Makna di Balik HP Vivo Y95 yang Pecah Layarnya

Makna di Balik HP Vivo Y95 yang Pecah Layarnya

Share This:

Seingat saya, memiliki HP Android, ini yang ketiga. Mereknya Vivo dengan tipe 1807 Y95. Bagaimana gadget ini berpengaruh terhadap kehidupan saya?

Dalam Bahasa Indonesia, gadget artinya gawai. Cukup cocok karena saya memang seorang pegawai. Lebih tepatnya PNS. Jadi, seorang pegawai, memakai gawai, maka itu sudah pas banget ouy!

Alasan Memilih Vivo Y95

bagian-belakang-HP-Vivo-Y95

Memilih Vivo Y95 karena faktor harga saja. Waktu itu, tahun 2018 saya beli tiga jutaan rupiah.

Selain itu, yang saya tahu adalah punya RAM 4 GB. HP sebelumnya, Oppo, RAM cuma 3 GB. Wah, mesti ada peningkatan RAM, dong! Masa RAM-nya sama atau malah turun?

Meskipun ada buku manualnya, tetapi saya malas membukanya. Untuk mencari tahu tentang HP ini lebih lanjut, setelah memilikinya beberapa tahun, saya membuka situs carisinyal.com. Situs ini fokus kepada dunia gadget dan bisa jadi rekomendasi untuk alat tersebut.

Pertama, tadi saya sebut gawai ini saya pinang karena RAM-nya 4. Apa sih RAM itu?

Menurut teman saya yang sudah pindah ke Kabupaten Kolaka, masih sama dengan saya di Provinsi Sulawesi Tenggara, RAM itu seperti CC dalam motor. Ketika makin banyak beban di dalam gawai, seperti aplikasi, maka HP tetap lancar dan tidak macet. Pada Samsung yang lama sudah cukup bagus dengan RAM 3, apalagi kalau 4.

Faktor kedua adalah harga. Ketika itu, masih dalam masa tahapan Pemilu 2019, jadi uang di rekening saya cukup melimpah. Kok bisa? Sebab, saya sendiri memang bekerja di lembaga penyelenggara Pemilu, yaitu: KPU Kabupaten Bombana. Namanya penyelenggara, pastilah ada hasil yang sangat memuaskan bukan?

Mengeluarkan uang sekitar 3 juta rupiah tidak terlalu masalah ketika itu, beda dengan sekarang lho ya! Warna dari HP ini ada tiga jenis, yaitu: Starry Night, Nebula Purple, dan Aurora Red. Nah, saya mengambil yang Starry Night. Sebab, itulah pilihan yang ada di toko ketika saya membelinya.

Beberapa spesifikasi lain dari Vivo Y95 adalah punya prosesor 1,95 GHz Snapdragon 439 Octa-core. Punya versi Android 8.1.0 atau nama lainnya adalah Oreo. Versi kedelapan dari sistem operasi Android mobile.

Lalu, apa saja yang saya lakukan dengan HP ini?

Bekerja Mencari Nafkah

Sebenarnya pengertian “mencari nafkah” itu mungkin kurang tepat ya? Alasannya, kalau mencari, kesannya kok nafkahnya hilang begitu. Apa yang cocok menurutmu? Apakah menjemput nafkah? Kok mirip sopir pakai menjemput? Ah, pusing amat dengan istilah!

HP Vivo Y95 sangat bagus untuk mendukung kerja saya sebagai Pegawai Negeri Sipil. Salah satu yang mendukung kinerja adalah grup-grup Whatsapp.

Ada cukup banyak grup kantor yang saya ikuti. Mulai dari grup kantor dengan semua isi personil. Ada yang sebagian personil, yang punya jabatan saja. Grup khusus keuangan.

Ditambah dengan grup-grup bersama masyarakat luar yang waktu itu bergabung sebagai PPK dan PPS Pemilu 2019.

Lingkup Provinsi Sulawesi Tenggara juga ada grupnya. Masih kurang, ada lagi tingkat nasional. Itu juga beberapa.

Saking banyaknya grup, saya sendiri sampai bingung ketika semuanya mengeluarkan notifikasi. Namun, HP saya sama sekali tidak bingung. Dia menampilkan semua notifikasi tanpa harus hang atau error. Betul-betul HP yang tahan dengan notifikasi, meskipun banyak juga yang tidak penting, hehe…

Ketika di rumah, kadang masih ada pekerjaan kantor. Berarti istilahnya adalah lembur. HP ini sangat membantu waktu dijadikan tethering hotspot.

Langsung menjalin hubungan yang sangat mesra dengan laptop kantor yang saya pegang. Walaupun yah, sinyal kadang kala berubah menjadi ongol-ongol. Jelek habis dan suka lari semaunya. Apakah saya harus lari dari kenyataan bahwa sinyal memang jelek?

Pada era 2021, HP ini semakin membantu dalam kerja saya, terutama sebagai petugas bagian humas. Saya harus menampilkan citra KPU Kabupaten Bombana kepada masyarakat melalui informasi kegiatan-kegiatannya.

Dulu, pernah ada kegiatan konser musik, lari santai, lomba puisi, hingga semua proses tahapan Pemilu. Semuanya bisa tertampil dengan baik, menggunakan tulisan, foto, maupun video. Kalau bukan HP yang bagus, otomatis hasilnya akan hangus, benar kan Gus? Walah, Gus siapa ini?

Berdakwah dan Mendapatkan Ilmu Agama Islam

Sebagai orang Islam, saya tidak mau dong mengisi hidup cuma dengan kerja, kerja, dan kerja. Bila kerja sampai tiga kali begitu, kapan istirahatnya? Kapan makannya? Kapan juga ibadahnya? Ya ‘kan?

HP Vivo Y95 semakin mendukung untuk fungsi kedua ini. Apalagi jika bukan semakin menambah grup dakwah dan belajar Islam?

Mulai dari tingkat di Bombana ini, sebuah ormas Islam saya ikuti dan aktif di dalamnya. Grup pengurus, grup umum dari lembaga tersebut yang isinya laki-laki semua. Masih ada grup dakwah dari luar Bombana, level nasional. Ada juga yang khusus berlokasi di Makassar.

Coba bayangkan tadi sudah begitu banyak grup seputar per-KPU-an, sekarang ada lagi grup dakwah dan agama Islam, performa HP Vivo Y95 tetap mengebut dan tak kenal takut.

Konten apapun bisa masuk, meskipun saya filter gambar dan video di aplikasi WA dan Telegram. Jika tidak, maka semua bisa terdownload secara otomatis. Wah, bikin cepat penuh memori nanti!

Oh, ya, sekarang masih masa pandemi, jadi semuanya masih ada yang serba online. Termasuk urusan belajar agama Islam ini, saya masih mengikutinya lewat aplikasi Zoom.

Namun, penghalang yang sebenarnya bukan si HP ini, melainkan sinyal yang kadang menjadi nakal. Beberapa kali mengikuti Zoom, gambar orangnya tidak bergerak, cuma ada suara. Orangnya mematung, suaranya terus tersambung.

Selain Zoom, juga lewat YouTube atau live Facebook. Saat dirasa di HP masih kurang puas melihat pembawaan sang ustadz, maka saya pindahkan di laptop.

Mencoba Bisnis Online

Seorang pegawai semestinya mempunyai tambahan penghasilan di luar gaji. Hal itu untuk memenuhi kebutuhan tambahan yang kadang memang muncul, apalagi di tanggal tua, hiks.

Saya pernah mencoba berbagai macam bisnis online. Usaha jasa desain, pembuatan video, jual herbal, jual buku, dan lain sebagainya. Mencoba menjadi affiliate marketer juga. Lumayan juga hasilnya. Lumayan kecil, hehe.

Namun, kendala saya adalah fokusnya mau di mana? Kalau sekarang, ya, menulis dulu di blog. Sempat waktu saya menulis ini, HP sedang dichas di kamar sebelah. Terasa panas sedikit sih, tapi it’s oke.

