Pembelajaran Bagi PNS Dari Sosok Bob Sadino

Pembelajaran Bagi PNS Dari Sosok Bob Sadino

Share This:

Bob Sadino, memang selalu saja ada sisi menarik dari kehidupannya dulu. Termasuk untuk para PNS, meskipun Bob Sadino adalah seorang pengusaha tulen. Apa yang bisa diambil darinya? Artikel berikut akan menjelaskannya. 

Indonesia memang telah kehilangan salah satu putra terbaiknya. Beliau adalah Bambang Mustari Sadino atau biasa dikenal dengan Bob Sadino, seorang pengusaha yang menjadi milyarder karena usaha pertanian dan makanan. Pada hari Senin tanggal 19 Januari 2014 sekitar pukul 17.55 WIB, pengusaha “nyentrik” dan sering dipanggil Om Bob itu menghembuskan napasnya yang terakhir. Kini, sang tokoh yang terkenal dengan kemeja tidak berjahit dan celana pendek jins tersebut hanya bisa kita saksikan melalui video maupun fotonya. Sungguh, Indonesia harus bersedih karena berita duka tersebut.

Semangat Berwirausaha

Ketika melihat seorang pengusaha, biasanya kita menyaksikannya dalam penampilan yang rapi, bersih, harum, elegan dan tampak keren. Sering pula kita melihat pengusaha – apalagi yang sudah besar – dalam penampilan berjas, berdasi dan menggunakan kendaraan yang semuanya dalam satu kata: mewah. Memang, tidak bisa disalahkan juga karena para pengusaha memiliki kekayaan yang bisa jadi lebih tinggi daripada yang bukan pengusaha. Saat mengamati orang-orang terkaya di negeri ini, hampir semuanya berlatar belakang pengusaha. Jarang sekali kita menyaksikan orang terkaya berprofesi sebagai pegawai, apalagi PNS!

Mengapa sosok pengusaha bisa memiliki kekayaan yang sangat luar biasa seperti itu? Jawabannya sederhana: mereka pandai sekali dalam mengelola uang. Ya, sebagaimana orang pada umumnya, saat menerima uang, maka biasanya akan dibelanjakan dalam alokasi yang konsumtif. Misalnya: membeli handphone terbaru, makan di restoran yang mewah, jalan-jalan ke luar kota, mengambil cicilan kendaraan bermotor dan lain sebagainya. Semuanya termasuk konsumtif yang bisa diartikan habis tanpa manfaat yang produktif.

Memang, itu juga menjadi kewenangan masing-masing orang untuk menggunakan uangnya. Untuk apa saja, itu terserah mereka. Toh, itu termasuk bagian dari hak hidup yang dimiliki oleh setiap orang. Namun, bisa kita bandingkan dengan para pengusaha. Ketika mendapatkan uang, mereka akan bertanya, “Bagaimana caranya supaya uang ini bertambah banyak?”. Sedangkan orang pada umumnya akan bertanya, “Uang ini mau dihabiskan untuk apa dan di mana?”. Cukup jauh berbeda kedua pertanyaan itu, bukan? Ketika pengusaha bertanya seperti itu, pikiran mereka langsung terbuka dengan berbagai macam kemungkinan. Kata Robert T. Kiyosaki, seorang pakar investasi dunia, para pengusaha menggunakan aset untuk menaikkan uang mereka. Misalnya: dengan cara membeli rumah untuk disewakan, membeli bisnis-bisnis yang prospektif di masa datang, menanamkan uang di investasi yang nantinya akan mendatangkan keuntungan berlipat dan lain sebagainya. Para pengusaha rela untuk menahan diri sebelum aset-aset tersebut berkembang dan menghasilkan uang. Makanya, orang yang kaya semakin kaya karena memiliki banyak aset. Sedangkan orang pada umumnya lebih banyak memiliki liabilitas atau beban.

Hal menarik lainnya yang ada pada seorang pengusaha adalah kreativitas. Sifat ini mutlak adanya karena para pengusaha selalu dihadapkan dengan tantangan-tantangan bisnis yang berbeda setiap harinya. Kondisi-kondisi di luar bisnis yang bergerak dengan dinamis membuat para pengusaha harus pandai-pandai memutar otak. Mengacu kepada kreativitas, perhatian kita tertuju kembali kepada Bob Sadino. Nilai-nilai kreativitas yang diajarkannya masih melekat dalam benak kita sampai sekarang, terutama di antara kita yang berbisnis atau menggemari segala sesuatu tentang bisnis.

Dalam buku “Marketing Revolution” karangan Tung Desem Waringin, diceritakan tentang Bob Sadino dalam membangun atau merintis kerajaan bisnisnya yang bernama “Kemchicks”. Awalnya, Bob menjual telur di kawasan perumahan. Tentu saja, dia butuh yang namanya iklan alias promosi usahanya tersebut. Bagaimana caranya? Dia mencari seseorang yang memiliki sifat sangat cerewet di perumahan tersebut. Alhasil, dia berhasil menemukan seorang ibu dengan sifat seperti itu. Telur itu dijual kepada ibu tersebut. Bob sengaja menaruh satu telur busuk dalam satu kilogram telurnya. Dalam beberapa hari kemudian, ibu itu kembali lagi. Tentu, dengan protes keras menggunakan kecerewetannya. Bob dengan tenangnya, langsung mengganti satu telur busuk itu dengan satu kilogram telur segar. Jelas, ibu itu senangnya bukan main. Oleh karena dia cerewet, diceritakan kejadian tersebut kepada banyak orang. Usaha Bob pun makin dikenal. Dia menganggap ganti satu kilogram telur itu sebagai biaya marketing.

Bob Sadino memang bukan sarjana pertanian. Namun, dia mengenalkan sistem pertanian metode hidroponik pertama kali di Indonesia. Bob juga yang mengawali produk-produk pertanian dalam pasaran saat ini, seperti: melon, paprika, apel dan lain sebagainya.

Dalam kapasitasnya sebagai pengusaha, Bob ingin menularkan semangat wirausaha kepada masyarakat Indonesia. Dia memiliki cita-cita untuk mendapatkan para pekerja siap pakai. Menurut Dedi Gumelar, sahabat Bob Sadino, cita-cita Bob Sadino tersebut terealisasi di Indonesia. Melalui pendidikan kejuruan, cukup banyak tercetak tenaga muda dengan berbagai macam keterampilan. Merekalah para pekerja siap pakai untuk mengisi berbagai macam posisi dalam bisnis di negeri ini.

Bob Sadino juga banyak mengalirkan semangat wirausaha melalui lisan dan tulisan. Ada banyak artikel, buku, seminar, pelatihan dan diskusi mengupas nilai-nilai yang diajarkan oleh Bob Sadino tersebut. Om Bob dalam salah satu kalimatnya yang terkenal, dia berbisnis malah mencari resiko. Inilah pemikiran yang sering terbalik dengan sebagian besar masyarakat kita. Menghindari resiko merupakan keinginan hampir semua orang. Ketika mau berbisnis, dipilihlah bisnis yang tanpa resiko atau minimal resikonya kecil. Mereka takut gagal, rugi, apalagi bangkrut. Alhasil, bisnisnya, ya, begitu-begitu saja. Tidak banyak berkembang maupun peningkatan yang berarti.

Sementara, Bob Sadino malah ingin bertemu dengan resiko. Ingin bertemu dengan kegagalan. Semakin banyak resiko yang ditemui, maka Om Bob akan semakin senang. Semakin banyak pembelajaran yang akan didapatkannya.

Kreativitas lainnya dari Bob Sadino adalah eksklusifitas, sekaligus kesederhanaan. Kemchicks merupakan perusahaan sangat besar yang berorientasi kepada industri makanan. Biasanya, ketika melihat perusahaan yang sudah besar, ada keinginan untuk membuka cabang di tempat lain. Namun, Om Bob tidak seperti itu. Kemchicks tidak membuka cabang sampai ke daerah lain. Cukup di Jakarta. Itupun sepengetahuan penulis dari sumber yang ada, hanya dua lokasi Kemchicks. Om Bob mengaku dalam salah satu wawancara di televisi swasta, bahwa itulah bentuk kesederhanaan. Hidup ini indah bila dibuat dengan cara sederhana.

Motivasi Bagi PNS

Saat ini, bisa kita temukan PNS yang berbisnis sebagai pekerjaan sambilan. Ada yang berbisnis pakaian, makanan, buku, sampai ke bisnis jasa. Secara umum, memang dihalalkan para PNS untuk berbisnis. Asalkan, pekerjaan utama mereka sebagai abdi negara tidak terganggu.

Banyak memang alasan para PNS berbisnis seperti itu. Ada yang ingin menambah penghasilan, membuka lapangan kerja bagi orang lain, mengembangkan diri dan sebagai persiapan di hari tua/pensiun. Gaji PNS memang sudah dipatok oleh pemerintah. Untuk bisa naik gaji, harus menunggu keputusan dari pemerintah. Jumlahnya pun tidak besar. Biasanya cuma enam persen setiap tahun. Wajar kenaikannya tidak besar karena negara ini memang membiayai para pegawainya dengan jumlah yang sangat besar. Bila terlalu besar, dikhawatirkan malah akan menimbulkan inflasi yang merugikan seluruh rakyat Indonesia.

Ketika PNS menjalani bisnisnya, mereka juga akan berusaha untuk kreatif. Bagaimana caranya supaya bisnisnya ramai dan banyak pelanggannya? Bagaimana caranya supaya terhindar dari rugi atau malah bangkrut? Bagaimana bisa menambah bisnis lain lagi? Semuanya membutuhkan pola pikir kreatif.

Para PNS bisa belajar kreatif dari sosok Bob Sadino. Beliau yang telah meninggal dunia telah meninggalkan ilmu yang sangat berharga. Lalu, apakah untuk kreatif itu, seorang PNS mesti terjun ke dalam dunia bisnis? Ternyata tidak selalu. Seorang PNS bisa tetap kreatif dalam menjalankan pekerjaannya di kantor.

Dalam Peraturan Pemerintah Nomor 46 Tahun 2011 tentang Penilaian Prestasi Kerja Pegawai Negeri Sipil, telah disebutkan tentang wadah bagi kreativitas PNS. Sebagaimana diterangkan dalam Perka BKN Nomor 01 Tahun 2013, seorang PNS didorong untuk menemukan sesuatu yang baru dan berkaitan dengan tugas pokoknya serta dapat dibuktikan dengan surat keterangan dari unit kerja setingkat eselon II, pejabat pembina kepegawaian dan presiden, maka akan mendapatkan poin khusus. Bila surat keterangan ditandatangani oleh kepala unit kerja setingkat eselon II mendapatkan nilai tiga. Bila oleh pejabat pembina kepegawaian (PPK) mendapatkan nilai enam, sedangkan jika oleh presiden, memperoleh nilai dua belas. Poin-poin tersebut akan dimasukkan ke dalam penilaian Sasaran Kinerja Pegawai (SKP) yang merupakan variasi dari Daftar Penilaian Pelaksanaan Pekerjaan (DP-3) PNS. Jadi, setiap PNS bisa menggunakan pikirannya untuk menciptakan kreativitas sebanyak mungkin yang berguna tidak hanya bagi instansinya, tetapi untuk masyarakat.

Terus Berkreativitas

Manusia itu ibaratnya air. Jika hanya tertampung dalam sebuah wadah, maka lama kelamaan akan membusuk. Sedangkan bila terus mengalir, maka akan lebih jernih dan segar. Dari perumpamaan tersebut, manusia dituntut untuk selalu aktif. Manusia didorong untuk selalu menggunakan pikirannya demi menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi orang lain.

Bob Sadino telah mengajarkan tentang pentingnya kreativitas. Selain itu, juga tentang kerja keras, keteguhan, kesabaran dan konsistensi untuk terus berjalan meraih impian. Meskipun Bob Sadino mempunyai penampilan yang nyentrik, tetapi pemikirannya telah mencerahkan dunia bisnis tanah air.

Bagi PNS dapat mengambil nilai-nilai positif dari Bob Sadino. Nilai-nilai positif tersebut dapat digunakan untuk mengembangkan metode-metode baru dalam pekerjaan di kantor. PNS yang aktif dan kreatif akan mendapatkan nilai plus dari atasan, bahkan bisa sampai presiden. Oleh karena itu, semestinya para PNS tidak hanya menjalani rutinitasnya dengan datang, apel, absen, berada di kantor, apel, absen dan pulang, tetapi juga melahirkan sesuatu yang kreatif. Rakyat Indonesia sebagai penggaji PNS terus menanti sosok-sosok PNS kreatif. Tentunya, kreatif dalam hal-hal yang positif dan bermanfaat. Bukan kreatif dalam melakukan tindakan yang bisa merugikan diri sendiri dan rakyat, seperti narkoba dan korupsi. Itulah yang harus dihindari.

Artikel/opini ini pernah dimuat di Harian Kendari Pos, Jum`at, 23 Januari 2015

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Share This:
error: Content is protected !!