Ada kalanya, rumah tangga tidak bisa berjalan lama, misalnya sampai 1.000 tahun. Ada yang cuma bertahan beberapa tahun atau beberapa bulan saja, karena perceraian. Kalau dipikir, apa sih penyebab perceraian dalam rumah tangga itu?
Kalau disebutkan tentang penyebab perceraian dalam rumah tangga paling sering memang karena suami dan istri sudah tidak sejalan lagi. Visi misi yang dulunya pernah dibicarakan bersama, kini tidak cocok lagi.
Suami maunya S, sementara istri maunya I. Eh, itu sesuai huruf depannya, dong!
Kabar Perceraian Figur Publik
Kalau bahasa Inggrisnya namanya public figure, sementara kalau di Indonesia namanya figur publik. Tinggal dibalik saja, tapi jangan terapkan itu pada bakso yang masih belum dimakan. Dibalik pasti tumpah.
Sekarang yang terbaru adalah berita perceraian antara Ridwan Kamil dan Atalia Praratya. Padahal, masyarakat mungkin menganggap mereka pasangan yang sangat cocok. Dan, termasuk contoh bagi masyarakat tentang rumah tangga yang awet.
Namun, itu tadi, kehidupan rumah tangga memang susah ditebak. Dan, menurut pengacara perceraian di Blank Rome, yaitu: Jackie Combs, penyebab perceraian dalam rumah tangga itu karena kurangnya komunikasi.
Apalagi selain komunikasi? Apakah ekonomi? Yap, betul, selain komunikasi, masalah ekonomi menjadi penyebab paling sering perceraian suami istri.
Beda Persepsi Suami dan Istri

Masalah keuangan yang menjadi penyebab perceraian antara suami dan istri biasanya terkait dengan kebiasaan belanja. Selain itu, juga kaitannya dengan anggaran atau rencana untuk menabung. Itu kata Combs, sebagaimana dikutip CNBC Make It.
Sebagai contoh, si suami inginb nongkrong di kafe setiap pagi. Namun, paginya setelah Subuh. Lah, ya, belum buka.
Sedangkan, istrinya, maunya suaminya di rumah saja, ngopi bareng. Ini sudah berbeda pandangan tentang kopi.
Hal-hal lain yang bisa memunculkan konflik rumah tangga adalah nilai-nilai inti lainnya. Misalnya, cara membesarkan anak atau kegiatan apa yang harus diprioritaskan dalam hubungan.
Penyebab perceraian suami istri menurut Laura Wasser, pengacara perceraian selebritas, adalah kurangnya komunikasi.
Laura, kalau pembalut namanya Laurier, menyarankan bagi pasangan suami istri untuk membicarakan keputusan hidup sejak dini.
Paling gampang contohnya adalah di mana anak-anak akan disekolahkan? Apakah orang tua suami maupun istri bisa ikut tinggal bersama?
Dan, pertanyaan lain, misalnya, apakah menteri yang lagi viral itu bisa ikut tinggal di rumah? Weits, ini apa maksudnya?
Sedangkan menurut pengacara hukum keluarga yang bernama Padideh Jafari menganjurkan pasangan untuk melakukan percakapan yang jujur. Hal itu perlu dilakukan sebelum menikah.
Pertanyaan seperti, “Berapa banyak pinjaman atau hutang pasangan?”
Bisa dengan pertanyaan lain, “Apakah keluarga ini akan lebih mengutakan agama? Pemahaman mana yang akan dipakai dalam agama untuk pendidikan anak ini?”
Jika komunikasi lancar, lebih lancar daripada BAB, maka badai dalam setiap rumah tangga bisa terlewati. Perceraian dalam rumah tangga pun bisa dicegah.
Masing-masing punya mulut, tetapi kalau mulut tersebut tidak dipakai untuk berkomunikasi satu sama lain, masa mau diganti mulutnya? Jadinya, apa, ya, mulut yang warna hijau itu. Eh, itu sih, lumut!
Sumber: https://www.cnbcindonesia.com/lifestyle/20251215124341-33-694245/masalah-rumah-tangga-yang-jadi-penyebab-perceraian-menurut-pengacara




