Siapa sih yang tidak mau cuan? Kalau biasanya cuan itu untuk laki-laki, ya, kalau perempuan namanya nyonya. Walah. Dalam tulisan kali ini, akan dibahas tentang punya penghasilan tanpa meninggalkan anak, waow, seperti apa tuh?
Masih di Kelas Jadi Istri Batch #13 yang diselenggarakan oleh Masjid Nurul Ashri, Deresan, Jogja. Ini kelas terakhir untuk batch #13, berlangsung pada Kamis (31/7/2025), dimulai pukul 20.00 WIB atau 21.00 WITA.
Pembicaranya memang sudah luar biasa sejak lama. Saya sendiri punya beberapa bukunya di rumah. Beliau adalah Muri Handayani, S.Kom, AWP. Kalau S.Kom sudah tahu, ya, tetapi kalau AWP pasti tidak banyak yang tahu. AWP itu singkatan dari Associate Wealth Planner. Semacam perencana keuangan begitulah. Mari kita lihat profilnya!

Kalau dilihat dari profil narasumber kita kali ini memang sangat luar biasa. Seorang ibu yang sudah banyak sekali pengalaman berbisnis. Namun, bagaimana dengan kisah masa lalunya?
Muri adalah anak dari seorang ayah yang berprofesi sebagai sopir angkot. Beliau lahir di Jakarta Selatan atau Jaksel. Ibunya berjualan gado-gado. Selain itu, ibunya juga berjualan baju. belanjanya di Pasar Senen, beli di Tanah Abang, lalu dikreditkan.
Meskipun kedua orang tua Muri termasuk berpendidikan yang tidak tinggi, tetapi kelima anak orang tuanya berhasil menjadi sarjana semua. Ketika remaja, keseharian Muri difasilitasi oleh pembantu. Dia mengalami yang namanya parentless.
Setelah menikah, anaknya meninggal dunia pada usia 2,5 bulan. Beranjak dari kisah masa lalunya dan kesepakatan dengan suami, diputuskan untuk tidak mau jauh dari anak. Dari sinilah tercetus ide untuk punya penghasilan tanpa meninggalkan anak.

Pada 2009, Muri mengenal digital marketing. Beliau ikut workshop dan cari mentor saat itu. Pernah berjualan menggunakan sarana yang ada ketika itu, mulai dari Multiply, Kaskus, Instagram, dan Facebook. Beliau pernah menutup hingga 13 brand. Semuanya dijalankan dari rumah. Pernah pula mengikuti bazar sambil membawa kereta bayi. Ternyata, memang repot di bazar itu sambil mengurus anak yang masih kecil.
Pada tahun 2011, Muri bangun brand fashion. Waktu itu beliau punya bayi umur 11 bulan. Bisnis ini bisa berhasil karena sudah tahu ilmunya.
Nah, antara tahun 2009-2011, tidak punya karyawan. Barulah setelah 2011, mulai bangun sistem. Bisnisnya, yaitu: SBO atau Sekolah Bisnis Online berhasil menghasilkan 50.000 alumni yang tersebar di 19 negara. Kenapa bisa sampai merambah ke cukup banyak negara? Hal ini karena sistem pembelajarannya online, jadi bisa diikuti di mana saja.
Kaitannya dengan lynk.id, beliau ini adalah Star Lynk, yang mempromosikan lynk.id. Jadi, beliau bukan pemilik lynk.id, bukan pula punya saham di situ. Beliau juga mendirikan Muttu Anne, ini adalah usaha untuk membantu terapi jiwa bagi ibu agar lebih tenang.
Bicara Tentang Omzet dan Laporan Keuangan
Menurut Muri, omzet itu pada dasarnya bukan uang milik kita. Di dalamnya ada HPP atau Harga Pokok Penjualan. Beliau pernah mengalami mendapatkan omzet besar, lalu dibelikan segala macam, paling banyak mainan anak. Ternyata, ketika Idul Fitri, justru tidak bisa bayar gaji karyawan.
Kesalahan berikutnya pada pengusaha pemula adalah tidak tahu laporan keuangan dan dicampur antara uang pribadi dan uang untuk usaha. Pada Desember 2016, mulai ada buku dari Muri. Awalnya, beliau memang tidak suka pelajaran Bahasa Indonesia. Namun, karena dibantu dan kerjasama dengan orang lain, jadilah bukunya.

Buku-buku Muri Handayani tersebut memang tidak ada di Gramedia karena sistem penjualannya pakai jaringan affiliate. Dari membahas buku, mari kita ke Jepang.
Tentang Ikigai

Orang Jepang mengenal prinsip Ikigai seperti gambar di atas. Pertama, apa sih yang kita suka? Kalau kita suka, maka itu bisa menjadi dasar untuk berbisnis.
Namun, Muri mengatakan bahwa beliau tidak suka dunia fashion, tetapi bisa bertahan selama 12 tahun di bisnis tersebut. Ternyata, beliau berpandangan pertama kali adalah apa yang dibutuhkan dunia?
Bisnis itu pada intinya bukan tentang produk, melainkan tentang manajemen. Jika kamu sudah berbisnis dengan bidang yang dibutuhkan masyarakat, maka cintai bisnis itu.
Muri juga mengungkapkan bahwa ibadah terlama dalam hidup manusia itu ternyata bukan pernikahan, melainkan belajar. Seorang ibu tidak boleh menyerah dalam hal belajar ini. Kalau nanti menyerah, nanti akan dicontoh oleh anak-anaknya.
Semua orang yang akan atau sedang berbisnis wajib belajar. Tidak ada sarjana YouTube, sarjana Instagram, atau sarjana Canva. Semuanya dimulai dengan belajar.
Jangan terlalu menjadi idealis. Berbisnis produk yang dibutuhkan orang, sudah disukai oleh diri sendiri, tetapi tidak ada yang beli. Banyak bidang usaha atau bisnis yang tidak profitable.
Earn, Save, Invest

