Pembahasan Materi Bahasa Indonesia Pertama Kelas VII A

Pembahasan Materi Bahasa Indonesia Pertama Kelas VII A

Jika Dirasa Tulisan Ini Bermanfaat, Share Ya!

Alhamdulillah, untuk materi yang pertama pelajaran Bahasa Indonesia ini, sudah selesai, Sabtu kemarin. Sekarang adalah pembahasan materi pelajaran Bahasa Indonesia tersebut. Seperti apa?

Dalam materi kali ini, setiap murid atau santri dari SMP IT Al-Wahdah, Bombana, kelas VII A ikhwah, menggunakan Google Form. Bentuk formulir online, yang hanya bisa diakses dengan internet. Ya, iyalah, namanya juga online.

Pertanyaan sangatlah mudah. Ada tiga bagian pertanyaan. Satu tentang virus corona, satu tentang pribadi atau diri sendiri dan terakhir tentang harapan dengan pelajaran Bahasa Indonesia ini.

Memang tidak ada soal pilihan ganda, karena soal-soal yang ada berbentuk esai. Kapan mau ada soal pilihan ganda? Nantilah, dilihat, sebab pilihan ganda itu bisa jadi susah buat dikerjakan. Yah, namanya saja soal pilihan ganda, pasti lebih dari satu pilihan. Bisa bikin bingung ‘kan? Hehe..

Dan, pilihan ganda ini tidak ada sangkut-pautnya dengan politik ya. Sebab kalau yang ada kaitannya dengan politik itu namanya pilkada. Jelas beda antara pilihan ganda dan pilkada, meskipun akhirannya “da” semua dan keduanya termasuk bentuk ujian juga.

Pertanyaan Tentang Corona

pembahasan-materi-bahasa-indonesia-corona

Dalam pembahasan materi pelajaran Bahasa Indonesia ini, saya ambil pertanyaan tentang virus corona. Virus yang katanya sampai sekarang belum ada obat atau vaksinnya dalam bentuk paten.

Namun, cukup banyak yang sembuh lho! Alhamdulillah. Meski ada yang mengatakan bahwa sembuh sih, tetapi paru-paru sudah mengalami kerusakan yang permanen. Subhanallah. Semoga kita selalu dilindungi oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Aamiin.

Baik, kita mulai pembahasannya, apa pendapat kalian tentang virus corona atau covid-19? Jawaban dari kalian ini murni saya ambil dari dashboard Google Form saya. Tidak ada yang diubah sama sekali. Kita ulas satu persatu.

Nur Rifqi Auliyah Syah

Pendapat saya tentang Virus Corona adalah merupakan keluarga besar virus yang menyebabkan penyakit pada manusia. Pada manusia biasanya menyebabkan penyakit infeksi saluran pernapasan, mulai flu biasa hingga penyakit yang serius

Ulasan saya:

Terdapat dua kalimat yang menjadi jawaban dari Nur Rifqi. Namun, ada hal yang perlu diubah dari kalimat pertamanya, yaitu pada kata: “adalah merupakan”. Semestinya, pilih salah satu saja. Kalau pilih “adalah”, tidak perlu pakai “merupakan”. Begitu pula jika mengambil “merupakan”, tidak usah pakai “adalah”. Sebab, dua kata yang artinya sama, tetapi dalam satu kalimat itu termasuk mubazir. Oke?

Pada kalimat kedua, sudah bagus dan cukup tepat. Namun, masih kurang tanda baca titik atau “.”. Kalimat yang benar selalu diakhiri dengan tanda titik.

Reza Ahmad Farezi

Virus corona atau covid -19 merupakan virus yg menyerang yang menyerang sistem pernapasan manusia. Virus ini pertamakali ditemukan di kota wuhan dan sangat mudah menular dimana penybarannya hampir disluru negara. Virus corona ditularkan melalui percikan ludah penderita covid dan masuk kemulut dan hidung orang sehat sehinga kita di haruskan memakai masker, menjaga jarak, mencucu tangan dengan sabun atau heandsanitizer sebelum dan sesudah beraktifitas untuk mencegah penularan atau tertular virus covid 19, ada pun gejala yang di timbulkan dari infeksi virus covid 19 adalah demam, sesak nafas, batuk, sakit kepala, diare, ruam di kulit.

