Tidak Lebih Cantik Daripada Istri, Tetapi Kok Suami Lebih Tertarik Kepada Pelakor?

Tidak Lebih Cantik Daripada Istri, Tetapi Kok Suami Lebih Tertarik Kepada Pelakor?

Pelakor adalah istilah yang sering muncul dalam dunia rumah tangga. Dalam banyak cerita pun disebutkan. Namun, sebenarnya apa sih yang membuat suami lebih tertarik kepada pelakor, meskipun masih lebih cantik istrinya?

Yang namanya nafsu, memang tidak akan pernah puas di dunia ini. Ibaratnya, kamu meminum air laut. Makin diminum, makin haus bukan? Tapi, kok kamu kurang kerjaan, ya, minum air laut? Kelelep kah?

Kehadiran pelakor dalam sebuah rumah tangga memang pada dasarnya bisa menimbulkan penyakit. Bukan penyakit kulit yang mungkin terlihat tato bergambar emping melinjo di kulit itu, melainkan penyakit yang bisa membuat rumah tangga itu menjadi retak.

Pelakor yang kepanjangannya adalah perebut laki-laki orang biasanya hinggap pada seorang perempuan yang menjadi orang ketiga. Dia hadir di antara suami dan istri yang sah, dan mereka berdua pun di kamar pengantin pernah basah.

Pernikahan yang sudah dilaksanakan secara resmi, legal, hingga yang tadinya tidak halal menjadi halal, bisa tercoreng karena pelakor ini. Apalagi jika pelakor tersebut ketahuan oleh istrinya.

Mungkin awalnya dari mengechat tembok, eh salah, mengechat lewat Facebook Messenger misalnya. Biasanya, dari kasus-kasus yang terjadi, lewat situ pintu masuknya.

Menyukai status seorang laki-laki yang sudah jadi suami istrinya itu. Lalu, mulai deh tebar pesona lewat Messenger yang memang disediakan Facebook untuk chatting.

Hal itu juga bisa terjadi pada seorang laki-laki yang tertarik kepada perempuan lain. Kalau yang ini namanya pebinor, penyuka bini orang.

Faktor yang Mendasari

Suami-Lebih-Tertarik-Kepada-Pelakor-1

Suami lebih tertarik kepada pelakor atau penyebab suami selingkuh pastilah ada alasannya. Tidak hanya sekadar nafsu, pasti ada hal yang mendorong suami melakukan hal tersebut.

Salah satu penyebabnya adalah kurangnya rasa dihormati di rumahnya sendiri. Suami memang bukan bendera Merah Putih yang harus dihormati tiap upacara bendera.

Meskipun suami punya body kurus macam tiang bendera, tetapi dia tetap perlu dihormati di rumah. Tapi, kalau kurus terus, sih, coba YANG SATU INI.

Hal yang sering terjadi di dalam rumah adalah suami pulang dalam keadaan lelah dan capek setelah bekerja, justru tidak mendapatkan ucapan terima kasih maupun sapaan lembut dari istrinya sendiri. Istrinya langsung memasang muka masam, lebih asam daripada asam di pasar-pasar itu.

Baca Juga: 5 Ide Kencan Seru Bersama Pasangan

Suami pulang memang belum tentu bawa uang miliaran, apalagi dia cuma pedagang kecil. Suami pulang belum tentu bawa pulang mobil Lamborgini, tetapi pastinya dia pulang lapor bini. Lapor penghasilan pada hari itu, berapa yang terjual, dan berapa yang tidak bayar, eh!

Suami sudah capek bekerja, mungkin kena panas terik, atau bahkan sempat kehujanan, berusaha banting tulang, apalagi jika dia pedagang ayam potong, pastilah banting tulang ayam di meja jagal. Namun, yang didapatkan di rumah malah berupa omelan, cacian, sindiran, hinaan, dan teman-temannya itu.

Jelas suami marah. Jelas suami emosi. Jelas suami kecewa. Akan tetapi, jika dia luapkan marah dengan semarah-marahnya, yang terjadi nantinya malah KDRT. Suami bisa main pukul, padahal sekali pukul itu memang tidak main-main. Suami bisa kena masalah berikutnya.

