Ada salah satu temanku kehilangan uang. Jumlahnya mencapai 2 juta rupiah lebih. Dia simpan uang di bawah jok motornya. Waduh!
Ceritanya, kemarin sore, Kamis (20/11/2025), dia baru saja dari ATM. Tentu saja mengambil uang, masa merampok?
Antara ATM dengan kantornya, memang satu garis pandangan lurus. Bagi orang yang melek matanya dan tidak minus, ATM akan mudah terlihat dari arah kantornya.
Nah, ketika sudah menarik uang dari ATM dari bank yang berwarna biru itu, sebut saja inisialnya BRI, dia kembali ke kantor.
Setelah itu, masuklah dia ke kantor tersebut. Sementara motornya tidak dibawa masuk, otomatis masih di luar. Motornya pun tidak protes karena ditaruh di luar.
Rupanya, ketika balik ke motornya lagi, eh, dia menemukan dompetnya tergeletak lemah di dekat pagar kantor. Dan, ini dia yang mencengangkan, uang di dalam dompetnya raib!
Benar-benar raib. Dan, tidak ada kaitannya dengan tokoh Raib di serial Buminya Tere Liye.
Baca Juga: Ketika Hati Harus Seluas Samudra
Isinya dikuras habis. Bersih. Padahal mengurasnya tidak pakai Vixal. Tidak meninggalkan uang biar seribu rupiah.
Pada akhirnya, dia merasa sangat sedih. Soalnya, uang tersebut terhitung cukup banyak.
Padahal, jika sedari awal pakai dompet anti RFID, mungkin kejadiannya tidak akan seperti ini. Dompetnya boleh kamu CEK DI SINI SAJA.
Kenapa Uang Bisa Hilang dari Jok Motor Meskipun Terkunci?

Tahu penyebab yang membuat kehilangan uang di bawah jok motor itu makin mudah? Bukan karena tangan si pelaku yang mudah menyusup, seperti perasaan yang menyusup ke dalam hati, tetapi karena, yap, ganti paragraf dulu!
Karena dia menyimpan kunci motor di laci di bawah stang motor! Alamak!
Kunci tersebut tergeletak manja di tempat tersebut. Namanya saja motor matic, ada ruang sedikit di bawah stangnya. Bisa simpan kunci motor di situ.
Kalau kunci untuk bedah langit, coba tanya ke Gufron, makoli inna rahmatan fii ma Allah.
Pelaku, yang mungkin berjumlah lebih dari seorang, kata temannya lagi yang melihat ada gerombolan anak-anak remaja di depan kantor, pasti leluasa mengambil uang dengan jumlah yang cukup menggiurkan itu.
Bagaimana tidak leluasa, lha wong, kuncinya ditaruh di laci motor, kok! Gampang saja, sangat-sangat gampang, memasukkan kunci motor ke dalam lubang kunci, lalu membuka jok motor.
Si pemilik motor mungkin seakan-akan berkata kepada sang pencuri uang, “Silakan diambil uangnya, ya, Dik. Kuncinya sudah ditaruh di sini. Pakai saja. Kalau sudah pakai, tolong kembalikan ke tempatnya semula.”
Kesalahan yang Sering Dilakukan Pemilik Motor Matic

Setelah kejadian itu, timbul percakapan di grup Whatsapp kantornya, meskipun dia berkantor bukan di Whatsapp. Cukup banyak yang menanggapi.
Namun, yang memang tajam ditanggapi adalah kunci motor yang ditaruh begitu saja di laci motor.
Memang, sih, itu bisa jadi menjadi kebiasaannya. Dan, sudah terjadi berulang kali.
Warga masyarakat di daerah tempat temanku itu memang sering meninggalkan kunci motor begitu saja saat diparkir. Herannya, motornya tidak hilang, kuncinya pun tidak. Aman 100%.
Jika kamu mau lebih aman lagi, sebenarnya cara mudahnya itu pakai YANG SATU INI.
Namun, hari sial memang tidak ada di kalender, begitu kata warganet. Apakah hari saat kejadian itu benar-benar sial bagi temanku?
Saya rasa mungkin tidak. Buktinya, dia berkomentar bahwa dia merasa kurang sedekah. Meskipun kehilangan uang itu memang termasuk kesalahan fatal pemilik motor matic.
Ada yang menanggapi bahwa memang pernah ada kejadian begitu. Dompet atau uang yang disimpan di bawah jok motor bisa raib. Bahkan, pernah ada kehilangan uang kantor yang jumlahnya lumayan juga hilang.
Ini yang menjadi perhatian kita bersama sebenarnya. Perlu diperhatikan tips keamanan motor, termasuk barang-barang yang disimpan di bawah jok motor.
Mungkin anggapan kita, tempat tersebut memang sangat aman, karena terkunci dan tidak terlihat isinya dari jarak ratusan kilometer.
Namun, tetaplah waspada, karena kesempatan itu berbeda dari kesempitan. Kesempatan itu peluang, sedangkan kesempitan itu urusannya dengan celana.
Jika terkait dengan penyimpanan barang di motor, lebih baik dibawa saja. Disimpan di tas, lalu dibawa masuk ke rumah atau kantor.
Jangan sampai terjadi hal yang demikian lagi berupa kehilangan uang. Semoga uang yang kita miliki selalu aman.
Memang, sih, salah satu cara mengamankan uang adalah dengan rajin bersedekah. Dan, penulis cerita ini juga boleh disedekahi. Eh, ngarep! Eh, bukan, mburi.
Ngarep itu bahasa Jawa yang berarti depan, mburi itu bahasa Jawa juga yang berarti belakang.




