Cara Mempererat Hubungan Suami Istri, Ternyata Bisa Pakai Hewan Ini, Banyak Orang Tidak Menduganya

Cara Mempererat Hubungan Suami Istri, Ternyata Bisa Pakai Hewan Ini, Banyak Orang Tidak Menduganya

Sampai sekarang, kamu sudah menikah? Kamu sekarang menjadi suami, istri, jelas salah satunya toh kalau sudah menikah.

Bicara tentang pernikahan, pastilah terpikir cara mempererat hubungan suami istri. Ini bisa berujung ke hal lain, misalnya tips harmonis suami istri, komunikasi suami istri, hingga hubungan suami istri lebih hangat.

Meskipun suami bukan montir bengkel, karena sering berdekatan dengan knalpot hangat dari motor lain, hubungan suami istri memang harus terus dijaga.

Apalagi dari hubungan suami istri tersebut sudah ada ekornya, sudah ada anaknya. Kok anak disebut ekor, ya? Itu ‘kan khusus anak laki-laki, ya?

Cara Mempererat Hubungan Suami Istri Setelah Lama Menikah

cara-mempererat-hubungan-suami-istri-1

Jika masih pengantin baru, mungkin karena keduanya masih diplastiki, lho, biasanya barang baru kan masih dibungkus plastik, maka segala sesuatunya masih terasa bahagia.

Mungkin suami menyuapi istri, begitu pula sebaliknya. Suami bukanlah pejabat publik, kecuali jabatannya sebagai kepala keluarga, tetapi disuapi juga oleh istrinya.

Begitu pula saat mereka berjauhan. Ada kebiasaan kecil yang bikin hubungan pernikahan makin mesra.

Contohnya, saling menelepon. Saling chat lewat Whatsapp. Tidak perlu izin Mark Zuckenberg kok untuk chat macam begitu antara suami istri, meskipun dia pemilik Whatsapp.

Saling menelepon lewat WA yang lebih murah itu bisa dengan saling memanggil “sayang”. Bayangkan, pengantin baru atau belum lama menikah, nada-nada cinta terus bergetar.

Nada-nadanya melebihi HP yang sudah lagi bergetar, seperti HP saya. Gantikan dong HP saya!

Konflik antara mereka pun rendah sekali. Suami selalu mengalah, istrinya pun menjaga agar suaminya tidak marah.

Syahdu sekali. Sementara teman saya ada yang namanya Syahruddin. Memang, sama sekali tidak nyambung, sih.

Namun bin akan tetapi, setelah lama menikah, ada kalanya muncul konflik-konflik, bisa kecil sampai besar. Atau yang tadinya kecil, menjadi makin besar karena tidak diselesaikan.

Cara berkomunikasi dengan pasangan pun mulai luntur. Mungkin komunikasi itu memang luntur karena istri sering bikin baju suami luntur.

Mungkin, di kantong suaminya ada uang lima puluh ribu yang sebenarnya dibutuhkan suami, tetapi karena istri yang mencuci, uang tersebut luntur dan berpindah ke tangan istri.

Bisa juga, bahasa cinta suami istri sudah tidak seperti dulu, karena pernikahan terasa membosankan. Suami istri itu menganut pandangan 4L yang artinya Lu Lagi, Lu Lagi!

Penampilan sudah tidak terlalu diperhatikan. Pokoknya, seadanya saja, lah.

Padahal, ketika keluar rumah, wuih, bagaikan setan saking dandangannya yang super menor. Eh, menor atau mayor, sih?

Ini Dia, Sesuai Istilahnya, Hewan yang Digunakan untuk Mempererat Hubungan Suami Istri

cara-mempererat-hubungan-suami-istri-2

Kata Ustaz Salim A. Fillah, pernikahan adalah ibadah yang terpanjang. Padahal, belum tentu juga, pernikahan itu ‘kan cuma satu kata. Tidak akan mungkin panjang sampai satu paragraf, ya ‘kan?

Kunci atau cara mempererat hubungan suami istri memang harus didasarkan pada cara memahami pasangan. Namun, tentu saja itu tidaklah mudah.

Banyak suami menghendaki istrinya sesuai yang dia mau, begitu pula sebaliknya. Ingat, saat di warung bakso, jangan bicara sebaliknya. Bisa tumpah itu mangkok bakso beserta isinya.

Lalu, bagaimana solusinya? Bagaimana cara mempererat hubungan suami istri itu?

Sesuai istilahnya, ini bisa dilakukan dengan seekor hewan. Yap, kamu pasti tidak menduga, bahwa hewan ini bisa mempererat hubungan suami istri sesuai istilahnya.

Bahkan, saya menuliskan ini pun, saya tidak menduga sampai segila itu, lho!

Hewan itu adalah tikus. Hiii, kok tikus, Mas?

Yap, sesuai istilahnya, tikus adalah hewan pengerat. Kalau pengerat, berarti bisa mempererat hubungan suami istri.

Hii, mengenai caranya, jangan tanyakan saya! Karena saya sendiri bingung, kok bisa sampai muncul tulisan seperti ini, sih?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *