Sebenarnya sudah banyak saya ikuti webinar, tetapi untuk yang membahas kesehatan, berkaitan dengan makanan dan pembahasannya menarik cuma di sini. Mengambil judul yang cukup menohok ginjal, “Makan Itu Ilmu, Bukan Nafsu.”
Acara webinar dilaksanakan hari ini, Kamis (27/11/2025), dimulai jam 05.30 WIB. Berarti kalau di tempatku adalah jam 06.30 WITA.
Pas banget dengan waktu mencuciku. Tidak tahu kalau waktu di Somalia sana. Lebih tidak tahu juga, siapa yang suka mencuci di sana?
Cara Makan yang Benar

Dokter Gustafianza memulai webinarnya dengan meminta seluruh peserta untuk banyak berdoa. Beliau mengatakan ada 3 dimensi dari doa, yaitu:
- Berdoa untuk diri sendiri.
- Mendoakan orang lain.
- Meminta doa dari orang lain.
Beliau mengatakan bahwa di antara seluruh peserta yang mencapai 800 lebih di pagi ini, mungkin saja ada yang doanya cepat terkabul.
Mungkin saja ada yang amalnya banyak sehingga Allah suka mengabulkan doanya.
Baca Juga: Oh, Ternyata Istri Gugat Cerai Suami Karena Alasan yang Tidak Disadari Banyak Orang
Lanjut ke makanan, ada dua keadaan yang bisa kita dapatkan. Makanan itu bisa mendatangkan pahala, bisa pula mendatangkan dosa.
Kamu sendiri pilih mana yang mau didatangkan? Jodoh? Wah, yang jomblo angkat tangan dulu, nih!
Menurut Hippokrates, orang ini dari Yunani, mungkin di KTP-nya begitu, dan sempat tersiar kabar bahwa beliau masuk Islam, mengatakan, “Jadikan makananmu sebagai obat atau obat yang akan menjadi makananmu.”
Bagaimana maksudnya ini? Kok dibolak-balik? Bukankah kalau bakso dibolak-balik itu akan tumpah? Ya, jelaslah. Hippokrates pasti belum pernah makan bakso Solo yang enak itu.
Pada intinya, makan itu memang termasuk ilmu. Ada pula ilmu makan sehat. Jika dilihat dari pernyataan di atas, kalau kita tidak menjaga makanan yang masuk, maka obat yang akan menggantikannya jadi makanan.
Ada orang yang tiap pagi sudah meminum berbagai macam obat. Jumlahnya cukup banyak sehingga obat tersebut malah terlihat jadi makanan pokoknya. Kan kasihan kalau begitu.
Tentu saja, secara normal, lebih pilih mana, mengantri untuk umrah, liburan, naik wahana permainan, atau mengantri untuk periksa di dokter?
Jelas, kita akan pilih yang pertama. Lebih sehat, lebih menyenangkan bukan? Apalagi kalau kamu selalu wangi karena ini.
Buat apa juga antri ke dokter kalau kita memang sehat, ya ‘kan? Jadi, itulah pentingnya kita menjaga kesehatan sejak dini.
Jangan sampai nanti baru terasa ada rasa sakit karena kita terlambat dan tidak menerapkan tips makan sehat menurut dokter sejak sekarang.
Pola Makan untuk Kebiasaan Baik

Cara makan sehat itu sebenarnya seni. Lebih lengkapnya, sih, menurut saya, memilah untuk memilih.
Misalnya, tiap pekan, kita makan kurma atau minum wedang jahe. Jelas itu lebih menyehatkan daripada makan gorengan bukan?
Mungkin demi menerapkan kebiasaan makan yang benar, kita sudah menghindari gula. Kita sudah menghindari yang manis-manis. Apakah ini termasuk menghindari istri juga, padahal mukanya manis? Oh, jangan, dong!
Kita berusaha punya pola makan dengan kebiasaan baik, yaitu: menghindari gula pasir. Jelas bukan gula dicampur pasir, melainkan memang benar-benar gula pasir yang warna putih atau agak kecoklatan itu.
Namun, ternyata, eh, ternyata, ada gula-gula lain yang tersembunyi. Misalnya, pada makanan mie instan, roti, saos sambal, saos tomat, saos oblong jelas tidak termasuk.
Kemudian ada pula makanan semacam snack, itu yang renyah-renyah dan kriuk-kriuk biasanya. Disukai oleh anak-anak, termasuk anak-anak yang sekarang sudah punya anak alias orang dewasa macam kita juga.
Menurut dr. Gustafianza, tidak semua makanan yang mengandung gula itu manis. Jika suatu makanan ditambahkan gula, itu menyebabkan makanan tidak cepat beku.
Selain itu, juga menambah gurih makanan. Padahal, tubuh kita ini tidak butuh gula dan karbohidrat, justru yang lebih dibutuhkan adalah protein dan lemak.
Keduanya yang disebutkan terakhir ini adalah bekal untuk energi murni dan jangka panjang.
Resep Awet Muda
Dalam webinar ini, narasumber juga memberikan tips resep awet muda. Resep yang seperti ini banyak dicari orang, agar memang terlihat lebih muda. Namanya juga resep awet muda.
Apa saja resep atau kiat agar kita selalu awet muda itu? Simak di bawah ini!
- Dari segi emosional. Jangan sering merasa stres, dendam, dengki, iri hati, mencela, maupun perbuatan-perbuatan negatif lainnya yang merusak hati dari dalam.
- Dari segi makanan, justru jangan banyak makan. Lebih baik perut tidak terlalu banyak terisi makanan karena itu yang lebih bagus.
- Dari kualitas udara. Orang yang tinggal di pedesaan dan dataran rendah itu lebih punya kualitas udara lebih baik daripada orang yang tinggal di perkotaan maupun pegunungan.
- Dari segi air. Jangan minum sembarang air, pastikan air murni, sehat, berkualitas baik, dan bukan air yang mengandung gula, pemanis, penuh zat pengawet, dan semacamnya.
Makanan untuk Regenerasi Sel

