Mau Jadi Content Creator Tapi Malu Depan Kamera? Ini Solusi Lebih Mudah Cara Membuat Konten

Mau Jadi Content Creator Tapi Malu Depan Kamera? Ini Solusi Lebih Mudah Cara Membuat Konten

Profesi sekarang yang sedang ngetren adalah menjadi content creator. Namun, biasanya, content creator ini berfokus pada kamera. Bagaimana jika malu di depan kamera itu sendiri?

Media semacam TikTok, YouTube, Instagram Reels, hampir semuanya konten yang berbasis video. Namanya video, pastilah gambar bergerak.

Jika konten video itu tidak bergerak, berarti kamu sedang habis paket datamu. Atau nebeng WiFi ke temanmu, sudah dicabut lagi sama dia.

Pada dasarnya dan kamu pasti sudah pernah lulus Sekolah Dasar, membuat konten video tidak mudah. Butuh waktu, butuh keterampilan khusus, dan tentu saja butuh pengalaman.

Kamu perlu tahu ilmu mengambil gambar, kalau ilmu mengambil sandal di masjid, jangan dipraktekkan, ya!

Kamu harus tahu cahaya di sekitar gambar bergerak tersebut. Apakah cahayanya terlalu terang atau justru terlalu gelap? Kalau yang menembus di hati, itu namanya cahaya iman.

Selain itu, konten berbentuk video juga perlu diedit. Ini pun makan waktu, namun bukan berarti kamu makan jam dinding.

Aplikasi editing video semacam CapCut, tetap banyak sekali fiturnya, apalagi yang berbayar. Sanggupkah kamu membayarnya? Tidak akan bisa utang dulu ke pihak CapCut.

Ide Konten untuk Orang Introvert

cara-membuat-konten-1

Salah satu hal yang menghalangi orang untuk bikin video adalah dia termasuk orang introvert. Artinya, orang yang sebenarnya tertutup, pendiam, dan tidak suka bertemu dengan orang banyak.

Dia cenderung menyendiri, padahal statusnya memang masih sendiri. Dia selalu merasa demam panggung.

Padahal, tidak ada dokter umum yang buka praktek di atas panggung. Tambah repot bukan?

Baca Juga: 5 Hal yang Perlu Buat Kamu Saat Menulis di Pagi Hari agar Mood Lebih Tenang dan Bahagia

Jika orang introvert sudah membuat video, maka selanjutnya tentu saja adalah mengunggah atau menguploadnya ke media sosial. Ada begitu banyak media sosial, yang jelas Friendster sudah tidak bisa lagi.

Sorry, yang generasinya milenial. Namun, generasi yang lebih buruk lagi bukan milenial, melainkan milihsial. Lah, sial kok milih-milih?

Lalu, bagaimana solusinya, Mas? Apakah harus pergi ke Pegadaian karena di sana mengatasi masalah tanpa masalah?

Atau ikut Indonesia Lawak Club yang dipandu oleh Denny Chandra yang sering menyebutkan “mengatasi masalah tanpa solusi”?

Yap, tidak perlu sejauh itu. Ada kok cara membuat konten tanpa tampil di kamera.

Apalagi bagi kamu yang baru saja terjun mau jadi content creator, ada cara membuat konten untuk pemula.

Pokoknya, di tulisan ini kamu akan diajarkan cara membuat konten dengan modal minim.

Namun, sebelumnya, kamu perlu mengubah dan mempermantap kebiasaanmu setiap hari. Mungkin yang SATU INI bisa membantumu dengan tulus.

Konten Berbasis Tulisan

cara-membuat-konten-2

Solusi jika kamu merasa pusing tujuh keliling dalam membuat video, padahal kamu ingin membuat konten adalah dengan menulis.

Yap, kemampuan ini pastinya sudah diajarkan oleh guru kamu di Sekolah Dasar. Kemampuan dasar, membaca dan menulis, ada pada setiap orang yang pernah sekolah.

Beda halnya dengan membuat video. Sepertinya, belum ada kurikulum bagi anak SD kelas 1 dan 2 untuk membuat video ini.

Kalau diambil gambarnya oleh gurunya, sih, sering. Apalagi jika gurunya lumayan cantik, bisa menjadi modus bapaknya si anak, meminta video langsung sambil chat di WA. Halah.