Earn itu adalah menghasilkan, menurut Muri. Katanya, tidak usah punya impian kalau brand kita akan seumur hidup atau selamanya. Brand besar saja bisa tutup, kok, apalagi sekelas UMKM.
Beliau juga menyarankan harus sabar untuk menabung (save). Selain itu, wajib investasi, ini adalah cara agar uang itu bekerja dengan sendirinya.
Dalam bisnis, sangat perlu untuk berikhtiar. Muri mengambil contoh dari istri Nabi Ibrahim alaihissalam, yaitu: Hajar. Wanita tersebut berlari-lari kecil demi anaknya, Ismail. Intinya, berikhtiar semampunya. Ternyata, jawabannya, ada di bawah kaki Ismail.
Bicara Tentang Media Sosial

Melihat pengguna internet di Indonesia memang sangatlah besar. Penggunanya mencapai 200 juta lebih. Media sosial termasuk dalam media internet yang paling sering digunakan masyarakat Indonesia.

Paling banyak media yang dipakai sesuai diagram di atas ternyata justru Whatsapp. Kedua adalah Instagram dan yang ketiga adalah Facebook. Muri lebih berfokus sekarang di Instagram.

Waktu penggunaan internet orang Indonesia pada bulan Februari 2025 ternyata mencapai 7 jam! Luar biasa bukan? Nah, masih berkaitan dengan media sosial, beliau tidak mempermasalahkan waktu postingnya. Sesempatnya saja karena urusan anak itu lebih utama. Yang penting, pegang anak terlebih dahulu, baru urus media sosial.

Jika bermain di media sosial, jangan posting katalog, tetapi postinglah tentang informasi dan dekatlah dengan teman serta keluarga.

Muri memberikan kiat, apapun yang ada di Gramedia, bisa kita jual. Gramedia sudah bertahan selama 40 tahun. Barang-barang yang masuk di sana pastilah bukan sembarangan.
Lalu, bagaimana hubungannya dengan anak? Nah, Muri ini mengatakan yang menarik. Beliau berpendapat bahwa jangan mendikte masa depan anak.
Jangan kita memberikan selalu arahan ke anak, harus begini dan begitu, sebab belum tentu, pekerjaan yang kita maui pada diri anak itu masih ada di masa depan. Profesi-profesi yang ada sekarang ini saja tidak ada di zaman dahulu, apalagi di masa depan nantinya. Betul bukan?
Pada intinya, aktivitas belajar itu menduduki hal yang sangat penting bagi perkembangan diri dan bisnis. Otak manusia itu seperti rice cooker. Kalau tidak diisi beras, maka tidak akan jadi apa-apa.
Aneka Peluang Bisnis
Nah, kali ini, kita akan berbicara tentang jenis-jenis bisnis atau usaha yang bisa kamu lakukan. Muri memberikan contoh-contohnya, masing-masing jenis bisnis, ada gambar presentasinya. Semoga kamu bisa tertarik salah satunya atau banyak juga boleh, hehe.
1. Bisnis Kreatif dan Desain

2. Bisnis Pendidikan dan Pelatihan


3. Bisnis Teknologi dan IT

4. Bisnis Kesehatan dan Kebugaran

5. Bisnis Pemasaran Digital

6. Bisnis eCommerce dan Penjualan Online

7. Bisnis Jasa Keuangan

8. Bisnis Produksi Media Kreatif


9. Bisnis Travel dan Perjalanan

10. Bisnis Konsultasi dan Mentoring



Sesi Penutup

Tidak banyak yang bisa saya catat dalam sesi diskusi atau tanya jawab. Muri memberikan motivasi kepada para orang tua untuk menjadikan anak lebih kaya daripada orang tuanya.
Selain itu, terkait dengan pola pendidikan anak, Muri memang punya pembantu di rumahnya, tetapi bukan pengasuh. Muri berprinsip semua pekerjaan bisa didelegasikan, kecuali suami dan anak. Ingat, semuanya bisa didelegasikan, kecuali suami dan anak. Bahaya, jika ada yang mengasuh suami, selain istrinya.
Nah, itu saja pembahasan atau ringkasan dari Kelas Jadi Istri Batch #13 kali ini yang berakhir pada Kamis (31/7/2025). Tema yang sangat menarik tentang punya penghasilan tanpa meninggalkan anak.
Kelas yang satu ini juga membahas peluang-peluang bisnis yang bisa dilakukan oleh emak-emak tanpa harus meninggalkan anak mereka, tanpa harus meninggalkan rumah.
Semoga bermanfat dan tetap semangat, ya!




