Ulas Fitur dan Kelebihan Yummy App, Solusi Mantap Penyedia Resep Masakan Sedap

Ulas Fitur dan Kelebihan Yummy App, Solusi Mantap Penyedia Resep Masakan Sedap

DAFTAR ISI

Share This:

Saya mau berbagi tentang tiga kisah nyata tentang perempuan. Kisah pertama, datang dari seorang perempuan yang diberi nasihat oleh ibunya. Katanya, perempuan yang tidak bisa masak itu bikin pasangannya mudah selingkuh! Apa?! Yang benar saja?

Kisah tersebut dialami oleh Restya Wulandari Utami, seorang penulis yang pernah memunculkan tulisannya di sebuah media berbasis komunitas online terkenal Indonesia. Ceritanya, dia curhat di media tersebut tentang perkataan ibunya.

Sang ibu mengatakan bahwa laki-laki atau suami itu memang akan sangat senang jika diperhatikan oleh pasangannya. Ya, siapa lagi kalau bukan istrinya?

Suami mesti diperhatikan dari pakaian kerjanya sampai dengan makanan yang disantapnya. Dan, sudah jadi kodrat bagi perempuan untuk menyiapkan kebutuhan suami. Si ibu penulis mengatakan kepada yang bersangkutan setiap hari. Wah, tidak bosan juga ya!

Dari nasihat itu, ternyata sang ibu mengajari anaknya untuk hafal dengan bumbu-bumbu dapur. Ya, jahe, kencur, kunyit, maupun lengkuas. Ketika ibunya memasak, Restya diminta untuk menakar gula dan garam, maupun bikin bumbu tumisan.

Padahal ‘kan sekarang era modern. Sudah banyak bumbu instan dijual di pasar tradisional maupun modern dengan ukuran yang sangat pas. Namun, ibu Ristya tetap setia kepada racikan tradisionalnya.

Apa Harus Seperti Itu?

Sang penulis pernah didekati oleh seorang laki-laki yang lumayan tajir. Hem, siapa juga sih gadis yang tidak tertarik dengan laki-laki yang mapan dan penghasilan yang menawan? Laki-laki itu bekerja sambil kuliah di Jepang.

Dia mengatakan kepada Ristya bahwa gadis itu harus bisa memasak. Bila ternyata tidak, maka dia akan beralasan untuk berpoligami.

Wah, wah, wah, Ristya kaget mengetahui ada laki-laki semacam itu! Dari awal sudah niat yang kurang pas menurutnya. Dianggapnya hanya akal-akalan si laki-laki untuk bisa selingkuh. Lantas, Ristya pun mundur dengan teratur.

Baca Juga: 5 Tips Ampuh Menghilangkan Malas

Bagi Ristya, tidak semua orang (baca: perempuan) itu punya bakat dalam memasak. Justru, yang banyak menjadi chef atau koki itu adalah laki-laki.

Selain itu, tidak ada dalil dalam agama bahwa perempuan harus bisa memasak. Persepsi perempuan pintar memasak itu hanyalah diturunkan dari nenek moyang sehingga tampak sebagai hal yang mutlak. Padahal, lagi-lagi menurut Ristya, itu belum tentu!

Apalagi jika ada suami ingin berpoligami karena istrinya tidak bisa memasak. Misalnya, ketika di pengadilan agama, suami beralasan bahwa istrinya kalau masak ayam goreng, bagian dalamnya tidak matang. Sama sekali tidak lucu, justru yang ada malah bikin malu. Ya ‘kan?

Terakhir, kata Ristya, harus adil juga dong! Kalau perempuan mesti bisa masak, maka laki-laki juga harus mampu memperbaiki keran air yang rusak, ganti antena televisi, bikin bagus lagi jendela yang engselnya rusak, sedot WC tersumbat, menguras sumur yang sekalian ada lelenya dan servis AC yang tidak dingin lagi alias malah jadi panas.

Bahkan, kalau perlu sampai suami perlu tahu cara membuat vaksin Covid-19, memperbaiki ekosistem lingkungan sampai dengan menambal lapisan ozon yang berlubang. Wah, kalau ini sih semacam bentuk pembalasan dari sang istri! Hem, berlebihan juga sebenarnya. Hehe..

Sudah Jatuh Tertimpa Tangga

Kali ini, juga masih kisah nyata. Pernah saya dengarkan sendiri dari sebuah radio dakwah Islam. Tentang seorang istri yang terus bertubi-tubi digencet suaminya dengan kata-kata. Kasar dan langsung menusuk hati sang istri.

Sebenarnya, pasangan tersebut termasuk aktivis dakwah. Namun, ternyata itu masih belum cukup untuk mencapai kehidupan rumah tangga yang bahagia.

Suami terus menuntut istrinya untuk memberikan pelayanan yang sangat prima. Menyiapkan pakaian, peralatan kerja dan lain-lain seperti yang saya tulis di bagian atas. Termasuk untuk urusan makanan.

Dalam perkara yang terakhir ini, istri sangat merasa setengah mati. Sebab, dia juga sibuk urusan rumah tangga lainnya dan tidak tertinggal mengurus anak. Akan tetapi, sang suami tidak mau tahu. Pokoknya, dia harus dilayani.

Jika makanan tidak ada, maka dia akan marah-marah. Mengamuk. Melakukan kekerasan verbal.

Baca Juga: Aku Bukanlah Pelakor [Diangkat Dari Kisah Nyata]

Pada akhirnya, sang istri sudah merasa terlalu capek. Beban pikiran dan tubuhnya sudah tidak kuat. Penyakit mulai datang.

Manusia adalah makhluk yang lemah. Apalagi seorang perempuan, yang karena kelemahannya itu memerlukan sandaran yang kokoh. Ketika sudah berumah tangga, maka sandaran siapa lagi yang diandalkan selain bahu dan dada suami?

Sayang, sungguh sayang, suaminya malah bertindak yang sebaliknya. Sandaran itu memang kokoh, tetapi berubah menjadi kayu papan keras yang menghantam wajah istrinya, berlanjut sampai ke hati.

Istri yang mulai mendapatkan “neraka” waktu punya anak masih bayi. Bagaimana repotnya tatkala mengurus bayi yang mungil dan lucu, masih juga dengan suami yang terus menggerutu?

Episode masih terus berlanjut ketika anak tumbuh menjadi balita. Beban mengurus anak jelas bertambah banyak.

Tidak tahan, betul-betul tidak tahan. Kondisi sakit istri tersebut makin parah tanpa bisa diadukan kepada suami. Dia khawatir suaminya akan bertambah emosi, sebelumnya tidak ada empati.

Namun, penderitaan tetaplah harus diakhiri. Dan, mengakhiri itu cukup tragis. Istri meminta maaf karena tidak bisa melayani suami dengan baik. Dia sudah berusaha dengan maksimal, tetapi tetap tidaklah sempurna layaknya bidadari di surga.

Pada ending kisah nyata tersebut, si istri meninggal dunia! Ya, meninggal dunia. Sad ending. Menyedihkan. Memprihatinkan.

Suami jelas merasa sangat kehilangan. Apalah arti kehilangan yang baru muncul di saat terakhir? Penyesalan memang selalu datang belakangan, kalau di depan itu namanya pendaftaran.

Setelah pembacaan kisah tersebut, dibahas oleh seorang penyiar dan seorang narasumber, ustadz yang berkompeten dalam bidang keluarga.

Katanya, mengapa juga ada suami semacam itu? Egois sekali. Masa hanya gara-gara belum dimasakkan makanan, terus marah, mengomel sampai dengan mengamuk?

Cobalah suami tersebut untuk belajar memasak! Atau paling tidak, kalau toh belum bisa, beli saja di warung makan. Beres! Untuk apa dipersulit. Ya ‘kan?

Memori Ramadhan

Saat ini kita sudah masuk di bulan Syawal. Sebelumnya adalah bulan Ramadhan.

Nah, bicara tentang Ramadhan, pastilah ada sangkut-pautnya dengan puasa. Dan, puasa juga ada sangkut-pautnya dengan sahur.

Jangan sampai tertinggal sahur, karena itu akan membuat puasa pada hari itu terasa berat!

Meskipun sudah berhati-hati agar bisa bangun sahur, tetapi faktor kelelahan atau rasa mengantuk yang luar biasa, bisa membuat susah bangun. Akhirnya, jadi terlambat bangun atau bangun menjelang adzan Subuh.

Rasa panik dan kalut pun mulai melanda. Ini memang biasanya dialami oleh para ibu atau emak-emak. Dalam waktu yang sesempit itu, apa yang mau disajikan?

Terlebih, melihat isi kulkas ternyata hanya tinggal beberapa bahan masakan. Lupa dibeli kemarin atau tadi malam. Bikin makin panik saja.

Baca Juga: 5 Manfaat Membuat Catatan Kecil

Kalau kondisi anggota keluarga yang mau menerima sih, tidak apa-apa, tetapi bagaimana jika suaminya marah? Waktu yang sangat sempit untuk menyantap hidangan sahur yang ala kadarnya.

Mungkin kurang enak, variatif maupun menggugah selera. Perasaan ibu tersebut jadi makin tidak karuan.

Mau menyiapkan masakan mantap, jadinya malah muntab.

Perlu Apa Tidak Sih Seorang Perempuan Itu Pandai Memasak?

Persepsi apakah perempuan harus bisa memasak atau tidak masih menjadi perbedaan pandangan sampai sekarang. Ada laki-laki yang akan menikah mensyaratkan agar istrinya nanti bisa memasak. Sementara ada juga yang menyukai perempuan apa adanya, tidak bisa memasak ya tidak apa-apa.

Kemarin teman saya mengatakan seperti ini. Dalam adat Sulawesi, ada yang namanya uang panaik. Uang ini menjadi semacam syarat bagi seorang laki-laki untuk mendapatkan gadis atau janda Sulawesi dalam pernikahan. Beda mahar, beda uang panaik.

Nah, sudah mungkin kamu tahu, bahwa uang panaik cukup menggila jumlahnya. Minimal sekarang 30 juta rupiah. Entah ketika masa pandemi Corona ini, apakah masih tetap jumlah seperti itu?

Sementara tidak boleh ada keramaian atau pesta pernikahan. Sedangkan uang panaik itu paling besar dipakai habis semacam untuk membuat acara pesta atau walimah tersebut.

Teman saya tersebut ingin bahwa ketika ada laki-laki mendapatkan seorang gadis dengan uang panaik 100 juta misalnya, maka si gadis harusnya bisa masak enak! Bahkan, perlu dites dulu, tidak cuma memasak, tetapi merapikan baju. Waow!

Gadis yang tidak bisa memasak biasanya terkait erat dengan gaya hidup itu sendiri. Anak kost misalnya. Dalam keadaan yang serba praktis sekarang, mau makan, dia tinggal beli di warung makan. Bahkan, banyak sekali warung makan yang bertebaran di kawasan kost-kostan.

Seperti di daerah kelahiran saya, Jogja. Kawasan Jalan Kaliurang yang penuh dengan kost-kostan, disupport dengan logistik yang sangat memadai. Warung makan aneka rasa dan harga ada. Tinggal lidahnya mau mengecap yang mana dan isi kantongnya berapa?

Bila ada seorang anak kost melihat resep masakan, terus ingin mencoba, rasanya agak sulit. Sebab, peralatan masaknya juga sangat terbatas. Kesibukan kuliah dan kerja makin menggerus keinginan tersebut. Apalagi di luar sibuk, di kost juga begitu. Puyeng deh!

Untuk yang masalah semacam ini, bagi anak kost, tunggu ya solusinya!

Sementara yang beralasan bahwa perempuan tidak harus pintar memasak sebagai dasar untuk berumah tangga didasari oleh hal-hal sebagai berikut:

Menikah Itu Membangun Rumah Tangga, Bukan Rumah Makan

Memang, pada dasarnya dari rasa cinta, dihalalkan dalam bingkai pernikahan, selanjutnya adalah membangun rumah tangga. Pernikahan adalah ibadah yang paling lama dalam hidup manusia. Sebab, ujungnya adalah kematian, meskipun ada yang harus berhenti di tengah jalan tatkala masih hidup.

Jika ingin mencari istri yang pintar memasak, maka nikah saja sama koki restoran. Baru setelah menikah, bikin juga warung makan. Nah! Peluang bisnis juga ‘kan?

Menikah Itu Mencari Istri, Bukan Pembantu

Seorang istri adalah partner bagi suami. Artinya, kedudukannya tidak selalu lebih rendah. Namanya partner ‘kan fungsinya untuk saling mengisi.

Baca Juga: [Coba Simak] 3 Alasan Ijab Qabul Diulangi

Ibaratnya pemain bola, dari kiper sampai striker, punya peran masing-masing. Kekompakan dalam menjalani sebuah permainan bola akan tampak indah jika di antara mereka saling mendukung.

Istri Tidak Bisa Memasak, Pasti Punya Keahlian Lain

Setiap manusia sebenarnya diberikan kelebihan dan kekurangan. Bisa atau mahir di satu bidang, belum tentu juga begitu pada bidang yang lain. Namun, jangan sampai seperti candaan orang iseng ya! Kelebihannya adalah terlalu banyak kekurangan, sedangkan kekurangannya adalah tidak punya kelebihan. Waduh!

Ketika ada istri yang tidak bisa memasak, mungkin dia pandai membersihkan rumah. Pandai berdandan. Pandai melayani suami di tempat tidur. Bisa jadi bukan?

Makanya, ketika ada suami membenci istri karena sebuah sikapnya, maka semestinya dia akan suka pada sikapnya yang lain.

Bahasa Ibu, Bahasa Cinta

Mau bisa memasak atau tidak, tergantung kepada masing-masing perempuan dan pembicaraan hangatnya dengan suami. Mana yang terbaik, disesuaikan saja dengan kondisi rumah tangga tersebut.

Namun, ada yang mau saya katakan bahwa bahasa ibu adalah bahasa cinta. Sampai sekarang saya masih meyakini bahwa masakan ibu untuk anaknya adalah masakan paling lezat sedunia. Dan, begitu juga dengan masakan ibu saya. Tiap saya pulang kampung ke Jogja, saya sangat merindukan masakannya.

Meskipun seorang ibu tidak melihat resep masakan, tetapi rasa cintanya yang tinggi kepada anak dan suaminya menjadi bumbu yang sangat lezat lho! Takaran gula, garam, rempah-rempah, air, minyak sampai dengan kecap masih kalah dengan takaran bumbu cinta yang besar kepada keluarganya.

Seorang ibu memang sih perlu tahu cara memasak yang benar, tetapi ini menyangkut teknis saja. Cara menuangkan segepok cinta ke dalam proses pembuatan sampai disajikan di meja makan untuk seluruh keluarga, ibu yang lebih tahu.

Meskipun cuma nasi goreng, walaupun hanya mie instan, biar berupa telur mata sapi, pasti rasanya akan berbeda dengan makanan di luar rumah.

Oleh karena itu, ibu akan sangat senang jika olahan makanannya disantap dan habis! Rasa cinta itu mengalir dari hatinya, lewat makanan, masuk di mulut anggota keluarganya dan singgah di hati mereka. Sungguh perpaduan cinta yang indah dan semakin mengeratkan hubungan keluarga.

Masakan ibu juga menjadi kerinduan anggota keluarga untuk pulang kembali ke rumah. Suaminya di kantor, anak sulungnya di kampus, anaknya yang kecil di sekolah, bisa berpikir bersamaan: Bunda masak apa ya di rumah? Jadi ingin cepat pulang ini. Rindu masakan bunda.

Baca Juga: Jawaban yang Telak Saat Kamar Berantakan Dibilang Seperti Kapal Pecah

Ketika ada konflik rumah tangga, misalnya antara suami dan istri, maka masakan istri bisa menjadi penyejuk hubungan mereka. Sifat lembut dan pemaaf pada diri istri sebagai perempuan terus menempel dan menjadi peluruh hati suami yang sedang keras.

Sejak si istri menjadi ibu menyusui sementara ada anaknya yang lain masih balita dan butuh dipersiapkan menu MPASI, maka dia tetap jadi yang terdepan.

Sampai di sini, seorang perempuan itu perlu pintar memasak atau tidak? Ketika nanti menjadi istri dan ibu, maka sebenarnya, keahlian memasak itu butuh untuk dimiliki. Karena kebiasaan masyarakat memang seperti itu. Ibu menjadi tulang punggung untuk urusan logistik perut.

Namun, pertanyaannya, bagaimana caranya? Zaman sekarang alias jaman now pasti dong butuh solusi yang praktis, efektif dan hasilnya wow! Yuk, simak di pembahasan selanjutnya!

Tawaran Solusi yang Jitu

Dilihat dari tiga kisah nyata di atas, pada kisah pertama, seorang gadis merasa tidak bisa memasak banyak atau ahli seperti ibunya. Perbedaan persepsi dalam memilih bumbu, si gadis maunya bumbu instan, sedangkan ibunya bumbu asli, membuat ada semacam pertentangan pikiran.

Cerita kedua, suami sendiri sebenarnya bisa lho belajar memasak bagi dirinya, terlebih boleh juga untuk istrinya yang sudah sangat capek mengurus anak-anaknya. Mungkin si suami tersebut malas juga untuk membeli makan di luar, jadi pasti sangat menantang dong untuk mencoba memasak sendiri di rumah?

Kisah ketiga. Faktor manusiawi karena terlalu banyak makan sebelumnya, atau karena sibuk dengan ibadah, pada akhirnya sahur jadi terlambat plus bahan-bahan makanan yang ada dianggap “kurang mendukung”.

Dan terakhir, alias keempat, bagaimana dengan anak kost perempuan yang sering beli makanannya sendiri di warung? Peralatan masaknya terbatas, tetapi hasrat sebagai perempuan atau gadis mahasiswi ingin dong ada rasa yang berbeda daripada sekadar menukarkan rupiah dengan seporsi nasi campur misalnya.

Lalu, apa solusi yang pas?

Pada zaman dahulu kala, kata teman saya, zaman cecak berkaki tiga, untuk bisa menyiapkan masakan yang enak dan mantap butuh yang namanya resep masakan. Ya, namanya resep masakan, jangan cari di apotek ya, meskipun sama-sama bernama resep!

Dalam resep tersebut, terkumpul menjadi berbagai jenis buku. Satu buku biasanya menyajikan satu jenis atau paket masakan, misalnya: masakan khas Jawa Barat, khas Jawa Tengah, khas Sulawesi dan lain sebagainya.

buku-resep-masakan
Contoh Buku Resep Masakan, Terbatas di Jumlah Menu, Terbatas di Bentuk Fisiknya

Namanya saja buku cetak, pasti bentuknya fisik. Terdiri dari kertas-kertas. Halaman depan biasanya lebih halus, mengkilat, berwarna cerah dan menarik perhatian.

Buku resep masakan pastilah menampilkan foto-foto makanan yang akan dibuat. Sebisa mungkin dari pihak penerbit membuat halaman kaver yang menarik calon pembeli agar mengorbankan uang untuk memiliki buku tersebut. Psikologi warna, grafis, jenis tulisan dan lain sebagainya pasti bermain di ranah ini.

Okelah, slogan “Buku adalah jendela dunia” memang masih ada sampai sekarang. Namun, jika ingin mengoleksi resep masakan, apakah harus dengan membeli banyak buku?

Okelah lagi, rata-rata buku resep masakan itu tidaklah tebal. Tidak seperti kitab suci, atau novel misalnya.

Akan tetapi, menyimpan buku bisa mendatangkan masalah tersendiri jika tidak bisa diatasi lho ya! Contohnya, mesti membeli. Uang ke luar. Apalagi di tengah pandemi Covid-19 ini yang bisa menekan pengeluaran. Perlu benar-benar cermat dalam pos pengeluaran.

Baca Juga: [Temukan di Sini] 9 Alasan Bosan dengan Pasangan

Kekurangan berikutnya adalah menimbulkan debu. Bisa rusak bila dijadikan mainan anak-anak, dilempar ke sana-kemari, diinjak-injak dan tentu saja hancurnya karena dirobek. Bisa juga susah dicari, jika ditaruhnya sembarangan.

Lalu, apa solusinya jika bukan dengan buku resep masakan?

Solusi alternatif sekaligus bisa menjadi yang terbaik saat ini adalah dengan memakai HP, tablet, gadget atau gawai Anda sendiri. Melalui sebuah aplikasi menarik yang bernama Yummy App.

Wah, seperti apa itu?

Awalnya Dari Instagram

Membahas Instagram memang termasuk hal yang menarik. Saya melihat bahwa media ini memang menampilkan hal yang berbeda dibandingkan Facebook. Meskipun kini kedua perusahaan itu bersaudara dalam satu ikatan yang mesra.

Menurut data dari Napoleon Cat, perusahaan analis Sosial Media Marketing di Warsawa, Polandia, pengguna aktif Instagram telah mencapai 61.610.000 warganet sampai dengan November 2019.

Jadi, dilihat dari jumlah tersebut, sekitar 22,6 % atau seperempat dari penduduk negeri ini adalah pemakai Instagram. Bagaimana dengan pembagian dari jumlah jenis kelaminnya?

Ternyata, perempuan yang lebih banyak, mencapai 50,8 %, sementara sisanya laki-laki jelas dengan persentase 49,2%.

Mungkin dari potensi pada perempuan pengguna Instagram tersebut, apalagi perempuan dekat dengan dunia masak-memasak, Yummy Indonesia by IDN Media bergerak. Followers milikya sudah mencapai lebih dari 1,9 juta. Kontennya adalah menyediakan resep masakan cukup dengan lima langkah yang gampang.

Bahkan, cukup dengan rice cooker saja sudah bisa membuat aneka olahan makanan. Alhasil, cara tersebut termasuk praktis dan tentu saja paling digemari.

Bagi Yummy, setiap orang pada dasarnya bisa untuk memasak sendiri. Yang penting tentu saja ada kemauan untuk belajar. Maka dari itu, Yummy selalu memberikan kemudahan bagi para followers-nya untuk mengolah bahan makanan dan memasak sendiri.

Fitur, Kelebihan Atau Keunggulan Yummy App

Bicara tentang aplikasi di Playstore, maka pastilah kita sebagai pengguna Android pernah mengunduh beberapa atau banyak di antaranya. Saya dulu pertama kali memakainya pada 2010-2011 untuk mengunduh game.

Bagi yang kamu yang sudah lama pakai Android, pasti tahu caranya mencari Yummy App. Tinggal kamu masuk di Playstore yang logonya sudah berganti menjadi segitiga warna-warni besar dalam update Play Store versi 7.8.16 pada tahun 2017.

Kamu masuk di kotak paling atas dengan tiga garis horizontal, di tengahnya ada tulisan “Telusuri aplikasi & game”, tanda mikropon bagi kamu yang malas mengetik dan lingkaran yang di dalamnya foto akunmu di Google.

pencarian-yummy-app-di-playstore
Cara Mencari Yummy App di Playstore Sangat Mudah

Nah, baru saja mengetik yum, sudah muncul Yummy-Berbagai Resep dan Cari Inspirasi Masakan. Jadi, kamu tidak perlu sampai selesai mengetik utuh satu kata. Bisa repot. Buang-buang waktu dan paket data kamu. Walah, memangnya habis berapa sih?

unduh-yummy-app
Kalau Sudah Ketemu di Pencarian, Unduh Yummy App Lebih Mudah Lagi, Anak Kecil Saja Bisa Kok!

Jika membahas fitur dan kelebihan dari Yummy App ini memang ada cukup banyak, di antaranya:

Semuanya Ada di Tangan

Tadi dibahas tentang buku resep masakan yang bentuknya lebih besar daripada tangan kita. Mungkin kita perlu memegangnya dengan kedua tangan agar lebih nyaman. Namun, tidak dengan gawai kita.

Barang ini nyaman sekali berada dalam pelukan jari-jari kita. Dan, segala yang ada di dunia ini, bisa diakses melalui komputer berbentuk HP tersebut.

Termasuk dalam hal ini adalah Yummy App. Aplikasi yang bisa dinikmati melalui gawai dengan dibekali dengan akses internet. Mau paket data sendiri atau WiFi gratisan, keduanya bisa dipakai.

halaman-home-yummy-app
Tampilan Home di Yummy App, Kesan Pertama Sudah Terlihat Gampang

Pertama, saat kamu telah selesai mengunduh dan menginstalasi aplikasi Yummy, kamu akan langsung melihat halaman Home. Pada halaman ini kamu akan dapat melihat beragam resep yang sudah dikategorikan, mulai dari camilan, makanan utama, makanan penutup, hingga minuman. Jadi kamu nggak bingung lagi ‘kan mau masak apa?

Jika kamu merasa repot juga memegang gawai, maka boleh dilengkapi dengan alat penggantung seperti yang dimiliki oleh driver online. Bisa ditempelkan di kaca dapur atau tembok sekalian. Jadi, memasak kamu dengan dipandu Yummy App akan jadi lebih asyik, tangan lincah bergerak mengolah aneka bahan.

Ketika kamu membuka satu menu makanan, jangan kaget ya, kamu akan menemukan tidak cuma tulisan resep, tetapi ada pula videonya. Contohnya:

Bagaimana, mantap bukan? Masih mau lihat contohnya? Boleh deh, di bawah ini ya!

Seru ‘kan? Acara memasakmu jadi lebih seru karena langsung lihat proses hingga hasil akhirnya. Video-videonya pendek, tidak sampai satu menit. Durasinya pun tidak selama film-film Korea kesukaanmu itu.

Nah, daripada penasaran video apa saja di dalam Yummy App, sudah sekarang unduh saja di Playstore! Gratis, tis, tis!

Trending Topic

Trending Atau yang Sedang Ngetren di Yummy App, Cari Tahu Segera di Sini!

Namanya makanan, adakah yang bisa menghitung seberapa banyak di dunia ini? Masakan Indonesia saja sudah sedemikian banyak. Jangankan Indonesia, masakan daerah juga tidak kalah membludaknya.

Pada halaman utama Yummy App, memang sudah sangat mobile friendly. Artinya ketika kamu akses dari laptop, HP maupun tablet, semuanya akan sama. Layar akan penuh dengan sajian khas menggoda ala Yummy App.

Jika kamu sudah mendaftar, maka kamu bisa memunculkan namamu di bagian kiri atas. Saya sendiri cukup senang, ada foto saya muncul dan nama saya berubah menjadi Chef Rizky.

Sesuai dengan buku lawas karangan Les Giblin yang judulnya Skill With People, nada suara yang paling indah bagi seseorang itu ternyata bukanlah musik, melainkan namanya sendiri.

Kaidah itu melekat pada siapa saja. Kita lebih senang dipanggil nama kita dengan benar, betul dan lengkap oleh orang lain bukan? Jangan sampai namanya Yusuf, malah dipanggil Ucup. Bakri dipanggil Bakrex. Waduh, tidak menghargai orang tua yang sudah memberikan nama itu!

Baca Juga: 5 Cara Pinter Atasi Minder

Meskipun saya sendiri bukanlah seorang koki profesional, bahkan koki amatir juga bukan, tetapi kesan pertama dari Yummy App memang memanjakan penggunanya. Apalagi jika kamu mencantumkan foto yang paling ganteng atau cantik, wuih, kamu akan puas sekali!

Nah, Yummy App jelas melihat peluang pada kenyataan dunia media sosial sekarang. Ada yang namanya Trending atau istilah lain adalah spiral, eh, maksudnya viral. Apa yang sedang diperbincangkan orang, dishare orang, dikomen orang, dilike maupun dislike orang yang nyinyir? Menurut kamu, apa sih sekarang yang sedang viral?

Yummy App menampilkan beberapa makanan yang sedang trending. Saya menemukan ada dulce de leche (aduh, bacanya yang benar bagaimana itu?), opor ayam, otak-otak tahu, gyudon rice bowl, batagor bandung, saus ayam korea, kulit ala-ala dan lain sebagainya.

Tentunya, trending tersebut bisa berubah-ubah dalam tempo waktu tertentu. Jadi, ketika kamu bingung mau masak apa, mengapa tidak coba yang sedang trending tersebut? Lumayan ‘kan, kamu jadi tidak ketinggalan dengan tren sekarang. Memangnya cuma tren film Korea saja yang kamu ikuti?

Event dan Promosi

Untuk menyemangati kamu dalam menciptakan resep masakan atau mengolah resep yang ada, kamu bisa ikut di menu Event dan Promosi ini. Beberapa contohnya adalah:

Publish 5 Resep Tema Menu Lebaran

Event-promosi-yummy-app
Contoh Event dan Promosi Yummy App, Publish 5 Resep Tema Menu Lebaran

Bagi kamu yang masa Idul Fitri 1441 Hijriyah lalu di rumah saja, maka kamu bisa berkreasi dengan menu-menu khas lebaran. Biasanya, kan banyak itu ibu atau emak yang sibuk di dapur di sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan.

Hal itu menjadi suatu semangat dan keunikan tersendiri, apalagi di tengah pandemi Covid-19 yang masih terus terjadi. Dapur menjadi tempat asyik untuk mengembangkan hobi memasakmu.

Tidak cuma itu, hobi yang paling bagus itu adalah hobi yang menghasilkan. Ketika kamu ikut event ini, maka kamu akan dapat poin sebanyak 100 Yummy Poin.

Tentunya, resep yang diunggah itu jangan yang terlalu sederhana, semacam tempe atau tahu goreng, bakwan, nasi goreng, telur goreng apalagi cuma mie goreng.

Mesti harus dengan menu yang kreatif, unik dan belum pernah ada sebelumnya di Yummy App maupun media lainnya. Berat? Tidak akan begitu jika kamu punya daya kreativitas tinggi dan betul-betul mencintai dunia masak-memasak ini.

Sayangnya, momen ini sudah berakhir pada tanggal 25 Mei 2020 yang lalu. Lho, kok sudah berakhir? Cepatnya!

Jawaban pastinya adalah momen Idul Fitri 1441 Hijriyah juga sudah berakhir. Masa mau lebaran terus? Kecuali mungkin kuenya masih ada di toples.

Beri Rating 5 Pada 20 Resep Komunitas

Event-promosi-yummy-app-2
Termasuk Event dan Promosi Yummy App, Rating Resep Masakan

Pada Yummy App, ada memang menu untuk Komunitas, namun akan dibahas nanti saja ya!

Untuk event ini, kita perlu membuka halaman Komunitas, lalu menambahkan 20 resep sebagai resep favorit. Ini tentu menarik karena pastilah banyak pilihan menu di sana, dari para pengguna Yummy App.

Baca Juga: Narsis dan Eksistensi Kita

Menambahkannya sebagai favorit meskipun belum pernah membuat menu tersebut setidaknya akan membuat kita tertarik. Masa sudah dimasukkan favorit, kok, kita tidak tertarik mencoba?

Event ini sudah berakhir pula pada tanggal 24 Mei 2020. Mulainya dari tanggal 18 Mei 2020.

Dikirimi Masakan Artis Favoritmu, Ada Nama Kamu Nggak?

Event-promosi-yummy-app-3
Wow, Bisa Menikmati Hasil Masakan Chef Terkenal di Yummy App!

Sangat menarik apabila chef yang menjadi favorit di Yummy App memberikan kamu masakannya. Begitulah yang masuk dalam halaman Event dan Promosi ini.

Pasti seru mencoba atau mencicipi, hem, menyantapnya langsung, lah, menu buatan chef handal di Yummy App. Lidah yang mungkin hanya menikmati makanan itu-itu saja, menjadi berbeda dan penuh cita rasa luar biasa jika dimanjakan dengan olahan dari chef terkenal.

Ah, di mana lagi sih ada event seperti itu selain di Yummy App?

Publish 5 Resep Tema Bahan Dasar Lokal

Event-promosi-yummy-app-4
Cuma Pakai Bahan Lokal, Bisa Juga Diolah Dalam Event dan Promosi Yummy App

Indonesia adalah negara yang sangat kaya untuk bahan-bahan resep masakan. Gemah ripah loh jinawi. Aneka sayuran maupun tumbuhan bisa subur di negeri kita tercinta ini.

Yummy App mewadahi hal tersebut dengan mempersembahkan ke para penggunanya event ini. Membuat resep masakan dengan local pride/bahan dasar lokal.

Seperti apa itu misalnya ya? Dalam event ini tidak akan dilirik resep-resep yang terlalu sederhana, mirip dengan event di atas.

Jangan harap chef Yummy App akan mereview tempe atau tahu goreng, bakwan, nasi goreng atau hanya dengan satu bahan utama, seperti: tumis kangkung, tempe orak-arik dan lain sebagainya.

Boleh resep seperti: tumis pare saos tiram, es tebu, singkong keju, cumi petai, sup ikan tempoyak dan lain-lain. Intinya, mesti berani tampil beda dengan menggabungkan beberapa bahan lokal, atau bahan lokal dengan bahan interlokal. Wah, seperti sambungan telepon saja zaman dulu!

Akun Official

Mungkin ketika kamu dulu menonton tayangan televisi, ada beberapa pembawa acara masak-memasak yang kamu sukai. Tiap pagi misalnya, kamu selalu menunggu tayangan tersebut.

Mungkin juga kamu sudah siapkan catatan khusus dengan menu-menu tersebut di televisi. Sayangnya, sebelum adanya YouTube yang lahir pada tanggal 14 Februari 2005 di Mateo, California, Amerika Serikat, susah saat kita mau mendapatkan video tayangan acara tersebut.

Baca Juga: Bayar Sekarang Atau Nanti?

Makanya, mungkin dulu para emak harus fokus sekali dengan yang disampaikan oleh pembawa acara atau koki handal di televisi. Tertinggal sedikit saja, bisa jadi tidak termotivasi untuk mencoba resep masakan baru.

Kini, berkat kehadiran Yummy App, kamu tidak perlu ragu lagi untuk belajar langsung dari para chef handal. Tinggal kamu masuk saja di Akun Official, lalu temui beberapa chef di sana.

Ada Namanya Chef Arnold dengan Menunya Japanese Corn Dog

akun-official-yummy-app
Mengenal Lebih Dekat Isi Dari Akun Official Yummy App

Selain Chef Arnold, masih ada Chef Gilang. Chef yang satu ini ada 12 resep. Beberapa di antaranya: ayam kalasan, berries tartlet, gnocci, dates cake with, rissoto ai funghi, cheese tart dan lain sebagainya.

Dari pihak perempuan alias emak-emak tentu tidak mau kalah dong! Meski dunia memasak sekarang tidak hanya domain perempuan, tetapi tetaplah ada inovasi dari kaum hawa ini.

akun-official-yummy-app-2

Salah satu contohnya adalah Chef Hana yang punya 16 resep. Contohnya: earl grey tres, bouillabaisse, bagel sandwich, lorraine quiche, lotus biscof dan sisanya bisa kamu cek sendiri di Yummy App. Sudah download belum? Jangan sampai saya cerita banyak begini, malah belum diunduh! Hehe..

Masih ada Akun Official ini pula, ada Desy Tri Wahyuningsih yang sudah menampilkan 193 resep. Wow, keren juga itu!

Rara Debtasari dengan 183 resep. Melimpah juga inovasinya.

Dan, terakhir adalah Riska Wijaya dengan simpanan resep masakan sebanyak 191 buah.

akun-official-yummy-app-3

Saya menyebutkan terakhir itu bukan nama yang terakhir ya! Karena masih ada nama di Akun Official ini dan bisa kamu ikuti semuanya, plus isi-isi resep masakannya. Sip!

Kategori

kategori-yummy-app
Apa Saja Sih Kategori di Yummy App Itu? Yuk, Simak Saja!

Sebenarnya membuka pada halaman home ini saja, kita sudah disuguhi sangat banyak resep masakan. Jelas hampir semuanya menggoda dan menggiurkan.

Namun, yang lebih penting daripada itu adalah kita tergoda dan tergiur untuk mencobanya. Sudah siapkah kita?

Boleh masuk di menu Kategori, kita disajikan aneka isinya. Yummy tips, Yummy resep dasar, makanan pembuka, makanan utama, makanan penutup, cemilan, makanan pendamping dan minuman.

Ketika kita mengeklik misalnya honey chicken pok-pok pada submenu Makanan Pembuka, maka kita akan langsung dibuat terpana.

Dalam setiap resep, terpampang waktu yang dibutuhkan untuk membuatnya. Pada menu honey chicken pok-pok ini butuh 40 menit. Jadi, kita bisa memperkirakan, waktu yang ada di dapur kita, cukup apa tidak?

Selanjutnya, menu ini bisa untuk porsi 6-8 orang. Kalau di rumah cuma ada suami dan istri, belum ada anak, sepertinya menu ini terasa berlebih, nanti ujungnya jadi mubazir dong! Undang saja kerabat atau tetangga dekat untuk makan.

Baca Juga: Temukan 5 Manfaat Ketika Berhasil Menemukan Kepribadian Anda

Rasanya pasti akan lebih seru jika beberapa orang menyantap hidangan ini. Tentunya, tetap harus diperhatikan protokol kesehatan Covid-19 ya!

Wah, kira-kira untuk bikin menu semacam itu, butuh biaya berapa ya?

Bisa jadi bukan, dari sejak kita menonton tayangan masak-memasak di televisi maupun di buku, tidak tercantum harga bahan-bahan yang dibutuhkan tersebut? Pada Yummy App, tercantum harga Rp 80.000,00 untuk masakan honey chicken.

Eits, masih ada yang lebih penting dan ini jelas yang paling penting, terutama bagi kita kaum muslimin.

Menurut data yang ada, Indonesia tetap menjadi negara muslim terbesar di dunia ini. Pada tahun lalu, 2019, persentase penduduk muslim di Indonesia sekitar 87,2 persen (207.200.000 jiwa). Nah, termasuk umat yang mayoritas di negeri ini.

Mengacu kepada kenyataan tersebut, termasuk sensitif dong dengan makanan untuk penganut agama terbesar Indonesia. Sama sekali tidak boleh mengandung zat-zat yang haram, seperti babi, daging anjing, daging halal yang tidak disembelih menyebut nama Allah dan lain sebagainya.

Yummy App sudah mewadahi hal tersebut. Tenang saja. Sudah ada keterangan pada masing-masing masakan. Pada masakan honey chicken pok-pok tersebut, tercantum keterangan “tanpa babi”. Aman, nyaman dan tentunya halal. Sip!

Menu Anak Kost

menu-anak-kost-yummy-app
Inovasi Baru Setelah Lebaran di Yummy App, Menu Anak Kost, Sudah Saatnya Anak Kost Tidak Sekadar Masak Mie Instan dan Beli di Warung!

Ini tadi yang saya sebutkan tentang solusi bagi anak kost cewek yang ingin belajar memasak. Eh, bukan cuma cewek lho, cowok juga boleh. Memang sih gampang saja beli makanan di luar, tetapi kebersihannya? Apakah bisa dijamin bersih?

Apalagi jika warung makan tersebut tidak menerapkan protokol kesehatan Covid-19 yang benar, misalnya kru masaknya tidak pakai masker. Mengambil makanan di rak tanpa sarung tangan atau plastik yang bersih. Seharusnya, kita jadi was-was, jangan-jangan dari situ muncul penularan Corona?

Masalah lain anak kost, mau beli makanan, hujan keras misalnya. Atau sebaliknya, panas terik luar biasa. Bisa sih pakai layanan pesan antar, tapi intinya kan makanan dari warung atau restoran juga.

Apalagi jiwa muda kamu yang notabene juga jiwa rebahan, hehe, ingin mencari tantangan lebih. Hidup kok membosankan cuma ingin enak terus? Bukankah hidup ini pada dasarnya adalah perjuangan? Jika kamu tidak mulai dari sekarang berjuang untuk hidupmu, lalu kapan lagi?

Ini sebenarnya bicara tentang apa sih? Kok menyangkut ke mana-mana? Hahaha..

Tapi, pada dasarnya benar kok, jadi anak kost yang pintar masak itu bukan hal yang sulit, apalagi tabu. Ketika kamu jadi anak kost yang pintar masak, maka teman-temanmu akan senang. Mereka akan senang datang, tentunya tidak cuma datang, tetapi menikmati hasil masakanmu itu.

Bayangkan kehidupan anak kost, masaknya berkisar antara mie instan, nasi putih, kecap, sarden, itu-itu terus. Bahkan, terasa kurang gizi pula. Kurang variasi juga.

Mungkin dalam satu kompleks kost, rata-rata menunya tidak jauh berbeda. Bagaimana dengan di Yummy App sendiri tentang menu anak kost ini?

Seperti biasa, ada video tutorialnya sampai jadi, waktu pengerjaannya yang wow lumayan cepat, porsi untuk berapa orang, biaya yang diperlukan dan keterangan halal atau haramnya, maksudnya tanpa babi atau pakai babi. Rata-rata sih tanpa babi.

Apa yang bisa kamu ulik di menu ini? Okelah, kamu bisa temukan menu tumis kornet, mi samyang rice (yang ini masak mie dari rice cooker lho, gokil memang!), omelet sayur (sudah saatnya pakai sayur agar lebih sehat).

Masih ada telur spesial ala Yummy. Menu ini di tengahnya ada telur setengah matang begitu. Cocok buat yang ingin sensasi beda.

Mau yang lebih gayeng lagi? Ada ini pizza nasi. Hah, bikin pizza pakai nasi? Ya dong! Yummy App gitu lho!

Jika kamu punya satu mangkuk nasi sisa, maka kamu bisa membuat pizza nasi ini. Apalagi porsinya bisa untuk lima sampai enam orang. Tetangga kamar kost ajak sekalian, deh!

Tadi ada mie samyang rice, kini yang pakai rice cooker juga ada fussili creamy rice cooker.  Dari menu ini, saya jadi tahu bahwa rice cooker memang punya banyak fungsi, selain untuk membuat nasi.

Ingin lebih tahu lagi? Boleh, kamu bisa lihat menu peanut butter choco cheese toast. Wah, berbahasa asing semua! Tapi, Insya Allah pas dengan lidah Indonesiamu.

Silakan kamu cek langsung di Yummy App ya! Dan, bisa dibuat polanya sesuai hari-hari kamu. Misalnya hari Senin, kamu bikin tumis kornet, Selasa mi samyang rice, Rabu omelet sayur, Kamis telur spesial ala Yummy dan seterusnya. Warnai hari-hari indah kamu dengan masakan menu anak kost persembahan dari Yummy App!

Penjaga Imunitas

penjaga-imunitas-yummy-app
Menghadapi Covid-19, Butuh Asupan Untuk Ketahanan Tubuh, Yummy App Sudah Menyediakannya

Katanya yang paling berat di dunia ini adalah menjaga iman, selanjutnya menjaga cinta, kemudian menjaga hati. Hem, kamu setuju atau tidak nih? Jelas bukan karena ingin menjadi bucin lho, alias budak cinta.

Bicara tentang cinta juga, pastinya tidak boleh hanya berkutat dengan cinta kepada diri sendiri. Memang, diri sendiri ini paling kita cintai, tetapi perlu diperluas konsep cinta tersebut. Dari diri sendiri, kepada keluarga, orang-orang tercinta kita.

Adanya pandemik Covid-19 dari daerah Wuhan, China, memang tidak disangka bakal mengglobal seperti sekarang ini. Sudah 34 provinsi di Indonesia termasuki oleh virus ganas tersebut.

Baca Juga: [Ternyata Baru Tahu] Ada Hubungan Erat Antara Pelakor, Pelapor dan Pelopor

Sebagai tindak pencegahan, karena vaksinnya sampai saat ini belum ada, maka sudah banyak arahan dari pemerintah maupun tokoh agama. Tetap di rumah saja, jangan ke luar kalau tidak perlu sekali, jaga jarak, hindari kerumunan, pakai masker saat ke luar rumah, rutin berolahraga dan asupan gizi.

Hal yang disebutkan terakhir di atas akan dibahas pada paragraf ini. Meskipun Yummy App bukanlah aplikasi khusus kesehatan, tetapi mendukung gaya hidup para penggunanya. Bukankah hal ini termasuk luar biasa?

Menu-menu yang masuk ke dalam penjaga imunitas ini adalah: sayur bening, salmon saus, bakso sehat, wedang jahe, minuman rempah, angsle, beras kencur, sup telur sayuran, wedang uwuh, healthy mix juice dan masih banyak lagi. Silakan kamu pilih mana yang disukai, lagi-lagi dengan informasi waktu pembuatannya, jumlah porsi, jumlah biaya dan keterangan tanpa babi.

Hidangan Pencuci Mulut

pencuci-mulut-yummy-app
Bikin Akhir Santap Makan Lebih Yahud, Lengkapi dengan Menu Dessert Pencuci Mulut Khas Yummy App

Biasanya, dalam sebuah acara makan-makan, setelah kita disajikan dengan makanan utama, masih ada menu lagi yang sering disebut dengan dessert atau menu pencuci mulut.

Lho, bukannya pencuci mulut itu air saja, atau air di keran, terus sikat gigi? Ya, betul, sesuai istilah yang sebenarnya. Namun, ini adalah penutup dari makanan kita.

Meskipun namanya pencuci mulut, tetapi boleh lho disajikan di awal. Kan sesuai selera kamu sendiri. Yummy App bertugas untuk menyediakan semuanya atau berbagai pilihan menunya buat kamu.

Pada dessert ini, kamu boleh memilih mau bikin cake strawberry, puding es doger, classic tiramisu, choconut, es pisang ijo (ini saya suka sekali), creamy regal, castle pudding, mangkuk coklat, grontol jagung, cookies Susu, dan tentunya, terakhir, masih banyak lagi.

Cita Rasa Mancanegara

cita-rasa-mancanegara-yummy-app
Menyantap Sajian Khas Mancanegara Tanpa Harus ke Sana, Coba Saja Bikin Menunya dari Yummy App

Pernahkah kamu terbayang, bagaimana ya rasanya tinggal di luar negeri? Terbayang dengan iklimnya yang bisa jadi panas maupun dingin. Namun, yang lebih dipikirkan lagi adalah bagaimana dengan makanannya?

Tanpa perlu banyak berandai-andai, jangankan ke luar negeri, untuk mudik atau pulang kampung saja susah, maka solusinya cukup di rumah saja. Travelling ke luar negerinya diganti dengan membuka Yummy App.

Lho, apakah ada?

Wah, kamu jangan sampai kurang up to date! Kamu bisa menemukan cita rasa mancanegara pilihan di Yummy App. Penasaran ‘kan dengan contoh menunya?

Boleh kamu intip di aplikasi ini di antaranya: koonthal, brazilian cheese, pain de saumon, bombolini, mixican chicken, kebab daging, berry cheesecake, baklava, shakshuka, rogan josh, keema, nimbu pani dan aneka cita rasa mancanegara lainnya.

Dari namanya saja mungkin terasa agak sulit diucapkan, tetapi ketika mengikuti petunjuk resep di Yummy App, semoga jadi mudah dibikin.

Resep Terbaru

Pada bagian bawah di menu Home, tampil buat kamu Resep Terbaru dari Yummy App. Kalau yang ini, selalu up to date dengan resep-resep untuk melengkapi koleksi isi meja makan kamu dan keluarga.

Pentingnya Ikut Komunitas Yummy App

komunitas-yummy-app
Dapatkan Kebersamaan dan Semangat dengan Bergabung di Komunitas Yummy App

Secara kodrati, manusia adalah makhluk sosial, sedangkan HP adalah makhluk media sosial. Yang terakhir ini ditambah-tambahi saja, hehe.

Apalagi bagi kalangan emak-emak atau ibu-ibu, berkumpulnya menjadi suatu kenikmatan tersendiri. Apalagi bila disatukan dalam momen masak-memasak. Wuih, sudah pasti seru itu!

Baca Juga: Kaum Rebahan Tetap Butuh Perubahan?

Meskipun, yah, kadang ada bumbu-bumbu pemanis pembicaraan agar memasak tidak membosankan, tetapi intinya kebersamaan itu menumbuhkan semangat untuk menghasilkan masakan dengan cita rasa yang enak, mantap dan dipuji suami. Cihuy!

Yummy App hadir mewadahi keinginan tersebut lewat aplikasinya. Ketika kamu masuk di menu Komunitas, maka kamu tidak hanya menemukan berbagai masakan dengan tanggal ditampilkannya di aplikasi, tetapi juga nama si pembuatnya.

Kamu bisa menemukan masakan sambel goreng kentang ati ampela dari Asa & Mami Titan, tumis bunga dari Atik Haryono, puding kolak dari Ummu Nay, es timun markisa dari Bayu, cake pisang dari Judith Tobing, es cincau jeruk dari Jihan Sungkar dan seterusnya.

Nah, kok banyak tercantum nama orang di situ ya? Mungkin dalam hati kecilmu ada hasrat agar bisa juga mengukirkan nama sendiri di aplikasi top ini.

Tenang saja, Bunda dan Sist, Bro juga boleh, bisa kok bergabung dengan yang sudah terlebih dulu mengunggah menu-menu kreasi mereka. Namun, sebelum hal itu kamu lakukan, perlu ada motivasinya dong!

Ini dia spesialnya dari Yummy App, kamu bisa buat dan unggah resep, setelah lolos seleksi dari tim chef Yummy, maka kamu bisa mendapatkan 100 poin Yummy. Eits, tidak cuma poin, tetapi bisa kamu tukar dengan uang tunai senilai Rp 10.000,00 untuk 100 poin tersebut.

Lalu, kapan bisa ditukar? Jawabannya ketika sudah mendapatkan 2500 poin, maka kamu akan mendapatkan uang Rp 250.000,00. Asyik sekali, bukan? Sudah pakai aplikasinya gratis dan tanpa berlangganan, kamu bisa mewadahi hobi memasak kamu dengan uang tunai. Bukankah pekerjaan yang paling menyenangkan di dunia ini adalah hobi yang dibayar?

Coba Cek, di Kulkasmu Ada Apa Saja Sih?

cek-kulkasmu-yummy-app
Waow, Hanya Bermodalkan Bahan-bahan yang Tersedia di Kulkas, Kamu Bisa Olah Jadi Masakan Lezat Lewat Yummy App!

Sebelum memasak, kamu pastinya akan mengecek isi kulkas. Sebab, barang elektronik tersebut memang dipakai untuk mengawetkan bahan-bahan makanan untuk diolah menjadi masakan yang lezat.

Sayuran, buah-buahan, bumbu atau yang lainnya bisa disimpan di kulkas.

Namun, seiring sibuknya kita di luar, maka bisa jadi ada yang terluput untuk membelinya waktu di pasar atau di toko swalayan.

Jangankan yang tidak punya catatan, yang punya saja bisa terluput kok! Apalagi jika ada request tiba-tiba dari pasangan yang ingin masak menu tertentu, padahal kita sendiri sudah sampai di rumah. Mau balik ke pasar lagi, eh, ada saja halangannya.

Baca Juga: Renungan Penuh Hikmah Saat Mengambil Uang di ATM

Pada menu Masak ini, kamu bisa berkreasi seliar mungkin dari bahan yang ada. Disusun sesuai abjad. Mulai dari agar-agar, asparagus, bawang bombay, blewah, ikan teri, jamur tiram, kerang, sirsak, sosis, tepung beras, wijen, wortel sampai dengan zucchini di urutan terakhir.

Silakan kamu kreasikan bahan-bahan yang ada ya!

Akun Kamu

Terakhir pada aplikasi Yummy, adalah perlu melihat akun kamu sendiri. Pada bagian ini, tercantum foto kamu (itupun kalau kamu unggah sendiri), nama akun atau @nama-kamu, jumlah resep, pengikut dan mengikuti siapa, jumlah point Yummy dan ada kode referral.

Kok sepertinya menarik yang disebutkan terakhir di atas, kode referral, apa sih itu? Ini ada cara lain bagi kamu untuk mendapatkan uang tunai dan Yummy Point.

Caranya adalah dengan mengajak orang lain untuk mengunduh Yummy App dan daftar dengan memakai kode referral kamu. Saya sendiri punya kode referral rizky-kurnia-rahman. Lalu, kamu bagaimana caranya?

Pada bagian syarat dan ketentuan, kamu akan menemukan panduan referral tersebut. Orang yang kamu kenal, boleh juga tidak, ketika melakukan pendaftaran akun, mesti menggunakan kode referral milikmu pada kolom “Kode Referral”.

Apakah ketika sudah mengunduh Yummy App oleh orang itu, lalu kita langsung santai-santai seperti di pantai? Ternyata masih kurang. Kamu perlu memberi tahunya untuk menonton tiga video resep yang berbeda. Ini hukumnya wajib.

Jika orang lain, baik itu teman kamu, keluarga, tetangga atau mungkin mantan pacar, nah ini dia, sudah melakukan yang di atas itu, maka kamu bisa melakukan proses klaim referral. Caranya dengan menekan tombol Klaim di halaman dashboard, lalu masuk di Yummy point, selanjutnya section proses referral.

Yummy Point akan diberikan sebesar 70 point atau setara dengan Rp 7.000,00 buat kamu dan 30 point atau setara dengan Rp 3.000,00 ke akun milik orang yang mendaftar lewat kode referralmu.

Mau dapat point banyak dari kode referral ini? Manfaatkan semua jaringan sosialmu, ajak orang untuk mengunduh aplikasi Yummy, tonton videonya yang ada dan selamat menikmati hasilnya.

Wah, pokoknya dunia memasak jadi lebih indah deh dengan Yummy App!

Kesimpulan

Dari berbagai fitur dan kelebihan yang ditawarkan oleh Yummy App, memang sangat memanjakan hasrat kita tentang dunia masak-memasak. Mungkin tidak terbayangkan ada aplikasi selengkap dan sedetail itu dalam mengurai setiap menu masakan.

Apalagi diperbaharui terus, mengikuti tren yang berkembang, tetapi dibuat dalam versi yang lebih terjangkau. Mungkin kita malah jadi rugi jika tidak mencoba satu atau dua menu di dalam aplikasi tersebut.

Saya yakin Yummy App akan memunculkan menu-menu baru sesuai dengan momen. Ketika Ramadhan dan Lebaran, muncul menu seputar momen suci umat Islam tersebut. Begitu pula nanti ketika Natal atau Tahun Baru, bisa jadi ada menu-menu yang pas dihidangkan untuk keluarga pada hari itu.

Sangat menguntungkan dari segi keuangan kita, karena kita join di Yummy App ini, betul-betul gratis, tanpa harus berlangganan tiap hari, bulan sampai tahunan. Kita hanya bermodalkan paket data atau paket internet kabel saja. Boleh juga cari WiFi gratisan di tempat umum.

Selain itu, di tengah pandemi Covid-19 ini, bisa juga lho menjadi lahan bisnis kuliner baru dengan menawarkan menu-menu yang belum pernah ada di daerahmu. Tidak perlu buka warung makan, cukup dengan layanan delivery sudah sangat bagus. Memberdayakan ojek online, lebih joss ‘kan?

Jadi, ketika ada yang berkata perempuan harus bisa masak, laki-laki juga boleh mencoba melakukannya. Teknologi sudah sangat berkembang, tinggal kita saja ini, mau apa tidak untuk menjadi tukang masak mantap dengan cita rasa makanan yang luar biasa sedap? Silakan jawab dalam hati ya! Terus tuangkan komentarmu di bawah ini ya! Sip!

Tunggu apa lagi? Segera unduh Yummy App di Playstore. Lalu, manjakan lidahmu dengan aneka sajian makanan lezat, sebab pada dasarnya #MasakItuGampang, apalagi dengan Yummy App.

Baca Juga: Perlu Cara Cerdas Pakai Media Sosial, Karena Sejatinya Kita Memang Cerdas

Share This:

Silakan tinggalkan komentar ya!

Email aktif kamu tidak akan ditampilkan. Tapi ini mesti diisi ya!

5 × one =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!