dibandingkan (“di” dengan “bandingkan” mesti disambung) gaji sebelumnya.

Oke, begitu saja pembahasan dari saya untuk Kasrianti. Terus berlatih dan belajar ya!

2. Muh. Raihan Abdurrahman

pentingnya-harapan-dan-impian-pemandangan-dua

Judul iklan lowongan kerja yang singkat dan jelas mudah dipahami oleh calon pelamar kerja, dengan tawaran pendapatan mencapai $ 1.500 atau sekitar Rp 20 Juta per minggu. Lalu ada empat poin keuntungan bagi pelamar, dan tentunya persyaratan yang mudah.

Pembahasan Soal Pertama Untuk Muh. Raihan Abdurrahman

Dalam mengerjakan soal pertama ini, sepertinya memang kurang “nyambung” dengan isi pertanyaan ya. Tidak disebutkan nama perusahaan kamu, atau persyaratan lainnya. Coba kita lihat yang kedua!

Seorang pemuda pergi untuk melamar kerja di posisi manajerial pada sebuah perusahaan besar. Dia lulus wawancara awal, dan sekarang adalah waktunya bertemu direktur untuk wawancara akhir. Direktur menganalisis CV dari pemuda tersebut dan mengetahui bahwa pemuda itu memiliki prestasi akademik yang sangat baik.

Direktur itu bertanya, Apakah Anda mendapatkan beasiswa di sekolah?

pemuda itu menjawab “Tidak Pak”.

Direktur: Siapa yang membayar biaya sekolah Anda?

Pemuda: Orang tua Pak.

Direktur: Dimana sekarang mereka bekerja?

Pemuda: Mereka bekerja sebagai tukang cuci pakaian.

Direktur kemudian meminta pemuda itu untuk menunjukkan tangannya. Pemuda itu lalu menunjukkan sepasang tangannya yang halus dan sempurna.

Direktur: Pernahkah Anda membantu orang tua Anda mencuci pakaian? Pemuda: Tidak pernah Pak, orang tua saya selalu menginginkan saya untuk lebih banyak belajar dan membaca buku. Selain itu, orang tua saya bisa mencuci pakaian lebih cepat dari saya. Direktur mengatakan, “Aku punya sebuah permintaan.”

Ketika Anda pulang ke rumah hari ini, temui kedua orang tua Anda dan bersihkan tangan orang tua Anda, dan kemudian temui saya lagi besok pagi.

Pemuda itu merasa sedih. Ketika ia kembali ke rumah, ia meminta orang tuanya untuk membiarkan dia membersihkan tangan mereka. Orang tuanya merasa aneh dengan permintaan anaknya, akan tetapi mereka sangat senang walaupun perasaan mereka campur aduk. Mereka kemudian menunjukkan tangan mereka untuk kepada anaknya.

Related:Cerita Inspirasi: Cerita Tentang Sekelompok Landak Yang Bertahan Hidup

Pemuda itu membersihkan tangan mereka secara perlahan-lahan. Tak terasa air matanya jatuh. Ini adalah pertama kalinya baginya melihat tangan orang tuanya yang begitu keriput, dan ada begitu banyak memar di tangan mereka.

Beberapa memar sangat menyakitkan dan membuat mereka meringis ketika pemuda itu menyentuhnya.

Ini adalah pertama kalinya pemuda itu menyadari bahwa dari sepasang tangan yang mencuci pakaian inilah yang memungkinkan dia untuk bisa bersekolah. Memar di tangan adalah harga yang harus orangtuanya bayar untuk pendidikan dan masa depannya.

Setelah membersihkan tangan orang tuanya, pemuda itu diam-diam mencuci semua pakaian yang tersisa untuk orang tuanya. Malam itu, orang tua dan anak itu berbicara untuk waktu yang sangat lama.

Keesokan paginya, pemuda itu pergi kembali ke kantor Direktur. Direktur bisa melihat air mata di mata pemuda tersebut, ketika ia bertanya: “Bisakah Anda menceritakan apa yang telah Anda lakukan dan pelajari kemarin di rumah Anda?” Pemuda itu menjawab, “Aku membersihkan tangan kedua orang tua saya, dan juga menyelesaikan semua pakaian yang yang tersisa”

“Sekarang saya tahu apa makna dari menghargai” Tanpa orang tua saya, saya tidak akan mungkin menjadi seperti diri saya sekarang ini.

Dengan membantu orang tua saya, sekarang saya menyadari betapa sulitnya orang tua saya melakukan pekerjaan itu sendirian. Dan saya menghargai pentingnya membantu keluarga.

Direktur mengatakan, “Inilah yang saya cari dalam diri seorang manajer. Saya ingin merekrut seseorang yang dapat menghargai bantuan orang lain, seseorang yang tahu penderitaan orang lain untuk menyelesaikan sesuatu, dan seseorang yang tidak akan menempatkan uang sebagai satu-satunya tujuan hidupnya.”

“Anda diterima untuk bekerja di perusahaan ini.”

Pembahasan Soal Kedua Untuk Muh. Raihan Abdurrahman

Baik, langsung saja saya koreksi untuk tugas ini. Berikut penjabarannya:

Seorang pemuda pergi untuk melamar kerja di posisi manajerial pada sebuah perusahaan besar. Dia lulus wawancara awal, dan sekarang adalah waktunya bertemu direktur untuk wawancara akhir. Direktur menganalisis CV dari pemuda tersebut dan mengetahui bahwa pemuda itu memiliki prestasi akademik yang sangat baik.

Direktur itu bertanya, “Apakah Anda mendapatkan beasiswa di sekolah?”

Pemuda (harus diawali dengan huruf besar) itu menjawab “Tidak Pak.” (Titik ditaruh di dalam tanda kutip).

Direktur: “Siapa yang membayar biaya sekolah Anda?” (Tetap harus diberikan tanda petik).

Pemuda: “Orang tua Pak.”

Direktur: “Di mana (kata “di” dengan “mana” harus dipisah) sekarang mereka bekerja?”

Pemuda: “Mereka bekerja sebagai tukang cuci pakaian.”

Direktur kemudian meminta pemuda itu untuk menunjukkan tangannya. Pemuda itu lalu menunjukkan sepasang tangannya yang halus dan sempurna.

Direktur: “Pernahkah Anda membantu orang tua Anda mencuci pakaian?”

Pemuda: “Tidak pernah Pak, orang tua saya selalu menginginkan saya untuk lebih banyak belajar dan membaca buku. Selain itu, orang tua saya bisa mencuci pakaian lebih cepat dari saya.”

Direktur mengatakan, “Aku punya sebuah permintaan. Ketika Anda pulang ke rumah hari ini, temui kedua orang tua Anda dan bersihkan tangan orang tua Anda, dan kemudian temui saya lagi besok pagi.” (Ini dengan kalimat setelahnya, digabung menjadi dua kalimat langsung dibatasi oleh dua tanda petik).

Pemuda itu merasa sedih. Ketika ia kembali ke rumah, ia meminta orang tuanya untuk membiarkan dia membersihkan tangan mereka. Orang tuanya merasa aneh dengan permintaan anaknya, akan tetapi mereka sangat senang walaupun perasaan mereka campur aduk. Mereka kemudian menunjukkan tangan (kata “mereka” satu saja, karena sudah disebutkan di depan dan untuk menghindari kalimat yang mubazir) untuk kepada anaknya.

Related:Cerita Inspirasi: Cerita Tentang Sekelompok Landak Yang Bertahan Hidup (Ini link internal dari blog atau website lain, ketahuan kalau copas, hehe).

Pemuda itu membersihkan tangan mereka secara perlahan-lahan. Tak terasa air matanya jatuh. Ini adalah pertama kalinya baginya melihat tangan orang tuanya yang begitu keriput, dan ada begitu banyak memar di tangan mereka.

Beberapa memar sangat menyakitkan dan membuat mereka meringis ketika pemuda itu menyentuhnya.

Ini adalah pertama kalinya pemuda itu menyadari bahwa dari sepasang tangan yang mencuci pakaian inilah yang memungkinkan dia untuk bisa bersekolah. Memar di tangan adalah harga yang harus orangtuanya bayar untuk pendidikan dan masa depannya.

Setelah membersihkan tangan orang tuanya, pemuda itu diam-diam mencuci semua pakaian yang tersisa untuk orang tuanya. Malam itu, orang tua dan anak itu berbicara untuk waktu yang sangat lama.

Keesokan paginya, pemuda itu pergi kembali ke kantor direktur (pakai huruf kecil saja depannya karena tidak menunjukkan nama orang). Direktur bisa melihat air mata di mata pemuda tersebut, ketika ia bertanya: “Bisakah Anda menceritakan apa yang telah Anda lakukan dan pelajari kemarin di rumah Anda?”

Pemuda itu menjawab, “Aku membersihkan tangan kedua orang tua saya, dan juga menyelesaikan semua pakaian yang tersisa.” (Pakai titik di bagian akhir).

“Sekarang saya tahu apa makna dari menghargai. Tanpa orang tua saya, saya tidak akan mungkin menjadi seperti diri saya sekarang ini.

“Dengan membantu orang tua saya, sekarang saya menyadari betapa sulitnya orang tua saya melakukan pekerjaan itu sendirian. Dan saya menghargai pentingnya membantu keluarga.”

Direktur mengatakan, “Inilah yang saya cari dalam diri seorang manajer. Saya ingin merekrut seseorang yang dapat menghargai bantuan orang lain, seseorang yang tahu penderitaan orang lain untuk menyelesaikan sesuatu, dan seseorang yang tidak akan menempatkan uang sebagai satu-satunya tujuan hidupnya.”

“Anda diterima untuk bekerja di perusahaan ini.” (Ini siapa yang mengatakan? Direktur ya? Mestinya dijelaskan setelah kalimat langsung ini).

Alhamdulillah, selesai untuk Muh. Raihan. Masuk ke yang ketiga, Indoiyyah.

3. Indoiyyah

pentingnya-harapan-dan-impian-pemandangan-tiga

PT Putra Perkasa Abadi adalah perusahaan kontraktor tambang batubara yang sedang berkembang pesat di Indonesia membutuhkan kandidat terbaik untuk mengisi posisi: STAFF HRD

Persyaratan:

1. Laki-laki, usia maksimal 28 tahun

2. Pendidikan Min. S1 Hukum

3. Pengalaman sebagai staff HRD min 1 Tahun/fresh Graduate

4. Memahami uu ketenangakerjaan, industrial relation, community development, rekrutmen dan training

5. Bersedia di tempat kan di job site girimulya kab. Tanah bumbu kalimantan selatan. Bagi Anda yang berminat dan sesuai dengan persyaratan silahkan datang ke perusahaan kami. Lamaran ditunggu paling lambat ditunggu sampai tanggal 30 November 2017.

Pembahasan Soal Pertama Untuk Indoiyyah

Tugas pada soal pertama oleh Indoiyyah ini sudah cukup memenuhi iklan lowongan kerja. Namun, masih ada kesalahan penulisan, di antaranya:

PT Putra Perkasa Abadi adalah perusahaan kontraktor tambang batubara yang sedang berkembang pesat di Indonesia membutuhkan kandidat terbaik untuk mengisi posisi: STAF HRD. (Yang benar adalah “staf” bukan “staff” dan akhir kalimat mesti pakai tanda titik).

Persyaratan:

1. Laki-laki, usia maksimal 28 tahun.

2. Pendidikan min. (huruf M kecil saja) S1 Hukum.

3. Pengalaman sebagai staf (bukan staff, melainkan staf) HRD min 1 tahun/fresh graduate. (Penulisan “tahun” pakai huruf kecil saja, kata “graduate” pakai huruf kecil saja di depan).

4. Memahami uu ketenangakerjaan (UU Ketenagakerjaan), industrial relation, community development, rekrutment (kurang huruf t di belakang) dan training.

5. Bersedia ditempatkan (harusnya “ditempatkan” jangan dipisah-pisah) di job site Girimulya, Kab. Tanah Bumbu Kalimantan Selatan (perhatikan penulisan nama tempat pakai huruf besar di depan). Bagi Anda yang berminat dan sesuai dengan persyaratan silakan (bukan “silahkan”, melainkan “silakan”) datang ke perusahaan kami. Lamaran ditunggu paling lambat (kata “ditunggu” satu saja, jangan dobel) sampai tanggal 30 November 2017.