Ulasan saya:

Pada kalimat pertama, terdapat dua kata yang terulang, yaitu: “yg menyerang” dan “yang menyerang”. Untuk tugas saya, lain kali kata jangan disingkat ya! Kalau mau tulis “yang”, tulis saja apa adanya, jangan pakai “yg”.

Pada tahun ajaran yang lalu, ada juga yang menulis “karna”, bukan “karena”. Kata yang lebih tepat adalah “karena”. Tinggal tambahkan huruf e saja kok susah lho?

Kalimat kedua, kata “pertamakali” seharusnya dipisah atau menjadi “pertama kali”. Selanjutnya, kota wuhan penulisan salah, seharusnya kota Wuhan, sebab nama tempat itu selalu diawali dengan huruf besar.

Setelah kalimat kedua, jelas kalimat ketiga dong! Ya ‘kan? Kalimat ketiga bagaimana? Ada yang mau diperbaiki? Oh, ada, Bos! Berikut kata-kata yang perlu diperbaiki:

  • Masuk kemulut semestinya masuk ke mulut. Sebab “ke” dalam kalimat tersebut adalah kata depan, bukan imbuhan atau awalan.
  • Sehinga seharusnya sehingga.
  • Di haruskan, yang benar adalah diharuskan, sebab ini menjadi satu bagian arti, tidak boleh dipisah antara awalan di- dengan akhiran -kan.
  • Mencucu harus diganti dengan mencuci.
  • Heandsanitizer semestinya handsanitizer.
  • Ada pun, yang benar adalah adapun. Simak di sini ya >> Website Kamus Besar Bahasa Indonesia.
  • Di timbulkan seharusnya ditimbulkan.

Kata-kata yang lain sudah benar. Sip!

Muhammad Adnan

Kami hanya ingin berdoa kepada Allah SWT agar corona Atau covid 19 cepat hilang dari muka bumi ini agar kami bisa masuk sekolah dan kami bisa belajar dengan serius.

Ulasan saya:

Kalimat yang baik karena berisi doa, tetapi sebenarnya belum menjawab inti dari pertanyaan di atas, yaitu: pendapat tentang virus corona atau covid-19. Namun, untuk langkah awal, sudah bagus, lah. Tinggal penulisan untuk Allah, jangan pakai SWT. Mesti ditulis lengkap, Subhanahu Wa Ta’ala, sebab itulah pengucapan lewat lisan. Ya ‘kan?

Begitu juga untuk menulis nama nabi kita, jangan Nabi Muhammad SAW, tetapi Shallallahu Alaihi Wasallam. Nama Allah dan nama nabi adalah nama yang memang wajib kita muliakan, makanya ditulis lengkap sebagai bentuk pemuliaan tersebut.

Oh, ya, satu lagi. Kata “atau” dalam jawaban tersebut memakai huruf besar menjadi “Atau”, semestinya huruf kecil saja karena di tengah kalimat.

Muhamad Azhar

Menurut saya covid-19 ini adalah suatu virus yang sifatnya mewabah dan dapat menular dari orang lain

Ulasan saya:

Kalimat jawaban yang sederhana dan mengena, bahwa memang begitulah keadaan dari corona atau covid-19 ini. Namun, alangkah lebih baik jika kalimatnya berubah seperti ini: Menurut saya, covid-19 ini adalah suatu virus yang sifatnya mewabah dan dapat menular dari orang lain. Jadi, diberikan tanda koma setelah “menurut saya” dan di akhir kalimat, jangan lupa tanda titik!

Ada kalimat yang lebih bagus menurut saya. Begini kalimatnya:

Menurut saya covid-19 ini adalah suatu virus yang sifatnya mewabah dan dapat ditularkan dari orang lain. Ini adalah kalimat pasif, artinya orang lain sebagai subyek, sedangkan kita sebagai obyek.

Kalau mau pakai “menular”, kalimat akan lebih bagus seperti ini: Menurut saya covid-19 ini adalah suatu virus yang sifatnya mewabah dan dapat menular kepada dari orang lain.

Seperti itu kalimatnya. Jadi, dirasakan saja saat pengucapannya. Jika terasa janggal, maka perlu diganti kata-katanya. Paham ya? Yuk, lanjut!

Rusman Khalif

Pendapat saya tentang covid–19 adalah suatu virus yang sangat berbahaya,bahkan dapat menyebabkan kematian bagi orang yang daya imunnya lemah,tapi hal ini bisa kita cegah dengan cara: Kita harus selalu menjaga kebersihan,jaga jarak ,selalu memakai masker,olah raga dan mengkonsumsi makanan yang sehat.

Ulasan saya:

Kalimat dari Rusman ini sudah cukup bagus dari isinya. Hanya yang menjadi persoalan adalah penggunaan tanda koma dan kondisi setelahnya. Seharusnya, setelah tanda koma itu diberikan jarak satu spasi. Contohnya begini: Pendapat saya tentang covid–19 adalah suatu virus yang sangat berbahaya, bahkan dapat menyebabkan kematian bagi orang yang daya imunnya lemah, bla, bla, bla, dan seterusnya.

Coba bandingkan, kalimat dari Rusman, tanda koma lalu kata “bahkan” tidak dipisah dengan spasi dengan kalimat perubahan dari saya. Jika sebelumnya pakai kata, maka tidak perlu diberi jarak spasi dengan tanda koma. Jaga jarak, selalu memakai masker, olahraga, dan seterusnya. Kata “masker” dengan tanda koma tidak dipisah, baru spasi berikutnya yang dipisah.

Mengerti ya? Jika tidak mengerti, bisa komentar di bawah!

Rizki Mubarq (Ini Mubaroq atau Mubariq ya? Atau memang namanya Mubarq?)

kovid 19 suatu firus yg sangat berbahaya yg bisa membunuh peyakit kovid 19 daya tahan tubuh

Ulasan saya:

Nah, ini lumayan banyak penulisan yang salah. Hehe.. Namun, tidak apa-apa, namanya juga belajar kok! Salah itu wajar karena sudah mencoba. Orang yang tidak pernah mencoba tidak akan tahu bahwa itu salah. Ya ‘kan?

Kalimat dari Rizki (wah, mirip nama saya, hanya beda huruf belakangnya) bisa diubah menjadi seperti ini: Covid-19 adalah suatu virus yang sangat berbahaya dan bisa membunuh. Penyakit Covid-19 ini awalnya menyerang daya tahan tubuh. Kira-kira seperti itu kalimatnya ya! Jangan lupa, huruf besar di awal kalimat!

Ibnu Arraysya Rahman

Virus corona merupakan virus yg berasal dari cina, yang menakutkan dan menyebabkan semua aktivitas menjadi terganggu, baik sekolah, kantor dan lain lain.

Ulasan saya:

Ada dua hal yang perlu diperbaiki dari kalimat tersebut. Pertama adalah “yg”, seharusnya “yang”. Kedua adalah “lain lain”, semestinya “lain-lain” sebab kata ulang.

Perbaikan berikutnya adalah nama daerah. Cina semestinya huruf besar di depannya, tetapi setahu saya, yang benar adalah China, bukan Cina.

Rezky Agung Syam

Virus corona adalah penyakit menular dan membahayakan karena obatnya belum ditemukan

Ulasan saya:

Kalimat jawaban yang sangat bagus dan pas. Kekurangannya hanya satu, yaitu: lupa diberi tanda titik di akhir kalimat. Kalau ada tanda titik, akan jadi kalimat yang sangat luar biasa. Sip, lanjutkan!

Muh Faizul

CORONA SANGAT BERBAHAYA MAKA HARUS STAY AT HOME

Ulasan saya:

Mirip kalimat motivasi dan penuh dengan perjuangan untuk memerangi penyakit corona. Kalau model kalimatnya begini, seharusnya dipakai tanda seru di akhir kalimat (!). Tanda seru akan punya makna mempertegas kalimat sekaligus sebagai kalimat perintah. Mudah-mudahan orang mau ya diperintah untuk lebih banyak tinggal di rumah saja, ke luar hanya untuk yang perlu saja.

Yusuf Iman Sudarno

Berbahaya dan bisa membunu

Ulasan saya:

Kalimat yang bagus, tetapi kurang lengkap. Sebenarnya masih bisa dibuat lebih sempurna. Untuk kata terakhir itu, apakah maksudnya “membunuh” atau “membunuhmu” ataukah “membunuhmu”? Hanyalah si penulis alias Yusuf sendiri yang tahu jawabannya.

Sama dengan kalimat sebelumnya, lebih pas jika memakai tanda seru agar terasa kegarangannya dan bukan dianggap main-main tentang corona atau covid-19 ini.

Andi Alif Inzanial Dzakwan

Menurut saya virus corona atau covid-19 adalah virus yang mematikan yang berasal dari Wuhan (China) yang menganggu saluran sistem pernapasan. Virus corona ini dapat berpindah melalui mulut, mata dan telinga. Olehnya itu kita harus rajin mencuci tangan dan selalu memakai masker serta menjaga jarak.

Ulasan saya:

Secara umum, kalimatnya sudah bagus dan sesuai dengan pertanyaan saya. Namun, kalimat tersebut bisa lebih dibuat cantik dengan menambahkan tanda koma. Selain itu, memainkan tanda titik dan membuat kalimat menjadi lebih pendek. Boleh juga menghilangkan satu kata “yang”. Jadinya begini:

Menurut saya, virus corona atau covid-19 adalah virus yang mematikan dan berasal dari Wuhan (China). Penyakit ini mengganggu saluran sistem pernapasan. Virus corona dapat berpindah melalui mulut, mata dan telinga. Olehnya itu, kita harus rajin mencuci tangan dan selalu memakai masker serta menjaga jarak.

Bagaimana? Terasa lebih enak dibaca ‘kan? Sukses terus ya!

Ceritakan Tentang Diri Sendiri

pembahasan-materi-bahasa-indonesia-diri-sendiri

Untuk bagian pertanyaan yang satu ini, lebih baik tidak saya ungkap di sini karena menyangkut pribadi ya! Cukup bagi saya agar lebih mengenal kalian, terlebih jika nanti sudah betul-betul sekolah dibuka dan kita belajar langsung.

Apa Harapan Kalian Terhadap Pelajaran Bahasa Indonesia ini?

pembahasan-materi-bahasa-indonesia-harapan

Sebelum menjawab pertanyaan ini, lebih bagus kita ulas sedikit tentang kata “Bahasa Indonesia” dan “bahasa Indonesia”. Kalau pelajaran, itu seharusnya Bahasa Indonesia atau bahasa Indonesia? Kalau menyebut bahasa persatuan kita, apakah Bahasa Indonesia atau bahasa Indonesia? Hayo, sudah tahu jawabannya belum?

Jawabannya mudah kok! Kalau untuk pelajaran, maka masing-masing katanya pakai huruf besar di depan. Jadi, yang benar adalah Bahasa Indonesia. Sebab, antara Bahasa dan Indonesia menjadi satu kesatuan. Masa pelajaran bahasa saja atau Indonesia saja?

Sementara untuk bahasa Indonesia yang menjadi bahasa nasional kita, tidak perlu pada kata “bahasa” memakai huruf besar di awal. Cukup Indonesia saja yang besar karena menunjuk kepada nama negara. Kecuali, jika penulisan ini diletakkan di awal kalimat, maka pastilah menjadi Bahasa Indonesia. Paham sampai di sini ya?!

Saya berterima kasih lho kepada kalian yang sudah memberikan harapan terhadap pelajaran Bahasa Indonesia ini. Semoga harapan kalian bisa benar-benar terwujud. Yuk, kita simak masing-masing harapan dari kalian! Oh, ya, kalimat di bawah ini, sudah saya perbaiki. Aslinya sih masih ada yang salah.

