Sudah Kerja Setengah Mati, Penghasilan Kok Tidak Tinggi?

Sudah Kerja Setengah Mati, Penghasilan Kok Tidak Tinggi?

Share This:

Tentunya, orang yang bekerja itu berharap dapat penghasilan dong! Lalu, bagaimana dengan orang yang mengeluh penghasilan rendah? Nah, boleh Anda masuk di bacaan artikel tentang ini dan di bawah ini. 

Tersindir dengan judul di atas? Hehehe… Bisa jadi ya bagi kamu yang sekarang ini kerja luar biasa, berangkat pagi, pulang sudah tidak pagi lagi, karena sudah sore atau malam, ternyata dipikir-pikir, hasilnya kok terasa sedikit? Mungkin di kantor, kamu tambah banyak tekanan. Entah itu dari bos, atasan maupun pimpinan. Eh, sama saja ya? Hehe…

Masa hidup kamu hanya untuk kerja? Terus kapan kamu mau beribadah dengan leluasa? Ketika mau sholat, terasa berat karena kamu masih duduk di meja kerja dengan setumpuk kerja pula (namanya juga meja kerja, kalau meja maka, ya isinya setumpuk makanan). Saat sholat, pikiranmu juga masih dibayangi dengan kerja. Bahkan, yang lebih ekstrim lagi, kamu jadi tidak punya waktu santai untuk diri sendiri. Ingat ya, dipikirkan diri sendiri dulu baru orang lain. Terlebih, waktu untuk pasangan halal kamu, anak-anak kamu, kapan itu? Apa kerja, kerja dan kerja?

Hem, tunggu dulu! Sudah banyak kerja, hasilnya tetap kurang luar biasa? Benar `kan? Memang tidak bisa dipungkiri dan dipungkanan, bahwa sekarang biaya hidup makin meningkat. Ini memang kenyataan, lho! Penghasilan tidak meningkat, pengeluaran tambah melesat. Lalu, bagaimana solusinya? Baiklah, di sini saya mencoba memberikan lima solusinya.

1. Mengisi Kursus Online

Sepertinya Ini Kursus Online Merangkai Bunga?

Pernah ikut les bimbingan belajar? Mungkin di antara kamu pernah ya? Saya sendiri pernah dan tidak membayar. Lho, kok bisa? Iya, yang satunya saya pernah menyusup di lesnya teman, ikut pelajarannya. Tentu dengan tampang PD luar biasa. Tapi itu tidak berlangsung lama, kok! Hanya satu atau dua kali pertemuan. Ingat, jangan dicontoh ya! Sedangkan yang kedua, ikut karena mendapat hadiah dari sebuah lembaga les di Jogja. Ada acaranya dan saya dapat akses kursus gratis. Alhamdulillah..

Oh, ya, siapa tahu di antara kamu juga ada yang pernah jadi guru les? Misalnya: Bahasa Inggris. Ini pelajaran favorit yang sering dijadikan obyek kursus atau bimbingan belajar. Bagi kamu yang pernah, dibayar berapa? Besar? Atau kecil? Saya pernah jadi tentor Bahasa Indonesia di sebuah lembaga bimbingan belajar, tetapi penghasilan cukup minim.

Pada bagian ini, bagi kamu yang pernah jadi tentor, sudah pernah coba mengisi atau menyalurkan ilmu kamu lewat online? Banyak juga lho, yang menawarkan untuk jadi guru kursus online? Coba cari di Google saja. Menjadi guru atau tentor kursus online, bisa disesuaikan dengan waktu kerja kamu. Silakan pilih waktu kosongnya. Tidak ada waktu kosong? Kelar hidup lu! Hehe…

2. Jadi Fotografer

Lho, Kok Beda dengan Kenyataan???

Suka fotografi? Boleh juga. Asal jangan suka sama pornografi!

Rupanya, antara kamera DSLR dengan kamera di HP, berbeda tampilannya. Tapi, hal itu bukanlah masalah kalau kamu memang punya hobi dengan seni potret-memprotret ini. Pakai kamera HP, asal diambil dengan sudut pandang kamera yang pas, bagus juga hasilnya kok! Manfaatkan itu. Upload hasil karyamu ke internet atau cari orang-orang yang membutuhkan jasa fotografi. Mengingat waktu kerjamu yang cuma di satu daerah, ya, cari saja yang satu kota dengan kamu.

3. Bisnis Online Shop

Belilah!
Klik Sekarang Juga!

Ini dia yang betul-betul sedang ngetren sekarang! Buka toko online kini gampang banget. Masuk di marketplace macam Tokopedia, Bukalapak atau Shopee atau yang lainnya, kamu bisa bikin toko online secara gratis. Terus, cari saja supplier yang berkualitas. Yang tidak pernah atau jarang sekali mengecewakan konsumen, dan kriteria lainnya. Atau bisa juga kamu mulai promosi di media sosial kamu. Promosikan ke teman-teman terdekatmu dulu kalau kamu sekarang menjual sesuatu. Ingat, teman ya teman, bisnis ya bisnis. Karena biasanya, dengan alasan pertemanan, ada orang yang minta diskon ke kamu, lah. Minta gratis ongkir, lah. Bahkan, minta utang dulu! Dibayar bulan depan kalau gajian. Wah, bisa jadi masalah buat kamu nih! Hehe..

4. Jadi Penulis Lepas

Awas, Laptopnya Ketumpahan Kopi!

Kemampuan dasar membaca dan menulis diajarkan kepada kita sejak TK. Ya `kan? Mulai lebih ditingkatkan ketika SD, sampai ke jenjang selanjutnya. Pelajaran Bahasa Inggris, Bahasa Indonesia, bahasa daerah, bahasa apalagi ya, itu terus diajarkan sampai kita lulus SMA. Tapi, rupanya, tidak banyak yang bisa menulis, lho! Tentu yang dimaksud di sini adalah menulis dengan baik. Coba kita lihat di Facebook, Twitter atau media sosial lain. Banyak yang menulis di situ, tapi dengan kaidah yang sangat buruk. Entah itu menghina orang lain, berkomentar jelek, tebar hoax atau kebohongan.

Nah, daripada kamu ikut-ikutan begitu, kenapa kamu tidak belajar jadi penulis yang baik? Yang bagus? Latih terus kemampuan menulis kamu. Insya Allah, suatu saat, hasil karya kamu akan dihargai orang. Kemampuan kamu juga akan dihargai orang. Betul-betul dihargai dengan uang, lho!

5. Hobi Keterampilan Jadi Karya Seni

Setiap orang pasti punya air seni, tapi belum tentu dia punya nilai seni. Nah, ini peluang bagi kamu yang punya hobi dalam bidang seni, atau punya keterampilan yang menjurus ke sana. Bisa kamu mulai dari keterampilan menjahit, kelak kamu bisa jadi penjahit profesional. Atau menggambar, mengukir atau merangkai bunga misalnya, itu semua keterampilan yang kalau kamu pintar mengolahnya, bisa jadi pemasukan yang lumayan.

Nah, itu saja lima kesempatan bagi kamu yang ingin menjadikan diri kamu lebih berguna dan berdaya dari sekadar cuma kerja di kantor. Ini pula waktunya untuk kamu menunjukkan diri yang sebenarnya. Bakat-bakat terpendam perlu untuk digali. Emas yang berharga bisa ditemukan jauh di bawah tanah. Tapi, percuma juga berada di sana, kalau tidak ada yang pernah menggali. Jadi, raih impianmu, asah kemampuan terbaikmu, jadilah dirimu sendiri!

 

 

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Share This:
error: Content is protected !!