Belajar Tentang Mengatasi Kecanduan Gadget Pada Anak Bersama Namin AB Ibnu Solihin

Belajar Tentang Mengatasi Kecanduan Gadget Pada Anak Bersama Namin AB Ibnu Solihin

Jika Dirasa Tulisan Ini Bermanfaat, Share Ya!

Biasanya, apa sih yang dilakukan orang ketika malam tahun baru? Mereka mungkin bakar ayam, bakar ikan, bakar petasan, atau bakar jagung. Kalau saya malah bakar semangat untuk belajar tentang kecanduan gadget pada anak.

Bersama Namin AB Ibnu Solihin, yang menjadi founder motivasipendidikan.com dan ayah lima anak. Uniknya beliau telah meraih prestasi 10 tahun pengasuhan 5 anak tanpa gadget, TV, dan bioskop. Wah, ini memang luar biasa! Kalau kenyataannya seperti itu, kecanduan gadget pada anak pastilah minim sekali atau bahkan tidak ada sama sekali.

kecanduan-gadget-pada-anak-1

Pertanyaan Online

Sebelum membahas tentang masalah kecanduan gadget pada anak, Namin mengajak semua peserta untuk mengungkapkan perasaannya. Melalui cara online dengan membuka website menti.com. Setelah itu, memasukkan kode 61619243. Pertanyaan pertama, “Bagaimana perasaan Ayah dan Bunda di malam hari ini?”

kecanduan-gadget-pada-anak-2

Bermacam-macam jawabannya, disediakan pilihan: sangat bahagia, sangat bersyukur, biasa-biasa saja, dan lagi galau. Saya tidak menscreen shot hasil polling itu karena terlalu cepat. Namun, bagi kamu, kira-kira perasaan kamu malam ini seperti apa sambil baca tulisan saya ini?

Pertanyaan kedua, masih lewat menti.com, adalah, “Tulis dua kata tantangan menjadi orang tua di era digital!”

kecanduan-gadget-pada-anak-3

Ini juga banyak jawaban, namun paling banyak ditulis adalah gadget. Kata ini menjadi kunci untuk pertemuan Zoom pada Sabtu yang lalu, tepat di malam tahun baru 2023.

Impian Terbesarkecanduan-gadget-pada-anak-4

Namin punya impian yang paling besar dalam hidupnya, yaitu: memiliki 5 orang anak. Dan, Alhamdulillah, impian itu berhasil terkabul. Kamu sendiri punya impian terbesar apa dong?

Kalau menurut saya, impian terbesar Namin tidak hanya punya 5 anak, tetapi juga mendidiknya tanpa gadget, TV, maupun bioskop. Tidak hanya sehari atau dua hari, tidak hanya setahun atau dua tahun, tetapi sampai 10 tahun.

Hal yang menjadi motivasi bagi Namin adalah agar anak tetap terjaga fitrahnya. Bicara fitrah, tidak cuma untuk zakat lho, tetapi memang sesuai dengan jiwa anak sejak lahir.

kecanduan-gadget-pada-anak-5

Awalnya Memang Bangga

Mungkin sama dengan banyak orang tua lainnya, ada kebanggaan ketika anaknya pintar main gadget. Namin juga begitu, bangga ketika anak pertamanya pintar main gadget di usia balita.

kecanduan-gadget-pada-anak-6

Namun, kebanggaan tersebut justru berefek jelek. Anaknya lebih senang main gadget daripada dengan kedua orang tuanya sendiri. Mulailah timbul rasa ada yang salah nih! Kok jadi ada kecanduan gadget pada anak. Dan, tidak sampai setahun, gadget yang berbentuk tablet itu pun rusak. Namin dan istrinya tidak memperbaiki barang tersebut.

Akhirnya, mereka berdua pun berkomitmen untuk membangun pola pengasuhan yang lebih baik dan lebih benar karena sebelumnya salah. Mulai membangun visi keluarga lagi dengan arah yang lebih baik.

kecanduan-gadget-pada-anak-7

Belajar dari pola pengasuhan anak yang salah, Namin dan istrinya membangun visi keluarga dimulai dari orang tua. Apa yang mereka lakukan? Contohnya ada di bawah ini!

kecanduan-gadget-pada-anak-8

Hal-hal yang dilakukan adalah:

  1. Menghilangkan televisi di rumah;
  2. Tidak memutar lagu-lagu maksiat;
  3. Membuat jadwal membaca, menghafal, dan mendengarkan;
  4. Antara suami dan istri mulai belajar membaca Al-Qur’an dengan benar sekaligus menghafalkannya;
  5. Tidak membeli barang yang tidak memiliki manfaat atau yang sama sekali tidak mencerdaskan;
  6. Beli buku minimal satu buah dalam satu bulan, dibaca kemudian dipraktekkan;
  7. Tidak boleh ada gadget sama sekali dan TV antara pukul 6 sore sampai 9 malam;
  8. Menyetel murottal Al-Qur’an pada waktu yang telah ditentukan.