Baca Juga: Ketika Kamu Selalu Bertanya, Apakah Aku Normal?

Membuat tulisan memang tanpa harus menampilkan wajah. Membuat tulisan juga bisa dibikin tanpa editing video yang lebih ribet.

Dan, yang paling penting juga, bagi kamu akhwat yang mungkin pakai cadar juga, konten tulisan lebih aman. Soalnya, kamu tidak usah menampilkan wajah, apalagi pakaianmu yang syar’i dan harganya lumayan itu, kecuali YANG INI.

Konten Harian Tanpa Ribet

cara-membuat-konten-3

Memang, di era sekarang ini, salah satu kunci sukses, tanpa kamu harus mendatangi tukang kunci, adalah dengan konsisten. Yap, dengan fokus.

Akan tetapi, untuk bisa konsisten dan fokus ini sangat-sangat tidak mudah. Ada begitu banyak distraksi, apalagi jika kamu adalah seorang ibu yang akan melahirkan, pastilah ada distraksi. Eh, itu apa, ya?

Bisa jadi, kamu melihat yang konten video itu lebih viral. Tersebar hingga ke seluruh alam, bahkan tidak hanya manusia yang menonton. Lho, siapa selain manusia yang menonton?

Selain manusia, ya, yang menonton lainnya atau istilah lainnya adalah orang. Antara manusia dan orang memang dua hal yang berbeda, terutama penulisannya!

Konten video yang viral memang cukup membuat bangga. Apalagi jika ditonton oleh begitu banyak orang. Namun, apakah konten tulisan kalah?

Eits, tidak juga, lah yauw! Sampai sekarang konten tulisan masih cukup ampuh sebagai konten harian tanpa ribet, konten yang bisa dibuat secara konsisten dan lebih mudah.

Google masih menampung tulisan-tulisan kamu dan menyediakannya bagi orang yang mencari kata kunci sesuai di tulisanmu itu. Dan, itu bisa bertahan bertahun-tahun, lho!

Lihat saja di menu pencarian Google. Masih lebih banyak didominasi konten-konten berupa artikel.

Itu artinya, orang masih terus mencari konten-konten yang demikian.

Konten tulisan untuk personal branding juga sangat bagus. Jika video cuma singkat dan kadang sebatas di permukaan, sedangkan tulisan menawarkan isi yang lebih mendalam.

Kamu bisa menulis di manapun, tanpa harus merasa malu saat membuat video dan ditonton oleh orang lain. Apalagi kamu cuap-cuap sendiri di depan kamera.

Bagi orang introvert, hal itu jelas tidak gampang. Jadi, menulislah, jadikan itu sebagai konten harianmu.

Jika kamu sudah niat untuk terus menulis, maka perlu juga rawat badanmu dan laptopmu juga. Mungkin SOLUSI YANG INI bisa menemanimu setiap saat.

Sampai di sini, mungkin di antara kamu ada yang berpikir, apakah tulisanku ini ada yang baca? Bukankah literasi orang Indonesia itu rendah sekali?

Yap, di satu sisi ada benarnya, tetapi belum tentu tepat 100%. Pada dasarnya, setiap tulisan nanti akan menemukan pembacanya sendiri, kok!

Kamu menulis sekarang, jadikan sebagai konten harianmu atau konten tanpa video, ketika ada orang yang membacanya dan tergerak hatinya, bukankah kamu akan merasakan kesenangan yang luar biasa?

Apalagi jika kamu menulisnya pakai hati, itu lebih bagus lagi. Bukan berarti, pulpennya dijepit di dada, lalu mulai menulis, itu sangatlah susah.

Banyak orang yang pakai AI untuk menulis, tetapi lihatlah, bacalah, apakah isinya serupa dengan tulisan yang berasal dari hati? Tentu saja tidak.

Ayo, mau kapan lagi bikin konten tulisan? Bagi kamu yang masih kesulitan bagaimana cara membuat konten yang sederhana dan tidak ribet macam tulisan ini, coba kamu komen di bawah! Nanti, akan kubantu, kok.

Bila aku tidak bisa menbantumu, maka solusinya adalah, kamu yang membantu saya. Oke?

Baca Juga: Dilema pada Sebuah Nama

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *