Peringatan Isra Mi’raj Setiap Hari

Peringatan Isra Mi’raj Setiap Hari

Share This:

Alhamdulillah, hari ini, 11 Maret 2021, adalah tanggal merah. Peringatan Isra Mi’raj. Bagi kamu yang hari ini bukan tanggal merah, mungkin saja kamu masih pakai kalender tahun lalu atau malah dua tahun lalu. Walah..

Yang namanya peringatan itu memang tujuannya untuk diperingati. Ya ‘kan? Kalau mudah dilupakan itu namanya perlupaan. Ya ‘kan juga?

Merujuk kepada peringatan Isra Mi’raj, memang selalu muncul setiap tahun. Dan, setiap muncul selalu tanggal merah. Bagi kamu yang tidak suka warna merah, maka silakan masuk kerja atau sekolah saja. Kan begitu logikanya. Ya ‘kan lagi? Hem, baru kali ini saya menulis terlalu banyak ya ‘kan!

Apa sih Peringatan Isra Mi’raj itu?

Dalam Al-Qur’an, telah dijelaskan mengenai peristiwa yang menakjubkan ini. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam diperjalankan oleh Allah dari Masjidil Haram di Mekkah ke Masjidil Aqsa di Palestina. Lalu naik ke Sidratul Muntaha menghadap Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Hal yang membuat masyarakat Quraisy pada waktu itu tercengang adalah tidak mungkin ada manusia yang bisa menempuh jarak yang begitu jauh dari Mekkah ke Palestina, bahkan naik ke langit.

Baca Juga: Resensi Buku: Novel HAMKA

Sekarang memang sudah ada pesawat. Tapi, kita tahu, tidak ada pesawat yang bisa sampai ke langit ketujuh. Bahkan Elon Musk yang katanya punya perusahaan Space X, coba, bisakah dia bawa kita ke langit ke tujuh?

Jangankan ketujuh, lha wong satu saja ini ujungnya mana kok? Coba itu yang punya pendapat bumi ini datar, bisa nggak tunjukkan batas langit pertama dengan kedua? Pastinya tidak bisa dong. Batas pikirannya saja antara kepintaran dengan kebodohan juga tidak jelas kok. Hehe..

Dalil dalam Al-Qur’an, ada dalam Surah Al-Isra ayat 1:

سُبْحَانَ الَّذِي أَسْرَى بِعَبْدِهِ لَيْلًا مِنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ إِلَى الْمَسْجِدِ الْأَقْصَى الَّذِي بَارَكْنَا حَوْلَهُ لِنُرِيَهُ مِنْ ءَايَاتِنَا إِنَّه هُوَ السَّمِيعُ الْبَصِير

“Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat”. (QS. Al-Isra` : 1).

Inti dari Peringatan Isra Mi’raj

Kalau mau baca lebih lengkap tentang peringatan Isra Mi’raj, silakan baca lewat link berikut ini ya. Dalam tulisan ini, memang masih kurang lengkap karena kurangnya dalil. Namun, ada satu perintah yang menjadi inti dari tulisan ini, sekaligus mungkin menjadi inti dari peristiwa Isra Mi’raj itu sendiri. Apakah itu?

Tidak lain dan tidak bukan adalah perintah untuk sholat lima waktu. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam langsung menerima perintah tersebut dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Tidak lewat malaikat Jibril Alaihis Salam.

Ibaratnya begini, seorang utusan langsung menerima perintah dari bos besarnya, tanpa lewat ajudan, tentu ini perintah yang tidak sembarangan. Perintah yang tidak main-main. Hukumnya tentu lebih berat dan tegas dibandingkan perintah yang disampaikan lewat ajudan.

Perintah sholat lima waktu memang perintah yang tidak bisa dianggap sembarangan. Sebab, sudah terlalu banyak dalil tentang wajibnya sholat lima waktu. Bahkan, sholat ini menjadi ciri dan tanda yang membedakan antara orang Islam dengan orang kafir.

Meskipun sholat lima waktu ini termasuk perintah yang berat karena langsung dari Allah kepada nabi-Nya, tetapi kita lihat saja, masih banyak orang yang meremehkan perintah ini. Sengaja tidak sholat. Bahkan, untuk sholat Jum’at yang notabene sepekan sekali, juga dirasa berat. Tapi, kalau ditanya, mengakunya Islam. Duh, bagaimana ini?

Kalau ada peringatan Isra Mi’raj di masjid-masjid, barulah mereka datang. Berduyun-duyun. Berkerumun. Apakah ingin mendapatkan ilmu? Apakah mau melihat penceramahnya? Hem, menurut saya sih, mereka datang karena banyak kue di situ. Banyak makanan gratis. Makanan yang mungkin jarang mereka beli. Jarang mereka nikmati setiap hari. Kesempatan “menambah gizi” di acara peringatan Isra Mi’raj itu.

Kesimpulan

Sudahlah, janganlah terlalu banyak peringatan-peringatan yang sebenarnya memang tidak ada dalam Islam. Atau tidak pernah dilakukan oleh Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam dan para sahabat radhiyallahu anhum. Seperti contoh peringatan Isra Mi’raj ini, hasil dari peristiwa tersebut adalah sholat lima waktu sampai sekarang.

Yang namanya sholat lima waktu, pastilah setiap hari. Setiap waktunya tiba. Subuh, Dzuhur, Ashar, Maghrib, dan Isya. Sedangkan peringatan Isra Mi’raj cuma setahun sekali. Itupun bagi yang merayakan. Terutama bagi para abdi negara karena diberikan undangan oleh pejabat di atasnya atau malah menjadi acara wajib bagi kantornya.

Baca Juga: Memeluk Hidayah, Merangkul Ukhuwah

Share This:

Silakan tinggalkan komentar

Email aktif kamu tidak akan ditampilkan. Tapi ini mesti diisi dengan benar.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.