Kenali 7 Kegiatan Anak Bersama Orang Tua di Rumah pada Bulan Ramadhan

Kenali 7 Kegiatan Anak Bersama Orang Tua di Rumah pada Bulan Ramadhan

Share This:

Bulan suci Ramadhan bisa jadi kegiatan yang baru bagi anak. Sebelumnya tidak pernah berpuasa, sekarang mulai dilatih. Tentunya, ada dong kegiatan anak bersama orang tua di rumah pada bulan Ramadhan tersebut.

Sebelumnya, bebas makan dan minum. Tidak kenal waktu, mau pagi, siang, sore, terserah mau makan apa. Ketika di bulan Ramadhan, anak dilatih untuk mengerem keinginan tersebut.

Dari situ, masalah yang timbul pada anak adalah dia merasa lapar dan haus. Ya, iyalah, mana ada sih yang tetap kenyang meski berpuasa? Kalau sudah merasa lapar dan haus, maka keluhan anak bisa muncul, “Lapar, Abi.”

Atau, “Haus Umi.”

Atau, “Lapar dan haus, Bunda.”

Itu wajar, sudah seperti itu. Kalau memang orang tua berkomitmen agar anaknya berpuasa, keluhan lapar dan haus akan muncul. Agar keduanya bisa tereduksi, yuk, cek kegiatan anak bersama orang tua di rumah yang bermanfaat di bulan puasa.

1. Membaca Al-Qur’an

kegiatan-anak-bersama-orang-tua-di-rumah-pada-bulan-ramadhan-1

Kalau yang satu ini, sudah tidak bisa dibantah, pasti menjadi kegiatan terbaik bagi anak dan orang tua. Al-Qur’an turun di bulan Ramadhan, tepatnya di malam Lailatul Qadr. Turun ke langit dunia.

Kegiatan Al-Qur’an bisa dengan saling menyimak hafalan masing-masing. Bacaan suami disimak istri, begitu pula sebaliknya.

Selain itu, jika anak belum lancar membaca Al-Qur’an, orang tua bisa mengajarkan Iqra terlebih dulu. Menambah bacaan itu sangat lumayan dalam pemanfaatan waktu. Selain bisa mengurangi waktu berpuasa, maksudnya agar nanti semakin dekat dengan buka puasa, juga tentunya menambah pahala.

2. Masak Bersama

Kegiatan anak bersama orang tua berikutnya adalah memasak. Bisa dilakukan sore hari. Anak-anak dipersilakan untuk mempersiapkan bahan-bahan masakan. Pahamkan mereka yang mana gula, yang mana garam? Yang mana jahe, lengkuas, kunyit?

Baca Juga: Kiat Mengatasi Demam Pada Anak

Apakah memasak hanya khusus untuk anak perempuan? Oh, tidak selalu begitu. Tanyakan ke anak laki-laki, apakah mau ikut memasak bareng? Jika jawabannya iya, maka berikan kesempatan untuk bersama ibunya di dapur. Tentu hal ini akan menjadi menarik bagi anak laki-laki tersebut. Terlebih jika di keluarga itu, tidak ada anak perempuan.

3. Bermain Sambil Bersantai

Memang, permainan yang banyak sekarang adalah di HP. Jutaan mainan berbentuk games ada di situ. Tapi, pernahkah kita sebagai orang tua merasa bosan dengan game yang itu-itu saja? Terlebih bermain dalam HP terus memunculkan efek yang kurang bagus jika dalam waktu yang lama.

Nah, kegiatan anak bersama orang tua di poin adalah tetap bermain, tetapi permainan yang nyata kelihatan. Contohnya adalah scrabble. Menyusun kata-kata dalam permainan bahasa.

Bisa juga main catur. Ini adalah permainan yang sangat berat bagi anak dan orang tua. Lho, kok bisa? Iya dong, sebab permainan ini harus mengangkat kuda, benteng, raja. Bahkan lapangannya pun diangkat.

Coba, mana ada permainan yang angkat-mengangkat begitu? Sepakbola, lapangannya tidak bisa diangkat. Begitu pula olahraga renang. Ya, ‘kan? Makanya catur ini termasuk olahraga yang spesial.

4. Belajar dengan Asyik

kegiatan-anak-bersama-orang-tua-di-rumah-pada-bulan-ramadhan-2

Masa pandemi, orang tua sudah terbiasa mengajari anak belajar atau mengerjakan tugas-tugas dari gurunya. Kok sekarang belajar lagi sih?

Eits, ternyata, belajar itu memang luas banget, seluas mata memandang, tanpa rabun jauh lho ya. Orang tua bisa kok membelikan buku-buku anak yang bermanfaat. Bisa dalam bentuk cerita bergambar, mewarnai, atau kisah orang-orang sholeh, seperti itu.

Anak-anak jika diberikan HP terus akan bosan juga. Mereka seperti itu, karena orang tua tidak mengisi waktu mereka. Dan, alasan orang tua memberikan HP kepada anak-anak, karena orang tuanya juga mau main HP! Nah, jadi klop dah.

Lupakan dulu sejenak HP. Taruh di tempat aman, yang susah terjangkau bagi anak, meskipun sehari-hari di situ, sinyalnya juga susah terjangkau. Ambil buku-buku yang ada, lalu bacakan ke mereka. Tapi, bukunya harus selektif ya. Janganlah buku tabungan orang tua dibacakan ke anak. Nanti mereka seakan-akan membaca cerita yang menyedihkan sekaligus memilukan. Hehe..

