Awas, Jangan Sembarang Cabut Kabel Listrik, Akibatnya Bisa Begini!

Awas, Jangan Sembarang Cabut Kabel Listrik, Akibatnya Bisa Begini!

Share This:

Biasanya, dalam suatu colokan listrik, tidak banyak lubang yang ada di situ. Mungkin tiga, empat atau maksimal enam. Makanya itu, jangan sembarang cabut kabel listrik! Sebab, bisa jadi akhirnya tragis!

Ada seorang pasien meninggal dunia. Pasien yang diceritakan di tulisan ini adalah seorang penderita Covid-19. Dia masih berjuang untuk sembuh dari penyakitnya melalui alat yang bernama ventilator.

Mungkin kita pernah mendengar bahwa alat tersebut memang berfungsi untuk membantu pernafasan. Kabarnya sih pakai alat tersebut cukup menyiksa. Lha wong, penyakit Covid-19 itu juga sudah cukup menyiksa kok! Namun, bagaimana sekarang? Masih banyak orang yang cuek?

Dukungan Keluarga Itu Memang Perlu

Tidak hanya Covid-19, semua sakit itu sebenarnya memang butuh dukungan dari orang-orang terdekat. Utamanya sih keluarga. Bagaimana dengan yang belum berkeluarga? Jomblo misalnya? Wah, kalau yang ini, dia sudah sakit hati memang dengan statusnya sendiri! Hehe..

Misalnya, ada yang cuma sakit gigi. Kok bilang cuma ya? Ya, bilang cuma karena pas saya menulis ini tidak sedang sakit gigi. Hem…

Baca Juga: Kebiasaan Baru Karena Virus Corona

Sakit gigi bisa dirasakan sampai ke kepala. Maksudnya, menyebar sampai ke seluruh kepala. Meski sebenarnya memang seluruh tubuh sih yang merasakan sakit.

Ketika sakit tersebut dirasakan, bahkan makin parah, maka anggota keluarga yang baik mesti membantu. Contohnya, membuat larutan garam yang notabene alias katanya bisa meredakan sakit gigi tersebut. Atau kalau masih sakit, membelikan obat di apotek. Bisa jadi bukan, si penderita sakit gigi itu tidak bisa jalan atau pergi sendiri ke apotek?

Adanya dukungan dari keluarga, ditambah dengan teman misalnya, Insya Allah akan menumbuhkan rasa bahagia dan harapan untuk sembuh menjadi lebih tinggi. Bukankah faktor munculnya penyakit mungkin saja karena pikiran? Ya ‘kan?

Karena Panas

Rupanya, ada kejadian yang menyedihkan sebenarnya di India. Ada seorang laki-laki yang meninggal terkena Covid-19, tetapi bukan karena penyakit itu, melainkan karena keluarganya sendiri yang membuat ulah. Dia sedang dirawat di ruang intensif Rumah Sakit Maharao Bhimsingh, Rajasthan, India.

Ternyata, ruangan di rumah sakit memang sangat panas bin gerah. Otomatis dong, setiap orang yang ada di situ mendambakan kesejukan. Mungkin saja di ruangan tersebut tidak bisa dibuka kaca jendelanya. Yah, namanya saja ruang isolasi untuk penderita Covid-19. Mana bisa sih dibuka sembarangan?

Ada keluarga dari pasien mencabut kabel penghubung ventilator yang sedang asyik digunakan oleh si penderita. Terus, colokan yang kosong diganti dengan kabel AC. Waduh! Ini demi untuk mendapatkan udara yang sejuk pastinya.

Ternyata Tidak Tahu

Entah karena bodoh atau tidak pintar, keluarga dari pasien tersebut sama sekali tidak tahu akibat dari kabel ventilator yang dicabut. Jelas alat tersebut akan kehilangan daya, lalu tidak bisa menjalankan fungsinya secara maksimal.

Baca Juga: 5 Tips Ampuh Menghilangkan Malas

Namanya alat bantu pernapasan. Si penderita sudah setengah mati bernapas karena diserang corona, eh, ini malah seenaknya saja dicabut. Pada akhirnya, kondisi pasien tersebut semakin buruk. Ujungnya adalah meninggal dunia.

Sudah Bodoh, Sok Pula!

Orang seperti anggota keluarga pasien tersebut memang tidak tahu. Mungkin saja karena bodoh. Namun, justru mereka melampiaskan kekesalan kepada dokter. Justru dokter yang dimarahi dan dicela habis-habisan oleh keluarga pasien tersebut. Lho, iki piye toh? Kenapa juga dokter yang disalahkan?

Mengherankan

Itu adalah satu contoh sikap yang sangat-sangat tidak benar. Memang sih tujuan awalnya bagus, supaya ruangan jadi lebih adem. Mesti pakai AC.

Namun, yang jadi pikiran saya dan mungkin banyak di antara kamu juga adalah, pasien Covid-19 kok bisa dijenguk ya? Bukankah pasien itu mestinya dimasukkan di ruang isolasi dan tidak boleh orang luar menjenguknya? Lha, ini seperti sakit biasa saja, keluarga pasien bisa dekat dengan penderita.

Terus, jika cuaca sangat panas begitu, apakah memang dari pihak dokter tidak menyediakan colokan yang lebih banyak lagi biar tidak sembarang cabut kabel listrik lagi? Bukankah colokan lagi itu harganya tidaklah terlalu mahal dibandingkan alat ventilator? Hohoho, jelaslah.

Dokter yang dimarahi oleh keluarga pasien mungkin karena dianggap tidak menyediakan fasilitas tersebut. Apakah rumah sakit tersebut kecil saja hingga mirip puskesmas? Ataukah rumah sakit besar, semacam RSUD? Ah, berita yang saya dapatkan juga cuma sepotong kok!

Mungkin kita harus sama-sama mengecek langsung ke sana, ke India, negaranya Shahrukh Khan. Namun, jangan punya pikiran bahwa ke sana mesti harus lancar goyang India dulu. Sebab, tidak ada kaitannya antara film dengan dunia nyata, setidaknya menurut saya.

Film India di TV nasional pernah diputar dengan judul Balveer yang penuh dengan kesyirikan itu. Apakah di dunia nyata ada seperti itu? Jelas tidak.

Kesimpulan

Mungkin lain kali, sebagai penutup dari tulisan ini, jika ada kekurangan pelayanan dari sebuah rumah sakit, keluarga pasien perlu melapor dulu ke tenaga kesehatan yang ada. Bilang saja, kurang ini, kurang itu. Kan itu lebih enak, sebab mereka juga berhak kok mendapatkan pelayanan yang prima dari pihak rumah sakit.

Dan, kabel yang tercabut itu memang tidak bisa mengembalikan nyawa si pasien, karena malaikat maut memang sudah mencabut nyawanya. Namun, jangan sampai terulang yang begitu lagi.

Itu kalau AC, bagaimana kalau HP misalnya? Cabut alat pacu jantung misalnya, terus, diganti dengan menchas HP? Hem, semoga saja tidak ada lagi kejadian cabut kabel listrik semacam itu deh! Seperti gambar di bawah ini…

cabut-kabel-listrik
Contoh Salah Main Cabut Kabel Listrik!

Sumber: Merdeka

Baca Juga: Ditemukan Obat Baru Virus Corona: Telur Rebus!

Share This:
error: Content is protected !!