Berikutnya untuk jawaban soal kedua:

Pada tanggal 15 November 2017 yang lalu merupakan pengalaman paling berharga yang tidak pernah aku lupakan dalam hidup ku. Soalnya waktu itu adalah pengalaman pertama ku ngelamar kerja. Rasanya itu senang, takut, pokoknya semua gabung jadi satu.

Dan aku menuju tempat kerjanya dan aku kasih berkas- berkasku kepada karyawan yang ada di sana. Dan ga lama kemudian aku dipanggil masuk kedalam. Akhirnya aku pun masuk. Dan aku pun ditanya oleh pemimpin perusahaan tersebut :

Pemimpin perusahaan: udah pernah kerja?

Aku: belum

Pemimpin perusahaan: tahu tentang komputer?

Aku: iya tau

Pemimpin perusahaan: benar asli dari kalimantan?

Aku: iya Pak benar

Pemimpin perusahaan: terus selama ini ngapain aja?

Aku: kuliah pak

Pemimpin perusahaan: berarti sekarang kuliah ya?

Aku: iya

Pemimpin perusahaan: oh, tapi bisa kan bagi waktu sama kerja? Saya gak mau kerjaan kamu terganggu sama kuliahmu. Begitu juga sebaliknya. Jika memang kamu sudah siap untuk bekerja dan siap membagi waktumu jadi kamu harus siap kapan saja. Ada nomor kamukan di sini (sambil nunjuk berkas) nanti saya hubungi kamu. Aku: iya Pak kalau begitu saya permisi dulu. Terimakasih

Pembahasan Soal Kedua Untuk Indoiyyah

Dialog yang cukup menarik antara si aku sebagai tokoh utama dengan pemimpin perusahaan yang mewawancarai. Masih ada perbaikan-perbaikan yang perlu dilakukan untuk tugas di atas. Seperti ini:

Pada tanggal 15 November 2017 yang lalu merupakan pengalaman paling berharga yang tidak pernah aku lupakan dalam hidupku (kata “hidup” dengan “ku” harus disambung). Soalnya waktu itu adalah pengalaman pertama ku (kata “pertama” dan “ku” harus disambung) melamar (bukan ngelamar) kerja. Rasanya itu senang, takut, pokoknya semua gabung jadi satu.

Dan aku menuju tempat kerjanya dan kuberikan (pengganti kata “kasih”) berkas-berkasku (setelah tanda sambung jangan diberikan spasi) kepada karyawan yang ada di sana. Dan tidak (bukan “ga”) lama kemudian aku dipanggil masuk ke dalam (kata “ke” dengan “dalam” harus dipisah). Akhirnya aku pun masuk. Dan aku pun ditanya oleh pemimpin perusahaan tersebut: (sebelum tanda titik dua, tidak perlu diberi spasi)

Pemimpin perusahaan: “Sudah pernah kerja?” (Diawali dengan huruf besar untuk kata setelah tanda titik dua dan jangan lupa tanda petiknya).

Aku: “Belum.” (Jangan lupa diberikan titik).

Pemimpin perusahaan: “Tahu tentang komputer?”

Aku: “Iya tahu.” (Bukan “tau, melainkan “tahu”).

Pemimpin perusahaan: “Benar asli dari Kalimantan?” (Nama daerah mesti diawali dengan huruf besar).

Aku: “Iya Pak benar.”

Pemimpin perusahaan: “Terus selama ini ngapain aja?”

Aku: “Kuliah Pak.” (Untuk kata “Pak” memang perlu huruf besar di awal karena berupa kata sapaan untuk lawan bicara).

Pemimpin perusahaan: “Berarti sekarang kuliah ya?”

Aku: “Iya.” (Diawali huruf besar, diakhiri titik).

Pemimpin perusahaan: “Oh, tapi bisa kan bagi waktu sama kerja? Saya nggak mau kerjaan kamu terganggu sama kuliahmu. Begitu juga sebaliknya. Jika memang kamu sudah siap untuk bekerja dan siap membagi waktumu jadi kamu harus siap kapan saja. Ada nomor kamu ‘kan (antara kata “kamu” dengan “kan” perlu dipisah) di sini (sambil menunjuk berkas) nanti saya hubungi kamu.”

Aku: “Iya Pak, (bagus diberikan koma) kalau begitu saya permisi dulu. Terimakasih.” (Diakhiri titik dan tentunya tanda petik).

Seperti itu revisi untuk tugas dari Indoiyyah.

4. Andi Nida Ramadhani

pentingnya-harapan-dan-impian-pemandangan-empat

Jawaban pertama dari Andi Nida:

Saat ini Pt Amigo Raya perusahaan yang bergerak di bidang teknologi informasi membutuhkan seseorang untuk mengisi jabatan sebagai staff IT.

Persyaratan:

Pria/wanita

Lulusan SMK/SMA

Usia Minimal 18 tahun atau Maksimal 35 tahun

Bisa bekerja sama dengan tim

Berpengalaman lebih diutamakan

 

Persyaratan yang dilampirkan:

1. Surat Lamaran Kerja dan Curriculum vitae

2. Foto Copy KTP, Foto Copy Transkrip nilai, Foto Copy Ijazah Terakhir, Foto Copy Kartu Keluarga

3. Pas Photo 3 kali 4 (2 lembar)

 

Gaji pokok: Rp 1 juta sampai 1,5 juta

 

Bagi yang memenuhi syarat, silahkan mengirimkan lamaran beserta data diri anda ke alamat kami di jalan Kahuripan No 13 Bogor atau email [email protected] paling lambat tanggal 7 september 2020 dan yang terpilih, akan diumumkan pada tanggal 1 oktober 2020.

Pembahasan Soal Pertama Untuk Andi Nida Ramadhani

Iklan lowongan pekerjaannya terlihat sudah cukup lengkap dan jelas. Namun, masih ada kesalahan penulisan atau kata-katanya. Saya perbaiki menjadi begini:

Saat ini PT Amigo Raya (penulisan perusahaan yang benar) yang bergerak di bidang teknologi informasi membutuhkan seseorang untuk mengisi jabatan sebagai staf (bukan staff) IT.

Persyaratan:

Pria/wanita.

Lulusan SMK/SMA.

Usia Minimal 18 tahun atau maksimal 35 tahun.

Bisa bekerja sama dengan tim.

Berpengalaman lebih diutamakan.

(Semua persyaratan di atas perlu diberikan titik di akhir kalimat, boleh juga sih pakai titik dua. Untuk kata “maksimal” tidak perlu pakai huruf besar di awal).

 

Persyaratan yang dilampirkan:

1. Surat lamaran kerja dan curriculum vitae. (Huruf besar cuma di awal kalimat saja, lainnya huruf kecil saja).

2. Fotokopi KTP, fotokopi transkrip nilai, fotokopi ijazah terakhir, fotokopi kartu keluarga. (Ingat penulisan yang benar untuk kata “fotokopi” dan harus diberikan titik di akhir kalimat).

3. Pasfoto 3 kali 4 (2 lembar).

 

Gaji pokok: Rp 1 juta sampai 1,5 juta.

 

Bagi yang memenuhi syarat, silakan (bukan “silahkan”) mengirimkan lamaran beserta data diri Anda (untuk penulisan kata “Anda” harus diawali huruf besar) ke alamat kami di Jalan (pakai huruf besar untuk Jalan) Kahuripan No. 13 (pakai titik) Bogor atau email [email protected] paling lambat tanggal 7 September (nama bulan harus huruf besar awalnya) 2020 dan yang terpilih, akan diumumkan pada tanggal 1 Oktober (ini juga nama bulan, mesti huruf besar) 2020.

Lanjut ke jawaban kedua dari Andi Nida:

Melamar Kerja

Secarik amplop coklat berisikan berkas lamaran yang siap dikirimkan. Usahanya untuk mendapat pekerjaan dimulai dari hari ini. Bismillah.

“Mau ke mana kak, pagi-pagi gini kok udah mau keluar?”. Tanya nayla adik perempuannya yang masih duduk di bangku SMP. “Kakak mau ke kantor pos buat ngirim surat lamaran kerja dek. Doakan kakak ya, supaya diterima sebagai pegawai staff” jawab kakaknya Nida penuh harap. “Oke kak, hati-hati di jalan ya!” Kata Nayla tersenyum Sambil melambaikan tangannya kepadaku.

Sesampainya di kantor pos, maka Nida pun memberikan amplopnya kepada petugas. “Permisi pak, maaf bisa kirimkan ini kepada alamat yang sudah ada di amplop ini?” Kata Nida kepada petugas tersebut. “Tentu saja” jawab petugas tersebut sambil mengambil amplop yang Nida simpan di atas meja. Setelah selesai, Nida pun bergegas untuk kembali ke rumah.

Sesampainya di rumah, Nida bertemu lagi dengan adiknya Naila. “Gimana kak udah diterima belum?” Tanya naila penasaran sambil berlari kepadaku. “Lah, kok udah tanya diterima apa belum sih. Kan kakak baru mau ngirimin amplopnya” kata Nida terheran heran sambil tersenyum kecil kepada adiknya Naila.

Setelah lama ditunggu-tunggu tibalah pengumuman diterimanya Nida atau belum akhirnya tiba. Ia pun mendapatkan surat dari kantor pos, dengan perasaan yang campur aduk sambil gemeteran Nida membuka amplop tersebut. Bismillah. Alangkah terkejutnya ia, ketika membaca namanya yang tercantum dalam orang-orang yang diterima sebagai pegawai staff baru. “Alhamdulillah dek, aku diterima” kata Nida teriak dengan begitu senangnya kemudian memanggil Naila yang sedang berada di kamarnya. “Hore kakak diterima, alhamdulillah” kata adikku Naila yang juga ikut senang sambil menarik tanganku dan kami pun lompat-lompat karena saking senangnya.

Di hari pertama, Nida memulai pekerjaanya dengan penuh semangat dan begitu juga dengan hari-hari berikutnya. Nida menyadari bahwa kesabaran dan tawakkal merupakan hal yang sangat penting dalam hidup seseorang karena tanpa keduanya maka kita akan merasa putus asa dengan apa yang kita sedang alami ketika dalam keadaan susah.

Sekian cerita dari saya wassalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Pembahasan Soal Kedua Untuk Andi Nida Ramadhani

Cerita yang menarik karena menggunakan judul. Setelah saya baca, antara judul dengan isinya sudah berkaitan. Kesalahan yang ada cuma sedikit. Saya perbaiki langsung ya:

Melamar Kerja

Secarik amplop coklat berisikan berkas lamaran yang siap dikirimkan. Usahanya untuk mendapat pekerjaan dimulai dari hari ini. Bismillah.

“Mau ke mana kak, pagi-pagi gini kok udah mau keluar?” (Hapus titik di sini) Tanya Nayla (nama orang harus diawali huruf besar, lalu diberikan koma), adik perempuannya yang masih duduk di bangku SMP.

“Kakak mau ke kantor pos buat ngirim surat lamaran kerja Dik. Doakan kakak ya, supaya diterima sebagai pegawai staf,” (yang benar adalah tulisan “staf” bukan “staff”) jawab kakaknya, Nida, (diapit dua koma) penuh harap. “Oke Kak, hati-hati di jalan ya!” Kata Nayla tersenyum sambil (huruf kecil saja depannya) melambaikan tangannya kepadaku.

Sesampainya di kantor pos, maka Nida pun memberikan amplopnya kepada petugas. “Permisi Pak, maaf bisa kirimkan ini kepada alamat yang sudah ada di amplop ini?” Tanya Nida (lebih bagus kata Nida diganti dengan tanya Nida) kepada petugas tersebut.

“Tentu saja,” (pakai koma) jawab petugas tersebut sambil mengambil amplop yang Nida simpan di atas meja. (Setelah diambil atau selesai diambil juga bisa), Nida pun bergegas untuk kembali ke rumah.

Sesampainya di rumah, Nida bertemu lagi dengan adiknya Naila. “Gimana Kak udah diterima belum?” Tanya Naila (nama orang harus huruf besar) penasaran sambil berlari kepadaku.

“Lah, kok udah tanya diterima apa belum sih? (Tanda tanya) Kan kakak baru mau ngirimin amplopnya,” (pakai koma) kata Nida terheran-heran (kata ulang mesti pakai tanda hubung) sambil tersenyum kecil kepada adiknya Naila.

Setelah lama ditunggu-tunggu, (bagus pakai koma) tibalah pengumuman diterimanya Nida atau belum akhirnya tiba. Ia pun mendapatkan surat dari kantor pos, dengan perasaan yang campur aduk sambil gemeteran Nida membuka amplop tersebut. (Ganti paragraf juga boleh).

Bismillah. Alangkah terkejutnya ia, ketika membaca namanya yang tercantum dalam orang-orang yang diterima sebagai pegawai staf (bukan “staff) baru. “Alhamdulillah Dek, aku diterima,” (pakai koma lagi sebelum penutup tanda petik) kata Nida teriak dengan begitu senangnya kemudian memanggil Naila yang sedang berada di kamarnya.

“Hore kakak diterima, Alhamdulillah,” (koma juga) kata adikku Naila yang juga ikut senang sambil menarik tanganku dan kami pun lompat-lompat karena saking senangnya.

Di hari pertama, Nida memulai pekerjaannya dengan penuh semangat dan begitu juga dengan hari-hari berikutnya. Nida menyadari bahwa kesabaran dan tawakkal merupakan hal yang sangat penting dalam hidup seseorang karena tanpa keduanya, (bagus diberikan koma di sini) maka kita akan merasa putus asa dengan apa yang kita sedang alami ketika dalam keadaan susah.

Sekian cerita dari saya, (pakai koma bagus di sini) wassalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh. (Akhiri dengan tanda titik).

5. Firdha Alimuddin

pentingnya-harapan-dan-impian-pemandangan-lima

Seperti apa tugas atau jawaban pertama dari Firdha? Begini hasilnya:

Garment Indo Textile

Perusahaan kami bergerak di bidang industri garmen nasional yang mengekspor hasil garmen ke luar negeri ke beberapa negara seperti Malaysia, China, Thailand dan India.

Didirikan tahun 1980, industri garmen kami telah berkembang dan mempunyai anak perusahaan di beberapa kota di Indonesia seperti Karawang, Cianjur dan Bogor.

Dengan lebih dari 3000 karyawan di setiap perusahaan, kami menawarkan kesempatan atau peluang bagi pencari kerja untuk melamar dan bergabung dengan perusahaan kami. Adapun kriteria pelamar dan lowongan kerja yang ditawarkan, adalah sebagai berikut :

Kualifikasi/Persyaratan:

●Wanita maksimal 35 tahun.

●Minimal pendidikan S1 semua jurusan (Diutamakan Psikologi).

●Memiliki pengalaman minimal 1 tahun menjadi HRD, diutamakan memiliki pengalaman merekrut dan melatih karyawan.

●Mempunyai kemampuan komunikasi yang baik.

●Dapat mengoperasikan komputer terutama Ms.Office.

●Mempunyai kemampuan berbahasa Inggris yang baik (lebih disukai).

●Memiliki kemampuan analisa yang baik, serta kreatif, inisiatif, teliti dan cekatan.

Tugas/Tanggung Jawab :

1.Melakukan tugas HRD.

2.Melakukan proses rekrutmen dan seleksi karyawan baru.

3.Melatih karyawan baru sesuai dengan job description mereka.

3.Membekali karyawan dengan keahlian dan keterampilan yang cukup untuk menjalankan pekerjaan mereka.

4.Menyiapkan kebutuhan pelatihan dan proses rekrutmen sesuai dengan budget yang dianggarkan.

5.Mengelola data karyawan dan administrasi kepegawaian.

6.Menjadi perantara komunikasi yang baik bagi karyawan.

Fasilitas :

■Tunjangan pokok

■Tunjangan akhir tahun

■Asuransi ketenakerjaan

■Cuti

Gaji yang ditawarkan :

●Gaji pokok : Rp 3.800.000

Alamat Perusahaan: PT Garment Indo Textile Tbk, Jl. Ahmad Yani Kav 52, Pulo Gadung Jakarta Pusat. Kode pos 1570

Alamat email : Kirim lamaran ke HRD kami, [email protected] sebelum tanggal 30 Desember 2020

Pembahasan Soal Pertama Untuk Firdha Alimuddin

Iklan lowongan pekerjaan di atas sudah bagus dan tidak banyak yang perlu diperbaiki. Saran saya, setelah menulis nomor, lalu titik, harus diberi spasi. Begitu pula dengan tanda kotak hitam maupun bulat hitam, juga dengan spasi. Perhatikan saja titik di akhir kalimat.

Lanjut jawaban kedua.

Dalam harian Jaya Pos, 19 Desember 2020 saya membaca iklan yang menyebutkan bahwa Garment Indo Textile membuka sebuah lowongan kerja. Berdasarkan syarat- syarat yang ditentukan dalam iklan tersebut, saya berniat untuk melamar pekerjaan tersebut.saya pun mengirim surat lamaran kerja saya ke alamat perusahaan nya.Setelah beberapa hari ternyata saya mendapat panggilan untuk interview.Akhirnya saya bersiap-siap untuk melakukan interrview.

Sesampainya disana saya menunggu giliran nama saya dipanggil dan akhirnya giliran saya.

Saat interview…

PEWAWANCARA:Selamat pagi. Silakan duduk

PELAMAR :Selamat pagi.Terima kasih

PEWAWANCARA:Nama saya Brayan domani dan saya yang akan mewawancarai Anda hari ini. Bagaimana kabar Anda?

PELAMAR :Saya merasa luar biasa, terima kasih. Bagaimana kabar Anda?

PEWAWANCARA:Saya juga merasa luar biasa. Mari mulai, ya? Pertama-tama, saya ingin Anda menceritakan tentang diri Anda sendiri.

PELAMAR:Nama saya Brianna Myers dan saya lulus dari Universitas Harvard. Saya telah bekerja untuk beberapa perusahaan agency beberapa tahun ke belakang ini di departemen HRD. Saya juga aktif dalam sebuah organisasi yang mempersiapkan anak-anak yang baru lulus kuliah untuk karir mereka.

PEWAWANCARA:Baiklah. Melihat karena Anda telah memiliki pengalaman bekerja di HRD, apakah Anda memiliki gaya manajemen tertentu yang biasanya Anda gunakan?

PELAMAR:Saya lebih ketat di perusahaan sebelumnya karena mereka memiliki sikap yang santai. Akan tetapi, saya akan harus melihat bagaimana pegawai Anda bekerja dan situasi di kantor untuk saya memutuskan apakah saya bisa lanjut menggunakan gaya saya atau apakah saya harus mengadaptasinya menjadi gaya manajemen yang lebih bisa diterima.

PEWAWANCARA:Baiklah, jadi Anda akan mengadaptasi pada lingkungannya entah Anda akan menjadi ketat juga atau lebih pengertian, ya? Jika ternyata Anda harus menjadi lebih pengertian, bagaimana Anda akan mendorong hasilnya?

PELAMAR:Tentu saja bahkan jika saya menjadi lebih pengertian saya akan tetap harus profesional dan mendorong mereka untuk bekerja seefektif mungkin tanpa terlalu tegas. Saya telah mencoba inisiatif ini saat masa magang saya dan saya bisa mengatakan bahwa itu berhasil.

PEWAWANCARA:Apakah Anda memiliki kesenangan untuk dunia sumber daya manusia ini? Atau apakah ada yang tidak Anda sukai dalam bekerja di dalamnya?

PELAMAR:Saya mendapat suatu kebahagiaan dalam mengatur orang untuk membuat mereka menghasilkan hasil terbaik. Namun saya rasa merekrut orang bukan kesenangan saya. Akan tetapi, saya mengerti bahwa itu berperan besar untuk perusahaan jadi saya tidak terlalu keberatan melakukannya sebagai salah satu tanggung jawab saya.

PEWAWANCARA:Baiklah. Saya rasa itu saja. Apakah Anda memiliki pertanyaan sebelum kita mengakhiri ini?

PELAMAR:Saya ingin tahu peran apa yang harus saya lakukan jika saya diterima di sini?

PEWAWANCARA:Seringnya Anda akan berada di tim rekrutmen, namun untuk keseharian, Anda akan bertanggung jawab untuk keluhan dan semacamnya.

PELAMAR:Baiklah. Terima kasih banyak atas waktu Anda.

PEWAWANCARA:Terima kasih.Selamat anda telah di terima di perusahaan kami dan selamat bergabung.semoga kita bisa menjadi rekan kerja yang baik.

PELAMAR:Terima kasih banyak,saya sangat senang telah diterima di perusaan ini.

PEWAWANCARA:Baiklah mulai besok kamu sudah bisa bekerja di perusahaan ini.Sampai jumpa besok dan semoga hari mu menyenangkan .

PELAMAR:sekali lagi saya berterima kasih,kalau begitu saya izin pamit.permisi;)

Pembahasan Soal Kedua Untuk Firdha Alimuddin

Cukup panjang kisah di atas, tetapi tetap harus ada yang diperbaiki. Yuk, simak!

Dalam harian Jaya Pos, 19 Desember 2020 saya membaca iklan yang menyebutkan bahwa Garment Indo Textile membuka sebuah lowongan kerja. Berdasarkan syarat- syarat yang ditentukan dalam iklan (kata “tersebut” di sini dihilangkan), saya berniat untuk melamar pekerjaan tersebut. (Beri spasi dan huruf besar). Saya pun mengirim surat lamaran kerja saya ke alamat perusahaan nya. (Spasi lagi) Setelah beberapa hari ternyata saya mendapat panggilan untuk interview. (Ini juga spasi). Akhirnya saya bersiap-siap untuk melakukan interrview.

Sesampainya di sana (di dan sana harus dipisah) saya menunggu giliran nama saya dipanggil dan akhirnya giliran saya.

Saat interview…

PEWAWANCARA: “Selamat pagi. Silakan duduk!” (Kalimat perintah, berikan tanda seru. Kalimat langsung, berikan tanda petik).

PELAMAR: “Selamat pagi. Terima kasih.” (Spasi setelah titik).

PEWAWANCARA: “Nama saya Brayan Domani (nama belakang harus dengan huruf besar di awal) dan saya yang akan mewawancarai Anda hari ini. Bagaimana kabar Anda?”

PELAMAR: “Saya merasa luar biasa, terima kasih. Bagaimana kabar Anda?”

PEWAWANCARA: “Saya juga merasa luar biasa. Mari mulai, ya? Pertama-tama, saya ingin Anda menceritakan tentang diri Anda sendiri.”

PELAMAR: “Nama saya Brianna Myers dan saya lulus dari Universitas Harvard. Saya telah bekerja untuk beberapa perusahaan agency beberapa tahun ke belakang ini di departemen HRD. Saya juga aktif dalam sebuah organisasi yang mempersiapkan anak-anak yang baru lulus kuliah untuk karir mereka.”

PEWAWANCARA: “Baiklah. Melihat karena Anda telah memiliki pengalaman bekerja di HRD, apakah Anda memiliki gaya manajemen tertentu yang biasanya Anda gunakan?”

PELAMAR: “Saya lebih ketat di perusahaan sebelumnya karena mereka memiliki sikap yang santai. Akan tetapi, saya akan harus melihat bagaimana pegawai Anda bekerja dan situasi di kantor untuk saya memutuskan apakah saya bisa lanjut menggunakan gaya saya atau apakah saya harus mengadaptasinya menjadi gaya manajemen yang lebih bisa diterima? (Kalimat tanya, harus dengan tanda tanya).”

PEWAWANCARA: “Baiklah, jadi Anda akan mengadaptasi pada lingkungannya entah Anda akan menjadi ketat juga atau lebih pengertian, ya? Jika ternyata Anda harus menjadi lebih pengertian, bagaimana Anda akan mendorong hasilnya?”

PELAMAR: “Tentu saja bahkan jika saya menjadi lebih pengertian saya akan tetap harus profesional dan mendorong mereka untuk bekerja seefektif mungkin tanpa terlalu tegas. Saya telah mencoba inisiatif ini saat masa magang saya dan saya bisa mengatakan bahwa itu berhasil.”

PEWAWANCARA: “Apakah Anda memiliki kesenangan untuk dunia sumber daya manusia ini? Atau apakah ada yang tidak Anda sukai dalam bekerja di dalamnya?”

PELAMAR: “Saya mendapat suatu kebahagiaan dalam mengatur orang untuk membuat mereka menghasilkan hasil terbaik. Namun, (harus dengan koma) saya rasa merekrut orang bukan kesenangan saya. Akan tetapi, saya mengerti bahwa itu berperan besar untuk perusahaan jadi saya tidak terlalu keberatan melakukannya sebagai salah satu tanggung jawab saya.”

PEWAWANCARA: “Baiklah. Saya rasa itu saja. Apakah Anda memiliki pertanyaan sebelum kita mengakhiri ini?”

PELAMAR: “Saya ingin tahu peran apa yang harus saya lakukan jika saya diterima di sini?”

PEWAWANCARA: “Seringnya Anda akan berada di tim rekrutmen, namun untuk keseharian, Anda akan bertanggung jawab untuk keluhan dan semacamnya.”

PELAMAR: “Baiklah. Terima kasih banyak atas waktu Anda.”

PEWAWANCARA: “Terima kasih. Selamat anda telah diterima (kata “di” dan ‘terima” harus digabung) di perusahaan kami dan selamat bergabung. Semoga (setelah titik, harus dengan huruf besar) kita bisa menjadi rekan kerja yang baik.”

PELAMAR: “Terima kasih banyak, saya sangat senang telah diterima di perusahaan ini.”

PEWAWANCARA: “Baiklah mulai besok kamu sudah bisa bekerja di perusahaan ini. Sampai jumpa besok dan semoga harimu (kata “hari” dan “mu” harus digabung) menyenangkan.”

PELAMAR: “Sekali lagi saya berterima kasih, Kalau begitu saya izin pamit. Permisi.” 😉

Itulah revisi atau perbaikan dari saya. Semoga bisa dimengerti.

6. Nurfaidah

Jawaban soal pertama dari Nurfaidah:

LOWONGAN PEKERJAAN KEDOKTERAN

” PT ARMIDA MUSLIMAH IMAGE UNESA ”

Dibutuhkan karyawan di bidang kedokteran sebagai

-kepala keperawatan

-Bidan untuk praktek dokter umum

-Asisten pendampingan pasien.

Dengan Sistem kerja dalam seminggu 4 hari masuk,3 hari libur , jadi dalam sebulan libur 6 kali kemudian jam masuk 07.00-22.00pm.

Persyaratan:

-Wanita Beragama Islam dan boleh juga non muslim namun pekerjaan bagian klinik rumah sakit

-Lulusan SMA/SMK

-Usia minimal 18 tahun maksimal 40 tahun

-Bisa bekerja sama dengan anggota kesehatan

-Berpengalaman juga di lebih utamakan

Persyaratan yang dilampirkan:

1.surat lamaran kerja dan Curriculum vitae

2.foto copy KTP, foto copy Ijazah terakhir,dan foto copy kartu keluarga

3.pas foto 3×4(2 lembar)

Sistem : -Gaji dalam sebulan 4 juta ,dan biaya makan selama di rumah sakit ARMIDA MUSLIMAH.

Lamaran pendaftaran dimulai pada tanggal 10 September 2020 ,dan lamaran di tutup dua Minggu setelah iklan ini terbit.Dan dilakukan tes kemampuan dalam bidang kedokteran (perawatan) spesial juga bagi karyawan yang lulusan tahfidz bisa hanya Menyetor hafalan 7-10 juz akan diterima tanpa tes masuk , pada tanggal 13-18 September 2020.

Dan InsyaAllah diumumkan pada tanggal 21-22 September.

Bawa/kirim langsung semua berkas lamaran

PT ARMIDA IMAGE UNESA

ke alamat

Jl.larete Honda no 5.tampabulu. kota Bombana

Info kontak :082344842189(WA)

DR:NURFAIDAH

Pembahasan Soal Pertama Untuk Nurfaidah

Hem, masih banyak saya temukan kesalahan dalam penulisan kata. Sepert apa perbaikannya? Berikut revisinya:

LOWONGAN PEKERJAAN KEDOKTERAN

” PT ARMIDA MUSLIMAH IMAGE UNESA ”

Dibutuhkan karyawan di bidang kedokteran sebagai: (Perlu diberikan tanda titik dua).

– Kepala keperawatan.

– Bidan untuk praktek dokter umum.

– Asisten pendampingan pasien.

Dengan sistem (kata “sistem” jangan pakai huruf besar jika bukan di awal kalimat atau paragraf) kerja dalam seminggu 4 hari masuk, 3 hari libur, jadi dalam sebulan libur 6 kali kemudian jam masuk 07.00-22.00pm.

Persyaratan:

– Wanita beragama (huruf depan kecil saja) Islam dan boleh juga nonmuslim (“non” dan “muslim” harus digabung), namun pekerjaan bagian klinik rumah sakit.

– Lulusan SMA/SMK.

– Usia minimal 18 tahun maksimal 40 tahun.

– Bisa bekerja sama dengan anggota kesehatan.

– Berpengalaman juga lebih diutamakan.

Persyaratan yang dilampirkan:

1. Surat lamaran kerja dan curriculum vitae.

2. Fotokopi (ini penulisan yang benar) KTP, fotokopi ijazah terakhir, dan fotokopi kartu keluarga.

3. Pasfoto 3×4 (2 lembar)

Sistem : -Gaji dalam sebulan 4 juta ,dan biaya makan selama di rumah sakit ARMIDA MUSLIMAH.

Lamaran pendaftaran dimulai pada tanggal 10 September 2020, dan lamaran ditutup (“di” dengan “tutup” digabung) dua minggu (untuk kata “minggu” di sini bukan nama hari, melainkan kata lain untuk pekan, makanya ditulis dengan huruf kecil semua) setelah iklan ini terbit. Dan dilakukan tes kemampuan dalam bidang kedokteran (perawatan) spesial juga bagi karyawan yang lulusan tahfidz bisa hanya menyetor (pakai huruf m kecil) hafalan 7-10 juz akan diterima tanpa tes masuk, pada tanggal 13-18 September 2020.

Dan InsyaAllah diumumkan pada tanggal 21-22 September.

Bawa/kirim langsung semua berkas lamaran PT ARMIDA IMAGE UNESA ke alamat: (Pakai titik dua lagi).

Jl. Larete Honda no 5. Tampabulu. Kota Bombana (untuk nama daerah, huruf besar semua)

Info kontak: 082344842189 (WA)

DR: NURFAIDAH

Berikut adalah jawaban kedua dari Nurfaidah:

Tentang seorang yang melamar pekerjaan

Di pt Armida muslimah image Unesa

Bismillah saya akan menceritakan suatu usaha seorang karyawan saya ,dan Alhamdulillah saya menerima pelamaran nya di bidang kedokteran sebagai kepala keperawatan, di karenakan dengan usaha nya untuk mencoba memahami syarat-syarat yang telah saya tentukan. Wanita karyawan saya ini bernama Nurul alfaqihah berumur 18 tahun berasal dari Kalimantan dia kelulusan SMA PONPES WAHDAH, wanita ini Alhamdulillah sangat teladan dalam suatu tes praktek-praktek keperawatan dan katanya dia juga pernah berpengalaman merawat rakyat-rakyat kecil di sebuah perkampungan waktu adanya bencana banjir , Tampa di bayar dengan keikhlasan nya yang tulus,subhanallah dia jauh-jauh datang dari kampung nya ke sini yang berniat untuk mencoba melamar ke perusahaan saya,dan saya tentunya tidak menyia-nyiakan orang seperti wanita tersebut, karena dengan usaha nya yang benar-benar tulus sebagai penghasil untuk keluarga kecilnya,Yang lebih di kagumkan itu adalah dia mencoba Menyetor kan hafalan nya sampai 10 juz dan juga tetap mengikuti syarat-syarat tes masuk dalam pelamaran, Masya Allah.

Saya akhiri sekian dan terimakasih.

Assalamu’alaikum

Pembahasan Soal Kedua Untuk Nurfaidah

Sekilas membaca jawaban Nurfaidah, langsung bisa ditemukan kesalahannya. Masih banyak kesalahan tulis. Selain itu, kisah atau cerita pendek Nurfaidah akan lebih menarik seandainya dibuat lebih dari paragraf. Saya koreksi saja:

Tentang seorang yang melamar pekerjaan. (Berikan titik di akhir kalimat).

Di PT Armida Muslimah (Begini penulisan nama perusahaan).

Bismillah, (pakai koma bagus) saya akan menceritakan suatu usaha seorang karyawan saya. Alhamdulillah, saya menerima lamarannya (ini digabung “lamaran” dan “nya”) di bidang kedokteran sebagai kepala keperawatan, dikarenakan (ini awalnya dipisah, harusnya digabung) dengan usahanya (digabung) untuk mencoba memahami syarat-syarat yang telah saya tentukan.

Wanita karyawan saya ini bernama Nurul Alfaqihah (huruf besar) berumur 18 tahun berasal dari Kalimantan. Lulusan (bukan “kelulusan”) SMA Ponpes Wahdah (diganti begini saja untuk nama sekolah). Wanita ini, Alhamdulillah, sangat teladan dalam suatu tes praktek-praktek keperawatan. Katanya dia juga pernah berpengalaman merawat rakyat-rakyat kecil di sebuah perkampungan waktu adanya bencana banjir.

Tanpa dibayar (digabung) dengan keikhlasannya (ini juga digabung) yang tulus, Subhanallah, (awali dengan huruf besar) dia jauh-jauh datang dari kampungnya (digabung) ke sini yang berniat untuk mencoba melamar ke perusahaan saya. Tentu, saya tidak menyia-nyiakan orang seperti wanita tersebut. Usahanya (digabung) yang benar-benar tulus sebagai penghasil untuk keluarga kecilnya.

Yang lebih dikagumkan (digabung) itu adalah dia mencoba menyetorkan hafalannya (dua kata ini digabung semua) sampai 10 juz. Dia juga tetap mengikuti syarat-syarat tes masuk dalam lamaran, Masya Allah.

Saya akhiri sekian dan terimakasih.

Assalamu’alaikum. (Akhiri dengan tanda titik).

Selesai ya untuk pembahasan jawaban tugas dari Nurfaidah.

7. Sarniati

pentingnya-harapan-dan-impian-pemandangan-tujuh

Untuk tugas dari Sarniati, karena ada kendala jaringan di rumahnya, maka tugas dikerjakan dengan ditulis di buku catatan. Begini hasilnya:

pentingnya-harapan-dan-impian-gambar-pertama

pentingnya-harapan-dan-impian-gambar-kedua

Pembahasan Soal Pertama Untuk Sarniati

Salah satu kesusahan saya ketika memeriksa tugas dari foto buku adalah tidak bisa langsung copas untuk dikoreksi. Selain itu, terlalu banyak memakai buku, juga jadi agak boros kertas juga. Lebih bagus menggunakan Google Form, selain lebih melek teknologi, juga lebih praktis, meskipun memang butuh jaringan internet.

Nah, untuk Sarniati, saya akan tetap koreksi. Hasilnya sebagai berikut:

  1. Penulisan fotokopi itu yang lebih benar daripada foto copy.
  2. Pasfoto ini juga lebih benar daripada pas foto.
  3. Biasakan beri titik di setiap akhir kalimat.
  4. Penulisan bulan Desember, lebih tepatnya huruf depannya saja yang besar, jangan semua huruf besar.
  5. Untuk bentuk waktu, perlu juga diberi keterangan, itu WIB, WITA atau WIT?
  6. Nama jalan, harus dengan huruf besar di awal, contohnya: Jalan Karang Anyar.

Begitu saja koreksi dari saya, sedangkan untuk jawaban kedua ini belum ada, tentang cerpennya.

Nilai Murid

Setelah melihat hasil dari yang sudah mengerjakan tugas Bahasa Indonesia kali ini, maka saya akan memberikan nilai sebagai berikut:

  • Sarniati: 76
  • Nurfaidah: 80
  • Firdha Alimuddin: 86
  • Andi Nida Ramadhani: 83
  • Indoiyyah: 80
  • Muh. Raihan Abdurrahman: 77
  • Kasrianti: 80

Itu untuk tugas kali ini. Sedangkan nilai tugas yang sebelumnya sebagai berikut:

  • Firdha Alimuddin: 84
  • Muh. Raihan Abdurrahman: 80
  • Toni: 81
  • Indoiyyah: 81
  • Kasrianti: 83
  • Misbah: 83
  • Andi Nida Ramadhani: 85
  • Nur Azizah: 79
Share This:

Silakan tinggalkan komentar ya!

Email aktif kamu tidak akan ditampilkan. Ini mesti diisi ya!

2 × 2 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!