[Harbolnas Selesai!] Betulan Memanfaatkan atau Cuma Ikut-ikutan?

[Harbolnas Selesai!] Betulan Memanfaatkan atau Cuma Ikut-ikutan?

Share This:

Yes, akhirnya Harbolnas alias hari belanja online nasional sudah selesai. Hari bersejarah itu dirayakan setiap tanggal 12 Desember. Makanya, sering disebut juga dengan 1212 Sale atau Promo 12-12, atau apapun namanya. Banyak diskon, gratis ongkir dan penawaran menarik lainnya. Tapi, apakah Anda sudah senang dengan betul-betul memanfaatkan Harbolnas itu atau cuma sekadar ikut-ikutan?

Yah, namanya saja manusia, pastilah disebut dengan makhluk sosial. Selalu mau hidup dengan manusia yang lain. Tidak terkecuali untuk aktivitasnya. Ada orang minum kopi, eh, kita jadi ingin minum kopi juga. Ada orang yang bisnis atau buka usaha di pinggir jalan, ada juga yang ikutan. Termasuk, yang belanja besar-besaran di Harbolnas, ikut-ikutan juga. Apakah seperti itu pada diri Anda?

Sebenarnya, sudah banyak tips untuk membantu kita mewaspadai diri dari segala macam promo, penawaran, atau diskon khusus dalam Harbolnas ini. Anda boleh lihat Supaya Tidak Jadi Korban Diskon. Atau boleh masuk juga Mewaspadai Godaan Diskon. Apapun namanya, mau Harbolnas, atau yang lain, asal ada penawaran menarik, bisa jadi kita cuma tertarik karena ikut-ikutan.

Apakah salah?

Oh, tentunya tidak karena semuanya serba tergantung. Kalau memang Anda butuh, punya uang, boleh Anda ikut memanfaatkan Harbolnas untuk berburu barang incaran Anda. Tapi, jika tidak? Inilah yang dikhawatirkan, jangan sampai Anda menghabiskan cukup banyak uang, tapi mendapatkan sesuatu yang sebenarnya tidak terlalu Anda butuhkan. Waduh. Hayo, ngaku, ada yang pernah seperti ini? Hehe…

Perlu memang persiapan sebelum Harbolnas itu tiba. Yah, minimal 10 tahun sebelumnya. Wah, ini sih terlalu lama lebaynya atau lebay terlalu lama! Harbolnas saja dimulai dari 2012 kok. Yah, minimal 2 atau 3 hari sebelumnya, Anda sudah siap dengan kehadiran Harbolnas. Sekarang sudah tanggal 13 Desember saat ini ditulis, berarti Harbolnas sudah lewat. Terus, apa yang bisa disimpulkan dong?

Jangan Asal Ikut-ikutan!

Mental suka ikut-ikutan semestinya bukanlah menjadi sifat asli kita. Mengapa? Ya, jelas dong, kita dengan orang lain itu berbeda. Matanya saja beda. Kita dua, ada yang malah tiga matanya. Itu lho Ten Shin Han yang di komik Dragon Ball. Hehe, ini sih kenangan anak tahun 1990-an. Atau malah yang matanya banyak sekali. Ini adalah tipe laki-laki mata keranjang! Beda kalau ada laki-laki yang membawakan keranjang belanja istrinya saat di pasar. Cieh, cieh, ini sih suami yang baik dong!

Ikut-ikutan itu bisa muncul dalam banyak kehidupan kita. Misalnya, ada yang ingin mendaftar jadi PNS. Terus, banyak yang ikut-ikutan, padahal dia sebenarnya ingin pekerjaan lain, atau memulai bisnisnya sendiri. Akhirnya, mau daftar pun setengah-setengah. Tidak terlalu berharap lolos. Kalau lulus, ya, syukur, tidak, ya, tidak majalah, eh, masalah. Beda halnya ketika diterima! Mungkin jika hatinya masih terpaksa, maka menjalani pekerjaannya juga akan tidak nyaman.

Ikut-ikutan Apa yang Bagus?

Kalau ada yang mengatakan bahwa ikut-ikutan itu tidak selalu bagus, terus apa dong yang jelas bagusnya? Mau tahu ya? Baiklah, ini dia jawabannya. Ternyata, ikut-ikutan ingin masuk surga! Tidak ada ikut-ikutan yang mengalahkan ini. Karena jika ditanya ke orang awam pun atau jahat sekalipun, mereka ingin juga masuk surga. Terus, kalau ada orang yang ingin masuk surga dengan segala macam perbuatannya, masa sih tidak mau ikut-ikutan?!

Contohnya, ada orang mau sholat berjamaah di masjid. Terus dia mengajak Anda untuk sholat. Awalnya mungkin berat bagi sebagian dari Anda untuk bersama-sama dia pergi ke masjid. Tapi, cobalah untuk ikut-ikutan dulu. Perkara nanti bagaimana-bagaimananya, itu bisa dipikirkan lebih lanjut. Yang penting, ikut-ikutan itu tetap harus ditanamkan dalam pikiran.

Sekarang, memang tidak ada jaminan orang masuk surga. Tidak ada nabi dan rasul lagi di jaman now. Yang ada ya para penyeru ke surga. Mereka sendiri pun belum tentu masuk surga, tapi sudah mengajak orang lain. Rupanya, para penyeru ke surga itu tidak mau masuk surga sendiri. Egois itu namanya. Dan, surga itu terlalu luas untuk dihuni seorang diri. Sebanyak-banyaknya orang dimasukkan ke surga, tetap masih akan cukup. Jadi, tenang saja. Kaplingnya tidak terbatas seperti di sini.

Mungkin awalnya tidak enak kalau tidak ikut-ikutan, tapi percayalah, begitu Anda sudah masuk ke dalamnya, pasti Anda akan ketagihan. Masa nanti Anda sudah masuk surga, mau ke luar lagi? Nah, begitu pula surga di dunia ini. Mau langsung ke tamannya? Silakan masuk gratis DI SINI.

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Share This:
error: Content is protected !!