Kesalahan umum saat makan, yaitu: tidak memilih makanan untuk regenerasi sel. Makanan dan minuman yang termasuk bisa untuk regenerasi tersebut adalah air zamzam.
Dilihat dari kandungan air zamzam, mengandung banyak mineral. Termasuk dalam hal ini adalah kalium. Jika kita sudah memasukkan cukup banyak kalium, maka tidak akan mudah lapar.
Baca Juga: Ketika Kamu Selalu Bertanya, Apakah Aku Normal?
Selain air zamzam, juga ada air kelapa. Lanjutnya, ada pisang, semangka, ubi, dan kurma. Semuanya sangat berguna untuk regenerasi sel.
Makanan beracun yang tidak bisa sama sekali untuk regenerasi sel dan mungkin sering kita konsumsi adalah gorengan.
Kata dr. Gustafianza, jika suka makan gorengan, maka itu adalah investasi darah kental dan tersumbat alias stroke.
Kalau investasi properti, masih mending, ya? Masa kita mau investasi properti, tetapi propertinya adalah rumah sakit dan kita menjadi penghuninya? Ih, jangan deh!
Oh, ya, dari berbagai minuman di atas, mungkin bisa ditambahkan juga susu kambing. Rupanya ini enak banget buat kesehatanmu sendiri, coba lihat di sebelah sini.
Makan Itu Tidak Sekadar Kenyang
Ada beberapa dampak makanan yang semuanya bisa saling berkaitan. Pertama, dari bahan yang dipilih. Kedua, dari cara menyimpan.
Jangan lupa, pastikan kulkas kita itu ada label halalnya, jadi makanan kita tetap tersimpan halal di dalamnya.
Ketiga, cara mengolah. Keempat, cara memakan. Dan, yang terakhir atau yang kelima adalah cara mensyukurinya.
Makan memang tidak hanya sekadar kenyang, tetapi juga harus dipikirkan dari segi kesehatan. Jika makan kenyang terus-menerus, maka efeknya bisa kegemukan.
Narasumber yang satu ini menyebutkan bahwa suami yang kegemukan biasanya rawan pada kesuburannya. Beda halnya dengan di pihak perempuan atau istri.
Beliau juga mewanti-wanti, tidak ada kebaikan pada makanan yang digoreng.
Lawannya dari kenyang adalah lapar. Dan, lapar ini memang terjadi ketika kita puasa.
Ingat, saat puasa, perhatikan makanan waktu berbuka dan sahur. Jika waktu berbukanya dengan gorengan atau yang manis-manis, lebih baik kata dr. Gustafianza, tidak usah puasa sekalian, deh! Sebab, efeknya itu, lho!
Dilema Kaum Muslimin Kaitannya dengan Makanan Sehat dan Mencontoh Bayi
Ironis di negeri ini, memang mayoritas muslim. Dalam ajaran Islam, ada yang namanya puasa. Namun, ternyata, yang paling banyak kena penyakit kronis itu mayoritas kaum muslimin juga.
Sebelum tulisan ini diakhiri, mungkin di antara kamu ada yang masih merawat bayi? Mungkin ada yang baru saja melahirkan? Baru saja brojol begitu?
Nah, bayi itu dalam perkembangannya, selama dia masih minum ASI, cium saja, ternyata bau mulutnya enak. Begitu pula bau badannya juga enak.
Kotorannya tidak busuk seperti kotoran kita. Dari sikapnya, bayi itu juga sering tersenyum kepada kita, apalagi orang tuanya.
Apa yang bisa disimpulkan dari hal itu? Apakah kita perlu tanya si bayi untuk ikut menyimpulkan?
Jawabannya adalah bayi yang masih minum ASI itu artinya dia masih mengonsumsi sesuatu yang alami. Sesuatu yang diciptakan oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala.
Oleh karena itu, kita yang sudah dewasa ini hendaknya lebih banyak makan dan minum yang alami saja, jangan yang buatan manusia terus.
Sebab, hal itu akan lebih menyehatkan kita. Setuju atau tidak, nih?
Siapa tahu kamu punya pengalaman seputar kesehatan dan makanan sehat. Coba komen di bawah, saya ingin baca segala komentarmu!