5. Menyiapkan Bingkisan

Kegiatan anak bersama orang tua di rumah pada bulan Ramadhan yang satu ini, juga bisa mengajarkan ke anak untuk saling berbagi. Ya, menyiapkan hadiah atau bingkisan ke orang-orang terdekatnya. Bisa ke anak-anak tetangga, keluarga besar, atau ke anak-anak panti asuhan.

Bingkisan yang dibuat cantik akan semakin menambah kreativitas bagi anak. Biarkan saja anak yang berkreasi sendiri, selama itu bisa dilakukannya. Soalnya, kalau orang tua terlalu mengatur, itu juga tidak bagus.

Nanti, momen bahagia anak akan memberi sesuatu menjadi buyar karena orang tuanya yang terlalu mencampuri. Cukuplah orang tua membelikan hadiah-hadiah yang lucu, seperti mainan, boneka, robot, atau mobil-mobilan.

Tentunya, bingkisan itu harus mudah dibuka juga oleh anak-anak penerimanya. Jangan sampai bingkisannya dari besi baja, pakai dicor lagi. Ini bingkisan atau mau bangun jembatan?

6. Latihan Ceramah

kegiatan-anak-bersama-orang-tua-di-rumah-pada-bulan-ramadhan-3

Mungkin anak-anak kita sudah sering menonton ceramah para ustadz maupun ustadzah di televisi. Nah, ini bisa jadi inspirasi bagi anak-anak kita untuk juga seperti mereka. Memberikan kesempatan anak-anak tampil di depan orang tua dengan membawakan materi-materi yang ringan. Misalnya tentang sholat, puasa, atau kejadian sehari-hari.

Jangan lupa apresiasi mereka dengan mengacungkan jempol kanan, atau dua jempol sekaligus. Keterampilan bicara di depan umum itu sangatlah penting, terutama di masa depannya. Jadi, dengan berlatih di depan orang tua, plus saudara-saudara kandungnya, membuat mentalnya terlatih.

7. Bersih-bersih Rumah

Untuk poin ketujuh dari kegiatan anak bersama orang tua di rumah pada bulan Ramadhan maknanya bisa cukup luas. Apalagi jika rumahnya juga luas. Anak bisa dilatih untuk mulai membersihkan kamarnya sendiri. Spiderman yang dia pelihara, maksudnya sarang laba-laba di sudut tembok kamarnya, perlu disingkirkan, betapapun sayangnya dia ke hewan itu. Dan, mungkin sayangnya hewan itu ke si anak.

Sudut bawah dinding juga sering jadi tempat berkumpulnya debu. Begitu pula di atas lemari kecilnya, bisa bertumpuk debu di situ.

Jika sudah bersih, pada poin ini dikembangkan lagi dengan menata dekorasi kamar anak yang baru. Mungkin dia sudah bosan dengan warna cat tembok yang itu-itu saja. Solusinya, ganti cat warnanya saja, jangan ganti temboknya ya!

Saat mengecat nanti, anak-anak boleh juga kok diberi kesempatan untuk menyapukan kuas sedikit. Paling tidak, itu melatih kemampuan fisiknya juga. Menambah pengalaman dan keterampilan yang umumnya dilakukan oleh orang dewasa.

Kesimpulan

Bulan puasa memang bukanlah waktu yang harus selalu digunakan untuk bermalas-malasan. Cuma tidur-tiduran. Sebab, kalau sudah begitu, badan ini jadi terasa berat. Akhirnya, waktu berbuka puasa jadi terasa lebih lama. Ibaratnya seribu tahun. Wuih, memang betul terasa selama itu?

kegiatan-anak-bersama-orang-tua-di-rumah-pada-bulan-ramadhan-4

Mau tahu petunjuk Ramadhan yang pas untuk anak-anak? Yuk, langsung simak video di bawah ini:

Baca Juga: Menciptakan Masjid Ramah Anak: Dua Kisah Nyata

Share This:

18 Comments

  1. Betul pak puasa tidak melulu harus malas-malasan.justru puasa harus buat anak-anak kita semangat. Memasak tidak harus perempuan betul anak saya cowok malah seneng bantuin bundanya masak. Semoga kita bisa mlksanakan tops dari Pak Rizky.. Sehingga membuat anak-anak semangat lalui harinya dengan baik.

  2. Terimakasi infonya Pak Rizky. Walaupun anak saya laki-laki tahun kemaren dia membantu saya memasak buat bukaan, benar dia tidak merasa haus dan lapar. Saya sudah membuktikan poin ke-2.🤭🤭🤭

  3. Kegiatan nomor 3 dan 4 sering saya lakukan.
    Karena anak-anak saya masih berusia 2 dan 5 tahun, jadi kegiatan itu yang mereka suka.
    Untuk kegiatan nomor 1, biasanya mereka menjadi pendengar saja.

  4. Saya suka baca tulisan Pak Rizky makanya nyasar masuk grup ini,menginspirasi,menghibur pokoknya banyak dech,saya suka tulisan nya bukan orangnya he he,hampir semua saya baca,tapi belum semua,seperti saya baca novel di cicil makasih👍

    1. Wah, terima kasih banyak, Bu! Blog saya lebih fokus ke tema keluarga sih. Kan itu persoalan yang sering kita hadapi sehari-hari.

Silakan tinggalkan komentar

Email aktif kamu tidak akan ditampilkan. Tapi ini mesti diisi dengan benar.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!