Masya Allah! Luar biasa bukan misi dari Namin dan keluarganya? Memang harus dicontoh hal-hal positif tersebut. Meskipun demikian, tidak semua model pengasuhan macam begitu cocok. Tidak selamanya keluarga akan pas dengan metode seperti Namin itu. Akan tetapi, paling tidak, itu menjadi salah satu standar dalam pengasuhan anak, apalagi menghindari kecanduan gadget pada anak.

Pertanyaan Tentang Gadget

kecanduan-gadget-pada-anak-9

Gadget atau dalam bahasa Indonesianya adalah gawai sebenarnya diciptakan untuk siapa sih? Dan, untuk apa sih? Kamu sendiri tahu jawabannya?

Barang ini sebenarnya memang bukan untuk anak kecil. Sebagaimana yang dikatakan oleh Namin, bahwa gadget itu adalah alat komunikasi orang dewasa. Jadi, anak kecil memang tidak berhak untuk memakainya. Sedangkan untuk laptop itu adalah alat untuk bekerja. Bukan alat untuk bermain juga.

Kalau ada anak suka bermain gadget atau bahkan muncul kecanduan gadget pada anak, maka sebenarnya anak tidak tertarik pada gadget itu sendiri. Ada dua hal yang membuat anak tertarik, bahkan bisa sampai kecanduan, yaitu: adanya games dan video yang menarik.

kecanduan-gadget-pada-anak-10

Padahal, kalau dilihat dengan kacamata yang lebih positif, anak bermain dengan orang tuanya itu jauh lebih baik daripada anak bermain dengan gadget. Sepintar-pintarnya gadget, itu adalah sebuah benda mati, bahkan bisa dimatikan jika ditekan tombolnya. Sedangkan orang tua meskipun mungkin di satu sisi ada yang tidak pintar, tetap termasuk makhluk hidup.

kecanduan-gadget-pada-anak-11

Ketika Anak Sudah Kecanduan dengan Gadget

Tadi, dua faktor anak suka dengan gadget karena ada games dan video yang menarik. Berikut adalah faktor penyebab yang lebih luas lagi:

kecanduan-gadget-pada-anak-12

Ada 8 penyebab anak suka pada gadget, yaitu:

  1. Banyak game yang sudah disajikan oleh orang tuanya;
  2. Banyak video yang sudah diunduh alias didownload juga, oleh orang tua juga;
  3. Ketika anak menangis, diberikan hiburan berupa gadget itu sendiri;
  4. Anak diberikan tontonan lewat gadget agar anak mau makan;
  5. Agar anaknya tidak mengganggu aktivitas orang tuanya, makanya diberikan saja gadget;
  6. Ketika anak tidak punya permainan lain, maka gadget adalah satu-satunya permainan;
  7. Anak berada dalam lingkungan yang memang full bermain gadget, makanya ketularan juga;
  8. Sebab orang tua tidak bisa kreatif menampilkan permainan yang bagus dan seru untuk anaknya.

Namin pernah berkeliling ke sekolah-sekolah dalam jenjang SD. Pertanyaan yang diajukan adalah, “Apakah orang tua kamu di rumah sering bermain dengan kamu atau dengan HP?”

Rupanya, jawabannya memang mencengangkan. Orang tua mereka lebih sering bermain dengan HP daripada dengan anaknya sendiri. Lah, piye toh iki? Pantas saja dari situ bisa menjadi kecanduan anak pada gadget karena orang tuanya yang memberikan contoh.

kecanduan-gadget-pada-anak-13

Perlu diketahui juga, ada 8 bahaya gadget bagi anak, yuk kita simak satu persatu:

  1. Anak menjadi agresif;
  2. Kelainan mental pada anak;
  3. Tumbuh kembang yang lambat;
  4. Mengganggu pertumbuhan otak anak;
  5. Anak menjadi susah tidur;
  6. Bahaya radiasi emisi;
  7. Terpapar pornografi;
  8. Anak jadi kecanduan bermain gadget.

kecanduan-gadget-pada-anak-14

Agar Tidak Muncul Kecanduan Gadget pada Anak

8 tips berikut ini bisa mencegah anak kecanduan pada gadget, apalagi jika kecanduannya sampai parah sekali. 8 tipsnya sebagai berikut:

  1. Jangan install games di gadget;
  2. Jangan sediakan video di gadget;
  3. Orang tua wajib bermain dengan anak;
  4. Jangan biasakan anak makan sambil menonton gadget dan tentu saja TV;
  5. Orang tua memberikan hiburan alternatif yang lebih positif dan bermanfaat untuk anak;
  6. Jangan pasang internet di rumah, semacam IndiHome dan sebagainya;
  7. Membiarkan anak bermain di lingkungan sekitar tanpa pakai gadget;
  8. Jika ternyata anak sudah kecanduan gadget, maka batasi pemakaiannya atau dilarang sama sekali juga bagus.

Solusi untuk mencegah munculnya kecanduan gadget pada anak memang ada beberapa macam. Kita sebagai orang tua perlu memahami hal tersebut. Jangan sampai, akibat negatifnya terlalu jauh sehingga kita malah kewalahan sendiri.

Mungkin kita berpikir langsung mengambil gadget saja dari anak. Kalau begitu caranya, mungkin anak akan langsung menangis, bahkan menangis keras. Tidak apa-apa seperti itu. Ingat, lebih baik anak menangis sekarang, daripada kita sebagai orang tua menangis di kemudian hari karena akibat negatif gadget tersebut.

kecanduan-gadget-pada-anak-16

kecanduan-gadget-pada-anak-17

kecanduan-gadget-pada-anak-18

Hal-hal yang bisa dilakukan orang tua sesuai gambar di atas adalah:

  1. HP orang tua mesti jauh dari konten pornografi, apalagi jangan sampai anak menemukannya.
  2. Kalau orang tua ikut grup Whatsapp yang unfaedah, lebih baik keluar saja. Apalagi memang kalau terlalu banyak grup, bisa membuat berat HP karena bunyi “tang, ting, tang, ting”.
  3. Berteman secara baik dengan anak-anak kita di media sosial. Namun, usahakan anak tidak memiliki akun lagi ya! Jangan sampai, akun yang satu berteman dengan orang tua, tetapi akun lain juga punya dan dipakai untuk hal-hal yang aneh-aneh.
  4. Usahakan tidak main HP ketika berkumpul dengan keluarga. Apalagi ketika makan bersama. Nikmati waktu kebersamaan dengan keluarga. Ingat, keluarga di situ betul-betul dunia nyata. Masa lebih memilih berkumpul dengan dunia maya sementara dunia nyata ada di depan kita?
  5. Ketika anak mengajak bermain atau berbicara, maka letakkan HP kita atau simpan di tempat yang aman. Anak butuh bicara dengan orang tuanya, manfaatkan itu. Jika orang tua tidak merespons ketika itu, akibatnya anak merasa tidak diperhatikan, lalu dia akan mencari sarana lain, yang boleh jadi negatif.
  6. Media sosial yang dipunyai orang tua mari dijadikan sarana berbagi inspirasi atau konten motivasi atau seputar dakwah. Sebab, selain bisa menyebarkan hal-hal positif, Insya Allah juga berpeluang mendapatkan pahala jariyah jika terus dishare orang.

kecanduan-gadget-pada-anak-19

kecanduan-gadget-pada-anak-20

kecanduan-gadget-pada-anak-21

Mari Semangat! 

Sebagai pembicara, Namin telah membagikan materi yang sangat berharga tentang pendidikan anak, utamanya menghindari atau mencegah kecanduan gadget pada anak. Awalnya sih saya kaget, karena selama 10 tahun, anak-anaknya bisa terbebas dan lepas dari gadget. Ini memang sangat luar biasa, dan sangat jarang terjadi yang seperti itu.

Yuk, kita bersemangat sebagai orang tua dalam mendidik anak-anak kita. Tanggung jawab orang tua tidak cuma di dunia, tetapi juga di akhirat. Kalau sudah bicara akhirat, tidak ada yang tidak mudah. Mumpung masih di dunia, masih ada waktu, mari jadi orang tua yang bermutu!

Terima kasih kepada Namin dan tim dari Masjid Nurul Ashri, Deresan, Jogja. Dan, bagi kamu, boleh langsung sebarkan tulisan ini. Semoga jadi amal jariyah dan pahala kebaikan buat kamu semua! Aamiin ya rabbal alamin..

Dan, bagi kamu yang ingin mendapatkan tulisan terbaru saya berikutnya tentang parenting dan pendidikan keluarga atau materi seputar webinar semacam ini, silakan ketik di kolom komentar pada bagian bawah. Syukron. Terima kasih. Wassalam…

Jika Dirasa Tulisan Ini Bermanfaat, Share Ya!

Silakan tinggalkan komentar

Email aktif kamu tidak akan ditampilkan. Tapi ini mesti diisi dengan benar.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.