  • Bisa lebih baik lagi. (Yusuf Iman Sudarno).
  • Menambah wawasan. (Muh Faizul).
  • Supaya saya bisa berbahasa indonesia dengan baik dan baik. (Ibnu Arraysya Rahman).
  • Semoga dengan belajar Bahasa Indonesia saya dapat menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar. (Rezky Agung Syam).
  • Agar bisa menambah wawasan saya. (Rizki Mubarq).
  • Harapan saya terhadap pelajaran Bahasa Indonesia agar bisa menambah wawasan saya. Terutama dalam memahami berbahasa yang baik dan benar. Serta dapat memahami cara penulisan yang benar. (Rusman Khalif).
  • Saya harap dengan pelajaran Bahasa Indonesia ini saya dapat memperbaiki bahasa Indonesia yang belum sempurna dan dapat menambah ilmu saya. (Muhamad Azhar).
  • Supaya saya bisa jadi warganegara yang tertib atas aturan yang telah didirikan oleh kepala negara. (Muhammad Adnan).
  • Pelajaran Bahasa Indonesia sangat bagus, bisa mengajarkan bahasa Indonesia dan penulisan yang baik dan benar, namun saya masih kurang memahami penulisan yang baik dan benar. Semoga ke depannya saya bisa berbicara dan menulis dengan baik dan benar dan menambah ilmu pengetahuan saya. (Reza Ahmad Farezi).
  • Harapan saya dengan pembelajaran Bahasa Indonesia, agar mengajarkan saya cara berbahasa baik dan benar. (Nur Rifqi Auliyah Syah).
  • Harapan saya terhadap pelajaran Bahasa Indonesia adalah Bahasa Indonesia merupakan bahasa persatuan bangsa kita yang sangat bermanfaat bagi masyarakat di seluruh Indonesia. Saya berharap dengan mempelajari Bahasa Indonesia, saya dapat memahami cara berbahasa dengan baik dan benar sesuai EYD. (Andi Alif Inzanial Dzakwan).

Itulah tadi harapan-harapan dari para santri kelas VII A di SMP IT Al-Wahdah Bombana. Semoga menjadi kenyataan. Aamiin.

Sementara untuk nilai pada materi ini:

  1. Nur Rifqi Auliyah Syah: 85
  2. Reza Ahmad Farezi: 88
  3. Muhammad Adnan: 80
  4. Muhamad Azhar: 85
  5. Rusman Khalif: 90
  6. Rizki Mubarq: 78
  7. Rezky Agung Syam: 85
  8. Ibnu Arraysya Rahman: 84
  9. Muh Faizul: 77
  10. Yusuf Iman Sudarno: 76
  11. Andi Alif Inzanial Dzakwan: 88

Selamat bagi yang nilainya tinggi dan tetap semangat bagi yang nilainya belum tinggi! Solusinya, ya, cuma belajar dan berdoa, agar jadi yang terbaik.

Kesimpulan

Pada pertemuan pertama ini, semoga kalian jadi lebih mengenal diri sendiri, menyebutkan kelebihan, mungkin juga pakai kekurangan, fisik dan lain sebagainya. Semakin kalian mengenal pribadi, maka bisa tahu mana yang harus ditingkatkan, mana yang harus diperbaiki? Termasuk mengenal sesuatu yang akan menjadi jalan rezeki kalian nanti. Insya Allah.

Perhatikan juga kaidah penulisan dalam Bahasa Indonesia ya! Penggunaan huruf besar, tanda koma, tanda titik, tanda seru, tanda tanya dan tanda baca lainnya. Mumpung ada internet di rumah, bisa cari bacaan-bacaan bermutu untuk menambah kosa kata dan kaidah penulisan kalian!

Insya Allah, kita akan bertemu di lain waktu, sesuai jadwal, setiap hari Sabtu pagi. Oke, wassalam.

Jika Dirasa Tulisan Ini Bermanfaat, Share Ya!

Silakan tinggalkan komentar

Email aktif kamu tidak akan ditampilkan. Tapi ini mesti diisi dengan benar.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.