Tahu sound horeg yang sedang viral sekarang? Kira-kira, dibandingkan ketika menghadapi istri cerewet, suaranya lebih besar yang mana?
Soung horeg yang suaranya berkali-kali lipat desibel itu bisa jadi memang tidak mengganggu kita sebagai para suami, selama memang tidak tinggal di tempat itu. Kalau hanya baca berita atau lihat di media sosial tentang sound horeg itu, maka kita akan aman-aman saja. Toh, itu masalahnya orang lain.
Namun, memang beda halnya dengan menghadapi istri cerewet. Itu kita sendiri yang mengalaminya. Apalagi jika kita penggemar olahraga sepakbola. Saat pulang, tiba-tiba, istri nyerocos layaknya komentator Piala Dunia.
“Kamu itu dari mana saja? Kenapa dari kantor tidak langsung pulang? Main futsal lagi sama teman-temanmu, ya! Atau kamu selingkuh, ya? Cari istri lagi? Sementara aku di rumah sibuk urus anak-anakmu!”
Bicaranya istri seperti itu memang sebenarnya cukup menyakitkan. Apalagi jika kamu sebagai seorang suami yang tidak sabaran, mudah terpancing emosi, layaknya bensin gampang terbakar api. Ditambah dengan kamu sendiri penjual Pertamini, bisa jadi tambah meledak itu emosi. Memang tidak ada hubungannya, sih, hehe.
Kenali Istri Kok Bisa Cerewet?
Seorang ustaz bernama Wijayanto pernah mengatakan bahwa perempuan atau wanita itu memang mulutnya dua. Tahu sendiri ‘kan mulut yang mana saja itu? Mulut satu saja sudah banyak bicaranya, apalagi kalau mulutnya dua. Ya nggak?
Selain itu, perempuan termasuk kaum Hawa. Di akhir mengucapkan “Hawa”, pastilah mulutnya mangap alias menganga. Sedangkan “Adam”, di akhir pengucapannya, mulutnya mingkem. Berarti, dapat disimpulkan, bahwa perempuan itu selalu lebih banyak bicaranya dibandingkan laki-laki. Istri lebih cerewet daripada suaminya.
Dalam menghadapi istri cerewet, memang yang harus dipahami adalah istri berbuat begitu bukan karena benci kepada suaminya. Insya Allah, sama sekali bukan. Namun, lebih karena sayang dan peduli. Kalau istri tidak sayang dan peduli, mungkin dia akan diam saja. Cuek dengan suaminya.
Istri cerewet juga harus disyukuri. Lho, kok bisa, Mas? Ya, harus disyukuri karena kamu masih punya kuping. Masih punya telinga untuk mendengar suara istrimu. Kalau kamu budeg, mau secerewet apapun istrimu, ya, jelas nggak akan mendengar. Namanya juga budeg. Kalau yang enak dimakan itu di Jogja namanya gudeg. Lagi-lagi tidak ada hubungannya.
Yuk, Kenali 7 Cara Menghadapi Istri Cerewet
Sebagai seorang suami, apa saja sih cara menghadapi istri cerewet. Kamu memang perlu simak 7 tips atau kiat berikut. Kiatttt!!! Oh, itu mah ciat!
1. Dengarkan Istri Terlebih Dahulu Sampai Habis

Seperti yang tadi saya tulis di atas, sebenarnya istri itu hanya butuh didengar. Mungkin dia memang sudah lelah dalam menjaga anak-anak. Capek dan seakan-akan tidak ada istirahatnya. Terlebih menjadi ibu rumah tangga, harus stand by sampai 25 jam kalau perlu. Lho, tambahan 1 jam dari 24 jam ambil di mana, Mas? Lho, di tukang jual jam, kan banyak jamnya!
Makanya, para suami perlu sadar dan tahu, segala kekesalan dan keluhan itu ditumpahkan begitu saja ke suami. Jadilah dia menjadi istri yang cerewet. Namun, lihatlah contoh dari nabi kita, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam. Meskipun beliau seorang nabi yang dosanya diampuni Allah dan dijamin masuk surga, tetapi juga bisa kok tenang menghadapi istri cerewet.
Beliau memang terkenal sebagai pendengar yang baik, bahkan ketika para istrinya berbicara panjang lebar. Kalau istri kita, tidak hanya bicara panjang lebar, tetapi juga tinggi. Wah, kalau dikalikan semua, jadinya volume, dong!
2. Jangan Dulu Jadi Baper

Wafer memang enak dimakan, tetapi kalau baper? Hem, malah jadi emosi yang negatif. Istri cerewet itu tetap menghormati kamu sebagai suami, kok. Hanya, pas momennya saja dia lupa, makanya sampai cerewet begitu.
Kamu sebagai seorang suami, tidak perlu berkecil hati, apalagi berkecil body kalau kamu sendiri sudah kurus. Tetap stay cool, Men. Kepala dingin itu perlu. Buktinya, kepalanya kulkas alias freezer, tetap terasa dingin sampai sekarang ‘kan? Eh, siapa yang mengangkat freezer jadi kepalanya kulkas?
3. Beri Waktu Untuk Berdua

Mungkin saja, istri jadi cerewet karena merasa kurang perhatian, jenuh, atau berprasangka buruk terhadap suaminya. Cobalah jadi suami yang bisa memberikan perhatian, meskipun cuma kecil. Misalnya, ajak jalan berdua untuk beli gorengan. Usahakan istri kamu jalan di samping kamu, jangan diseret, ya.
Menyisihkan waktu untuk beli gorengan itu malah justru lebih efektif daripada konseling. Apalagi, harga konseling jelas lebih mahal daripada beli gorengan. Kan jelas, tukang konselingnya belum pernah jadi tukang gorengan. Namun, kalau konseling seputar cara bikin gorengan, memang lebih bagus ke tukang gorengan, sih. Halah.
4. Bikin Saja Kesepakatan Buat Mengobrol

Nah, sering kali, nih, istri jadi cerewet justru di saat yang tidak tepat. Misalnya, langsung cerewet di depan anak-anak. Nah, itu jelas contoh yang tidak bagus ‘kan? Akan jadi tiruan buruk nanti bagi anak-anak.
Bikin kesepakatan dengan istri untuk mengobrol berdua, yang tidak terganggu oleh anak-anak. Mungkin malam hari sebelum tidur, obrolkan dulu. Mungkin bisa sambil anu juga. Kalau sudah puas mengutarakan masalahnya, toh, apa salahnya langsung begituan ‘kan? Hehe…
5. Tanggapi dengan Humor, Jangan dengan Emosi

Kepala dingin itu perlu saat menghadapi istri cerewet. Kalau ditanggapi dengan emosi, maka hasilnya akan buruk sekali. Bahkan, bisa sampai melakukan kekerasan terhadap istri. Jelas, normalnya istri akan kalah, fisiknya tidak sekuat suaminya.
Contoh menghadapi istri cerewet dengan humor itu, “Wah, ternyata telingaku tambah tajam, he! Soalnya tiap hari dilatih dengar kamu terus.”
Tips penting dalam menggunakan humor ini adalah jangan sampai malah mengejek istri, ya! Ini akan jadi masalah baru jika istri tambah tersinggung. Repot juga, ya? Iya, jelas, siapa suruh jadi suami?
Dan, perlu diingat juga, humor itu memang berguna di waktu dan saat yang tepat. Kalau yang salah tempat dan seharusnya tidak ada itu namanya penyakit humor, misalnya humor payudara. Weits, apa maksudnya ini?
6. Ajak Ibadah Bareng

Hati yang lagi panas, perlu diademkan dengan ibadah. Dan, memang begitulah Allah mengatakan, mengingat Allah, hati jadi tenang, jadi tenteram.
Ajak saja istri untuk ibadah bareng ketika cerewetnya muncul. Mungkin dengan sholat bersama, mengaji bersama, atau menonton video kajian ustaz yang terpercaya ilmunya sesuai Al-Qur’an dan hadits Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam sesuai pemahaman para sahabat beliau.
Mengajak ibadah ini secukupnya saja, ya, sesuai kemampuan. Kalau punya kemampuan lebih, ajak umrah bareng juga oke. Tiap hari bila perlu. Eh, itu jika kamu tinggal di Mekkah sana, sih.
7. Introspeksi Diri Saja, Lah Yauw!

Pada poin ketujuh ini, dalam tips menghadapi istri cerewet, suami harus introspeksi diri. Apakah istri memang cerewet begitu karena betul-betul kurang perhatian dari suami? Apakah nafkahnya kurang, padahal suami mampu memberikannya lebih? Apakah dan apakah lainnya, suami yang introspeksi diri.
Sudah Seperti Itu Bumbunya
Memasak itu memang tidak enak jika tidak ada bumbunya. Terlebih dalam hal berumah tangga, pasti ada juga bumbu-bumbunya. Menghadapi istri cerewet termasuk bumbu rumah tangga juga. Hanya memang, kalau terlalu banyak bumbu, asal yang penting ini, jangan kebanyakan garam. Kok garam, Mas? Bingung, tafsirkan saja sendiri!
Gimana, masih kuat menghadapi istri cerewet? Coba komen di bawah seberapa kuat kamu menghadapi istri cerewet? Atau mungkin kamu punya solusi lain selain tujuh di atas? Ditunggu komentarmu, ya!




