Fakta: Diberi Vaksin Covid-19 Ternyata Tidak Bikin Sakit

Fakta: Diberi Vaksin Covid-19 Ternyata Tidak Bikin Sakit

Share This:

Alhamdulillah, pada hari Senin (05/04), adalah pengalaman pertama saya diberi vaksin covid-19 itu. Vaksinnya gratis, dari Dinas Kesehatan Kabupaten Bombana. Seperti apa pengalaman pertama saya?

Waktu apel pagi, sebenarnya sempat ada ketakutan dan kekhawatiran saya terhadap penyuntikan vaksin corona itu. Bagaimana jika terjadi apa-apa? Bagaimana jika saya muncul efek samping? Bagaimana juga jika saya meninggal dunia gara-gara vaksin tersebut?

Sempat Pusing

Kemarin atau hari Senin (05/04) itu, kepala saya sempat pusing. Jelas, lah, pusing memang tempatnya di kepala. Eh, tapi ada juga sih pusing di WC. Hem, kalau itu mah pesing. Seperti yang kita keluarkan. Hehe…

Saya bingung dan bertanya-tanya dalam hati, kok bisa pusing begini ya? Rasa-rasanya cuma sebelah saja pusingnya. Mirip gejala migrain. Wah, apakah nanti berpengaruh ke pemberian vaksinnya?

diberi-vaksin-covid-19-2
Bergaya sok genit mau diukur tensinya, akhirnya karena sok genit, tensi malah agak tinggi.

Rupanya, setelah ditensi atau diukur tekanan darah saya, agak tinggi sedikit. Mencapai 132/84. Satunya agak tinggi, satunya malah rendah. Ohh, mungkin ini yang menyebabkan saya jadi pusing. Bukan karena teringat si dia! Hadeh..

Penyetoran KTP

Prosedur untuk vaksinasi ini adalah menyetorkan KTP. Bukan, bukan karena ada yang mau maju menjadi calon perseorangan dalam pilkada, tetapi untuk mendata orang-orang yang akan divaksin. Teman-teman saya satu kantor juga begitu, memberikan KTP ke petugas kesehatan, meskipun untuk sementara waktu saja.

diberi-vaksin-covid-19-5
Bergaya lagi pakai KTP.

KTP itu juga dipakai sebagai syarat agar bisa mendapatkan sertifikat. Saya ditanya nomor HPnya berapa? Saya jawab dengan menyebutkan tiga angka-tiga angka, eh, si mbak petugasnya malah menyebutkan empat angka-empat angka. Ya, saya jadi bingung sendiri. Meskipun saya hafal nomor saya, tapi ‘kan orang di pedalaman Afrika sana tidak hafal nomor saya. Nah, mulai bikin bingung nih!

Baca Juga: Tips Aman Pakai dan Lepas Masker di Restoran

Kata si mbak, sertifikat itu akan masuk ke SMS. Hem, saya berpikir, sertifikat itu bukannya biasanya besar, pakai kertas A4 atau folio, tapi kok bisa masuk ke dalam HP ya? Olala, ternyata sertifikat digital toh.

Beberapa Kursi dan Meja

Tempat duduk yang disediakan memang melingkar. Berbentuk U. Dari awal ditanya tentang nomor HP, kursi berikutnya, saya ditanya-tanya tentang corona, sambil membawa kertas dari meja pertama tadi. Misalnya: apakah saya sering merasa batuk dan pilek? Ada gejala alergi? Ada riwayat kontak dengan penderita covid? Alhamdulillah, saya jawab tidak untuk semuanya.

Kertas yang berisi data tekanan darah saya itu saya serahkan ke petugas keempat. Dan, waktunya menunggu untuk disuntik vaksin.

Tidak Terasa

“Rizky Kurnia!” Wah, petugas kelima yang bagian penyuntikan memanggil nama saya. Lho, kok dia tahu nama saya ya? Pura-pura lagi tidak tahu nih.

Oleh karena baju kantor yang saya pakai adalah lengan panjang, maka saya membuka sebagiannya. Alhamdulillah, bukan kok termasuk aurat.

Buka baju seperti itu diperlukan karena penyuntikannya di lengan kiri bagian atas. Jadi, baju akan menutupi jarum suntik untuk bisa menembus kulit. Apalagi jika memakai jaket, ya ‘kan? Panas gitu lho!

diberi-vaksin-covid-19-3

Suntikan vaksin itu memang ukurannya kecil, sementara lengan kiri saya agak besar, jadi tidak terlalu terasa. Dan, saya langsung menutup baju, padahal dikasih tisu yang sudah diolesi alkohol untuk menutup luka. Tisu tersebut tidak terlalu saya pakai, akhirnya ada beberapa bercak darah di lengan baju saya.

diberi-vaksin-covid-19-4
Mak cussss…. Suntiknya menancap dengan mantap.

Duduk di kursi agak jauh dari situ, menunggu reaksi, Alhamdulillah, tidak terjadi apa-apa. Tangan tidak kram, pegal atau panas seperti yang dirasakan oleh sebagian teman kantor saya. Kata teman saya di Makassar, kalau habis vaksin, perbanyak minum air putih saja. Okelah, saya ikuti saran itu. Beberapa saat, tetap merasa baik-baik saja.

Sampai di rumah juga begitu. Bahkan, sampai tidur malam pun tetap nyenyak. Saya lupa apakah saya bermimpi atau tidak? Mungkin kamu yang lebih tahu mimpi saya ya?

Oh, ya, bagi laki-laki yang takut disuntik vaksin, waduh, dipikirkan lagi kelaki-lakiannya deh! Soalnya ‘kan jarum suntik itu kecil, tidak membuat sakit kok, tidak akan menimbulkan luka yang parah begitu. Biasa saja, seperti digigit semut. Meskipun kalau perumpamaan yang satu ini, semut apa dulu? Bedakan antara semut hitam dengan semut merah. Beda warna, beda rasa, beda gigitannya.

Kesimpulan

diberi-vaksin-covid-19-1
Bentuk vaksin covid-19 yang sempat saya foto setelah minta izin ke mbak perawatnya.

Vaksin ini adalah upaya dari pemerintah untuk mencegah penyebaran covid-19. Dan, sebagai warga masyarakat yang baik, kita ikuti saja upaya pemerintah ini. Kita ‘kan mau kembali normal, kembali sehat, bukan? Kalau itu yang kita inginkan, yuk, kita dukung program vaksinasi covid-19 ini. Apalagi vaksinnya gratis. Sama sekali tidak bayar. Namun, jangan mentang-mentang gratis, terus minta lagi ya? Nanti malah ada yang bilang,

“Mbak, tadi lengan kiri sudah, sekarang saya minta lengan kanan juga disuntik, biar seimbang begitu!”

Jangan sampai mbak perawatnya malah pingsan!

Baca Juga: Kiat Mengatasi Demam Pada Anak

Share This:

16 Comments

  1. Semoga sehat, tunggu vaksin yang ke dua ya..
    Reaksi tiap oeang berbeda2 saya efeknya ngantuk berat..

    1. Gampang caranya atuh.
      Pertama, jangan mau disuntik.
      Kedua, tutup mata jika memang disuntik.
      Ketiga, belajar beladiri agar tidak takut kepada orang, apalagi jarum suntik.

      Selamat mencobbaaaa…..

  2. Gak sakit paa disuntiknya. Tapi Ambu veetigo parah lho selama 2 hari.. obatnya cuma minum air agak panas setiap 15 menit1.

  3. Keren… Master Rizki, trimks share info tentang vaksin. Ibu juga sempat takut mau di vaksin. Walaupun baru ada jadwal

Silakan tinggalkan komentar ya!

Email aktif kamu tidak akan ditampilkan. Tapi ini mesti diisi ya!

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!