Kejadian Tak Terduga

bagian-depan-vivo-y95

Sekarang HP saya sudah tidak seperti dulu lagi. Maksudnya, dari penampakan luarnya. Pernah saya chas dengan colokan yang tinggi. Setinggi wajah saya, lah.

HP saya letakkan di batang chas. Tampaknya sih lurus dan aman-aman saja, ternyata GUBRAK! HP tersebut jatuh ke  lantai. Terlepas dari chasnya.

Membanting lantai, HP itu pecah di bagian layarnya. Tampak ada guratan di layar ketika sedang menyala. Seperti tampak ada rambut yang misterius. Hii, rambut, rambut siapa ini kasih? Bikin tak enak hati.

Sebagai pemilik utama dan satu-satunya, tentu saya merasa sedih. Namun, saya mencoba berpikir positif saja. Layar HP tersebut saya biarkan begitu saja. Tidak usah saya perbaiki.

Lho, alasannya? HP tetap bisa berfungsi dengan baik. Itu yang pertama. Saya masih bisa membaca pesan-pesan yang masuk.

Kedua, saya mengambil makna yang lebih dalam. Secanggih apapun HP, tetap dapat menyita waktu. Terlebih untuk membuka hal-hal yang tidak penting.

Saya merasakan sendiri. Setelah pulang, duduk di ruang tamu, buka HP. Tidak lama, duduk di kamar, buka HP lagi. Malam menjelang tidur, dia lagi, dia lagi.

Wah, masa mau begitu terus? Sementara istri dan anak-anak saya juga membutuhkan perhatian dan waktu saya.

HP Vivo Y95 saya biarkan saja pecah layarnya sebagai peringatan bagi saya, bahwa gadget bisa memecah hubungan keluarga yang paling dekat. Kita mampu akrab dengan orang yang jauh, tetapi melalaikan orang yang dekat.

Dan, layar pecah tidak menjadi masalah. Masih berfungsi dengan sangat baik. Kalau secara umum, masih bagus, buat apa ganti lagi, ya ‘kan?

Share This:

20 Comments

  1. Setuju mas, karyawan juga butuh passive income diluar gaji pokoknya. Pokoknya saya kerja apa ajalah, nulis dll it’s oke.

  2. Wah tak perlu harus pecah hp dulu Pak untuk memperhatikan keluarga dan pasangan. Tapi bolehlah jadi pengingat.

  3. Saya belum pernah pakai Vivo. Awal punya HP pakai Nokia, dan langsung jatuh cinta, gonta-ganti tetep Nokia. Pernah sekali beli Sony karena suka sama hasil kameranya yang bening. Pernah juga pakai Samsung gara-gara pengen sama kayak artis drakor. Wkwkwk…

    Tapi tetep balik lagi ke Nokia, bahkan pas zaman Blackberry lagi hits saya tetep tidak tertarik dan terus pakai Nokia. Secinta itu…

    Sekarang saya pindah ke Xiao Mi, sudah empat kali ganti tipe. Sepertinya saya jatuh cinta sama HP besutan Xiao Mi sekarang. Hahaha..

    Aduh maaf jadi panjang lebar 🙏🤣

  4. Duh, kalau saya baca tulisan bapak, mantap penjelasan terperinci, jadibtau hp Vivo tipe ini.he….he…memang keluarga adalah segala galanya, jangan sampai kita di perbudak oleh hp, akrab dengan dunia luar, tidak akrab dengan keluarga dekat. Salam KPU ,suami saya pernah sebagai anggota dan ketua KPU kabupaten Majene Sulawesi barat.awal terbentuknya KPU. Sekarang Kakak saya salah satu staf KPU di Kabupaten Majene Sulawesi barat

  5. Musibah sebagai pengingat…
    memang terkadang gawai membuat lalai dengan yang dekat.
    Jika di manage waktunya dengan baik, tentunya gawai akan menjadi manfaat, seperti banyaknya ruang silaturahmi yang terbentuk di dalam vivo milik Pak Rizky
    Sehat selalu Pak Rizky

Silakan tinggalkan komentar

Email aktif kamu tidak akan ditampilkan. Tapi ini mesti diisi dengan benar.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.