Kalau hari raya itu biasanya memang menyenangkan dan penuh sukacita. Namun, raya yang satu ini terkait dengan seorang balita umur 4 tahun yang sudah meninggal dunia karena cacingan. Wah, tragis pokoknya!
Kisah nyata ini terjadi di Kampung Pasir Ceuri, Desa Kabandungan, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Pernah ke sana? Atau memang tinggal dekat sana?
Kalau lokasi itu memang jauh dari tempat saya sekarang tinggal di Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara. Apalagi kalau jalan kaki, lebih jauh lagi, ya?
Raya ini meninggal dunia setelah tubuhnya dipenuhi ribuan cacing. Peristiwa tragis ini jelas viral di media sosial, menyita perhatian publik alias warganet karena kondisi naas yang dialaminya.
Dibawa ke IGD Sudah dalam Kondisi Tidak Sadar

Sebuah rumah sakit yang bernama Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Syamsudin, Sukabumi, menjelaskan bahwa Raya dibawa ke instalasi gawat darurat (IGD) rumah sakit tersebut pada 13 Juli 2025 sekitar pukul 20.00 WIB. Balita malang ini sudah dalam kondisi sudah tidak sadarkan diri. Meskipun namanya balita malang, tetap ada di Jawa Barat, bukan Jawa Timur.
Ketika diperiksa, tekanan darah anak ini memang menurun cukup drastis. Orang tua bocah ini juga sedang melakukan pengobatan TBC. Kalau kata teman saya, TBC itu artinya Tidak Bisa Cembuh. Hem, ada-ada saja.
Dokter mengira, awalnya Raya ini kena TBC, ternyata bukan, melainkan karena cacingan. Dan, cacing-cacing di dalamnya juga tidak kena TBC.
Satu Kilogram Cacing Telah Dikeluarkan

Mau tahu berapa berat cacing yang berhasil dikeluarkan? Nah, kamu bisa menjawabnya sendiri karena ada subjudul di atas. Cacing dari tubuh Raya berhasil keluar sampai 1 kilogram! Wah, wah, wah, banyaknya!
Cacing-cacing tersebut keluar dari hidung Raya. Jika sudah begitu, cacing sudah sangat menyebar dan bisa menembus otak. Tidak hanya dari hidung, cacing sepanjang 15 sentimeter, hidup lagi, tetapi juga dari mulut, kemaluan, hingga anus Raya. Pokoknya semua lubang tubuh Raya.
Dari hasil berita-berita yang saya baca, Raya ini memiliki orang tua yang kasihan. Ibunya mengalami ODGJ atau Orang Dengan Gangguan Jiwa. Nah, ODGJ ini cukup banyak menyerang orang, tetapi jangan sebut mereka “gila”, ya! Soalnya, siapa juga, sih, yang mau kondisi begitu? Kamu sendiri mau? Nggak ‘kan? Kecuali kamu tergila-gila pada seseorang yang terang-terangan menolakmu dengan gila. Wuih!
Sementara bapaknya menderita TBC seperti saya tulis di awal tadi. Masih ingat ‘kan? Raya dikabarkan sering bermain di kolong rumahnya. Berarti, kebanyakan main di atas tanah. Jika main di bawah tanah, maka sudah pasti tidak bisa bermain alias sudah jadi mayat.
Oleh karena sering main tanah, juga katanya dekat dengan kandang ayam, tangannya kotor, lalu pegang makanan, inilah yang bisa memicu cacingan. Telur cacing masuk ke dalam tubuh, lalu menetas, dan menyebar ke seluruh tubuh. Jika sudah begitu, maka obat cacing belum tentu mempan. Sudah tidak ngefek.
Waspada Cacingan!

Kebersihan memang menjadi pelindung dari banyak penyakit. Mau itu kebersihan pakaian, badan, tempat tinggal, dan jangan lupa, kebersihan hati. Makanya, sering-seringlah menyapu di bagian dada, agar kebersihan hati ikut terjaga.
Kasus Raya yang meninggal dunia karena cacingan ini memang mendatangkan hikmah. Bahwa memang kesehatan masyarakat menengah ke bawah masih harus jadi perhatian.
Kabarnya, Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi (KDM) sudah turun tangan dan meminta pengusutan kasus ini. Jangan sampai terulang di kemudian hari lagi. Sudah cukup ada Raya yang meninggal dunia karena cacingan. Jangan sampai muncul korban lain karena cacingan juga.
Kalau penyakit hati bisa muncul karena cacing juga, lebih lengkapnya adalah cacing making. Ini yang pedas dirasakan oleh kuping, melebihi cabe 1 kilogram.
Yuk, bantu jaga kesehatan diri dan keluarga. Hindarkan dari penyakit cacingan. Minum obat cacing 6 bulan sekali, jangan tiap hari, itu terlalu menyiksa cacingnya, kasihan juga.
Sering juga mencuci tangan pakai air bersih yang mengalir. Tidak perlu harus mencari air terjun untuk mencuci tangan. Apalagi air yang mengalir deras lainnya, seperti air mata karena pergi ditinggal kekasih. Halah.




