Ayah Irwan Rinaldi Sampaikan Dampak Fatherless Hingga Perjalanan Menjadi Ayah yang Baik dalam Webinar Jadi Ayah

Ayah Irwan Rinaldi Sampaikan Dampak Fatherless Hingga Perjalanan Menjadi Ayah yang Baik dalam Webinar Jadi Ayah

Fatherless, lagi-lagi fatherless. Kenapa bukan motherless? Yah, namanya saja Webinar Jadi Ayah, memang fokus ke para ayah. Apalagi yang menyampaikan adalah Ayah Irwan Rinaldi, bukan anaknya. Weleh.

Webinar ini berlangsung Ahad (7/12/2025), dimulai sekitar jam 20.30 WITA. Kalau dihitung dari waktu, di Indonesia Barat jam 19.30, sedangkan di Indonesia Timur jam 21.30. Masing-masing selisih tuanya satu jam.

Oh, ya, mungkin perlu pula dilihat latar belakang dari pembicara kita, yaitu: Ayah Irwan Rinaldi.

ayah-irwan-rinaldi

Ini adalah seri kedua dari Webinar Jadi Ayah. Ada tiga seri alias trilogi yang semuanya membahas dunia ayah. Kali ini, membahas sesuatu yang sebenarnya sederhana, yaitu: perjalanan menjadi ayah yang baik.

Hem, perjalanan menjadi ayah yang baik memang berkaitan erat dengan peran ayah dalam keluarga, sekaligus tantangan menjadi ayah. Sosok ayah memang suka ditantang, bahkan oleh istrinya sendiri.

Apalagi jika tantangannya disuruh membuat 1.000 candi dalam semalam. Eh, ini malah bahas apa, sih? Malah Roro Jonggrang sampai ke sini.

Fenomena Fatherless di Indonesia

fatherless-di-indonesia

Ayah Irwan mengungkapkan fakta yang memang pahit di negeri ini, lebih pahit daripada sirup manis, eh, brotowali maksudnya. Negeri ini masih mengalami krisis ayah (fatherless) yang cukup parah.

Dari gambar di atas, 1 dari 4 keluarga mengalami fatherless. Berarti, ini cukup tinggi. Kalau dilihat secara jumlah sedunia, kondisinya juga cukup memprihatinkan.

jumlah-fatherless-di-dunia

Nah, jumlahnya sudah jutaan. Anak usia baduta, tidak ada kaitannya dengan badut ulang tahun, mencapai lebih dari 3 juta. Begitu pula anak usia balita, usia remaja, dan pasangan pus.

Saya tidak tahu apa maksudnya pasangan pus itu. Apakah pasangan yang memelihara kucing? Entahlah?

Dampak fatherless di Indonesia, ternyata yang paling menghantamnya adalah para istri atau ibunya anak-anak.

Baca Juga: 5 Hal yang Perlu Buat Kamu Saat Menulis di Pagi Hari agar Mood Lebih Tenang dan Bahagia

dampak-fatherless-di-indonesia

Lebih fokus lagi, dampak fatherless di Indonesia kepada para istri seperti gambar di bawah ini:

dampak-fatherless-di-indonesia-2

Istri atau ibunya anak-anak yang dipengaruhi oleh fatherless atau kondisi negatif dari suaminya, bisa dimulai dari diselingkuhi alias suaminya selingkuh. Mau poligami, tetapi tidak diizinkan, mungkin jadinya selingkuh begitu, ya?

Fenomena KDRT juga masih terus muncul dalam kehidupan rumah tangga. Ya, iyalah, namanya KDRT pastinya ada di dalam rumah tangga. Kaum jomblo tidak akan melakukan KDRT, kecuali pada semut peliharaannya. Halah.

Perceraian adalah efek paling buruk dalam hubungan dengan suami yang sekaligus fatherless. Efek perceraian jelas berpengaruh pula pada anak-anak.

Lalu, efek fatherless bagi anak-anak, seperti apa? Ada dua efek, bagi anak laki-laki dan perempuan. Bagi anak laki-laki seperti gambar berikut:

dampak-fatherless-di-indonesia-bagi-anak-laki-laki

Fatherless diwujudkan dengan ayah yang tidak mencintai anaknya sendiri. Ayahnya juga tidak bisa menjadi teladan, sekaligus tidak punya ilmu mendidik anak.

Nah, bagi anak laki-laki, dampak buruk fatherless menyebabkan anak laki-laki bisa cenderung homo. Ini karena anak mengalami kebingungan identitas akibat sosialisasi peran dari ayah yang sangat kurang.

Anak laki-laki yang bermasalah dengan ayahnya juga akan memicu untuk melakukan tindakan kekerasan. Apalagi dengan lingkungan yang tidak terkontrol oleh si ayah. Tambah parah, deh.

Sedangkan, bagi anak perempuan, dampak fatherless sebagai berikut:

dampak-fatherless-di-indonesia-bagi-anak-perempuan

Bagi anak perempuan, efeknya sampai bisa mengalami krisis identitas diri juga, sampai menjadi pelacur usia dini. Apalagi jika namanya memang Dini, tambah lagi jadi pelacur usia dini, waduh!

Ayah semestinya adalah cinta pertama bagi anak perempuannya. Namun, karena ayah tidak bisa menunjukkan itu dengan baik, akhirnya anak perempuannya mencari di luar rumah.

Dan, didapatlah komunitas yang buruk. Komunitas yang negatif. Anak itu jadi makin larut negatif, hingga itu tadi, sampai berbuat free sex alias seks bebas.

Sudah banyak terjadi yang seperti itu. Susah menjadi gadis yang masih perawan. Akhirnya, perawan menjadi sesuatu yang rawan. Kalau rawon, itu baru enak.

Solusi Mengatasi Kondisi Fatherless

solusi-mengatasi-kondisi-fatherless

Ada dua solusi yang ditawarkan oleh Ayah Irwan Rinaldi, yaitu: buat roadmap to dad atau perjalanan menjadi ayah yang baik dan satu lagi ayah hadir, terlibat, dan ayah menjadi juara!

Pada dasarnya, perjalanan menjadi ayah yang baik itu memang tidak mudah dan membutuhkan waktu yang lama.

Baca Juga: Tragis, Kasus Ledakan di SMAN 72 Jakarta, Ternyata Ada yang Lebih Tragis Lagi

perjalanan-menjadi-ayah-yang-baik

Menjadi ayah adalah fase perubahan terbesar dalam hidup seorang laki-laki. Tadinya dia jomblo imut-imut, kadang amit-amit, sih, lalu menikah.

Setelah menikah, berhasil melahirkan anak. Pada saat itulah, dia berubah status. Menjadi ayah bisa menjadi kebanggaan karena memang tidak semua laki-laki akan menjadi ayah.

Ada yang karena faktor istrinya, yaitu: istrinya mandul. Ada yang memang laki-laki tersebut juga mandul. Ada yang kedua-duanya mandul. Wah, kalau yang terakhir ini sudah sangat jelas, lah yauw!

Selanjutnya, apa saja sih penjabaran perjalanan menjadi ayah yang baik itu? Baik, silakan dilihat gambar berikut:

perjalanan-menjadi-ayah-yang-baik-2

Mari renungkan! Di mana posisi ayah sekarang? Setelah itu, mau ke mana? Apa yang mau dituju? Dan, yang terakhir adalah bagaimana ke sananya? Lewat mana? Apakah lewat depan warungnya Mpok Surti atau lewat belakang kios pecelnya Mbah Darmi.

Namun, sebelumnya, apa sih pentingnya roadmap to dad ini? Kamu perlu lihat yang satu ini:

perjalanan-menjadi-ayah-yang-baik-3

Pada intinya, roadmap to dad itu sangatlah penting. Sebagai panduan bagi para ayah demi mendapatkan kebahagiaan keluarganya sendiri.

perjalanan-menjadi-ayah-yang-baik-4

Meskipun namanya perjalanan menjadi ayah yang baik atau roadmap to dad, tetapi tidak bisa dilakukan sendiri.

5 Langkah dalam Perjalanan Menjadi Ayah yang Baik

apa-itu-fatherless-dan-dampaknya-pada-anak

1. Menentukan Tujuan

Yah, seperti perjalanan pada umumnya, kamu yang saat ini menjadi ayah, sebenarnya mau ke mana, sih? Kamu mempunyai istri dan anak-anak, mau dibawa ke mana sebenarnya?

tujuan-ingin-menjadi-ayah-yang-baik

2. Menentukan Tahapan

Setelah tahu tujuan, selanjutnya apa saja tahapannya agar menuju ke sana? Misalnya kamu tinggal di Jogja, lalu tujuannya menuju Jakarta. Pastilah, dari Jogja ke Jakarta melewati kota-kota tertentu.

Saya tidak tahu kota-kota apa saja itu karena saya memang bukan sopir bus antarkota, bukan pula sopir travel, bukan juga pilot pesawat terbang.

Tapi, kalau pulpen Pilot, saya pernah pakai.

tahapan-perjalanan-menjadi-ayah-yang-baik

tahapan-roadmap-to-dad

3. Memilih Kendaraan

Menempuh perjalanan, apalagi perjalanan menjadi ayah yang baik tentunya sangatlah panjang. Dibutuhkan kendaraan yang tahan lama dan awet.

Kalau kendaraannya cepat rusak, pastilah perjalanan akan terganggu.

Baca Juga: Menanggapi Tingginya Pendapatan Anggota DPR dalam Sebulan, Sebenarnya Itu Investasi Buat Kita

kendaraan-untuk-menuju-ayah-yang-baik

4. Memperkirakan Masalah yang Bisa Muncul dalam Perjalanan

Dalam setiap perjalanan, apapun itu, selalu saja ada masalahnya. Namun, kita sebagai manusia seharusnya bisa mencegah.

Kita ingat prinsipnya, mencegah lebih baik daripada tidak mencegah. Ya ‘kan?

antisipasi-tantangan-mencegah-fatherless

5. Menyiapkan Bahan Bakar untuk Perjalanan Jauh

Perjalanan menjadi ayah yang baik dan termasuk mengatasi fatherless itu adalah dengan menyiapkan bahan bakar yang cukup.

Dalam hal ini, bahan bakar itu adalah ilmu. Ya, ilmu agama Islam, ilmu parenting, ilmu seputar keluarga, dan sebagainya.

Jika ilmunya semakin bertambah, maka perjalanan akan semakin menyenangkan karena bahan bakarnya sangat mencukupi.

bahan-bakar-perjalanan-menjadi-ayah-yang-baik

Utang Pengasuhan

utang-pengasuhan-pendidikan-anak

utang-pengasuhan-dalam-pendidikan-anak

Setiap ayah pastilah mengalami masa lalu. Mungkin dia pernah mengalami masa lalu yang buruk dengan orang tuanya dahulu.

Namun, bukan berarti sekarang membalas dengan memberikan perlakuan yang buruk kepada anak-anaknya.

Lebih baik, selesai dengan diri sendiri, selesai dengan masa lalu, karena anak-anak mendambakan ayahnya yang sehat dan kuat, serta juara.

kehadiran-ayah-dalam-pendidikan-anak

kehadiran-ayah-dalam-relasi-hubungan-ayah-anak

hadirnya-ayah-untuk-anak

Kehadiran ayah bagi anak memang tidak cuma fisik, tetapi juga perhatian dan kehangatan.

Percuma juga kalau secara fisik hadir, tetapi ayah sibuk dengan HP-nya. Begitu pula anak juga sibuk dengan HP-nya. Hem, mengerikan, deh!

Baca Juga: Ketika Hati Harus Seluas Samudra

3-pilar-agar-menjadi-ayah-juara

3-pilar-agar-menjadi-ayah-juara-1

3-pilar-agar-menjadi-ayah-juara-2

3-pilar-agar-menjadi-ayah-juara-3

proses-tumbuh-kembang-anak

proses-tumbuh-kembang-anak-2

Salah satu ilmu yang perlu ayah tahu dalam perjalanan menjadi ayah yang baik adalah mengenali tahap perkembangan anak.

Oleh karena itu, sangat diperlukan ada satu buku khusus di rumah tentang perkembangan anak.

Jadi, orang tua, dalam hal ini, ayah bisa mengamati anak-anaknya, sekarang anak-anaknya sudah usia berapa dan sudah sampai di tahap yang mana?

profil-ayah-yang-dirindukan

Menjadi ayah juara atau ayah yang hebat memang tidak mudah. Namun, bukan berarti tidak mungkin bukan?

Ayah yang dahsyat bagi anak-anak adalah ayah yang tidak mengandalkan kemampuan sendiri, karena kemampuan sendiri itu sangatlah terbatas.

Dia semata-mata bersandar kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Dan, selalu pantang menyerah dalam mendidik, menjaga, dan merawat anak-anaknya.

fitrah-dasar-pendidikan-anak

Ayah yang paham kebutuhan anak-anaknya akan selalu ingat dengan 5 fitrah di atas. Dan, ayah selalu berusaha untuk memenuhinya semaksimal mungkin.

profil-ayah-irwan-rinaldi

Selamat Menikmati Perjalanan Menjadi Ayah yang Baik

Akhirnya, resume ini sampai di ujungnya. Bagi para ayah, tetap semangat, tetap bertahan apapun yang terjadi, dan semoga bisa menjadi contoh ayah yang hebat bagi anak-anaknya.

Suatu saat, anak-anak kita akan menjadi orang tua juga, Insya Allah. Kalau bukan kita yang mereka serap ilmu dan akhlaknya, jangan sampai menyerap ilmu dan perilaku dari sembarang orang.

Kak Uul menutup acara karena dialah MC di acara malam tersebut.

perjalanan-menjadi-ayah-hebat

Baca Juga: Lelahnya Suami Istri dalam Berumah Tangga

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *