Apa sih rahasia atau cara menjadi pengusaha menurut Islam? Kamu perlu tahu ilmu ini, dari salah seorang juri Hafidz Indonesia, Ustaz Dr. Amir Faishol Fath.
Beliau membawakan materi dalam salah satu pertemuan kuliah Sebulan Jadi Pengusaha yang dimotori oleh Mr. JOSS (Founder Pengusaha Pecinta Qur’an).
Bicara Tentang Produktivitas dalam Islam

Ustaz Amir menyampaikan bahwa tabiat orang Islam itu adalah produktif. Kalau mau lihat produktif ini, lihatnya air laut. Air tersebut tidak bau karena Allah menciptakan gelombang di dalamnya.
Produktif berkaitan dengan gerak. Namun, beliau mewanti-wanti agar tidak asal gerak, tetapi harus sistematif.
Dalam hidup ini, perlu luas wawasan. Contohnya, orang yang hafal jalan, maka dia tidak akan gampang tersesat. Itu pertanda orang yang banyak wawasan.
Baca Juga: Mewujudkan Visi Misi Keluarga Bersama Dewi Nur Aisyah, Doktor Muda yang Selalu Haus Ilmu
Beliau juga menyampaikan,
“Menurut Imam Syafii, anak panah yang tetap bertahan di busurnya tidak akan mencapai target. Bisa mencapai target kalau bergerak dan lepas dari busurnya.”
Yang Disukai Allah
Masih tentang produkfivitas, menurut Ustaz Amir, Allah suka kepada hamba-hamba-Nya yang produktif dan kaya.
Dalam sejarah, kita bisa lihat bahwa sahabat Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, Abdurrahman bin Auf radhiyallahu anhu, pernah berinfaq 100 ekor unta. Kalau sekarang, sekitar 4 miliar rupiah.
Mindset pengusaha muslim itu bisa meniru Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam yang sudah diajarkan produktif sejak lama dengan menggembala kambing.
Nabi juga berasal dari kalangan bangsawan, keturunan Abdul Muthalib, ini agar Nabi tidak minder bertemu dengan orang-orang kaya.
Ustaz Amir masih melanjutkan bahwa setelah kakeknya meninggal, Nabi diasuh oleh pamannya, Abu Thalib, orang yang produktif.
Kemudian, Nabi bertemu dengan Khadijah, berhasil dalam bisnisnya karena jujur atau memperoleh trust. Itu dulu yang pertama, masalah cuan atau penghasilan itu urusan Allah.
Itulah rahasia ilmu bisnis ala Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam.
Tentang Kepercayaan

Ustaz Amir menyarankan bagi kamu yang mau buka bisnis, jangan langsung ambil kredit, tetapi ambil produk terpercaya dari orang yang terpercaya juga. Ini jelas pelajaran bisnis dari ulama Indonesia.
Beliau menyebutkan kunci dalam bisnis, yaitu: jujur/trust, pelayanan, dan tidak semua orang harus diyakinkan untuk membeli, tetapi buatlah orang untuk merasa yakin.
Hindari orang yang tukang bohong, dengan cirinya adalah sering bersumpah.
Jika kita berbisnis, lalu ada pelanggan yang puas, maka dia tidak hanya beli, tetapi dia akan bercerita ke orang lain juga.
Tentang Jualan
Pada dasarnya, kata Ustaz Amir, jualan itu bukan kompetisi siapa yang paling ramai, tetapi yang paling sabar dalam menjaga kepercayaan. Pertanyaannya sekarang, bagaimana menjaga kepercayaan pelanggan?
Ada memang orang yang jualan di atas gunung dan yang punya klinik akupuntur yang cuma menerima 1.500 pasien tiap hari, tetapi di gang sempit, nyatanya tetap dipercaya juga.
Kita harus melihat pelanggan itu bukan objek target, tetapi mereka adalah orang yang ingin dimengerti.
Menghadapi pelanggan, yang diubah bukan strategi, tetapi cara pandang terhadap pelanggan itu sendiri.
Penjualan bukan dari iklan, melainkan dari hubungan yang terus dijaga, dari hati ke hati. Berarti, ii termasuk cara berpikir pengusaha muslim.
Terakhir, semakin tenang, semakin mudah dalam berbisnis.
Itulah materi motivasi bisnis dari Ustaz Amir Faishol Fath, termasuk membahas cara menjadi pengusaha menurut Islam. Semoga bermanfaat ya!




