Bicara Tentang Warna Kotoran Bayi dan Teksturnya, Lebih Sering Terlihat yang Mana?

Bicara Tentang Warna Kotoran Bayi dan Teksturnya, Lebih Sering Terlihat yang Mana?

Share This:

Adakah yang merasa punya suami yang jijik melihat kotoran anaknya sendiri yang masih bayi? Kalau ada, berarti memang ada. Kotoran bayi bisa dilihat dari warnanya. Apa saja tanda dari warna kotoran bayi?

Apakah warna kotoran bayi itu bersangkut-paut dengan anak-anak yang memang suka dengan berbagai warna? Apakah ada hubungannya dengan warna dari crayon, pensil warna atau spidol mereka? Tentu saja, tidak ya. Sebab yang dibahas di sini adalah warna kotoran bayi. Warna tersebut bisa berbeda dengan warna kulitnya. Tentu juga berbeda dengan warna kulit ayah dan bundanya.

Sebetulnya, mau warna apapun pada kotoran bayi, intinya adalah menjaga agar bayi tetap buang air besar. Menurut dokter spesialis anak, Bob Issenman, hampir semua kotoran bayi itu normal-normal saja. “Salah satu hal terpenting bagi bayi baru lahir adalah mereka tetap buang air besar. Itu menandakan saluran pencernaan berfungsi sebagaimana mestinya. Hampir semuanya (jenis) normal,” kata kepala gastroenterologi dan nutrisi pediatrik di Rumah Sakit Anak McMaster di Hamilton, Ontario itu, dikutip dari Today’s Parents.

Mari kita cek satu persatu, warna kotoran bayi, apakah ada kaitannya dengan masa depan? Waduh, kejauhan! Maksudnya ada kaitannya dengan tanda kesehatan bayi misalnya. Nah, itulah yang lebih penting bagi orang tua dan si bayi sendiri. Oke?

Cek Warna Kotoran Pada Bayi

1. Bayi Baru Lahir

Kata Blank Children’s Hospital, pada bayi yang baru lahir, warna kotorannya memang terlihat sangat berbeda. Itu terjadi beberapa hari pertama sesudah mak brojol alias ke luar ke dunia yang fana dan banyak nama Fani di sini. Warna kulit bayi baru lahir adalah hitam kehijauan, lengket, dan mirip dengan oli motor. Tidak usah sebut merek ya?

Baca Juga: Yuk, Mengatasi Sakit Perut Pada Balita dengan Cara Sederhana Ini!

Kotoran tersebut disebut dengan mekonium, bukan alumunium atau malah kurang minum. Kotoran itu terdiri dari: cairan ketuban, lendir, sel kulit dan benda lain yang bisa jadi ikut tertelan ke dalam rahim. Dalam jangka waktu dua sampai dengan empat hari setelah lahir, maka orang tua akan melihat semacam warna kotoran bayi yang transisi. Ada gradien rupanya. Warnanya cenderung hijau dan tidak terlalu lengket. Tidak sama dengan mekonium, bukan alumunium atau malah kurang minum. Halah, diulangi lho ya!

2. Bayi yang Disusui

Warna kotoran bayi yang disusui dengan ASI akan tampak normal jika warnanya kuning mustard, hijau atau coklat. Teksturnya biasanya berbiji dan pucat. Mungkin pula cukup encer hingga menyerupai diare. Ada bau khasnya dan tidak seperti bau buang air biasanya. Susah memang kalau menggambarkan bau dengan tulisan. Mungkin HP kamu saja yang dibaui. hehe…

3. Bayi dengan Susu Formula

Meskipun ayahnya suka dengan balap mobil Formula 1 dan pakai sikat gigi merek Formula pula, tetapi ini tidak ada kaitannya dengan bayi yang diberi minum susu formula. Pada jenis bayi ini, warna kotorannya biasa kuning atau coklat dengan konsistensi pucat seperti selai kacang. Bayi ini juga buang air besar lebih sedikit. Namun, jangan salah! Kotorannya lebih besar dan akan lebih berbau dibandingkan bayi yang diberi minum ASI. Coba kalau ada skala pembauannya ya?

4. Bayi yang Mencerna Makanan Sebagian

Namanya saja bayi, belum sempurna pencernaannya dalam mencerna makanan. Ada makanan yang kemungkinan mengalir begitu cepat. mak wuss begitu melalui usus. Akibatnya tidak bisa terurai sepenuhnya. Oleh karena itu, dapat muncul gumpalan makanan muncul di kotoran bayi. Dalam keadaan lain, akan memiliki warna yang mengejutkan.

5. Kotoran Bayi Berwarna Hijau

warna-kotoran-bayi-1

Jelas tidak ada sangkut-pautnya dengan Hulk, maupun partai politik. Hehe, weleh, weleh. Kotoran bayi akan berwarna hijau terjadi pada bayi yang diberi suplemen zat besi. Warna ini dapat muncul pada bayi berusia empat sampai enam bulan. Akan lebih terlihat kalau orang tuanya memberikan makanan padat berwarna hijau. Contohnya ya seperti: bubur kacang polong, bayam, dan kacang-kacangan dicampur dengan makanan bayi.

6. Oranye, Kuning dan Cokelat

Singkat saja, ini normal kok, pada bayi yang disusui ASI maupun teh botol, halah salah, maksudnya susu botol Formula.

7. Ada Darah Hitam di Kotoran Bayi? Waow!

Ini juga tidak ada sangkut-pautnya dengan Harry Potter, dari kalangan darah hitam, macam Hermione Hanger. Tuh, ‘kan salah, memangnya Hermione tukang angkat jemuran? Yang benar itu Hermione Granger.

Baca Juga: Tidak Lagi Dianggap Anak dan Dicoret dari Kartu Keluarga? Ini Contohnya!

Jika kamu menemukan warna kotoran bayi ada sedikit bercak darah hitam di dalamnya, artinya bayi telah mencerna darah. Itu bisa saja karena di puting susu ibunya pecah-pecah dan berdarah. Kondisi tersebut mungkin tidak menimbulkan bahaya bagi si kecil, tetapi tetap harus periksa ke dokter ya. Jangan sampai terjadi masalah yang cukup serius, tidak hanya bagi si bayi, tetapi juga bapaknya! Nah.

8. Kotoran Bayi Sampai Berair

Kondisi ini bisa terjadi pada bayi yang mengalami diare. Kotorannya akan berwarna hijau, kuning, atau coklat dan berair. Boleh jadi itu indikasi infeksi atau alergi. Jangan biarkan terlalu lama tidak tertangani atau diobati, sebab bisa membuat bayi dehidrasi.

9. Keras Seperti Kerikil

Kondisi sembelit, bisa terjadi kalau bayi dicobakan dengan makanan padat. Kotorannya bisa keras seperti kerikil.

10. Ada Darah Merah? Hem…

Makanan merah, seperti merah, dapat membuat kotoran bayi menjadi merah juga. Sebenarnya, warna merah pada kotoran tersebut adalah tanda ada darah pada kotorannya.

Kalau darah merah di kotoran bayi, itu adalah tanda alergi protein susu. Nah, ketika bayi diare, ada warna merah, maka itu kemungkinan besar terkena infeksi bakteri.

11. Kotoran Bayi Berlendir

Lendir di sini berwarna hijau dengan benang berkilau di kotoran bayi. Jangan ragu, lebih baik waspada. Itu dimasukkan sebagai tanda infeksi.

12. Warna Kotoran Putih dan Pucat

Putih dan pucat bukan berarti menjadi warna kotoran bayi yang bagus lho ya! Karena biasanya ‘kan putih identik dengan suci dan bersih. Nyatanya tidak untuk urusan kotoran.

Kalau ada warna kotoran bayi putih dan pucat, maka dapat dipastikan bayi tidak mencerna makanan dengan baik. Hal itu karena kurangnya empedu dari hati yang berguna untuk mencerna makanan.

Baca Juga: 9 Perlengkapan Bayi Baru Lahir yang Lengkap dan Bisa Jadi Tidak Terpikirkan

Share This:

Silakan tinggalkan komentar

Email aktif kamu tidak akan ditampilkan. Tapi ini mesti diisi dengan benar.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.