Rasa tidak dihormati itu tidak hanya terjadi sekali, tetapi bisa berlangsung tiap hari. Emosi yang terus tumbuh tiap saat di rumah, menjadi makin berkembang hingga ujungnya suami mencari pelampiasan di luar rumah.

Sekarang, memang mudah sekali mencari pelakor. Sarana dan medianya sudah sangat ada. Mau pilih yang mana, ada semua. Namun, suami pastilah mencari yang lebih cocok dengan dirinya. Dia akan mencari yang paling menghormati dirinya.

Pelakor itu bisa berwujud teman istri sendiri. Sahabat istri sendiri, Iya, lho, beneran. Teman istri yang tahu keadaannya suami temannya. Mengamati tiap hari. Bahkan, mungkin karena satu tempat kerja, maka peluang kepelakoran itu makin menjadi-jadi.

Coba Perhatikan Bagi Para Istri

Suami-Lebih-Tertarik-Kepada-Pelakor-2

Bagi para istri, jika ingin menghindari pelakor dalam rumah tangga atau suamimu tidak ingin tertarik kepada pelakor, maka ada satu tips, yaitu: hormati suamimu di dalam rumahnya sendiri.

Suami adalah raja dan yang namanya raja itu memang harus dihormati, dimuliakan, dihargai, bukan untuk dicela, direndahkan, apalagi dimaki-maki.

Suami sudah sangat berusaha mencukupi kebutuhan nafkahmu dan anak-anakmu. Namun, jika si istri selalu saja kurang, maka suami yang menjadi korban lagi.

Jika suami dihormati dan diperlakukan sebagaimana seorang pemimpin, maka dia akan mencari pelampiasan di luar. Dia tidak akan tertarik kepada pelakor. Buat apa cari pelakor? Toh, di rumah sudah tercukupi semua dengan istri.

Nah, apakah suami yang dihormati, dihargai, dan dimuliakan oleh istrinya betul-betul terhindar dari pelakor? Ya, belum tentu juga. Namun, setidaknya, ada upaya untuk mencegah agar tidak muncul pelakor atau muncul peluang pelakor untuk ikut masuk, absen, lalu hadir di hati suami.

Kedudukan suami menjadi pemimpin dalam rumah tangga memang seharusnya tidak tergantikan. Dalam Al-Qur’an pun disebutkan, laki-laki adalah pemimpin bagi kaum perempuan.

Laki-laki yang mempunyai fisik lebih kuat, meskipun yah, dia kurus sementara si istri bagaikan gajah bengkak, tetap suaminya yang berkewajiban mencari nafkah. Eh, gajah bengkak? Sadis amat sebutannya.

Pelakor yang wajahnya kurang cantik dibandingkan istri sahnya, bisa membuat suami tergoda, kok, apalagi yang memang lebih cantik. Lebih merawat diri, pakai skincare mahal, kosmetik bermerek luar negeri, bahkan pernah operasi plastik pakai ember digabung kantong Indomaret!

Padahal, kalau istrinya mau, tidak harus mahal untuk mendapatkan perawatan kulit, bisa PAKAI YANG INI.

Semoga cara menjaga keharmonisan dalam rumah tangga ini tidak sekadar teori. Dan, pastinya semoga tidak ada lagi suami lebih tertarik kepada pelakor.

Intinya, ada pada istrinya sendiri. Kalau memang suami tidak mau jatuh ke dalam pelukan pelakor, maka peluk suami dengan sepenuh hati. Suami butuh pelukan yang tulus dari istrinya.

Jangan sampai, suami malah memeluk kenyataan bahwa istrinya kejam kepadanya dengan menjadikannya bagaikan budak, padahal suaminya tidak pernah pakai budak sama sekali di wajahnya.

Baca Juga: Ternyata, Mengobrol Bukan Sekadar Mengeluarkan 20.000 Kata, Ini Kata Ayu Momalula, Founder Muslimah Bangkit

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *